Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia

Boalemo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Sekretaris Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) H Muiz Ali Murtadho mengatakan, pemuda masjid Indonesia adalah mereka yang aktif ikut serta dalam memakmurkan masjid. Para pemuda masjid Indonesia ini memiliki dua tanggung jawab besar. Pertama, menyebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Pemuda masjid Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mendakwahkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” kata H Muiz pada acara Pelatihan Pemuda Pelopor di Boalemo Gorontalo, Selasa (5/12).

Acara pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara LTM PBNU bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI. Di Provinsi Gorontalo, acara ini diadakan selama hari di lima kabupaten kota, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango.

Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia

Kedua, tanggung jawab keindonesiaan. Pemuda masjid Indonesia juga memiliki kesadaran untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagi dia, keislaman dan keindonesiaan itu bagai dua mata koin. Antara yang satu dengan yang lainnya tidak bisa dipisahkan dan tidak perlu dibenturkan karena keduanya berjalan beriringan.  

H Muiz menuturkan, makna dari membela Islam adalah dengan memakmurkan masyarakat Indonesia. Sementara membela Indonesia adalah bagian daripada keimanan seseorang. 

“Cinta tanah air itu adalah sebagai bagian dari iman. Cinta Indonesia adalah cinta Islam. Cinta Islam adalah cinta Indonesia,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat) 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia

Bireuen, Rohis Tegal - Rohani Islam. Salah seorang dewan guru dari Dayah MUDI Mesra (Mahadal Ulum Diniyah Islamiah Mesjid Raya) Samalanga, Bireuen, Aceh, dikirim ke Australia untuk mengembangkan ilmu agama di sana. Ia adalah Tgk Azhari, guru asal Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie.

Rencananya hari ini, Kamis (9/10), Tgk Azhari bertolak ke Kuala Lumpur dan tiga hari berikutnya akan menuju Australia. Di Australia, ia akan mengajarkan Al-Quran, kitab, barzanji, dan dalail khairat kepada anak-anak warga Muslim di sana. Staf Lajnah Bahtsul Masail ini rencananya juga akan menjadi khatib di beberapa mesjid di Australia. Teungku Azhari yang akan tinggal di Mayfield, New South Wales, Australia, juga diminta untuk mengembangkan dzikir kepada komunitas Muslim di sana.

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dayah Mudi Mesra Kirimkan Guru Ngaji ke Australia

Permintaan tenaga pengajar dari Dayah MUDI ini tidak lepas dari adanya kunjungan seorang Peneliti dari Irlandia beberapa waktu lalu. Peneliti tersebut terkejut saat melihat santri dan dewan guru Dayah MUDI yang fasih berbahasa Inggris, khususnya Teungku Abrar Azizi, putra Abu MUDI yang ditugaskan untuk menemaninya selama berada di MUDI. Berawal dari peneliti ini lah Lembaga Islamic Centre of New Castle Australia mendapatkan informasi tentang Dayah MUDI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebenarnya, Tgk Azhari bukan lulusan dari dayah terpadu yang umumnya telah memiliki kemampuan dasar berbahasa Inggris sebelum masuk ke dayah MUDI. Tgk Azhari adalah alumni MAN 1 Mutiara yang mulai fokus menekuni BahasaInggris di Mabna Lughah, asrama khusus di MUDI yang mewajibkan berbahasa Arab dan berbahasa Inggris.

Abu MUDI mengapresiasi kinerja Mudabbir Mabna Lughah yang telah mampu melahirkan santri yang fasih berbahasa Arab dan berbahasa Inggris. Abu berpesan agar pendidikan bahasa asing di Mabna Lughah semakin dioptimalkan agar santri dan lulusan MUDI tidak hanya berkiprah di dalam negeri saja, tetapi mereka harus mampu berkiprah hingga ke kancah internasional.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelumnya, telah ada beberapa alumni MUDI yang mengembangkan ilmu keluar negeri, seperti Malaysia, Australia, dan Norwegia. Untuk Australia sendiri, Tgk Khalidin Yakob bahkan telah mendirikan lembaga Islamic Centre yang mengurus berbagai keperluan umat Islam di sana. Semoga saja Tgk Azhari dapat mengikuti jejak pendahulunya dan sukses menghidupkan cabang Al-Aziziyah di Australia. (Iqbal Jalil/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar

Oleh Nadirsyah Hosen



Prof Ahmad Chatib (Allah yarham) pernah bercerita beliau baru saja membeli sebuah buku dalam perjalanan di luar negeri. Kemudian beliau berpapasan di pintu dengan Gus Dur yang segera melihat buku bagus di tangan Prof Ahmad Chatib. Gus Dur bergegas ke dalam toko buku hendak membeli buku yang sama, tapi ternyata itu stok buku terakhir yang ada. Gus Dur kemudian cepat-cepat mengejar Prof Ahmad Chatib dan meminta beliau untuk meminjamkan buku tersebut.

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar

Prof Ahmad Chatib, yang menceritakan kisah ini di kelas mata kuliah Filsafat Hukum Islam tahun 1994 di IAIN Jakarta, berkata: "Terpaksa saya sodorkan buku itu kepada Gus Dur yang ingin sekali membaca buku tersebut". Selang beberapa lama setiap bertemu di Jakarta, Prof Ahmad Chatib selalu menanyakan nasib bukunya yang dipinjam Gus Dur itu. Akhirnya Gus Dur mengembalikan buku itu. Prof Ahmad Chatib terkejut setelah membukanya, "Wah buku saya sudah penuh dengan catatan Gus Dur di sana-sini". Rupanya begitulah kesungguhan Gus Dur dalam menelaah sebuah kitab: sampai buku pinjaman pun dicoret-coreti.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kisah kedua yang hendak saya ceritakan ini mengenai Kiai Abbas dari Buntet Pesantren. Saat Abah saya hendak mengaji kepada Kiai Abbas dengan membawa kitab Jamul Jawami, Kiai Abbas mengaku belum terlalu menguasai kitab itu, dan meminta Abah saya datang kembali membawa kitab tersebut beberapa hari ke depan. Rupanya Kiai Abbas menyimak dulu isi kitab ushul al-fiqh karya Imam al-Subki tersebut, dan kemudian setelah itu Abah saya dipanggil kembali dan Kiai Abbas dengan lancar mengajarkan isi kitab tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dua kisah di atas saya ceritakan untuk menunjukkan kesungguhan para kiai itu menuntut ilmu. Para kiai itu membaca, menyimak dan memberi catatan isi kitab. Mereka menjadi alim bukan terjadi begitu saja. Sengaja diambil kisah dua kiai, yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Kiai Abbas. Kedua tokoh hebat pada masanya masing-masing ini lebih sering dibahas karomah beliau berdua ketimbang dikisahkan kesungguhan beliau berdua belajar menuntut ilmu.

Kiai Abbas, menurut penuturan Abah saya yang menjadi santri khususnya, sangat menguasai ushul al-fiqh dan ilmu fiqh perbandingan mazhab. Pengakuan Abah: "Kuliah saya di al-Azhar Cairo terasa mudah dengan bekal ilmu yang sudah diajarkan Kiai Abbas". Yang terkenal kemana-mana itu adalah peristiwa heroik 10 November dimana Kiai Abbas merontokkan pesawat sekutu dengan lemparan biji tasbih dan bakiaknya. Tentu saja Abah saya juga menceritakan berbagai karomah gurunya ini, namun setiap saya tanya apa wiridnya, Abah cuma berpesan: "Belajar yang rajin saja Nak, belum waktunya membaca wirid macam-macam, nanti kalau kamu sudah jadi kiai, kamu akan mengerti sendiri hal-hal gaib dan ajaib yang kamu tanyakan itu. Sekarang baca buku lagi!"

Dan kini kalau saya ceritakan kepada para santri bahwa saya meraih dua gelar PhD di dua bidang berbeda, di dua negara berbeda, dan saya selesaikan pada waktu yang bersamaan, spontan yang mereka tanya: "Wiridnya apa sehingga bisa seperti itu?" Jarang yang tertarik bertanya bagaimana kesungguhan saya belajar sehingga bisa menyelesaikan dua program PhD tersebut. Lebih menarik bertanya doa dan wiridnya. Mungkin disangkanya lebih mudah wiridan ketimbang membaca buku.

Pesantren itu sejatinya lembaga pendidikan, bukan semata tempat orang belajar mistik apalagi klenik. Ini yang harus ditegaskan karena banyak kesalahpahaman. Selain kesannya ndeso, pesantren itu dikesankan tempat untuk belajar ilmu gaib. Orang tua menjadi takut mengirim anaknya ke pondok. Pulang dari pondok hobinya nanti menangkap jin. Sementara para santri ada sebagian yang bukannya belajar dengan tekun tapi malah sibuk mau jadi waliyullah dengan berharap mendapat ilmu laduni. Bahwa Gus Dur dan Kiai Abbas memiliki karomah, tentu kita yakini itu. Tetapi karomah itu hanya bonus saja, hasil dari istiqamah para kiai yang luar biasa. Istiqamah menuntut ilmu dengan terus rajin belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis --ini yang harus kita warisi dari para masyayikh dan guru-guru kita.

Ceritakanlah kepada khalayak bagaimana Mbah Sahal Mahfud membaca dengan tekun dan karenanya menulis berbagai kitab yang luar biasa. Di ruang tamu beliau berjejer kitab fiqh dari mazhab selain mazhab Syafii. Kitab dari mazhab Syafii malah ditaruh di bagian belakang. "Kenapa?" tanya Prof Martin van Bruinessen. Jawab Mbah Sahal kalem, "karena kitab dari mazhab Syafii sudah saya hafal semua."

Kisahkanlah di medsos bagaimana Kiai Ihsan Jampes mengarang kitab yang kemudian dijadikan rujukan di mancanegara. Atau tolong mintakan kepada KH Ahmad Mustofa Bisri untuk berkenan bercerita proses kreatif beliau sehingga tercipta berbagai tulisan dan barisan puisi yang menyentuh jiwa dan mengundang kita untuk merenunginya.

Jikalau ini yang kita ceritakan, tidak semata soal karomah para kiai, baru kemudian umat akan memahami bahwa pesantren itu juga gudangnya dunia ilmu pengetahuan. Dan mereka akan lebih apresiatif saat mengetahui bahwa zikir dan pikir telah menjadi satu tarikan nafas keseharian para kiai.

Penulis adalah Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 12 Januari 2018

Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Puncak peringatan haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) digelar Jumat (23/12) mala mini di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Khataman al-Qur’an menjadi kegiatan pembuka yang diselengarakan sejak pagi tadi.

Acara khataman al-Qur’an pada momen tahunan ini dilaksanakan para penghaf al-Qur’an dari Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Depok di Masjid Al-Munawwaroh yang berada di depan rumah Gus Dur. Aktivitas serupa dilakukan di Masjid Darussalam Cipedak tak jauh dari lokasi acara.

Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini

Haul Gus Dur kali ini mengusung tema “Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat”. Sejumlah tokoh dan seniman dijadwalkan hadir, antara lain KH Ahmad Mustofa Bisri, Habib Ja’far Alkaff, Habib Umar Muthohar, KH Said Aqil Siroj, Sabam Sirait, Lukman Hakim Saifuddin, Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida. Acara ini juga akan dimeriahkan pula oleh penampilan band musik tradisi Kunokini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hingga berita ini ditulis tampak para pedagang kaki lima sudah bersiap membuka lapak di sekitar lokasi acara. Mereka menjajakan pakaian, buku, makanan, dan pernak-pernik lainnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini akan diikuti ribuan orang yang datang dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Mereka terdiri dari anggota majelis taklim, komunitas, hingga kalangan umum,” (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 22 Desember 2017

Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Masyarakat di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, bersama Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor setempat siap menyerukan gerakan antiperdagangan orang di depan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid.

Wakil Sekretaris I PC GP Ansor Way Kanan, Pebri, di Blambangan Umpu, Kamis (5/3), mengatakan, kegiatan tersebut bertajuk Festival Maslahat atau "Migrasi Aman, Pentas Seni Pelajar dan Deklarasi Anti Perdagangan Orang".

Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang

Menurutnya, perang melawan human trafficking itu terselenggara atas kerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia, Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, BNP2TKI dan Norwegian royal embassy.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kepala BNP2TKI yang juga Ketua Umum PP GP Ansor sahabat Nusron Wahid Insya Allah akan menyaksikan 1.500 orang warga Way Kanan bersama-sama membacakan pernyataan sikap anti perdagangan orang," ujar Pebri yang menjadi ketua panitia kegiatan tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Festival Maslahat akan diramaikan oleh musisi Way Kanan yang pernah meraih juara II Lomba Musik Jalanan Tingkat Nasional deselenggarakan Kemenpora pada 22 Oktober 2011. Lalu hadrah dari Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) As-Syafiiyyah Blambangan Umpu.

Kemudian penampilan gamolan atau alat musik bambu lampung, tari sembah, pembacaan puisi, dan modern dance dari sejumlah pelajar sekolah menengah atas di Way Kanan.

Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Kabupaten Way Kanan Heri Amanudin menambahkan, sejak 2014, GP Ansor Way Kanan bersinergi dengan IOM Indonesia dan JPIC FSGM menggelar sejumlah kegiatan bertema "Mengurangi Resiko Perdagangan Orang Melalui Kesadaran Tentang Migrasi Aman di Indonesia".

Kabupaten Way Kanan yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan itu ialah salah satu daerah sasaran program tersebut.

Kegiatan-kegiatan dimaksud bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya perdagangan orang pada TKI yang bermigrasi ke luar negeri karena dilakukan dengan cara yang tidak aman dan tidak prosedural.

Guna mengoptimalkan kegiatan panjang tersebut, ujar Heri lagi, kegiatan sudah dilakukan pada mulanya ialah diskusi terfokus atau FGD yang bertujuan untuk memetakan situasi perdagangan orang di Kabupaten Way Kanan untuk melihat sejauh mana pemahaman tokoh masyarakat tentang prosedur migrasi aman dan risiko perdagangan orang.

Salah satu bunyi pernyataan sikap yang akan dibacakan bersama dan disarankan Bupati Bustami Zainudin untuk dipimpin Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sekaligus Ketua Karang Taruna Way Kanan Bahkril pada Sabtu 7 Maret di Gedung Serba Guna (GSG) ialah menolak keras segala bentuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) karena hal ini merupakan bentuk terburuk dari pelanggaran hak asasi manusia.

"Ada lima pernyataan sikap akan dibaca pada kegiatan yang diaharapkan bisa dihadiri seluruh ormas dan organisasi kepemudaan di Way Kanan. Panitia menyediakan pulpen dan gantungan kunci untuk pengisi kuisioner mengenai migrasi aman serta puluhan t-shirt untuk door prize," ujar Heri menjelaskan.

Festival Maslahat rencananya akan dihadiri Kepala Misi IOM Indonesia Mark Getchell, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Manager Counter Trafficking IOM Indonesia Nurul Qoiriah, dan pimpinan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM Sr M Katarina Sri Juwarni. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan

Brebes,Rohis Tegal - Rohani Islam. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menggelar Silaturahmi Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1436 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai upaya mendekatkan diri antara ulama dan umaro serta umat.

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Gelar “Sajadah” Ramadhan

Masjid Al Furqon Desa Salem Kecamatan Salem menjadi tempat perdana gelaran Sajadah Ramadhan 1436 H yang juga dihadiri Dandim 0713 Letkol Inf Efdal Nazra, Pengadilan Negeri Brebes Yoserizal,SH.MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI, para Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab Brebes dan pejabat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Brebes memuji semangat umat Islam dalam membangun kerohanian Islam. Seperti membangun masjid, madrasah, dan pembangunan sarana peribadatan lainnya. “Pemerintah hanyalah memberikan dana stimulant saja,” ujar Idza.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bupati juga menjelaskan tertangguhnya pencairan dana hibah karena sedang menunggu kejelasan dari UU No 32 tahun 2014 tentang Pemerintah Kabupaten soal dana hibah dan bansos.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Disebutkan dalam pasal 298 ayat 5, bahwa yang berhak mendapatkan dana hibah antara lain badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia. “Sementara belum bisa kami cairkan karena menunggu kejelasan badan, lembaga dan ormas yang berbadan hukum Indonesia,” terangnya.

Dibagian Kesra Setda Brebes, lanjutnya, sudah ada usulan sebesar Rp 4,3 Milyar yang diusulkan oleh 336 lembaga di Kabupaten Brebes. Namun belum bisa dicairkan karena belum ada lampiran yang berbadan hukum Indonesia. “Membelanjakan uang rakyat, uang Negara harus sesuai dengan aturan sehingga sama-sama sah dan tidak melanggar hukum. Kami harap yang mengusulkan dana hibah dan bansos untuk bersabar dulu,” tandasnya.

Bupati juga mengajak kepada umat Islam untuk mengantarkan anak-anaknya menjadi anak yang saleh saleha. Berbagai upaya harus ditempuh untuk mengantarkan anak-anak kita menjadi anak yang saleh saleha. Termasuk harus menempuh pendidikan formal, informal maupun non formal. “Pendidikan madrasah, juga jangan sampai ditinggalkan,” ajaknya.

Bupati juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang beruntung secara simbolis kepada 10 orang jamaah. Juga menyerahkan bantuan Quran, Ruku dan Mukenah kepada Pengurus Masjid Al Furqan agar bisa digunakan para jamaah.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Salem KH Kholid Nawawi dalam ceramah agamanya menyoroti tentang makin menurunnya aktivitas anak-anak mengaji. Kegiatan mengaji di mushola, masjid atau rumah kiai sedikit sepi. Hal ini terjadi karena mereka tergiur oleh perkembangan teknologi komunikasi dan siaran televisi. “Anak-anak lebih tergiur oleh Hape ketimbang tasbeh, televise dari pada ngaji, nyanyian dari pada nadhoman,” tutur Kiai Kholid yang juga Ketua MWC NU Salem.

Dia mendesak kepada para pemangku kebijakan di tingkat Kabupaten untuk membuat peraturan yang bisa meningkatkan gairah anak-anak menggemari ngaji. Seperti pembatasan jam menonton televisi, pemanfaatan hape dan kebiasaan-kebiasaan yang menyita waktu namun kurang bermanfaat.

Juga pentingnya peran orang tua untuk mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan demi masa depan anak kelak. “Kita perlu kerja sama yang apik dan guyub untuk menyelematkan generasi muda dari pengaruh negative globalisasi,” pungkasnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Daerah, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru

Kudus,Rohis Tegal - Rohani Islam. Bidang Pengembangan Pelajar, Santri dan Mahasiswa (PSPM) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus mempelopori berdirinya Forum Komunikasi Antar Pimpinan Komisariat (Forkapik). Forum tersebut khusus digadang untuk memperluas kader ranah Pimpinan Komisariat di sekolah-sekolah menengah atas.

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru

Pada liburan kali ini forum tersebut menggaet bibit baru dalam kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) di Kampus Timur STAIN Kudus. Kegiatan tersebut berlangsung Kamis-Jumat (24-25/12).

Sedikitnya 46 pelajar putra dan putri dari pelbagai sekolah merayakan kegiatan yang sekaligus sebagai bentuk peringatan Maulid Nabi. Kegiatan ini dikemas santai namun serius. Peserta menerima materi pengenalan keorganisasian, kepemimpinan, keislaman, Ahlussunnah wal Jamaah, hingga ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an dari para narasumber dari pengurus jamiyyah NU Kudus. Sementara pengurus IPNU dan IPPNU cabang Kudus, di sini menjadi fasilitator.

Rohis Tegal - Rohani Islam

AMT ini memuat sebagian besar materi pengkaderan formal IPNU-IPPNU jenjang awal, yakni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Namun kegiatan yang dipanitiai oleh kumpulan pelajar yang tergabung dalam kepengurusan Forkapik ini bukan dimaksudkan untuk mengganti kegiatan Makesta. Ini hanya sebagai gerbang mereka untuk bergabung dalam Forkapik IPNU-IPPNU Kudus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saatnya merayakan maulid Nabi, saatnya menyiapkan kader-kader muda untuk Nahdlatul Ulama. Kami sengaja memilih hari libur maulid ini untuk pelaksanaan AMT sebagai bentuk peringatan lain bagi kami untuk merayakan hari lahirnya Kanjeng Nabi kita. Dengan AMT ini diharapkan sungguh-sungguh akan terlahir bibit-bibit potensial IPNU dan IPPNU di masing-masing sekolah yang kelak menjadi generasi jamiyyah Nahdlatul Ulama, generasi pendukung Kanjeng Nabi, generasi yang dibanggakan Kanjeng nabi," ungkap Joni Prabowo, Ketua IPNU Kudus.

Forkapik menjadi satu dari dua garapan PSPM IPNU bersama IPPNU Kudus, setelah Lembaga Pers Santri (LPS) Pilar. Forkapik juga telah memiliki media sendiri berupa buletin Adz-Dzaka. Sementara LPS Pilar hingga kini membawahi beberapa media sejak cetak hingga virtual, yakni majalah semesteran, Pilar, website ipnuippnukudus.or.id, serta fanspage Facebook PC IPNU IPPNU Kudus. [Istahiyyah/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol

Pasuruan, Rohis Tegal - Rohani Islam - Istighotsah akbar digelar dalam rangka pelantikan pengurus harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Ahad (30/7) pagi. Sekitar 3000 jamaah sudah datang sejak pagi hari dan memenuhi area istighotsah.

Acara ini dimulai dengan penampilan pencak silat dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa serta penampilan paduan suara dari SMK Ar-Rahma. Selain itu, Stikes Ar-Rahma juga turut berpartisipasi dengan membuka layanan tes kesehatan gratis bagi warga yang hadir dalam acara istighotsah tersebut. Ikatan Seni Hadrah Indonesia Kecamatan Gempol juga ikut berpartisipasi dalam pelantikan ini.

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Pesan Gus Ali Untuk Pengurus Baru MWCNU Gempol

Ketua MWCNU Gempol M Nurul Huda mengatakan, "Saya berterima kasih kepada seluruh warga dan banom-banom NU di Kecamatan Gempol mulai dari Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, Ishari. Saya selaku Ketua MWCNU Gempol mengharapkan agar semakin kompak ke depannya."

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur Gus Ali Mashuri menyampaikan arahannya. Menurutnya, ada tiga poin yang harus menjadi acuan dalam melakukan program kerja nantinya. Pertama, NU harus bisa mengambil alih pasar di sektor ekonomi, pendidikan, serta kesehatan.

“Saya akan membantu MWCNU Gempol nantinya untuk membuat program kerja agar NU di Gempol semakin maju," kata Gus Ali.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara salah seorang kader IPNU di Kecamatan Gempol Aditya Mardani mengatakan, "IPNU dan IPPNU akan kita massifkan koordinasi dengan NU untuk kemajuan NU dan IPNU atau IPPNU di Gempol."

Seluruh Pengurus MWCNU Gempol sepakat memperkuat LP Maarif NU sebagai bagian dari NU guna berkontribusi membangun pendidikan berkarakter di Kecamatan Gempol khususnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 11 Desember 2017

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Organisasi akan aktif dan dinamis jika ditopang individu-individu yang memahami dan mau mempraktikkan pengabdian. Karena itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan akan memberikan “Syahadah Bintang Sembilan” kepada para kader penuh pengabdian.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (17/12) mengatakan, salah satu ciri pengabdian itu adalah kader yang membuat organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di ujung utara Provinsi Lampung ini menjadi hidup.

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Menurut dia, pemberian Syahadah Bintang Sembilan merupakan apresiasi atas energi, semangat, senyum, dan keringat diberikan para kader yang terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pimpinan cabang. Juga kegiatan yang dihelat institusi lain.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk yang disebut terakhir, menurut Gatot, harus kegiatan yang menopang eksistensi dan membuat pergerakan Ansor di daerah yang berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumateras Selatan ini, menjadi dinamis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kader yang sekali terlibat dalam kegiatan maka akan mendapatkan Syahadah Bintang Satu. Dua kali terlibat dalam kegiatan mendapat Syahadah Bintang Dua. Begitu seterusnya hingga Syahadah Bintang Sembilan," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menjelaskan.

Gatot menambahkan, Syahadah Bintang Sembilan ialah piagam didesain berlatar belakang Bung Tomo serta KH Hasyim Asyary berikut wasiatnya: "Siapa yang mau mengurusi NU saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya."

“Secara sederhana, desain tersebut juga ingin mengatakan hubungan NU dan Indonesia yang jelas melalui Resolusi Jihad,” tegasnya.

Syahadah tersebut, menurut alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Way Kanan angkatan pertama itu pula, bakal menjadi report keaktifan kader yang nantinya sebagai acuan bagi pimpinan cabang untuk memajukan kader.

"Tidak ada makan siang gratis. Karena itu, yang bisa ikut kaderisasi Ansor lanjutan baik Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan dan Pendidikan Kader Lanjutan atau PKL ialah yang sudah mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan," kata dia menerangkan.

Wakasatkorcab Banser Way Kanan yang mendapat amanah memimpin Ansor setempat pada 7 Oktober 2014 itu menegaskan, sesuai peraturan berlaku, Ansor adalah organisasi kader.

"Semakin banyak yang mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan akan semakin bagus karena menandakan banyaknya kader yang aktif. Kader-kader aktif itulah tulang punggung Ansor mendatang. Tidak boleh orang yang tidak aktif mendadak Ansor, sok-sokan mau mengurus Ansor," demikian Gatot Arifianto. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Syariah, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 10 Desember 2017

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016

Sumenep, Rohis Tegal - Rohani Islam

Seorang santri Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep Madura, Khoironi El-Zihab lolos dalam Program Kepemimpinan Muda Indonesia-Amerika 2016 atau Indonesia-The United States Youth Leadership Program 2016 (I-US YLP 2016). Siswa MA Tahfidh Annuqayah tersebut melenggang ke program mendunia bersama guru SMA 3 Annuqayah, Moh Khatibul Umam.

"Keduanya akan ke Amerika Serikat sekitar sebulan pada Juli mendatang," terang Muhammad Mushthafa, Rabu malam (3/2/2016).

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016

Jebolan Universitas Utrecht tersebut menambahkan, alumnus Annuqayah Masyithah Mirza, menambah kegembiraan keluarga besar Pesantren Annuqayah yang juga lulus dalam program Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (MEP) 2016. Ia akan ke Australia selama sekitar 2 pekan.

Masyithah merupakan alumnus Pesantren Annuqayah ketiga yang lulus dalam program MEP. Yang pertama adalah Hasan Basri pada tahun 2009, dan yang kedua ialah Bernando J Sujibto pada pada tahun 2011 lalu. (Hairul Anam/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Doa, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 19 November 2017

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN

Solo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tak mau kalah dengan kota lain, di Bulan Mei ini, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Solo bekerjasama dengan MataAir telah menyiapkan program Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN). Kegiatan ini nantinya merupakan suatu pendampingan pelajar untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Sedianya sudah kita mulai di Bulan April. Tapi berhubung mepet waktunya, takut mengganggu konsentrasi siswa yang akan menghadapi UN,” terang Ketua GP Ansor Solo, Muhammad Anwar, Selasa (30/4) kemarin.

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN

Menurut Anwar, program yang sudah berlangsung sejak tahun 2007 ini akan mulai diselenggarakan 10 Mei – 3 Juni 2013 di Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Harapannya dengan diasramakan di pesantren, para peserta akan lebih mengenal kultur pesantren dan mendapatkan nilai-nilai keagamaan yang khas di pesantren,” imbuhnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain memberi pendampingan untuk masuk ke PTN, para peserta program BPUN ini juga akan dibekali materi soft skill dan pengarahan untuk mendapat beasiswa studi di PTN. Khususnya bagi para pelajar yang kurang mampu, agar mereka juga dapat merasakan pendidikan di bangku kuliah.

Untuk pendaftaran, sudah dimulai di akhir April lalu dan sampai hari ini (1/5) masih terbuka pendaftarannya. Bagi para pelajar atau anda yang memiliki putra yang akan masuk PTN, dapat segera mendaftarkan diri ke panitia. Tentang syarat mengikuti BPUN ini bisa menghubungi sahabat Warsito (0857 2561 5186) atau sahabat Wisnu (0899 5231 785), atau bisa langsung datang ke sekretariat BPUN Solo di Jl Jambu Raya RT 6/3 Jajar Laweyan Solo.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 17 November 2017

Kriteria Mampu Berqurban Menurut Empat Madzhab

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Lampung KH Munawir (Gus Nawir) mengingatkan beberapa hal terkait ibadah qurban yang sebentar lagi akan dilaksanakan pada Hari Raya Idul Fitri 1438 H ini. Ia mengatakan bahwa agar qurban menjadi sah haruslah memenuhi beberapa syarat yang telah ditentukan.

"Dalam berkurban harus ada siapa yang berqurban, waktu qurbannya, hewan qurbannya, dan niat ketika pemotongannya," kata Gus Nawir yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini, Senin (21/8).

Kriteria Mampu Berqurban Menurut Empat Madzhab (Sumber Gambar : Nu Online)
Kriteria Mampu Berqurban Menurut Empat Madzhab (Sumber Gambar : Nu Online)

Kriteria Mampu Berqurban Menurut Empat Madzhab

Orang yang berqurban juga harus memiliki beberapa syarat seperti Islam, merdeka atau bukan budak, mukallaf, baligh, dan mampu atau memiliki kelebihan harta yang cukup untuk membeli hewan qurban.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masalah kriteria mampu terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Menurut Imam SyafiI, mampu diartikan bahwa orang yang akan berqurban memiliki harta lebih yang cukup untuk membeli hewan qurban pada hari raya Idul Adha. Harta lebih tersebut ketika digunakan untuk membeli hewan qurban tidak mengganggu kebutuhan pokok hidupnya dan orang yang wajib ditanggung.

"Ini berbeda dengan Imam Abu Hanifah yang menentukan bahwa definisi mampu adalah orang yang memiliki harta lebih senilai nisabnya harta yaitu 200 dirham, dan harta tersebut tidak menggangu kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, papan serta kebutuhan orang orang yang menjadi tanggunganya," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara Imam Malik mensyaratkan orang mampu yaitu orang yang memiliki harta lebih, dan harta lebih tersebut ketika digunakan untuk membeli hewan qurban tidak mengganggu kebutuhan pokok dalam satu tahun.

Imam Ahmad bin Hambal, menurut Gus Nawir, mendefinisikan mampu yaitu orang yang memiliki harta cukup untuk membeli hewan qurban, sekalipun dengan cara berutang, dan ia memiliki keyakinan bahwa ia mampu mengembalikan utang tersebut. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 11 November 2017

Ma’arif NU Pringsewu Gelar Perkemahan Pramuka II

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kabupaten Pringsewu sukses menggelar Perkemahan Pramuka Ma’arif NU (Permacab) II di halaman belakang Gedung PCNU Pringsewu, Jumat-Ahad (7-9/10). Perkemahan kali ini diikuti 94 sangga yang masing-masing terdiri atas delapan personil. Peserta berasal dari Kabupaten Pringsewu, Bandarlampung, Lampung Selatan, Tanggamus, dan Lampung Tengah.

Perkemahan yang merupakan agenda tahunan Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif NU ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pringsewu Hj Sujadi. Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis.

Ma’arif NU Pringsewu Gelar Perkemahan Pramuka II (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Pringsewu Gelar Perkemahan Pramuka II (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Pringsewu Gelar Perkemahan Pramuka II

Turut hadir dalam pembukaan Sako Ma’arif Pusat Sholeh Abwa dan Yanto Basirin, LP Ma’arif NU Lampung Ihsan Mustofa, Mispani Ramli, Zulqarnain, dan Dwi Rohmadi M, Ketua PCNU Hj Taufiqurrahiem, dan perwakilan LP Ma’arif NU se-Lampung.

Ketua Sako Pramuka Maarif NU Kabupaten Pringsewu Mustangin mengatakan, dalam kegiatan ini para peserta akan melaksanakan berbagai kegiatan seperti perlombaan di bidang kepramukaan, agama, dan seni.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Perlombaan tersebut di antaranya PBB, MTQ, Syarhil Quran, Tahlil, Pionering, Pidato, Hasta Karya, Karnaval, Jelajah Alam, dan Lomba Pentas Budaya.”

Ketua Pelaksana H Auladi Rosyad menjelaskan, selain berbagai perlombaan para peserta juga mendapat materi tentang kepramukaan dan kesehatan.

Hj Sujadi yang juga mustasyar PCNU Pringsewu menyampaikan ucapan selamat dan memberikan apresiasi kepada Sako Maarif Kabupaten Pringsewu yang telah menggelar kegiatan untuk kedua kalinya ini.

Ia juga mengharapkan bahwa kegiatan Permacab II ini mampu menjawab tantangan perubahan zaman di mana saat ini banyak pemuda yang mengalami degradasi moral. (Dwi Rohmadi Mustofa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 10 November 2017

Tiga Pengasuh Pesantren Zaha Dapat Gelar Kebangsawanan

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Hari lahir (harlah) Majelis Ta’lim Al-Ahadi ke-64 digelar di halaman Pondok Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong, Ahad (10/1) siang bertepatan dengan 30 Rabiul Awal 1437 hijriah.

Tiga Pengasuh Pesantren Zaha Dapat Gelar Kebangsawanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pengasuh Pesantren Zaha Dapat Gelar Kebangsawanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Pengasuh Pesantren Zaha Dapat Gelar Kebangsawanan

Perayaan harlah tahun ini terasa cukup istimewa. Sebab 23 raja dan sultan yang berasal dari berbagai penjuru Nusantara turut memeriahkan perayaan harlah. Apalagi, para raja dan sultan tersebut berkunjung untuk pertama kalinya ke Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Para pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong hadir menyambut para raja dan sultan. Tampak hadir KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, KH Moh Hasan Saiful Islam, Nyai Hj Diana Susilowaty, serta tuan rumah lainnya Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kunjungan tersebut, para raja dan sultan yang tergabung dalam Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan Indonesia (AKKI) itu berkesempatan bertatap muka dengan para jamaah Majelis Ta’lim Al-Ahadi. Para raja dan sultan memanfaatkan pertemuan tersebut untuk bersilaturahim dengan ulama dan masyarakat.

Selain itu, para raja dan sultan juga memberikan sejumlah penghormatan dan penghargaan kepada para pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Secara bergantian, penghargaan berupa cendera mata, tali asih dan tali hati itu disematkan kepada KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, KH Moh Hasan Saiful Islam, dan Nyai Hj Diana Susilowaty.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penyematan penghargaan tersebut dilakukan bersamaan dengan penganugerahan gelar kebangsawanan kepada tiga pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan tersebut. Penobatan dipandu oleh Ketua AKKI Yang Mulia Lulu Gede Parma.

KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah dianugerahi gelar Sri Raja Niti Nata Kusuma. Nyai Hj Diana Susilowaty dianugerahi gelar Ratu Ayu Sekartaji. Sementara KH Moh Hasan Saiful Islam dianugerahi gelar Dipertuan Blambangan Whre Wirabumi.

Penganugerahan gelar kebangsawanan tersebut diharapkan menjadi salah satu momentum yang baik untuk menjalin silaturahim yang abadi antara ulama dan raja-sultan. Lebih-lebih, penganugerahan ini merupakan yang pertama kali dilakukan sejak berpuluh-puluh tahun terakhir.

Ketua AKKI Yang Mulia Lulu Gede Parma menuturkan, gelar kebangsawanan itu diberikan sebagai bentuk ucapan terima kasih para raja sultan kepada Ulama. “Para ulama sejak dahulu telah sering mengarahkan dan membimbing raja dan sultan, bahkan hingga sampai mengislamkan mereka para raja dan sultan,” katanya.

“Kami ucapkan selamat atas gelar yang telah dianugerahkan. Semoga bisa membawa kekuatan baru. Kerajaan dan Pesantren makin kuat dan kokoh untuk membentengi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dari kejahatan orang-orang yang ingin memecah belah ummat. Aamiiin,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 09 Oktober 2017

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pemuda Ansor Sidoarjo menanam sebanyak 350 pohon jenis sengon, trembesi dan mahoni. Mereka menempatkan pohon bantuan dari Dinas Kehutanan Jatim itu di sepanjang jalan raya Prambon hingga kecamatan Krian, Sidoarjo, Ahad (12/4).

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Banser Sidoarjo Tanam 350 Pohon

Penanaman pohon dilakukan guna meminimalisir terjadinya pemanasan global serta melakukan upaya keselamatan dunia. Pengurus GP Ansor Sidoarjo mendapatkan bantuan pohon sebanyak 1.000 pohon.

Ketua GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono mengatakan, penanaman pohon tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Harlah Ke-81 Ansor atas kerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dipilihnya wilayah tersebut mengingat lokasinya masih belum ada pohon pelindung yang ditanam di pinggir jalan raya Prambon hingga Krian Sidoarjo," kata Slamet Budiono.

Menurut Sekretaris GP Ansor Sidoarjo Rizza Ali Faizin, dengan penanaman pohon itu diharapkan Sidoarjo menjadi hijau dan tidak gersang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saat ini waktunya untuk membiasakan diri menanam kebaikan, baik itu menanam pohon maupun menanamkan amal perbuatan yang baik," ujarnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 24 September 2017

Hari ini, Rukyat dan Sidang Itsbat Awal Ramadhan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Senin (8/7) hari ini, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1434 H akan diselenggarakan rukyatul hilal bil fi’li atau pengamatan bulan sabit untuk penentuan tanggal 1 Ramadhan 1434 H.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A, Ghazalie Masroeri mengatakan, hari ini pihaknya akan mengkoordinir pelaksanaan rukyat di sedikitnya 90 titik rukyat yang tersebar di beberapa titik strategis seluruh Indonesia, seperti di pantai, bukit, atau menara masjid.

Hari ini, Rukyat dan Sidang Itsbat Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari ini, Rukyat dan Sidang Itsbat Awal Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari ini, Rukyat dan Sidang Itsbat Awal Ramadhan

“Untuk menentukan secara pasti awal Ramadhan, NU akan menyelenggarakan pengamatan hilal di seluruh Indonesia yakni di 90 titik strategis dengan menugaskan 110 pelaksana rukyat bersertifikat nasional yang akan melakukan rukyat bersama para alim ulama, ahli hisab, ahli astronomi, ahli fikih dan warga nahdliyin setempat,” kata Kiai Ghazali dalam rilis pers yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam, Sabtu (6/7) lalu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rukyat akan diselenggarakan sore ini, tepatnya sesaat setelah matahari terbenam di titik rukyat masing-masing.

Data hisab Lajnah Falakiyah PBNU untuk awal Ramadhan 1434 H di markas Jakarta sebagaimana dimuat dalam almanak PBNU tahun 2013 menyebutkan, ijtima’ atau konjungsi akan terjadi hari ini pukul 14:15:13 WIB, tinggi hilal saat dilakukan pengamatan 0o21’45” dengan posisi miring ke selatan, hilal akan berada di ufuk selama 3 menit 16 detik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hasil rukyat dari berbagai daerah akan dilaporkan pada posko Lajnah Falakiyah di kantor PBNU Lt 4, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, dan kemudian akan disampaikan di sidang itsbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama pada Senin malam.

Setelah Sidang Itsbat di Kementerian Agama menetapkan awal bulan, barulah kemudian NU melakukan Ikhbar atau pengumuman resmi mengenai awal Ramadhan 1434 H.

Menurut Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama, H. Ahmad Izzudin, sidang itsbat yang dihadiri perwakilan ormas, MUI, pakar astronomi, dan perwakilan duta besar negara-negara muslim sudah akan selesai pada sekitar pukul 19.45 WIB.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 21 September 2017

PMII Tanah Datar Diminta Aktif Jaga Silat Minangkabau

Tanah Datar, ? Rohis Tegal - Rohani Islam. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Tanah Datar diminta tidak hanya aktif dalam pergerakan di kalangan mahasiswa, namun juga menjaga silat-silat ? tradisi di Minangkabau. Sebagai kader muda yang berpaham Islam Ahlussunnah Waljamaah yang selalu menjaga tradisi masyarakat lokal, PMII harus berperan aktif menjaga silat tradisi tersebut.

Majelis Pendekar PP Pencak Silat Pagar Nusa Tuanku Irwansyah Datuak Katemanggungan mengungkapkan hal itu pada Seminar Nasional dan Deklarasi Pencak Silat Pagar Nusa kabupaten Tanah Datar di Mesjid Mustaqim Lima Kaum, Rabu (25/11).

PMII Tanah Datar Diminta Aktif Jaga Silat Minangkabau (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tanah Datar Diminta Aktif Jaga Silat Minangkabau (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tanah Datar Diminta Aktif Jaga Silat Minangkabau

Seminar dan Deklarasi diselenggarakan PMII Tanah Datar. Seminar bertemakan, "Mewujudkan Pebisnis Muda Yang Berkarakter Islami" dibuka Pembina PMII Tanah Datar Asyari Hasan. Turut memberikan sambutan Plt Pengurus PMII Tanah Datar Rezkiy Aryendi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Irwansyah, pencak silat yang dikembangkan Pagar Nusa sesuai dengan silat tradisi yang sudah ada sejak lama di Minangkabau. "Kita prihatin, banyak generasi muda Minang yang tidak tahu dan paham lagi dengan silat Minang. Mudah-mudahan kader PMII Tanah Datar bisa menjaga tradisi. Langkah pertama, kita sudah latihan silat sebanyak 5 kali.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Irwan berharap ke depan lebih banyak kader PMII yang bergabung dengan Pagar Nusa Tanah Datar. Irwansyah dalam karirnya berhasil membawa kontingen Pagar Nusa Sumatera Barat meraih juara umum pada Kejurnas Pagar Nusa tahun 2012 silam. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Nahdlatul Ulama, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 18 September 2017

Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Masjid dan mushola adalah simbol amar makruf nahi munkar. Sebab keduanya menjadi tempat berkomunikasi antara umat manusia dengan Allah SWT. Takmir masjid dan mushola harus berupaya bagaimana manusia bisa berbicara dengan sang kholik dengan baik dan tidak terburu-buru.

Hal tersebut ditegaskan Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin saat membuka pembinaan imam masjid dan mushola yang digelar Lembaga Takmir Masjid (LTM) MWCNU Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo di aula Pendopo Kecamatan Kraksaan, Sabtu (28/5).

Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar





“Takmir masjid dan mushola adalah tugas yang sangat mulia. Oleh karena itu, harus amanah dan selalu menjaga kebersihan masjid dan mushola. Bagaimana orang mau bersujud jika tidak pernah dibersihkan,” katanya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam





Hasan menegaskan bahwa takmir masjid dan mushola harus merubah manajemen sesuai dengan perubahan zaman saat ini. Selama ini banyak musafir yang singgah di masjid di jalur pantura di Kabupaten Probolinggo. “Semua ini dikarenakan masjid dan airnya bersih, serta takmirnya amanah,” tegasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Terkait mushola, Hasan menegaskan bahwa pembelajaran Al-Qur’an saat ini harus menggunakan metode NU. Karena banyak mushola di perkotaan yang menjadi pilihan masyarakat. Metodenya dirubah dan diseragamkan. “Cobalah manajemen mushola dirubah agar bagaimana anak-anak kita sore hari tidak bermain dan tidak berada di rumah di depan TV, tapi di mushola,” jelasnya.

Sementara Rais MWCNU Kraksaan KH Shihabuddin Sholeh menegaskan pembinaan imam masjid dan mushola ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman bagaimana menjadi imam yang baik dalam menunaikan sholat. “Sehingga tidak terkesan terburu-buru saat menunaikan sholat berjamaah,” katanya.

Pembinaan imam masjid dan mushola ini Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A. Suja’i dan sejumlah pengurus MWCNU Kecamatan Kraksaan. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

PCNU Bintan Gelar Konfercab

Bintan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bintan, menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) II, di community centre Kecamatan Toapaya, Bintan, Ahad (26/5) kemarin.

PCNU Bintan Gelar Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bintan Gelar Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bintan Gelar Konfercab

Konfercab dihadiri Wakil Bupati Bintan, Khadzalik sekaligus membuka secara resmi Konfercab II NU Kabupaten Bintan, Mustasyar PWNU KH Ahmad Umar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama H Gani Lasa, Mustasyar PCNU Bintan H Dalmasri Syam, Ketua Lakpesdam PWNU Kepri Jamhur Potti, anggota DPRD dan beberapa petinggi partai, tokoh agama  serta undangan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Konfercab II NU Kabupaten Bintan Supriyono, melaporkan, Konfercab diikuti oleh Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Bintan dan Badan Otonom di lingkungan NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Konferensi Cabang merupakan musyawarah tertinggi di tingkat Cabang yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja PCNU Kabupaten Bintan 2008-2013, menyusun program kerja PCNU ke depan dan memilih pengurus baru periode 2013-2018.

Wakil Bupati Bintan dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan organisasi itu bias diukur sejauh dapat memberikan kemanfaatan kepada umat, dan harapannya NU ke depan semakin dekat dengan umat khususnya di tanah Melayu ini. Pemda Bintan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Konfercab II NU, semoga Konfercab ini menghasilkan program kerja NU Kabupaten Bintan baik sebagai mitra pemerintah dan menghasilkan kepengurusan baru yang  mampu dan mempunyai waktu untuk kegiatan NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sekretaris PWNU Kepri yang juga wakil Direktur Politeknik Batam M Zainuddin saat memberikan wawasan ke-NU-an menjelaskan tentang sejarah dan peran NU mulai dari masa berdirinya sampai dengan masa reformasi sekarang ini yang disambut antusias oleh hadirin.

Pada pleno terakhir Pemilihan rais dan ketua tanfidziyah, KiaiMasykur terpilih sebagai rais syuriyah dan Supriyono terpilih sebagai ketua tanfidziyah masa khidmat 2013-2018. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Majid

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Santri, Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 15 Agustus 2017

Gaji Besar Masak Tidak Kuat Beli Laptop

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan tidak habis pikir dengan tuntutan anggota Dewan perwakilan Rakyat (DPR) agar dibelikan laptop alias komputer jinjing dengan uang negara.

"DPR kan gajinya banyak Mas! Beli laptop sendiri kan bisa semua," kata Hasyim ketika diminta komentar soal pembelian laptop bagi anggota DPR di Jakarta, Jumat (23/3).

Gaji Besar Masak Tidak Kuat Beli Laptop (Sumber Gambar : Nu Online)
Gaji Besar Masak Tidak Kuat Beli Laptop (Sumber Gambar : Nu Online)

Gaji Besar Masak Tidak Kuat Beli Laptop

Secara berkelakar, Hasyim mengatakan, jika memang negara berniat beli laptop, jauh lebih baik jika diberikan pada mahasiswa doktoral yang tidak punya perkakas itu.    "Lebih baik dikasih ke calon-calon S3 yang pinter tapi tidak kuat beli laptop. Kalau DPR beli laptop ’kan tidak merasa berat," katanya.

Secara terpisah, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menilai rencana pemberian laptop kepada setiap anggota DPR RI dengan harga 21 juta rupiah dinilainya tidak tepat. “Saya fikir laptop ini perlu, cuma timingnya tidak tepat,” tuturnya, Jum’at.

Namun demikian, FKB belum membuat keputusan, apakah akan menerima atau tidak nantinya akan dibawa ke rapat pimpinan. Yang jelas, anggaran untuk pembelian laptop ini memang sudah masuk dalam anggaran tahun 2007.

Muhaimin juga belum bisa menjawab apakah memang setiap anggota DPR memerlukan laptop yang sedemikian canggih dengan harga 21 juta. Spesifikasi kebutuhan yang pas bagi anggota DPR masih akan dirapatkan.

Rohis Tegal - Rohani Islam



Sementara itu, Ketua DPR Agung Laksono mengemukakan, pengadaan 50 laptop untuk anggota DPR akan tetap dilanjutkan karena telah menjadi keputusan Rapat Paripurna DPR, bahkan pengadaan laptop itu telah menjadi bagian dalam APBN 2007.

Agung di Gedung DPR/MPR/DPD di Senayan Jakarta, Jumat menjelaskan, APBN telah disetujui sehingga pengadaan laptop tidak akan dibatalkan. Secara total, dibutuhkan anggaran 12 Milyar untuk menyediakan laptop bagi para anggota DPR.

Laptop itu bukan menjadi barang milik pribadi anggota DPR, namun inventaris yang harus dikembalikan, katanya. Laptop diharapkan bisa membantu kelancaran tugas anggota DPR di luar persidangan. Yang perlu diperhatikan adalah adanya pengawasan dalam pengadaannya, jangan sampai ada penyimpangan. (mkf/ant)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock