Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu keputusan Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 lalu, bahwa organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali menjadi badan otonom (banom) NU, nampaknya masih memerlukan waktu yang panjang untuk memantapkan keputusan tersebut. Hal itu disebabkan banyaknya karakteristik aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang memberikan dinamika kaderisasi tersendiri bagi PMII di masing-masing daerah.

?

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU

Namun demikian, Pengurus Komisariat (PK) PMII Yaqub Husein (YH) STIT al-Urwatul Wutsqo Jombang, Jawa Timur diimbau mulai mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari NU baik secara struktural maupun kultual. Imbauan tersebut datang saat dikukuhkannya para pengurus komisariat terkait di aula PKBM Primaganda, Bulurejo, Diwek, Jombang, Selasa (5/4) lalu.

?

"Sudah sepantasnya PMII mau kembali merapat ke pangkuan NU. Sebab, PMII lahir dari rahim NU," kata Mahmudi, salah satu senior PMII Yaqub Husein saat memberikan sambutannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Mantan Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang pada dua periode sebelumnya itu berharap agar Kongres Pengurus Besar (PB) PMII yang akan datang mampu menyatukan berbagai perbedaan ide dan sikap terkait pro-kontra kembalinya PMII ke NU. "Kongres PMII yang akan dilaksanakan pada tahun ini pada akhirnya akan menyepakati kembalinya PMII ke naungan NU," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Untuk itu, kata dia, Pengurus Rayon (PR), komisariat, dan cabang harus bersinergi untuk mewujudkan tujuan organisasi yang bernafaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Salah satunya dengan memperdalam wawasan keilmuan segenap aktivis PMII. "Budaya-budaya kajian dan diskusi harus dilestarikan supaya kader-kader PMII mampu menawarkan gagasan yang baru untuk organisasi," lanjutnya.

?

Senada dengan demikian, Ketua Pengurus Komisariat PMII YH, Iis Sholehah, mengajak kepada para anggotanya untuk membangun soliditas dan militansi pengurus, khususnya antar pengurus rayon dan komisariat. "Visi sebuah organisasi tidak akan tercapai tanpa adanya militansi kader," ungkapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Lomba, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 17 Februari 2018

Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam

Saadnayel, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam menghadapi musim dingin yang keras, pengungsi Suriah hanya dapat berlindung di tenda-tenda plastik di wilayah Saadnayel Lebanon Selatan.

Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengungsi Suriah Hadapi Musim Dingin yang Kejam

"Saya lebih baik mati sejuta kali daripada hidup dalam kondisi dihinakan seperti ini,” kata Faisal, (48) kepada Agence France Presse (AFP) Kamis, (12/12).

Faisal adalah satu dari 500 pengungsi yang tidak terlindungi dalam menghadapi badai musim dingin yang sangat keras yang terjadi beberapa hari lalu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seperti ratusan ribu pengungsi lainnya, ayah dari empat anak ini terpaksa mengungsi dari rumahnya di Suriah utara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam tenda pengungsian, tidak terdapat pemanasan yang memadai untuk mengatasi badai yang sangat menusuk tulang.

"Ketika terjadi hujan salju, air yang mencair masuk meruntuhkan tenda karena bertanya salju,” kata Sakr (13).

? Anak-anak lainnya, beberapa diantaranya tidak menggunakan topi sama sekali, bersin-bersin dan menggosok tangan mereka yang membeku bersama-sama. Sepatu mereka dipenuhi lumpur.

"Berikan kami sesuatu untuk membuat kami hangat,” kata mereka pada sekelompok wartawan.

Di tenda lain, laki-laki dan perempuan memeluk dan membelai bayi-bayi mereka untuk mentransfer kehangatan tubuh mereka pada bayi.

Beberapa pengungsi harus menggunakan apa saja untuk mengatasi dinginnya udara.

"Kami harus membakar sepatu untuk menjaga kehangatan karena tidak ada yang lain yang bisa digunakan,” kata Najla (40).?

PBB mengkonfirmasi kondisi ini sangat memerlukan perhatian agar para pengungsi dapat mengatasi musim yang mengerikan ini.

"Kami khawatir karena udara benar-benar dingin di wilayah Bekaa, dan kami sangat khawatir kondisi pemukiman pengungsian karena banyak diantaranya dibawah standar,” kata juru bicara The United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Lisa Abou Khaled.

UNHCR dan tentara Lebanon telah membagi-bagikan selimut hangat dan uang untuk membeli bahan bakar penghangat.

Paling tidak 125,835 meninggal sejak konflik Suriah, menurut Syrian Observatory for Human Rights yang diumumkan minggu lalu.

Konflik tersebut menyebabkan lebih dari dua juta rakyat Suriah mengungsi ke negara-negara tetangga, selain dua juta lainnya yang terpaksa pindah ke tempat lain di dalam negeri. (onislam/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 15 Februari 2018

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Selamatan desa serta halal bihalal adalah dua budaya yang sangat kental dengan sejarah lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keduanya adalah budaya asli Indonesia yang tak lekang oleh zaman.

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia

Hal tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin saat menghadiri selamatan desa sekaligus halal bihalal Desa Jambangan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jumat (14/7) sore.

Dalam kesempatan tersebut Hasan memberikan wawasan tentang asal muasal halal bihalal. Menurutnya, KH Abdul Wahab, seorang tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tebuireng adalah pelopor budaya halal bihalal pada tahun 1948 silam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Oleh sebab itu, kita masyarakat NU harus bangga dengan budaya ini dan sebagai penerus maka kita wajib untuk meramaikan kegiatan halal bihalal serta mempertahankannya sampai kapan pun,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Hasan, ada korelasi yang kuat antar budaya halal bihalal dan selamatan desa ini yakni untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan hablumminallah, karena hikmah dari selamatan desa adalah berdoa bersama untuk kemakmuran suatu desa.

“Senjata utama umat Islam adalah doa. Dan doa dari para sesepuh, alim ulama dan para habaib dalam tiap selamatan desa tentunya akan membawa barokah. Karena doa mereka istijabah bagi desa ini,” jelasnya.

Menyikapi tentang fenomena bergesernya akhlakul karimah generasi penerus bangsa pada era globalisasi ini, Hasan menyebut kurangnya kontrol dan teladan dari orang tuanya.

“Berilah contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ajaklah mereka duduk bersama dan bicaralah dari hati ke hati agar apa yang kita sampaikan bisa masuk dan mengena pada hatinya. Insyaallah mereka akan mengingatnya sampai kapan pun,” terangnya.

Seiring dengan pesatnya peredaran gadget dengan segala fitur-fitur dan game yang disukai anak-anak saat ini pun diakui Hasan akan membawa dampak negatif bagi mereka. Dalam kesempatan itu Hasan memberikan solusi terbaik bagi para orang tua dalam menghadapi tren ini.

“Jangan dilarang, namun batasi dengan waktu yang jelas bagi anak-anak kita. Misalnya hanya Sabtu sampai dengan Minggu saja untuk bermain gadgetnya. Kemudian antarkan mereka mengaji Al-Quran di TPQ ataupun di mushala tiap hari selepas sekolah. Dengan menyibukkan mereka seperti ini keinginan mereka untuk memainkan gadgetnya akan teredam,” pungkasnya.

Sementara Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Jambangan Ali Munip sangat mengapresiasi sinergitas antara pemerintah desa dan kecamatan bersama organisasi kemasyarakatan yang ada di tingkat kecamatan seperti GP Ansor dan Banser, sehingga giat yang melibatkan? seluruh elemen ini berjalan lancar. (Syamsul Akbar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Pondok Pesantren, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) bulan depan, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kudus mengadakan seleksi pesilatnya di SMP NU Al-Ma’ruf Kudus Jum’at (7/2) kemarin. Sebanyak 120 pesilat Pagar Nusa dari berbagai madrasah mengikuti seleksi ini.

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Pengurus bidang Seni dan Budaya Pagar Nusa Kudus Rozikin menjelaskan, seleksi dimaksudkan mencari bibit-bibit atlet pesilat yang siap diterjunkan dalam Popda tahun ini. Dalam seleksi itu, para pesilat dari tingkat MTs/SMP maupun MA/SMA berkompetisi pada kategori seni dan laga tanding di semua kelas.

“Mereka yang terbaik nanti dikirim menjadi peserta kontingen Pagar Nusa dalam Popda Kudus,” katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam Jum’at (7/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Popda tahun ini akan mempertandingkan 7 kelas tingkat SMP dan 8 kelas tingkat SMA. Masing-masing perguruan pencak silat hanya bisa mengirimkan 2 atletnya di kelas seni dan tanding.

“Kita berusaha keras sehingga Pagar Nusa mampu berprestasi lebih baik dari Popda sebelumnya. Bahkan kalau bisa, tahun ini kita bisa juara umum,” kata Rozikin penuh optimis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setiap Popda, kata Rozikin, Pagar Nusa selalu mengirimkan atletnya untuk bersaing dengan 7 perguruan pencak silat lainnya. Tujuannya, menambah jam terbang para pesilat Pagar Nusa serta mempererat silatrurahmi antarperguruan silat di kabupaten Kudus.

Rozikin menyatakan rasa syukurnya atas keikutsertaan Pagar Nusa setiap tahunnya dalam kejuaraan bergengsi di Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, AlaNu, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji

Rembang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Niat untuk berhaji jangan ditunda-tunda. Itulah pula yang dipesankan almarhum KH Bisri Musthofa, ayahanda KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), ketika bersama para santri mengaji sebuah kitab dan sampai pada penjelasan ibadah haji.

"Mbah Bisri pernah memerintahkan (para santri) untuk menyegerakan niat haji saat ngaji bab haji,” kata KH Syarofudin, salah satu santrinya di hadapan jamaah ngaji Selasa-Jumat di aula Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (2/8).

Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Mbah Bisri Musthofa: Segerakan Niat Ibadah Haji

Menurut Mbah Bisri, lanjut Kiai Syarofudin, niat bisa membawa kita menuju Makkah untuk berhaji. Karena niat dapat berubah menjadi doa dan Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam meminta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam pengajian rutin tersebut, Kiai Syarof juga mengingatkan pelajaran Mbah Bisri soal doa. Mbah Bisri, imbuhnya, mengajarkan jika berdoa meminta panjang umur, mintalah setahun saja. Jika umur dirasa masih bisa beribadah, tahun depan baru berdoa meminta panjang umur lagi kepada Allah SWT dan seterusnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal ini soal keberkahan umur. Menurut Kiai Syarof, umur panjang bila tidak digunakan untuk taat beribadah, akan membawa pemiliknya masuk ke dalam golongan orang yang merugi.? (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 21 Januari 2018

IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat

Jepara, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara bekerjasama dengan BKKBN Jepara memberikan “Pembekalan Remaja Sehat” kepada pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) bertempat di LA Marina Family Resto & Cafe, Sabtu (15/9). Supriyadi perwakilan dari BKKBN yang didaulat memberikan materi pembekalan.

IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Diberi Pembekalan Remaja Sehat

Dalam pemaparannya remaja sehat adalah generasi yang tegar. Yakni mereka yang terhindar dari seks bebas, HIV/ AIDS dan NAPZA. Disamping itu perilaku dan organ reproduksinya sehat. Kesehatan menurutnya menjadi perkara penting baik sebelum dan sesudah manusia lahir. Tujuan akhirnya adalah melaksanakan pernikahan.

Menurutnya pembekalan diberikan mengingat banyaknya pergaulan remaja saat ini yang sangat mengkhawatirkan. Sebab perilaku negatif yang dilakukan remaja sudah menjurus pada Intercourse, berhubungan badan. Tidak lagi hanya sekadar Kissing, Petting dan Necking. Hal itu sesuai pengakuan Petinggi salah satu desa di Welahan saat pihaknya bersosialisasi belum lama ini. Karenanya salah satu program yang dijalankan lanjutnya adalah sosialisasi di sekolah, madrasah maupun pondok pesantren.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rapat Koordinasi

Kegiatan pembekalan juga bebarengan dengan Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi (Rakor). Chamidatur Rohmah, ketua PC IPPNU dalam uraiannya mengatakan banyak kegiatan yang dijalankan selepas hari raya. Semisal Latihan Fasilitator (Latfas), Seminar plus pendirian Pimpinan Ranting (PR) Sinanggul, Pelatihan Jurnalistik-IT dan masih banyak lagi. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua PC IPNU, Chusni Maulana menambahkan sejumlah agenda lain; pengumpulan database, optimalisasi komisariat, tindak lanjut KTA dan keberadaan CBP-KKP di PAC. “Database merupakan kekuatan yang dimiliki oleh IPNU-IPPNU. Sebelum tahun 2013 komisariat perlu kita optimalkan dan ditindaklanjuti dengan pembuatan KTA,” imbuhnya.

Lutfi Rahman, wakil sekretaris PCNU Jepara yang berkesempatan hadir dalam sambutannya menyampaikan agar muncul pemahaman bersama di antara KKMTs 02 dan KKMA 02 terkait optimalisasi Pimpinan Komisariat (PK).

Selama ini jelas Lutfi sekolah dan madrasah lebih mengedepankan personal dan kemampuan ilmiah. “IPNU-IPPNU mempunyai peran untuk mendorong peningkatan social dan vocational skill. Bagaimana pun IPNU-IPPNU telah berkiprah mengembangkan organisasi pelajar,” jelasnya.

Kontributor: Syaiful Mustaqim    

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Khutbah, Pahlawan, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mochammad Maksum Machfoedz menyebut pemerintah lebih memerhatikan impor sebagai model pembangunan ekonomi nasional. Semestinya pemerintah lebih memerhatikan model perekonomian berbasis industri domestik.

“Keliru model pembangunan nasional. Karena kita mengandalkan impor sebagai landasan industri nasional,” kata Prof Maksum dalam seminar perekonomian di tengah rangkaian Rakernas PBNU di Jakarta, Sabtu (19/11) sore.

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik

Menurut Prof Maksum, kebijakan perekonomian yang berbasis industri domestik akan memberikan banyak nilai lebih. “Kalau industri domestik, maka ini akan memberikan banyak nilai tambah. Sumber daya manusia terpakai.”

Di samping itu kebijakan perekonomian nasional berbasis industri domestik dapat mendorong pemeretaan perekonomian, kata Prof Maksum.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara Menteri Keuangan RI Sri Mulyani yang hadir dalam seminar ini menjelaskan kenapa negara tidak mengandalkan sumber daya alam sebagai sumber pendapatan nasional. Menurutnya, sumber daya alam membuat masyarakat tidak produktif.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Yang terjadi hanya konflik, perang, atau korupsi. Tiga hal ini yang hadir di negara kaya dengan sumber daya alam, tetapi tidak mampu mengelolanya dengan baik,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani melirik sektor jasa. Menurutnya, sektor jasa cukup penting. Banyak orang melakukan investasi di bidang kesehatan, ruma sakit, dan asuransi misalnya. “Sektor ini tidak memerlukan banyak sumber daya alam. Sektor ini jelas membutuhkan orang baik dan manajemen yang baik.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Halaqoh, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 12 Januari 2018

Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Puncak peringatan haul ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) digelar Jumat (23/12) mala mini di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Khataman al-Qur’an menjadi kegiatan pembuka yang diselengarakan sejak pagi tadi.

Acara khataman al-Qur’an pada momen tahunan ini dilaksanakan para penghaf al-Qur’an dari Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Depok di Masjid Al-Munawwaroh yang berada di depan rumah Gus Dur. Aktivitas serupa dilakukan di Masjid Darussalam Cipedak tak jauh dari lokasi acara.

Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran Buka Puncak Haul Gus Dur Malam Ini

Haul Gus Dur kali ini mengusung tema “Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat”. Sejumlah tokoh dan seniman dijadwalkan hadir, antara lain KH Ahmad Mustofa Bisri, Habib Ja’far Alkaff, Habib Umar Muthohar, KH Said Aqil Siroj, Sabam Sirait, Lukman Hakim Saifuddin, Joko Pinurbo, Putu Wijaya, Acep Zamzam Noor, dan Cici Paramida. Acara ini juga akan dimeriahkan pula oleh penampilan band musik tradisi Kunokini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hingga berita ini ditulis tampak para pedagang kaki lima sudah bersiap membuka lapak di sekitar lokasi acara. Mereka menjajakan pakaian, buku, makanan, dan pernak-pernik lainnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini akan diikuti ribuan orang yang datang dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Mereka terdiri dari anggota majelis taklim, komunitas, hingga kalangan umum,” (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Syariah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 07 Januari 2018

Kurban, Sebuah Refleksi Spiritual

Oleh Muhammad Afiq Zahara

Shalat, puasa, zakat, kurban dan ibadah kita lainnya seringkali dilakukan sekedar untuk mendapatkan pahala; surga. Pahala menjadi komoditas yang tanpa sadar kita kumpulkan seperti properti. Akibatnya, seluruh ibadah kita membuat diri kita merasa lebih baik dari orang lain. Mudah menuduh orang salah, fasik dan bahkan sampai munafik.Ketaatan kita dalam beribadah—mengumpulkan pahala—menjadi jalan kesombongan kita. Seperti halnya orang yang gemar menimbun harta; ada kalanya dia menjadi sombong, ada kalanya pula dia menjadi dermawan yang murah hati.

Kurban, Sebuah Refleksi Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban, Sebuah Refleksi Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban, Sebuah Refleksi Spiritual

Seorang sufi agung, Imam Yahyâ bin Mua’dz (w. 258 H) sekali waktu pernah berkata: “dzanbun aftaqiru bihi ilaihi ahabbu min thâ’atin aftakhiru bihâ ‘alaihi” (dosa yang membuatku butuh akan ampunanNya lebih kusukai dibandingkan ketaatan yang membuatku menyombongkan diri).

Bukan berarti ketaatan tidak diperlukan, tapi agar kita menyelami lebih dalam diri kita sendiri, mengenalinya, mengakrabinya dan pada akhirnya mempertanyakan, “apakah ibadah kita telah membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, rendah hati dan penuh kasih? Ataukah malah membuat kita bertambah sombong, melihat orang yang kurang dalam ketaatannya sebagai pendosa dan kotor?” Itulah perlunya pemaknaan mendalam dalam ibadah yang kita lakukan.

Kurban adalah teladan. Allah memilih Ibrahim, sahabat terdekatnya (khalîl Allah) untuk melakukan pengorbanan besar, menyembelih anaknya sendiri, Isma’il. Pengorbanan itu semakin berat dilakukan karena di waktu yang lama Ibrahim memohon kehadiran seorang anak. Allah memberinya Isma’ilketika usia Ibrahim sudah tua. Anak yang selama ini ditunggu-tunggu, setelah lahir Allah perintahkan untuk dikorbankan. Ibrahim dan Isma’il menuruti perintah tersebut.

Apakah ada keraguan dalam hati mereka berdua? Pertanyaan tersebut perlu dianalisa menggunakan dua pendekatan; pertama, ada keraguan seperti beberapa riwayat. Keraguan yang dialami Ibrahim dan Ismail, sebaiknya dipahami dalam konteks keteladanan dan hikmah. Dalam keraguan besar sekalipun, mereka tetap melaksanakan perintah Allah. Tindakan inilah yang menjadi pembuka pintu kedewasaan spiritualitas manusia. Sehingga keragu-raguan tidak akan lagi melintas di hati mereka.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua, tidak ada keraguan sama sekali. Mereka dengan teguh dan ikhlas menjalankan perintah Allah tersebut. Mereka sangat mengenal Allah yang Maha Pengasih. Tidak mungkin Allah menumpahkan darah orang tak berdosa (Ismail) dan menjadikan seorang ayah pembunuh (Ibrahim).?

Mereka berdua meyakini betul akan hal itu, sehingga tanpa kebimbangan sedikit pun melaksanakan perintahNya.Mereka berdua memaknai prosesi kurbân sebagai ajaran untuk generasi berikutnya, bahwa apapun kesukaran hidup yang dilalui, yakinlah pada rahmat Allah.

Andai menggunakan pendekatan psikologis, sukar menemukan ujian hidup melebihi Ibrahim. Dia harus menyembelih anak kesayangannya sendiri. Sebelum itu, dia telah diuji oleh Allah untuk meninggalkannya di Mekkah sejak kecil dan tidak melihat pertumbuhan anaknya. Namun, dengan keimanan dan keyakinannya atas rahmