Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Hukum Jual Beli Buku Agama, Puisi, dan Ilmu Pengetahuan

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam, kebutuhan masyarakat akan ilmu agama seperti tafsir, hadits, fikih, tasawuf, dan lain sebagainya tidak bisa ditahan. Oleh karena itu sejumlah pengusaha mengalirkan modalnya di bidang percetakan dan penerbitan buku-buku agama itu. Pertanyaannya, apakah pandangan agama perihal penjualan buku-buku agama ini? Mohon keterangannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdul Aziz /Tangsel).

Jawaban

Hukum Jual Beli Buku Agama, Puisi, dan Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Jual Beli Buku Agama, Puisi, dan Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Jual Beli Buku Agama, Puisi, dan Ilmu Pengetahuan

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Sebagaimana kita tahu bahwa tingkat melek agama masyarakat Indonesia kini lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seiring dengan itu kebutuhan akan buku-buku agama itu seperti tafsir, hadits, fikih, atau kajian tematik keislaman juga tetap tinggi meski banyak juga masyarakat yang mencari informasi keislaman di dunia maya.

Secara hukum, menjual buku-buku agama tidak masalah. Selain buku-buku agama, penjualan buku-buku lain yang menjadi kebutuhan masyarakat dan tentu saja buku yang mengandung konten bermanfaat bagi mereka tidak masalah menurut syara‘. Hal ini disinggung oleh Imam An-Nawawi sebagai berikut:

Rohis Tegal - Rohani Islam

?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Ini cabang masalah) ulama kami dari kalangan Syafi‘iyah menyatakan, penjualan buku-buku hadits, fikih, bahasa, sastra, puisi yang mengandung konten mubah dan bermanfaat, buku kedokteran, buku ilmu hitung, atau buku-buku lain yang mengandung manfaat dan bersifat mubah, boleh menurut syar‘i,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Majmu Syarhul Muhadzdzab, Kairo, Maktabah At-Taufiqiyyah, tanpa catatan tahun, juz IX, halaman 228).

Pada prinsipnya, buku-buku yang mengandung informasi penting atau membantu manusia untuk mengembangkan diri diperbolehkan. Semua buku yang bermanfaat untuk manusia secara pribadi dan secara umum boleh diperjualbelikan. Pasalnya, ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya menunjang kehidupan manusia di dunia ini.

Adapun perihal penjualan buku agama, para pengusaha tidak perlu takut dianggap menjual agama. Keberadaan mereka justru penting sebagai bagian dari dakwah agama itu sendiri.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 13 Februari 2018

PSTPG UIN Jakarta Paparkan Hasil Riset Peran Ekonomi dalam Menangkal Radikalisme

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Direktur Eksekutif Pusat Studi Timur Tengah dan Perdamaian Global (PSTPG) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Badrus Sholeh memaparkan hasil riset "Assesmen Program Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda dalam Menangkal Radikalisme" di Hotel Grand Syahid Jaya Jakarta Pusat, Rabu (20/12). 

Dalam pemaparannya, Badrus mengatakan bahwa ekonomi mempunyai peran penting dalam mengubah pengalaman masa lalu para pelaku kekerasan untuk berintegrasi dalam masyarakat dan perdamaian melalui program ekonomi. 

PSTPG UIN Jakarta Paparkan Hasil Riset Peran Ekonomi dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
PSTPG UIN Jakarta Paparkan Hasil Riset Peran Ekonomi dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

PSTPG UIN Jakarta Paparkan Hasil Riset Peran Ekonomi dalam Menangkal Radikalisme

"Mayoritas yang kami temukan memiliki kepercayaan diri ketika mereka melakukan usaha. (Mereka dalam menjalankan usaha ekonominya) tidak hanya dibantu pemerintah tapi juga dibantu komunitas," kata pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur ini. 

Badrus semakin yakin bahwa ekonomi mempunyai peranan yang sangat penting, karena menurutnya, banyak pemuda yang diajak oleh Islamic State Irak and Syria (ISIS), tapi mereka mampu menahan diri untuk tidak ikut. Hal itu karena kepercayaan diri mereka untuk membangun kemandirian ekonomi. 

Riset ini dilakukan selama sebulan, yakni 25 Agustus sampai 25 September 2017 dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 100 responden, 10 Focus Group Discussion (FGD) dan observasi di lima kota, lima provinsi: Kabupaten Nunukan dan Pulau Sebatik (Kalimantan Utara), Poso (Sulawesi Tengah), Solo (Jawa Tengah), Lamongan (Jawa Timur), dan Medan (Sumatera Utara). 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hasil riset ini, kata Badrus, membantah teori yang didengungkan Barat bahwa ekonomi tidak mampu menyelesaikan masalah terorisme dan radikalisme. 

"Ini koreksi penting bahwa selama ini, mereka (barat) hanya melihat Osama Bin Laden, Hambali atau orang-orang yang kaya pelaku terorisme. Yes, mereka tidak bisa diubah secara ekonomi, tetapi mayoritas anak-anak muda terutama yang berangkat ke Suriah, mereka juga punya alasan ekonomi yang menjadi daya tarik mereka aktif dalam terorisme," jelas pria berumur 46 tahun itu. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari hasil riset tersebut, PSTPG UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan tiga rekomendasi. Pertama, inovasi dan pendamping usaha terhadap kaum muda perlu diberikan, baik oleh pengusaha, stakeholder maupun dinas atau kementerian terkait. 

Kedua, program ekonomi perlu dilakukan dalam jangka panjang dan berkesinambungan melalui strategi yang jelas. Rekomendasi ditujukan kepada BNPT dan Menkopolhukam untuk mempertimbangkan strategi jangka panjang. 

Ketiga, perlunya koordinasi antar stakeholder, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat sipil dalam melakukan program ekonomi bagi kaum muda yang lebih komprehensif. Rekomendasi ditujukan kepada Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Sosial dan Dinas Agama untuk lebih aktif koordinasi dalam program ekonomi bagi kaum muda.  (Husni Sahal/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 08 Februari 2018

Banser dan Muslimat NU Gerak Cepat Bantu Para Korban Banjir Pringsewu

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Setelah diguyur lebih kurang 12 jam pada Senin Malam (20/2/17), sebagian kawasan di Kabupaten Pringsewu tergenang banjir. Kondisi terparah terjadi di beberapa desa di Kecamatan Gadingrejo yang merupakan titik aliran sungai Mbulok.

Banjir yang menggenangi kecamatan Gading Rejo kabupaten Pringsewu tersebut tercatat di 7 lokasi wilayah pekon kecamatan setempat, Selasa (21/2/17) siang.

Banser dan Muslimat NU Gerak Cepat Bantu Para Korban Banjir Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan Muslimat NU Gerak Cepat Bantu Para Korban Banjir Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan Muslimat NU Gerak Cepat Bantu Para Korban Banjir Pringsewu

Banjir dengan ketinggian air lebih kurang 50 puluh cm mengakibatkan arus lalu-lintas padat merayap dan sebagian rumah masyarakat terendam air. Kondisi ini mengakibatkan penduduk daerah setempat harus dievakuasi karena tempat tinggal mereka tergenang air.

Kondisi ini, direspon cepat oleh Banser Kabupaten Pringsewu dengan membentuk Pos Siaga dan bantuan untuk para korban banjir. Banser Pringsewu juga melakukan pendataan titik banjir dan korban di wilayah satuan masing-masing.

Menurut salah satu anggota Banser yang ikut serta dalam pendistribusian bantuan Saifiudin, pihaknya juga mensiagakan personalia untuk Bantuan Operasional Peduli Banjir. "Kita menurunkan langsung personalian Banser ke lokasi untuk membantu para korban banjir," kata Saifi, Selasa (22/2/17).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bukan hanya Banser yang ikut membantu para korban banjir, Muslimat NU Pringsewu juga turut serta membantu para korban banjir dengan memberikan bantuan makanan dan pakaian.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Ketua PC Muslimat NU Pringsewu Hj. Ani Fitriani bantuan tersebut sudah disalurkannya langsung kepada korban banjir.

"Saudara kami Muslimat NU Parerejo Kecamatan Gading Kabupaten Pringsewu terkena banjir sampai 2 meter. Kami coba bantu. Semoga manfaat dan berkah. Amin," katanya.

Kepedulian dan gerak cepat Banom NU terlihat sangat membantu para korban banjir yang sebagian besar kehilangan harta bendanya karena hanyut tenggelam dan terseret air. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 04 Februari 2018

Pengobatan Gratis Diserbu Pasien

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan sosial yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan berupa pengobatan gratis massal kerjasama dengan Pemkot setempat, Ahad (20/1), diserbu ratusan pasien dari berbagai kelurahan di Kota Pekalongan.



Pengobatan Gratis Diserbu Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis Diserbu Pasien (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis Diserbu Pasien

Pasalnya, pengobatan gratis yang dilakukan dalam rangka Peringatan Harlah ke-82 NU dilakukan di saat yang tepat. Masyarakat, khususnya di wilayah yang baru saja dilanda banjir sangat memerlukan pengobatan segera.

Bahkan sejak jam 06.30 wib kegiatan yang dipusatkan di dua tempat dari empat tempat yang diagendakan yakni di Ranting Krapyak Kidul dan Pasirsari pasien sudah mulai mengantri untuk mendapatkan nomor urut pemeriksaan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Meski panitia mengalami sedikit kewalahan, tapi semua dapat diatasi apalagi pengobatan ditangani oleh dokter dan perawat Nahdlatul Ulama yang cukup berpengalaman. Hingga akhir kegiatan tercatat 455 pasien yang tertangani dari target 400 orang di dua tempat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sutarno salah seorang pasien kepada Rohis Tegal - Rohani Islam mengatakan, sangat berterima kasih atas upaya NU menggelar pengobatan gratis di acara harlahnya, dirinya mengikuti kegiatan ini karena di pengobatan ini disamping dapat obat gratis juga berharap ada tambahan doa dari para kiai sehingga dapat mempercepat kesembuhan. Dirinya berharap kegiatan serupa agar dapat diadakan secara berkala, mengingat masih banyak masyarakat yang belum terjangkau dengan pengobatan ini, ujarnya

Bahkan Walikota Pekalongan HM Basyir Ahmad yang juga seorang dokter secara pribadi hadir diacara pengobatan gratis dan turut melakukan pemeriksaan perdana kepada pasien di Ranting Krapyak Kidul, Kota Pekalongan.

Dalam sambutannya Walikota berharap, langkah nyata Nahdlatul Ulama ini dapat disinergikan dengan program pemerintah dalam penanganan kemiskinan, kesehatan dan pendidikan melalui Nahdliyyin Center milik NU, sehingga ke depan masyarakat Kota Pekalongan yang mayoritas warga NU dapat tertangani dengan baik.

“Saya menyambut baik langkah-langkah Nahdlatul Ulama membantu pemerintah dalam upaya menyehatkan masyarakat melalui program pengobatan gratis ini, dan saya siap mengucurkan dana untuk keperluan ini”.

Sementara itu Ketua Panitia Harlah NU Kota Pekalongan, Abdul Basir, SH menjelaskan, kegiatan serupa masih akan dilaksanakan pada tanggal 27 mendatang di Ranting Sokorejo Pekalongan Timur dan Banyurip Ageng Pekalongan Selatan, kemudian kegiatan donor darah akan dilakukan tanggal 25 Januari di Alma Swalayan Kota Pekalongan dan malam tasyakuran 82 tahun Nahdlatul Ulama tanggal 31 Januari 2008 di PCNU seluruh MWC dan Ranting NU se Kota Pekalongan.

Sedangkan kegiatan puncak Harlah akan dilakukan istighotsah kubro tanggal 1 Pebruari 2008 bertempat di Masjid Agung Al Jami’ Kota Pekalongan bersama Habib Muhammad Luthfiy bin Ali bin Hasyim bin Yahya dan Habib Abdullah Baqir bin Ahmad Alatas yang pada pagi harinya didahului dengan acara ziarah ke makam ulama dan kiai pejuang Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan. (amz)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Ubudiyah, Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Jombang Jawa Timur atau Pesantren Tambakberas akan menggelar sejumlah kegiatan. Hal itu sebagai rangkaian dari peringatan satu abad keberadaan madrasah serta hari ulang tahun pesantren yang ke-191.

Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas

"Sejumlah kegiatan dalam rangkaian harlah dan peringatan satu abad madrasah tersebut terhimpun dalam ushbuul maahid atau pekan pesantren 2016," kata H Abdul Latif Malik, Selasa (29/3). Kegiatan yang akan berlangsung sejak tanggal 10 hingga 17 April tersebut akan diikuti masyarakat sekitar dan juga sejumlah pesantren di Jawa Timur, lanjut ketua devisi ushbuul maahid ini.

Secara lebih rinci, Gus Latif, sapaan akrabnya menyebutkan aneka lomba yang akan diselenggarakan tersebut. "Ada lomba dai muda se-Jawa Timur yang juga menjadi pembuka ushbuul maahid yakni tanggal 10 April," terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan berikutnya adalah musabaqah qiraatil kitab juga se-Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana islami tingkat Taman Kanak-kanak atau Raudlatul Athfal se-Jombang dan mewarnai.

"Ada juga cerdas cermat Nahdlatul Ulama bagi kalangan IPNU dan IPPNU, musabaqah tilawatil quran, festival al-Banjari yang semuanya se-Jatim," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dan sebelum pelaksanaan seluruh kegiatan harlah pesantren dan madrasah tersebut diselenggarakan book fair atau pameran buku keislaman dan kepesantrenan. "Rangkaian lomba tersebut sebagai bagian dari syiar sekaligus khidmat pesantren," ungkap Gus Latif.

Bagi para santri dapat mengikuti aneka lomba tersebut dengan menghubungi panitia. Tersedia website yang dapat dibuka di: humaponkece.blogspot.co.id atau bisa langsung datang ke sekretariat lomba di aula pesantren setempat.

PPBU didirikan tahun 1825 yang lebih dikenal dengan sebutan Pesantren Tambakberas karena berada di dusun Tambakberas, desa Tambakrejo Jombang. Dengan demikian, usia pesantren sudah memasuki 191 tahun.

Dikenalkannya model madrasah secara klasikal di pesantren ini tercatat sejak tahun 1915. "Momentum dikenalkannya sistem madrasah di pesantren ini akhirnya yang menginspirasi untuk diselenggarakan peringatan satu abad," kata KHM Fadlullah Malik.

Ketua panitia hari lahir pesantren PPBU dan satu abad madrasah ini mengemukakan sejumlah tokoh nasional akan turut hadir dan memeriahkan kegiatan. "Ada Menpora, H Imam Nahrawi, Ketua DPRD Jatim, H Halim Iskandar dan para kiai serta ulama dari berbagai pesantren," terang Gus Fadl, sapaan akrabnya.

Panitia menyiapkan rangkaian acara diantaranya bedah buku, wayang wali, musabaqah santri, festival bonsai, seminar, gowes, expo dan kontes burung, lailatus shalawat, khatmil Quran bilghaib, khitanan massal serta pengajian umum.? (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 25 Januari 2018

Berlangsung 3 Hari, Perkemahan Ma’arif NU Pringsewu Bertabur Lomba

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam

Bertempat di Kompleks Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif NU menggelar Pekemahan Ma’arif Cabang (Permacab) ke-2 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Pringsewu H. Sujadi. Pembukaan tersebut ditandai dengan upacara pembukaan dan penyematan tanda peserta perkemahan secara simbolis kepada perwakilan peserta.

Berlangsung 3 Hari, Perkemahan Ma’arif NU Pringsewu Bertabur Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Berlangsung 3 Hari, Perkemahan Ma’arif NU Pringsewu Bertabur Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Berlangsung 3 Hari, Perkemahan Ma’arif NU Pringsewu Bertabur Lomba

Tampak hadir pada upacara pembukaan tersebut perwakilan dari Sako Pramuka Ma’arif NU Pusat, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Provinsi dan beberapa Pengurus Ma’arif dari Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung serta Ketua PCNU setempat beserta jajaran pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, H. Sujadi yang juga mustasyar PCNU Pringsewu menyampaikan ucapan selamat dan memberikan apresiasi kepada Sako Pramuka Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu yang telah menggelar kegiatan untuk kedua kalinya ini. Ia berharap kegiatan Permacab II ini mampu menjawab tantangan perubahan zaman di mana saat ini banyak pemuda yang mengalami degradasi moral.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari mulai Jumat sampai dengan Ahad (7-8/10) dan diikuti oleh seluruh lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu. "Ada 72 sangga kerja yang masing-masing terdiri dari 8 anggota," kata Ketua Pelaksana H. Auladi Rosyad di sela-sela kegiatan pembukaan, Jumat (7/10).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain berasal dari Kabupaten Pringsewu, Permacab ke-2 tahun ini juga diikuti oleh utusan Sako Pramuka Ma’arif NU dari Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandarlampung.

Sementara itu menurut Ketua Sako Pramuka Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu Mustangin, dalam kegiatan ini para peserta akan melaksanakan berbagai kegiatan seperti perlombaan di bidang kepramukaan, agama dan seni. "Perlombaan tersebut di antaranya PBB, MTQ, Syarhil Quran, Tahlil, Pionering, Pidato, Hasta Karya, Karnaval, Jelajah Alam, dan Lomba Pentas Budaya," jelasnya.

Selain perlombaan, para peserta juga mendapatkan beberapa materi ruang yang meliputi Ilmu Kepramukaan dan kesehatan. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 21 Januari 2018

Jihad Pendidikan untuk Kaum Lemah ala MWCNU Ketanggungan

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam. Melihat banyaknya anak-anak warga NU yang tidak bisa melanjutkan ke tingkat SLTA akibat terbentur biaya, menjadi keprihatinan pengurus NU Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebagai solusinya, pengurus NU mendirikan Madrasah Aliyah (MA) Maarif NU.

Demikian penuturan Kepala MA Maarif NU Ketanggungan Sudarso ketika berbincang dengan Rohis Tegal - Rohani Islam di ruang kerjanya, Sabtu (11/2).

Darso menerangkan, komitmen pengurus menampung anak-anak NU yang tidak mampu dalam artian ekonomi masih dipegang hingga sekarang. “Bahkan orang tua ada yang pasrah bongkokan, yang penting anaknya bisa sekolah,” tuturnya.

Jihad Pendidikan untuk Kaum Lemah ala MWCNU Ketanggungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Pendidikan untuk Kaum Lemah ala MWCNU Ketanggungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Pendidikan untuk Kaum Lemah ala MWCNU Ketanggungan

Madrasah yang terletak di Jalan A Yani No 234 B Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Brebes memiliki 225 siswa yang tersebar di jurusan IPA dan IPS. Mayoritas berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Yang lebih utama bagi para pendiri, adalah bagaimana bisa berjihad lewat pendidikan.?

Dalam catatan sejarah, madrasah ini berdiri pada 3 juli 1987 di atas tanah seluas 1600 meter persegi berdampingan dengan MTs Maarif NU Ketanggungan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Yang menjadi kebanggaan, lanjut Sudarso, para siswa ketika menginjak kelas 11 melakukan praktek lapangan mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pengalaman mereka itu ternyata sangat digemari siswa karena sebelumnya telah mendapatkan bekal ilmu pembelajaran dari guru Pembina masing-masing.

“Anak-anak MA, bila sore hari hari kerap membantu Madrasah Diniyah Awaliya (MDA), nah praktek di MI menjadi bekal tersendiri bagi anak-anak,” terangnya.

Mereka, ditempatkan di lima Kecamatan yang masing-masing siswa mendapat jatah mengajar selama seminggu yang selanjutnya membuat laporan dan mendapatkan sertifikat praktek.?

Pembekalan mengajar juga menjadi daya dorong tersendiri bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah di fakultas keguruan.?

Ada berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti para siswa MA Maarif NU Ketanggungan di antaranya tonsus, tari, Pramuka, tata rias, tata boga, bulu tangkis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk membangun karakter siswa, madrasah ini melakukan pembiasaan setiap pagi dengan membaca surat surat pendek Al-Quran, Yasin dan doa doa harian.?

Melihat kondisi orang tua yang pas pasan mengakibatkan minat melanjutkan ke perguruan tinggi masih minim, hanya sekitar 30 persen yang melanjutkan kuliah. Untuk itu, pihak Madrasah melakukan kerja sama dengan berbagai perusahaan local, nasional maupun internasional agar lulusan MA Maarif NU Ketanggungan bisa ditampung didunia kerja. Salah satunya, bekerja sama dengan perusahaan elektronik di Malaysia untuk menyalurkan mereka ke negara itu bukan sebagai pembantu rumah tangga, tapi menjadi operator di pabrik. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 20 Januari 2018

Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Peresmian Rumah Pergerakan Griya Gus Dur yang beralamat di Jalan Taman Amir Hamzah Nomor 8 Pegangsaan, Jakarta Pusat berlangsung ramai dan santai. Teman sejawat, tokoh lintas iman, serta ratusan pengagum KH Abdurrahman Wahid memadati pelataran rumah sejak Ahad pagi (24/1). Selain peresmian rumah dan penampilan seni, juga ada penganugerahan Gus Dur Award 2016, untuk pertama kalinya.

Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana

Putri Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan, dari keluarga telah memusyawarahkan dan memutuskan memeberikan Gus Dur award ke tiga tokoh atas sikap keselarasannya dengan pemikiran Gus Dur. "Ada tiga kategori yang kesemuanya itu sifat dasar Gus Dur, agama, sosial budaya, dan pemerintah," katanya.

Yang pertama, kata Yenny, kategorinya adalah tokoh agama. Kriteria tokoh yang mendapat penghargaan tersebut adalah orang yang selama ini konsisten mengampanyekan toleransi. Tak sekadar tokoh agama yang menyampaikan saja, tetapi juga mempraktikan kerendahan hati dan memikirkan umat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dari kriteria itu, pantaslah diberikan kepada KH Musthofa Bisri atau yang akrab kita panggil Gus Mus. Beliau bahkan pernah menolak jabatan tertinggi dalam Nahdlatul Ulama pada muktamar kemarin (Jombang). Buat kami itu adalah sikap yang luar biasa," kata Yenny.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kategori sosial budaya, tambah Yenny, diberikan kepada seniman yang berhasil menumbuhkan kebudayaan? rakyat. Dia mampu menyatukan seniman 5 gunung. Di tiap tahunnya berhasil menyelenggarakan festival kebudayaan yang ditonton tidak hanya orang dalam negeri tetapi juga luar negeri. "Orang itu adalah Sutanto, atau lebih dikenal Tanto Mendut," tambahnya.

Lebih lanjut, tokoh terakhir yang mendapatkan penghargaan adalah pemangku jabatan politik. Yaitu pejabat yang mengusung pemerintahan bersih, punya ketegasan dalam menegakkan peraturan, punya keberanian, serta taat konstitusi bukan konstituen. Gus Dur Award kategori ini diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Semoga tokoh-tokoh ini mampu meneruskan perjuangan Gus Dur" pungkas Yenny.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Luhut Binsar Panjaitan serta tokoh dan sahabat Gus Dur lainnya, seperti Bondan Gunawan, Frans Magnis Suseno, dan Jaya Suprana. (Faridur Rohman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, RMI NU, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kembali menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD). Kali ini, kaderisasi jenjang pertama organisasi pemuda NU tersebut digelar di wilayah Subang selatan, meliputi Kecamatan Jalancagak, Cisalak, Kasomalang, Tanjungsiang, Ciater, Sagalaherang dan Serangpanjang. Namun ada juga peserta dari delegasi Subang tengah meliputi Kecamatan Subang dan Cibogo.

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat

Kegiatan PKD tersebut digelar selama dua hari, Sabtu-Ahad (30-31/7/2016) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Az-Zahra Kampung Cibatu,? Desa/KecamatanTanjungsiang. Sebanyak kurang lebih 50 orang terlibat dalam kegiatan yang menjadi ajang kaderisasi di GP Ansor tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana, Gilang Fajar Alfina menegaskan, dalam pelaksanaan rekrutmen anggota GP Ansor tersebut dilakukan beberapa instrumen penting dalam mengikuti kegiatan PKD di antaranya dilakukan screening atau proses penyaringan terlebih dahulu untuk memastikan layak dan tidaknya mengikuti PKD.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ini penting dilakukan karena konsep kaderisasi di GP Ansor tidak sembarangan. Merekalah yang akan mengemban amanah organisasi jika sudah pulang ke daerahnya masing-masing," ujar Gilang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para peserta tersebut, kata Gilang, telah dibekali dengan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan konsep kepemimpinan dan menggali potensi diri untuk kemudian diimplementasikan dalam kiprahnya di tengah-tengah masyarakat. "Karena mereka akan menjadi penggerak motor organisasi GP Ansor untuk berkiprah di daerahnya masing-masing," kata Gilang yang merupakan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tanjungsiang.

Ia berharap, sebagaimana tema yang diusung, "Meneguhkan Ideologi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, Generasi Muda Siap Memimpin", kader-kader GP Ansor bisa meneruskan estafet kepemimpinan di Kabupaten Subang dengan berbasis ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai pondasinya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, kegiatan kaderisasi di GP Ansor ini rutin digelar setiap tahunnya. "Saat ini sudah memasuki tahun ketiga kita laksanakan PKD dan Diklatsar setelah bulan-bulan kemarin kita gelar di Subang bagian barat," kata Asep.

Dengan demikian, lanjut Asep, kader-kader GP Ansor dan Banser sudah terjun ke akar rumput hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Subang. "Karena ini komitmen kami akan membentuk kepengurusan GP Ansor di tingkat ranting (desa, red)," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, Budaya, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 25 Desember 2017

Meluruskan “NU Garis Lurus”

Oleh M. Alim Khoiri

--Menjelang muktamar ke-33 NU yang rencananya akan dilaksanakan di kota Jombang, 1-5 Agustur 2015, sudah banyak pekerjaan rumah yang menanti. Dengan jargon “NKRI harga mati”, NU tak hanya dituntut untuk mampu mengawal keutuhan dan kesatuan negeri tercinta, tetapi juga harus mampu mengatasi persoalan-persoalan kecil ‘rumah tangga’ yang jika terus menerus diabaikan justeru akan merusak kesatuan dan keutuhan internal NU.

‘Kerikil’ terbaru NU saat ini adalah munculnya fenomena “NU Garis Lurus”. Ini mengesankan bahwa ternyata ada juga NU yang tidak lurus. Mirisnya, kelompok yang mengatasnamakan “NU Garis Lurus” ini tak segan-segan mencaci kelompok NU lain yang tak sependapat dengan mereka. Tokoh-tokoh besar NU macam Gus Dur, Profesor Quraish Shihab dan Kang Said pun tak lepas dari serangan mereka.

Meluruskan “NU Garis Lurus” (Sumber Gambar : Nu Online)
Meluruskan “NU Garis Lurus” (Sumber Gambar : Nu Online)

Meluruskan “NU Garis Lurus”

Di dunia maya, “NU Garis Lurus” ini populer melalui media sosial facebook dan jejaring sosial twitter dengan nama akun “NU GARIS LURUS”. Mereka juga terkenal lewat situs pejuangislam.com yang diasuh oleh ust. Luthfi Bashori. Tak hanya mendaku sebagai pejuang Islam atau NU Garis Lurus, kelompok ini juga mengklaim sebagai etafet pemikiran dakwah Sunan Giri. Gerakan ini, boleh jadi merupakan semacam bentuk tandingan atau perlawanan terhadap faham-faham pemikiran yang mereka anggap sesat macam pluralisme, sekularisme, liberalisme atau faham “Syi’ahisme”. Menurut mereka, faham-faham tersebut tak boleh ada dalam NU, tokoh-tokoh NU yang dianggap memiliki prinsip-prinsip ‘terlarang’ itu tak layak dan tak boleh ada dalam NU.

Paradigma “NU Garis Lurus” yang berusaha untuk ‘meluruskan’ NU dari faham-faham yang mereka anggap bengkok ini, sebetulnya sah-sah saja. Hanya, masalahnya ada pada cara berdakwah. Jika kelompok “NU Garis Lurus” ini mengaku sebagai pewaris perjuangan dakwah Sunan Giri, maka mestinya mereka berkaca pada beliau dalam beberapa hal;

Pertama, sejarah mencatat bahwa, dakwah Sunan Giri banyak melalui berbagai metode, mulai dari pendidikan, budaya sampai pada politik. Dalam bidang pendidikan misalnya, beliau tak segan mendatangi masyarakat secara langsung dan menyampaikan ajaran Islam. Setelah kondisi dianggap memungkinkan beliau mengumpulkannya melalui acara-acara seperti selametan atau yang lainnya, baru kemudian ajaran Islam disisipkan dengan bacaan-bacaan tahlil maupun dzikir. Dengan begitu, masyarakat melunak hingga pada akhirnya mereka memeluk Islam. Kanjeng Sunan Giri tidak mengenal metode dakwah dengan cara mencela atau bahkan menghina.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua, dalam bidang budaya kanjeng Sunan Giri juga memanfaatkan seni pertunjukan yang menarik minat masyarakat. Beliau juga dikenal sebagai pencipta tembang Asmaradhana, Pucung, Cublak-cublak suweng dan Padhang bulan. Lalu tentu saja beliau masukkan nilai-nilai keislaman di dalamnya. Itu semua dilakukan kanjeng Sunan demi tersebarnya ajaran Islam yang damai. Kanjeng Sunan -sekali lagi- tidak mengajarkan metode berdakwah dengan saling mencemooh atau menghujat mereka yang tak sependapat.

Ketiga, di bidang politik, kanjeng Sunan Giri dikenal sebagai seorang raja. Dalam menjalankan kekuasaannya, beliau tak pernah berlaku otoriter dan semaunya sendiri. Beliau selalu menggunakan cara-cara persuasif untuk menarik minat masyarakat terhadap ajaran Islam. Beliau tidak mencontohkan strategi dakwah dengan cara mencaci maki mereka yang tidak sefaham.

Wa ba’du, Terlepas dari apakah “NU Garis Lurus” ini memang betul-betul berasal dari kalangan nahdliyyin ataukah sekedar ulah oknum yang tak bertanggung jawab, yang jelas supaya betul-betul lurus, “NU Garis Lurus” mesti mengubah gaya dakwahnya yang cenderung ekstrim itu. “NU Garis Lurus” juga harus bisa memahami bahwa di dalam tubuh NU selalu penuh dinamika. Perbedaan pendapat menjadi sesuatu yang biasa dan berbeda jalan pemikiran adalah hal yang niscaya. Jika “NU Garis Lurus” terus bersikukuh dengan strategi kerasnya, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Alih-alih mendaku sebagai kelompok “NU Garis Lurus”, yang ada mereka justeru menjadi “NU Garis Keras”. Wallahu a’lam.

M. Alim Khoiri, warga NU tinggal di Kediri

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 22 Desember 2017

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam. PBNU berpendapat bahwa penggunaan alat bantu penglihatan dalam melaksanakan rukyah dimungkinkan dengan ketentuan alat tersebut hanya membantu memperjelas pandangan mata bukan memantulkan dan posisi hilal diatas ufuk.

Demikian dikatakan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Masyhuri Naim dihadapan peserta silaturrahmi nasional ahli hisab dan rukyah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah NU, Sabtu (7/9).

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu

Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara para ahli rukyah dan hisab NU dalam pertemuan nasional yang diselenggarakan pada tahun 1994 dan kemudian dikukuhkan melalui SK PBNU No. 311/A;II;03/I/94 dengan ketentuan tinggi hilal minimal 2 derajat, lama hilal 8 jam dan azimuth atau jarak matahari dan bulan 3 derajat.

“Kesakasian hilal dengan menggunakan teropong juga harus bisa dilihat dengan mata telanjang karena apa yang dilihat teropong tidak ada bedanya dengan apa yang dilihat dengan mata telanjang,” tandasnya.

Demikian pula, dimungkinkan juga melihat hilal secara tidak langsung, tetapi direkam dan kemudian dilihat ulang. Namun harus terdapat saksi lain yang melihat secara langsung.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ini untuk menghindari adanya rekayasa munculnya hilal, misalnya merubah gambar atau menggunakan hasil rekaman bulan sebelumnya,” paparnya.

Tentang adanya batasan hilal harus diatas ufuk, Kiai Masyhuri menjelaskan bahwa ketentuan imkanurrukyah atau batas minimal hilal dapat dilihat terjadi sesat setelah ijtima’ terjadi atau tidak mungkin hilal bisa dilihat dibawah ufuk. (mkf)



?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Bahtsul Masail, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 20 Desember 2017

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus dapat akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) pada Senin (13/5) lalu. BANPT mengadakan visiting ke kampus yang terletak di Jl. Lambao Karangsambung Bae Kudus, Jawa Tengah tersebut.

BANPT yang menugaskan dua orang asesor itu melakukan penilaian langsung mulai fisik bangunan atau sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM) dan kurikulum yang diajarkan.

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

Pembantu Direktur II Saiful  Anas menginformasikan, Tim Asesor sangat apresiatif akan potensi Akbid Muslimat NU Kudus. Lembaga berusia 4-5 tahun sudah mampu memiliki sarana prasarana pembelajaran yang lengkap.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kurikulum fiqh terapan yang dikembangkan dalam pengajaran kebidanan mendapat penilaian (apresiatif) tersendiri dari Tim Asesor. Sedangkan SDM Akbid seperti tenaga dosen diminta untuk ditingkatkan,” tutur Anas kepada Rohis Tegal - Rohani Islam di Kantor NU Jl Pramuka 20 Kudus, Kamis (16/5).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Anas menyatakan secara fisik bangunan termasuk sarprasnya sudah diakui oleh tim Asesor, sedangkan penilaian terkait kualitas SDM-nya masih harus menunggu pleno BNPT, “Memang persoalan SDM telah menjadi perhatian utama Akbid akan terus berusaha ditingkatkan kualitasnya.”kataya.

Dalam pengembangan ke depan, tandas dia, sumber daya manusia (dosen) Akbid Muslimat NU Kudus akan diarahkan penjurusannya pada Magister Kebidanan. Upaya ini menghadapi  akreditasi tahun 2014 yang salah satu instrumennya adalah SDM sesuai dengan kompetensi ilmu kebidanan.

Meskipun begitu, dosen S-2 non-kebidanan tidak perlu berkecil hati karena tetap akan diposisikan mengampu program studi. Namun pengampu khusus Prodi Kebidanan, kita arahkan yang Magister Kebidanan.

Mengenai hasil peniliaian, imbuh Anas, pihak Yayasan hanya berharap mendapat nilai maksimal yang memuaskan.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor     : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 15 Desember 2017

Fiqih Islam Berbahasa Melayu Karya Syaikh Dawud Pattani

Ini adalah halaman sampul dari kitab “Sullamul Mubtadî fî Ma’rifah Tharîqatil-Muhtadî” karangan seorang ulama besar Nusantara dari Kesultanan Melayu Pattani (kini Thailand Selatan), yaitu Syaikh Dâwûd ibn ‘Abdullâh al-Fathânî (dikenal dengan Syaikh Dawud Pattanil, w. 1847 M).

Kitab “Sullamul Mubtadî” berisi kajian fiqih Islam bagian ibadah dan mu’amalah secara lengkap dan ringkas yang ditulis dalam bahasa Melayu beraksara Arab (Jawi). Saya mendapatkan versi cetak dari kitab ini edisi terbitan Maktabah Musthafâ al-Bâbî al-Halabî, Kairo, dengan tahun cetak 1354 Hijri (1935 Masehi), dengan tebal 52 halaman.

Kitab ini sangat populer keberadaannya di kawasan Melayu Semenanjung (kini Malaysia dan Thailand Selatan), serta di beberapa kawasan di Aceh, Palembang, Medan, dan sebagian kawasan Melayu Sumatra lainnya. Di beberapa pesantren dan instutusi pendidikan Islam di kawasan tersebut, kitab “Sullamul Mubtadî” masih lestari dikaji dan diajarkan hingga saat sekarang ini.

Fiqih Islam Berbahasa Melayu Karya Syaikh Dawud Pattani (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Islam Berbahasa Melayu Karya Syaikh Dawud Pattani (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Islam Berbahasa Melayu Karya Syaikh Dawud Pattani

Dalam kata pengantarnya, Syaikh Dawud Pattani menjelaskan jika kitab ini ditulis untuk merangkum pengetahuan hukum Islam secara ringkas. Beliau menulis;

Rohis Tegal - Rohani Islam

?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

(Maka ini adalah sebuah risalah yang kecil ukurannya namun banyak faedahnya dan agung manfaatnya, sekaligus mencukupi bagi orang-orang awam dari umat Muslim untuk mengetahui apa-apa yang wajib atas mereka dari kewajiban-kewajiban agama. Aku menamakannya “Sullamul Mubtadî fî Ma’rifah Tharîqatil Muhtadî”).

Pada halaman sampul, judul kitab ini dilengkapi dengan sub-judul yang menegaskan jika isi kajian kitab ini berdasarkan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Tertulis di sana: “Sullamul Mubtadî fî Ma’rifah Tharîqatil Muhtadî” … “Pada Bicara Ushûluddîn Atas Jalan Ahlussunnah wal Jamâ’ah dan Hukum Fiqih”.

Penegasan ini tampaknya perlu disampaikan oleh Syaikh Dawud Pattani, mengingat pada masa kitab ini ditulis, tengah muncul sebuah aliran baru dalam sejarah pemikiran Islam, yaitu kelompok Wahhabisme yang diprakarsai oleh Muhammad ibn ‘Abdul Wahhâb dari Nejd (w. 1793 M) yang berhaluan puritan dan berseberangan dengan ulama mayoritas (sawâd a’zham) yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah. Kelompok Wahhabisme tidak mengakui madzhab fiqih dalam Islam, cenderung mengkafirkan, membid’ahkan, dan memusyrikkan ajaran dan amalan kelompok Muslim lain yang tidak sealiran dengan mereka. Meski demikian, kelompok ini gemar mengusung jargon kamuflatif, yaitu “ajaran Sunnah, ajaran Salaf, ajaran Islam yang murni yang paling sesuai Alqur’an dan hadits”. Kelompok ini pada masa-masa awal kemunculannya mendapat reaksi penolakan dari jumhur ulama Muslim di hampir seluruh belahan dunia Islam.

Adapun isi kitab “Sullam al-Mubrtadî”, maka ia dibagi ke dalam satu (1) bab dan enam belas (16) kitab (sub-kajian). Satu bab tersebut mengkaji khusus tentang masalah keimanan (aqidah atau theology), sementara ke-16 sub-kajian tersebut mencakup; (1) hukum shalat, (2) hukum zakat, (3) hukum puasa, (4) hukum haji [nusuk], (5) hukum hewan sembelihan dan akekah, (6) hukum jual beli, (7) hukum waris dan wasiat, (8) hukum nikah, (9) hukum rujuk dan iddah, (10) hukum jinayat [pidana], (11) hukum hudud, (12) hukum jihad, (13) hukum pacuan kuda dan memanah, (14) hukum sumpah dan nazar, (15) hukum saksi dan kehakiman, dan (16) hukum membebaskan perbudakan.

Kitab “Sullam al-Muhtadî” ini kemudian di-syarh (penjelasan dan komentar) oleh cucu sang pengarang dari jalur ibu, yaitu Syaikh Muhammad Nûr ibn Muhammad ibn Ismâ’îl al-Fathhânî al-Makkî (dikenal dengan Syaikh Nur Pattani, w. 1363 H/ 1943 M). Syarh tersebut berjudul “Kifâyatul Muhtadî fî Syarhi Sullamil Mubtadî” yang ditulis di Makkah pada tahun 1351 H/ 1932 M.

Dalam kolofon, diterangkan bahwa kitab ini diselesaikan pada hari Senin, tanggal 13 Rajab tahun 1252 Hijri (bertepatan dengan 20 Oktober 1836 M). Melihat titimangsa ini, penulisan karya “Sullamul Mubtadî” menjadi estafet penerus penulisan kitab fiqih Islam dalam bahasa Melayu yang ditulis sebelumnya, yaitu “Sabîl al-Muhtadîn fî al-Tafaqquh bi Amr al-Dîn” karangan Syaikh Muhammad Arsyad Banjar (selesai ditulis pada tahun 1193 Hijri/ 1779 Masehi).

Syaikh Dawud Pattani menulis;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Telah sempurnalah maksud hamba yang fakir kepada Allah Ta’ala Dâwûd ibn ‘Abdullâh al-Fathânî daripada meterjemahkan risalah yang bernama “Sullamul Mubtadî fî Bayân Tharîqil-Muhtadî [ ………. ] pada hari Isnin 13 hari bulan Syawwal al-Asham pada Hijrah Nabi 1252).

Data kolofon di atas adalah data yang terdapat pada cetakan al-Halabi Kairo (1354 H/ 1935 M). Ketika saya membandingkan data ini dengan data yang terdapat pada versi cetakan al-Hidayah House, Kuala Lumpur (2012), tampaknya ada kesalahan penulisan nama bulan pada data versi cetaka al-Halabi Kairo tersebut. Yang benar, data seharusnya seharusnya adalah bulan “Rajab”, bukan “Syawwal”, karena (1) julukan “al-Asham” untuk bulan Hijri adalah “Rajab” dan bukan “Syawwal”, dan (2) ketika dilihat kalender Hijri pada 13 Syawwal 1252 Hijri, didapati harinya adalah “Jum’at”. Sementara Syaikh Dawud mengatakan selesai penulisannya hari “Senin”. Sementara tanggal 13 Rajab 1252 sama dengan hari “Senin”.

Pengarang kitab ini, yaitu Syaikh Dawud Pattani, tercatat sebagai ulama Nusantara dari Pattani terbesar sepanjang sejarahnya. Beliau lahir di Kampung Kerisik, Pattani, sebuah perkampungan tua yang dipercaya sebagai titik tolak berkembangnya agama Islam di wilayah itu. Syaikh Maulana Malik Ibrahim, salah satu tokoh Wali Songo dikabarkan lebih dulu berdakwah di Kerisik sebelum akhirnya pindah ke Gresik di Jawa Timur.

Tahun kelahiran Syaikh Dawud Pattani belum terlacak, tetapi diperkirakan pada paruh kedua abad ke-18 M. Jejak langkah dan pemikiran Syaikh Dawud mulai terlacak dengan jelas setelah beliau berada di Haramain (Makkah dan Madinah). Syaikh Dawud berada di Kota Suci itu satu angkatan (meski lebih yunior) dengan Syaikh Abdul Shamad Palembang, Syaikh Arsyad Banjar, Syaikh Nafis Banjar, dan Syaikh Abdul Rahman Betawi. Hanya saja, ketika nama-nama yang disebut itu kembali pulang ke Nusantara, Syaik Dawud Pattani tetap berada di Haramain dan mengajar di Masjidil Haram hingga akhir hayatnya.

Syaikh Dawud Pattani tercatat sangat produktif menulis. Di antara karya tulis beliau adalah; (1) Nahjur Râghibîn wa Subulul Muttaqîn, ditulis tahun 1234 H/ 1818 M, (2) Hidâyaul Muta’allimîn wa ‘Umdatul Mu’allimîn, ditulis tahun 1244 H/ 1828 M, (3) Fathul Mannân li Shafwah Zubad Ibn Ruslân, ditulis tahun 1249 H/ 1832 M, (4) Bughyah al-Thullâb yang merupakan ringkasan dari “Sabîlul Muhtadîn” karya Syaikh Arsyad Banjar, (5) Sullamul Mubtadî yang kita bicarakan ini, selesai ditulis tahun 1252 H/ 1836 M, (6) al-Jawâhirus Saniyyah, ditulis tahun 1252 H/ 1836 M, (7) Furû’ul Masâ’il wa Ushûlul Wasâ’il, ditulis tahun 1254 H/ 1838 M, dan lain-lain. Karya-karya Syaikh Dawud diterbitkan di Timur Tengah (Makkah dan Kairo) dan tentu saja di Nusantara (Pattani, Malaysia, dan Indonesia).

Syaikh Dawud wafat di Thaif pada 1264 H/ 1847 M. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 02 Desember 2017

Prof Aom: Hanya Islam Moderat yang Bisa Menyelamatkan Indonesia

Bandar Lampung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung, Prof. Aom Karomani mengatakan bahwa kondisi Indonesia saat ini sudah tidak sama lagi dengan Indonesia dimasa dulu. Saat ini berbagai kelompok memanfaatkan perkembangan teknologi khususnya media sosial untuk menyebarkan pemikiran mereka guna memecah belah dan merongrong keutuhan NKRI.

Kelompok ini juga memanfaatkan lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi untuk mengembangkan misi mereka dengan harapan para generasi muda kedepan dapat menjadi penerus kelompok mereka. Kondisi ini memerlukan perhatian yang serius dari berbagai pihak agar keutuhan Indonesia dapat dipertahankan.

Ia menilai, pemikiran keagamaan yang radikal mengarah kepada tindakan terorisme ataupun liberal kebarat-baratan tidak cocok berada di Indonesia yang memegang ideologi Pancasila ditengah kebhinekaan yang ada.

Prof Aom: Hanya Islam Moderat yang Bisa Menyelamatkan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Aom: Hanya Islam Moderat yang Bisa Menyelamatkan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Aom: Hanya Islam Moderat yang Bisa Menyelamatkan Indonesia

"Hanya Islam Moderat yang bisa menyelamatkan Indonesia," tegasnya saat menyampaikan materi di depan peserta Dialog Ormas Islam yang diselenggarakan MUI Provinsi Lampung, Kamis (20/7) di Aula Universitas Malahayati Bandar Lampung.

Prof. Aom juga mengingatkan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang paling tepat di Indonesia dan tidak perlu dipertanyakan lagi. "Pancasila sudah final. Pancasila adalah satu-satunya yang bisa menyatukan keberagamaan di Indonesia. Tidak perlu dipertanyakan lagi," tegas Wakil Rektor Universitas Lampung ini.

Oleh karenanya ia sepakat atas dikeluarkannya Perpu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas yang dapat menyelamatkan ideologi Pancasila dari rongrongan kelompok yang bernafsu menggantinya dengan ideologi lain.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ada yang reaktif dan menggugat terbitnya Perpu ini. Perpu ini bukan hanya untuk HTI tapi untuk seluruh Ormas apapun yang mengancam Pancasila dan NKRI," tegasnya.

Hal ini diamini ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung yang hadir juga pada dialog bertemakan Mengembangkan Islam Washatiyyah untuk Meneguhkan Komitmen Bersama Terhadap Pancasila dan NKRI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Penerbitan Perpu No. 2 tahun 2017 ini adalah itikad bagus dari pemerintah. Kalau ada yang dirasa kurang dapat diperbaiki dan kalau ada yang tidak setuju dapat menyampaikan melalui jalur yang ada," katanya. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketika Hasan-Husain Menaiki Punggung Nabi

Menyayangi anak adalah sifat dan naluri yang dimiliki setiap orang tua. Tetapi, kasih sayang semacam apakah yang paling hakiki? Apakah dengan memanjakannya orang tua telah memenuhi tanggung jawabnya? Cerita dalam kitab Tanqih al-Qaul karya Syekh Nawawi al-Bantani berikut ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Suatu hari Abu Dzar dan sahabat-sahabat lainnya duduk berbicang dengan Rasulullah. Di tengah-tengah perbincangan, tiba-tiba kedua cucu beliau, Sayidina Hasan dan Husain, datang dan menaiki punggung kakeknya.

Ketika Hasan-Husain Menaiki Punggung Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Hasan-Husain Menaiki Punggung Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Hasan-Husain Menaiki Punggung Nabi

Setelah selesai bincang-bincang, Rasulullah pun meminta kepada kedua cucu kesayangannya untuk turun. “Wahai cucuku sayang, turunlah,” pinta Rasulullah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sayyinda Ali sebagai ayah menatap tajam kepada putra-putranya. Hasan dan Husain semakin takut dengan tatapan ayahnya tersebut, dan akhirnya keduanya turun dari punggung Rasulullah.

Rasulullah pun bertanya kepada kedua cucunya, “Kenapa kalian gemetar wahai cucuku?”

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami takut kepada ayah,” jawab polos Hasan dan Husain.

Sayidina Ali pun memberi pelajaran dengan memukul pelan paha kedua anaknya dan menasihati dengan nada sedikit tinggi, “Bersopan santunlah kalian ketika ada tamu, wahai putraku.”

Rasulullah pun berkata, “Wahai menantuku, Ali, janganlah kamu bentak Hasan dan Husain, karena mereka adalah buah hatiku.”

Ali pun langsung menundukan kepala dan berkata dengan penuh penghormatan, “Ya”.

Jibril datang dan menegur Nabi Muhammad. “Wahai Muhammad, tindakan Ali adalah benar.”

“Rawatlah, kasihlah nama yang bagus, dan perbaikilah gizi anak-anakmu, karena di akhirat nanti anak-anakmu akan memberi pertolongan,” pesan Malaikat Jibril.

Ketika mendengar teguran dan pesan tesebut, Rasulullah bersabda, “Wahai kaum muslimin, barang siapa yang diberi anak oleh Allah, maka wajib baginya mengajarkan sopan santun dan mendidiknya dengan baik. Bilamana hal itu dilakukannya, maka Allah akan menerima permohonan syafa’at anaknya. Tapi barang siapa yang membiarkan anaknya bodoh, tidak mengenal agama, suka melakukan pelanggaran serta tidak berakhlak, maka setiap pelanggaran dan dosa yang dilakukan anak-anaknya, orang tua ikut menanggungnya”. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 30 November 2017

Bangun Sinergi, NU dan Pemkab Tasik Gelar Pertemuan

Tasikmalaya, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengadakan pertemuan di Pendopo Lama Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (7/3). Mereka membahas kerja sama kedua pihak untuk menyinergikan program pembangunan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, silaturahmi semacam ini harmonisasi pembangunan umat dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya diharapkan bisa terwujud.

Bangun Sinergi, NU dan Pemkab Tasik Gelar Pertemuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Sinergi, NU dan Pemkab Tasik Gelar Pertemuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Sinergi, NU dan Pemkab Tasik Gelar Pertemuan

Menurutnya, bagaimanapun pemerintah butuh terhadap NU. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU dalam mengurus umat sudah tidak diragukan lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam mengatakan, pertemuan ini merupakan kali pertama sejak ia terpilih sebagai Ketua PCNU pada Desember lalu.

Cucu Pahlawan Nasional KH Zainal Musthafa Sukamanah ini mengatakan, agenda mereka adalah silaturahmi dengan bupati sekaligus menyampaikan program kerja PCNU di Kabupaten Tasikmalya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penyampaian program kerja ini dimaksudkan untuk menyinergikannya dengan program Pemkab Tasikmalaya.

“Pemkab dan NU itu sama-sama mengurus umat dan masyarakat, Karenanya tidak ada salahnya jika ada program yang sama antara NU dan pemerintah kita sinergikan,” jelas pengasuh Pesantren Sukamanah ini.

Pada pertemuan ini Ketua PCNU didampingi Sekretaris PCNU KH Abdul Wahid dan Bendahara PCNU KH Dudu Abdurrohman. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 23 November 2017

Warga Cirebon-Majalengka Berdzikir di Tegal

Tegal, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ribuan warga memadati Masjid Kasepuhan Ki Ageng Anggawan Desa Kalisoka Kabupaten Tegal. Mereka tidak hanya datang dari sekitar Tegal saja tetapi didominasi oleh warga Cirebon dan Majalengka. Mereka bergabung dalam jamiyah Al Hidayah,  yang sengaja berkumpul untuk berdzikir dengan mengumandangkan sholawat Nariyah.

Warga Cirebon-Majalengka Berdzikir di Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Cirebon-Majalengka Berdzikir di Tegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Cirebon-Majalengka Berdzikir di Tegal

“Kami sengaja melakukan kegiatan ini secara rutin , setiap sebulan sekali dan berkeliling , rencananya sih mau se Indonesia,” kata Ketua Panitia Ustadz Shomadi (42), warga Losari, saat datang bersama rombongan, Kamis (31/1) sore lalu. . 

Dzikir dimulai ba’da Isya, dan sebelum berdzikir rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam yang sudah ditentukan oleh panitia. “Untuk wilayah tegal ini kami berziarah di Makam Ki Ageng Anggawa dan pangeran Purbaya, karena memang makamnya memeang kebetulan dekat dengan Masjid, dan dzikir ini kami akan laksanakan setelah shalat isya,” jelas Shomadi  

Rohis Tegal - Rohani Islam

Shomadi membawa rombongan 15 Bus yang kebanyakan kaum hawa. “Kami juga meminta tenaga  keamanan kepada Banser di daerah Tegal sendiri, karena kami mendatangkan ribuan orang jadi barang kali ada hal yang tidak diinginkan,” katanya. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rombongan juga datang dari Semarang dan daerah-daerah lain, bukan saja hanya dari Cirebon dan Majalengka. “Mereka datang atas keinginan sendiri tanpa adanya paksaan dari siapapun , murni dari hati mereka untuk berdoa bersma-sama,” beber ustadz berkacamata itu. 

Rangkaian acara dimulai dengan tawasulan para Nabi, Malaikat, Sahabat, Tabi’in, Tabi’in Tabi’it, para ulama dan wali-walinya Allah. Tawasulan berlangsung cukup lama. Sesudahnya diadakan pembacaan wirid. Diantaranya adalah membaca sholawat nariyah sebanyak 33 kali secara berjama’ah.

Di penghujung acara do’a, ketika doa dimunajatkan, tak hentinya air mata bergelimang membasahi pipi-pipi pengununjung. Durasi do’a pun tak sperti biasanya lama dan menyentuh hati. Dzikir sendiri memakan waktu sekitar 2 jam.

Torikin (30)  salah  satu pengunjung asal Tegal mengaku terharu dengan datangnya jam’yah dari Cirebon karena baru kali ini ada jamiyah dari luar kota yang sengaja mengajak berdo’a bersama-sama untuk keselamatan bangsa dan umat Islam. 

“Saya terus terang saja merasa berterimakasih kepada rombongan, yang telah mendoakan kami semua, dan apabila kesempatan datang ke tempat ini, juga kami sangat beruntung didatangi untuk kedua kalinya,” harapnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 03 November 2017

Bertauhid, Berkurban dan Berhaji

Bertauhid, berkurban dan berhaji adalah tiga rangakaian ibadah yang angat bernilai bagi umat muslim. Ketiganya telah berhasil dipadukan oleh Nabi Ibrahim. Bagaimana proses beliau menemukan keyakianan akan keesaan Allah swt, kemudian meyakini dengan sepenuh hati deibuktikan dengan berkorban seorang anaknya. Dan melaksanakan perintahnya berhaji, sebuah ibadah yang mengandung hubungan fertikal dan horizontal.

? ? (3?) ? ? (?3) ? ? (?3

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bertauhid, Berkurban dan Berhaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Bertauhid, Berkurban dan Berhaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Bertauhid, Berkurban dan Berhaji

? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? (3)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hadirin Jama'ah Idul Adha Rahimakumullah,

Rohis Tegal - Rohani Islam

Alhamdulillah pagi ini kita dapat berkumpul menikmati indahnya matahari, sejuknya hawa pagi sembari mengumandangkan takbir mengagungkan Ilahi Rabbi dirangkai dengan dua raka'at Idul Adha sebagai upaya mendekatkan diri kepada Yang Maha Suci. Marilah kita bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt dengan sepenuh hati. Kita niatkan hari ini sebagai langkah awal memulai perjalanan diri mengarungi kehidupan seperti yang tercermin dalam keta'atan dan ketabahan Nabi Allah Ibrahim as menjalani cobaan dari Allah Yang Maha Tinggi.

Muslimin dan Muslimat yang dimuliakan Allah

Hari ini ini adalah hari yang penuh berkah, hari yang sangat bersejarah bagi umat beragama di seluruh penjuru dunia, dan bagi umat muslim pada khususnya. Karena hari ini merupakan hari kemenangan seorang Nabi penemu konsep ke-tuhidan dalam berketuhanan. Sebuah penemuan maha penting dijagad raya, tak tertandingi nilainya dibandingkan dengan penemuan para santis dan ilmuan. Karena berkat konsep ke-tauhidan yang ditemukan Nabi Allah Ibrahim, manusia dapat menguasai alam dengan menjadi khalifah alal ardh. Setelah Nabi Allah Ibrahim as menyadari bahwa Allah swt adalah The Absolute One, Dzat yang paling Esa, maka semenjak itu juga umat manusia tidak dibenarkan menyembah matahari, menyembah bintang, menyembah binatang, menyembah batu dan alam. Ini artinya manusia telah memposisikan dirinya di atas alam. Ajaran ke-Esa-an yang diprakarsai oleh Nabi Allah Ibrahim telah mengangkat derajat manusia atas alam se-isinya.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sesungguhnya tidak berlebihan jika hari ini kita jadikan sebagai salah satu hari besar kemanusiaan internasional yang harus diperingati oleh manusia se-jagad raya. Oleh karena itu hari ini adalah momen yang tepat untuk mengenang perjuangan Nabi Allah Ibrahim as dan upayanya menemukan Allah swt. Bagaimana beliau bersusah payah melatih alam kebathinannya untuk mengenal Tuhan Allah Yang Paling Berkuasa. Bukankah itu hal yang amat sangat rumit? Apalagi jika kita membandingkan posisi manusia sebagai makhluk yang hidup dalam dunia kebendaan, sedangkan Allah Tuhan Yang Maha Sirr berada ditempat yang tidak dapat dicapai dengan indera? Bagaimana Nabi Allah Ibrahim bisa menemukan-Nya? Tentunya melalui berbagai jalan thariqah yang panjang. Melalui latihan dan penempaan jiwa yang berat. Untuk itulah mari kita lihat rekaman tersebut dalam surat Al-An'am ayat 75-79

? ? ? ? ? ? ? ? ?(75) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (76)? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (77)? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?(78) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (79). Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin. (75)

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam " (76)

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat." (77)

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (78)

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (79)

Para Hadirin yang dimuliakan Allah

Jika kita lihat dokumen sejarah yang termaktub dalam al-Qur'an di atas, hal ini menunjukkan betapa proses pencarian yang dilakukan Nabi Allah Ibrahim as sangatlah berat. Meskipun pada akhirnya Nabi Ibrahim berhasil menemukan Tuhan Allah Rabbil Alamin, bukan tuhan suku dan bangsa tertentu, tapi Tuhan seru sekalian alam. Tuhan yang senantiasa berada sangat dekat dengan manusia baik ketika terpejam maupun ketika terjaga. Itulah sejarah terbesar yang dipahatkan oleh Nabi Allah Ibrahim di sepanjang relief kehidupan umat manusia yang seharusnya selalu dikenang oleh umat beragama.

Selain sebagai orang yang menemukan konsep Ketuhaan. Beliau juga salah satu hamba tersukses di dunia yang mampu menaklukkan nafsu dunyawi demi memenangkan kecintaannya kepada Allah Sang Maha Suci. Fragmen ketaatan dan keikhlasannya untuk menyembelih Ismail sebagai anak tercinta yang diidam-idamkannya, adalah bukti kepasrahan total kepada Allah swt. Bayangkan saudara-saudara, Ismail adalah anak yang telah lama dinanti dan diidamkan, Ismail adalah anak tercintanya namun demikian semua itu ditundukkan oleh Nabi Ibrahim as demi memenangkan cintanya kepada Allah swt.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Dua hal di atas yaitu penemuan Ibrahim atas ke-Esaan Allah dan perintah penyembelihan terhadap anak tercinta merupakan satu perlambang bahwa ruang di mana Nabi Allah Ibrahim as. hidup adalah garis batas yang memisahkan antara kehidupan brutal dan kehidupan berpri-kemanusiaan. Penyembelihan terhadap Ismail yang kemudian diganti dengan kambing merupakan tanda bahwa semenjak itu tidak ada lagi proses penyembahan dengan cara pengorbanan manusia (sesajen). Karena manusia adalah makhluk mulia yang tak pantas dikorbankan secara cuma-cuma, meskipun dilakukan dengan suka rela. Allah swt sendiri yang tidak memperbolehkannya, dengan Kuasa-Nya ia ganti Ismail dengan seekor kambing.

Itulah beberapa hal yang harus dikenang dari Nabi Allah Ibrahim as. Sebagai umat manusia yang beriman dan beragama sudah sewajibnya kita mengenang dan menteladani apa yang dilakukannya.

Oleh karenanya di setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijjah seorang muslim dianjurkan untuk berkorban, mengorbankan sedikit kekayaannya guna membuktikan cinta kepada Allah swt. Bukti cinta itu harus kita berikan dengan seksama dengan hati yang tulus, semata-mata karena-Nya. Bukankah korban yang kita berikan hanyalah sebagian dari rizqi-Nya yang dititipkan kita? bukankah yang kita korbankan hanyalah harta (kambing/sapi) bukan anak kita, sebagaimana kisah Nabi Ibrahim? Sungguh berkurban adalah suatu tindakan yang layak dilakukan seoerang hamba sebagai rasa ssyukur atas karunia-Nya selama ini, sebagai bukti ketundukan dan penghambaan kepada-Nya. Demikian pentingnya berkorban hingga Rasulullah saw berabda, sebagaimana terdapat dalam kitab Durratun Nasihin:

? ? ? ? ? ? ?

Sebaik-baik umatku adalah mereka yang berkurban, dan sejelek-jelek umatku adalah mereka yang tidak mau berkurban.

Artinya jikalau seorang muslim memiliki rizqi yang berlimpah dan sudah ada kelebihan untuk keperluan sehari-hari pada tanggal 10 Dzulhijjah, maka dianjurkan atas mereka untuk berkurban. Anjuran ini bukanlah anjuran biasa, tetapi anjuran yang amat-sangat, sehingga mendekati pada anjuran wajib. Demikian itu terbsersit dalam hadits Rasulullah saw yang terkenal:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Barang siapa yang memiliki kelonggaran (rizqi) dan tidak berkurban, maka janganlah mendekati majidku.

Seperti itulah anacaman bagi mereka yang mampu berkorban tetapi tidak mau mengeluarkan hartanya untuk berkorban. Akan tetapi sebaliknya, jika seseorang telah berniat untuk berkurban maka semenjak ia melangkahkan kaki seperlu membeli hewan kurban Allah telah menyediakan pahala berlipat ganda. Sebagaimana keterangan Sayyidina Ali Karramallahu wajahah:

"Barang siapa hendak berkurban, maka setiap langkah menuju tempat pembelian kurban akan diimbali dengan sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh kesalahan dan diangkat derajatnya sepuluh tingkatan. Dan ketika berbicara tawar-menawar maka omongannya dianggap sebagai tasbih. Dan ketika membayar setiap satu dirham (satu rupiah) imbalannya sama dengan tujuh ratus kebaikan. Dan beberapa saaat ketika hewan itu telah dirobohkan hendak disembelih, semua makhluk yang berada ditempat penyembelihan hingga langit ke tujuh emintakan pengampunan untuknya. Dan ketika darah telah mengalir dari hewan kurban, setiap tetesnya akan menjelma sepuluh malaikat yang memohonkan ampunan kepadanya hingga hari akhir. Dan ketika daging itu dibagi-bagikan, maka setiap satu suap daging yang dimakan orang, setimpal dengan memerdekakan satu budak dari keturunan Nabi Islamail"

Hal ini haruslah diyakini dengan benar oleh kita semua, agar menjadi semangat bagi yang belum berkorban dan menjadi pahala nyata bagi mereka yang telah berkurban.

Sehubungan dengan kurban, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yang selama ini mungkin banyak disalah pahami. Pertama, Apapun alasannya tidak dibenarkan menjual bagian dari kurban entah itu kulit, kepala, ataupun tanduk hewan kurban. Walaupun dengan tujuan membiayai proses pemotongan, sungguh itu tidak dibenarkan. Karena semua yang terdapat dalam hewan kurban adalah milik Allah swt, semua yag terdapat dalam hewan kurban adalah benda sedekah yang harus dibagikan dan dinikmati dengan seksama. Tidak ada yang diperjual belikan atau ditukar gulingkan dengan benda lain. Andaikan memang proses pemotongan itu membutuhkan biaya, hendaknya biaya itu diminta tersendiri tidak diambil dari hewan kurban.

Kedua, hendaklah orang yang berkurban merasakan sebagian daging kurbannya. Sebagaimana Rasulullah saw memakan sebagian dari kurban yang disembelihnya. Kecuali bila kurban itu telah dinadzarkan sebelumnya, maka tidak dibolehkan memakan daging hewan kurbannya.

Ketiga, setelah kurban diembelih disunnahkan bagi orang yang berkurban menjalankan shalat dua rekaat dan setelahnya berdo'a yang makudnya "ya Allah bahwa halatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah milik-Mu, dan tidak ada yang berekutu dengan-Mu. Ya Allah semoga kami diberikan panjang umur hingga menikmati kembali idul adha tahun yang akan datang dengan penuh keta'atan dan rizqi yang makin berkah. Semoga orang-orang muslim yang hari ini berkurban benar-benar berkurban untuk-Mu, tidak karena yang lain sehingga mereka akan dapat berkurban kembali tahun mendatang. begitu pula semoga kaum muslim yang tahun ini belum mampu berkurban diberikan Allah kemampuan berkorban tahun mendatang. Semoga kita semua mendengarkan panggilannya berziarah ke Baitullah dan maqam Rasulullah saw, dan mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti.

Demikianlah doa itu dipanjatkan dengan seksama dan diakhiri dengan permohonan untuk pergi haji. Karena berhaji merupakan ibadah penyempurna bagi seorang muslim.

Para Jama'ah idhul adha yang berbahagia

Haji meupakan salah satu ibadah yang sarat dengan simbol dan perlambang. Oleh karena itu, jikalau ibadah haji dilaksanakan tanpa mengerti makna yang tersimpan didalamnya sangatlah percuma, karena yang demikian itu hanya menyisakan kelelahan belaka. Kelelahan yang kerontang tanpa kesadaran.

Kaum muslimin dan muslimat, meskipun saat ini kita berada di sini, jauh dari tanah Haram, tidak berarti kita tidak bisa meneladani Nabi Ibrahim. Karena keteladanan itu tidaklah bersifat fisik. Namun sejatinya keteladanan itu berada dalam semangat yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. Keteladanan atas ibadah haji dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika kita berinteraksi dengan tetangga, teman, saudara dan umat manusia pada umumnya.

Saudara-saudaraku seiman dan setaqwa

Bila kita tengok bahwa haji dimulai dengan niat yang dibarengi dengan menanggalkan pakaian sehari-hari untuk digantikan dengan dua helai kain putih yang disebut dengan busana ihram. Maka ketahuilah dibalik keseragaman ini tersimpan beragam makna. Pertama bahawa pakaian yang selama ini kita pakai sehari-hari sangat menunjukkan derajat dan status sosil manusia. Oleh karena itu, ketika seorang muslim telah berniat untuk haji dan berniat menghadap-Nya maka segeralah tanggalkan pakaian itu dan gantilah dengan busana Ihram yang serba putih, karena manusia di hadapan Ilahi Rabbi sejatinya tidak berbeda.

Kedua, Pakaian itu tidak hanya apa yang kita pakai namun juga identitas yang menyelimuti diri manusia hendaknya segera diluluhkan ketika menghadap-Nya. Allah tidak akan pernah membedakan antara peabat dan rakyat, antar penguasa dan hamba, antara pedagang dan nelayan. Semua itu dimata Allah swt adalah sama. Seperti putihnya seragam yang membalut raga.

? ? ? ? ? ? ? (? ?)

Artinya, orang-orang Islam itu satu sama lain bersaudara, tiada yang lebih utama seorangpun dari seorang yang lain, melainkan karena taqwanya (HR. Tabhrani)

Ketiga, Pakaian itu adalah sifat manusia. Ketika seorang muslim telah berniat menghadap Allah Sang Maha Kuasa, hendaklah ia mencopot segala identitasnya. Baik identitas sebagai tikus, buaya, serigala ataupun identitas sebagai kupu-kupu, merpati ataupu kasuwari. Artinya, segala macam sifat yang melekat baik negative maupun positif sebaiknya dihilangkan. Jangan pernah merasa sebagai apa-apa jikalau engkau menghadap-Nya.

Keempat, pakaian itu mengingatkan manusia akan ketakberdayaannya. Nanti ketika menghadap Ilahi Rabbi manusia tidak membawa apa-apa kecuali kain putih yang menemaninya. Sebagai pertanda bahwa sebaiknya manusia hidup dengan sederhana, karena semua akan ditinggalkannya.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Selanjutnya Thowaf mengelilingi ka'bah tujuh kali putaran adalah perlambang kedekatan manusia dengan Sang Khaliq. Begitu harunya jiwa manusia ketika lebur mendekatkan diri pada Baitullah, seolah ke-dirian manusia hilang ditelan kebesaran-Nya. Thowaf dapat diartikan hilangnya diri terhanyut dalam pusaran Energi keilahiyan yang tak terkira. Thowaf adalah simbol hablum minallah yang hakiki, bahkan lebih dari itu. Tidak ada lagi habl penghubung antara manusia dan Sang Khaliq. Karena keduanya telah menyatu.

Kemudian sa'i berlari kecil dari shofa ke marwah. Ini merupakan rangkaian setelah Thowaf yang dapat diartikan sesuai perspketif sejarah. Ketika Siti Hajar Ibunda Nabi Ismail ditinggal oleh Nabi Allah Ibrahim as. Maka ia pun harus bertarung mempertahankan hidup ini dengan mencari air dari bukit Shofa ke Marwa. Kehidupan sarat dengan perjuangan. Usaha menjadi suatu kewajiban bagi manusia. Tiada air yang turun dari langit, namun air itu harus dicari sumbernya. Begitulah kehidupan di dunia ini. Hidup itu suci dan harus dijaga seperti makna hafiah kata Shofa yaitu kemurnian dan kesucian sedangkan. Namun hidup itu juga cita-cita yang jumawa dan penuh idealism seperti makna kata marwa yaitu kemurahan, memaafkan dan menghargai.

Jika thowaf menggambarkan hubungan dan kemanunggalan manusia dengan Sang Khaliq, maka sa'i menunjukkan bahwa kehidupan haruslah dijalani sesuai dengan hukum kemanusiaan. Berinteraksi, berhubungan dan berkomunikasi dengan sesame. Maka kehidupan ini haruslah menyeimbangkan antara keilahiyahan dan keinsaniyahan.

Ma'asyiral Muslimin yang berbahagia

Selain itu simbolisme dalam ibadah haji juga melekat pada Ka'bah Baitullah. Di sana ada hijir Ismail yang berarti 'pangkuan Ismail'. Di sanalah seorang Ismail putera Ibrahim yang membangun Ka'bah pernah berada dalam pangkuan sang Ibu Hajar, seorang wanita hitam yang miskin juga seorang budak. Dengan ini Allah swt membuktikan bahwa seorang hamba pun dapat dimuliakanya dengan memposisikan kuburnya disamping ka'bah baitullah. Itu semua karena ketaqwaannya. Ketaqwaan Ibu Hajar yang mampu berhijrah menuju kebaikan dan kemuliaan.

Sedangkan padang Arafah sebagai tempat para haji menunaikan wuquf merupakan ruang luas yang terhampar untuk memasak diri seorang muslim hingga ia mengenal siapa jati dirinya sebagai manusia. Arafah adalah ruang berintrospeksi diri, siapa, dari mana sosok diri itu dan hendak kemana nantinya. Oleh karena itu ruang ini dinamakan arafah yang mempunyai satu asal kata yang sama dengan ma'rifat yaitu mengeatuhi dan mengerti hakikat diri. Diharapkan setelah diramu dalam padang arafah ini seorang diri bisa menjadi lebih arif (bijaksana) dalam mengarungi kehidupan dan mempertimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat seperti yang disimbolkan dalam thowaf dan sa'i.

Dari Arafah menuju Muzdalifah guna mempersiapkan diri dan mempersenjatainya melawan syaithan yang akan dihadapi nanti di Mina. Manusia haruslah selalu waspada bahwa syaitan ada dimana-mana. Karena itulah senjata pemusnahnya tidaklah sesuatu yang besar dan menakutkan. Tetapi cukup dengan kerikil yang kecil sebagai simbol atas kesabaran dan keteguhan hati.

Ma'asyiral Muslimin

Demikianlah uraian dalam khutbah ini semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Dan amrilah kita berdoa kepada Allah swt semoga amal ibadah kita diterima. Semoga kita yang disini diberikan kesempatan mengunjungi tanah haram di lain waktu, seperti cita-cita kita semua. Dan semoga mereka yang berada di sana diberi keselamatan semua. Amien

? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?

KHUTBAH KEDUA:

? ? (3?) ? ? (4?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?&Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Tokoh, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 24 Oktober 2017

Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh

Banda Aceh, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengunjungi Pengurus Wilayah Nahdhlatul Ulama (PWNU) Aceh di Kantor PWNU Aceh kawasan Lueng Bata-Banda Aceh, Ahad (6/5).

Nasaruddin hadir ke Aceh dalam rangka memenuhi undangan seminar Harlah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Aceh, di Banda Aceh, Sabtu(5/5).

Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh

“Secara psikologis, silaturahim itu dahsyat. Memperpanjang umur kata Rasululah Saw. Apa yang kita lakukan ini, manifestasi dari silaturahim,” ujar Nasaruddin.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya juga mengajak kepada teman-teman pengurus NU, saya titipkan Pak Kanwil kita. Dalam artian begini, tegur kalau dia salah. Kemudian dibantu apa yang bisa dibantu,” lanjutnya disambut tepuk tangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kesempatan itu, Ketua PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali menyampaikan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan di Aceh. “Dalam waktu dekat juga PWNU Aceh akan mengadakan Diklat Hisab dan Rukyat se-Sumatera yang akan dilaksanakan di Banda Aceh,” kata Lem Faisal, begitu Tgk. H Faisal Ali biasa disapa.

Puluhan pengurus NU Aceh hadir pada acara silaturahim itu. Di antaranya, Kakamenag Aceh H Ibnu Sa’dan, Wakil Ketua PWNU, Sekretaris PWNU Aceh, Ustad Asnawi M. Amin, para anak muda NU Aceh. Rais Syuriah PWNU Aceh Tgk. H. Ibrahim Hasyim menutup acara dengan doa.

Kontributor: Muhadzdzier M Salda

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Pondok Pesantren, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 10 September 2017

Ceker Ayam Turunkan Kolesterol

Gus Dur punya satu kebiasaan unik, setiap dia datang ke Kota Solo, tak lupa untuk mampir ke warung makan Gudeg Ceker Ayam di daerah Margoyudan.

“Beliau belum kerso tidur dan istirahat kalau belum dahar ceker ayam Margoyudan dan ngunjuk wedang jahe-nya Mbah Wir yang biasanya dibawakan Mas Didik Gunawan, suaminya Bu Faridah Budi Astuti,” kata Ketua Gusdurian Solo, Hussein Syifa berkisah.

Pernah suatu ketika, dalam kunjungannya ke tempat tersebut, saat makanan sudah tersaji, Gus Dur mempersilakan yang lain untuk segera menikmati kuliner khas Solo itu.

Ceker Ayam Turunkan Kolesterol (Sumber Gambar : Nu Online)
Ceker Ayam Turunkan Kolesterol (Sumber Gambar : Nu Online)

Ceker Ayam Turunkan Kolesterol

“Monggo cekeripun didahar. Ceker ini bisa menurunkan kolesterol lho," kata Gus Dur.

"Mosok enggih Gus, ceker kok menurunkan kolesterol?" tanya Hussein.

"Maksudnya, menurunkan kolesterol dari perut ke kaki. Monggo, dirahapi (dinikmati) setelah itu diratapi,” jawab Gus Dur, sembari kemudian menggigit ceker kesukaannya itu. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock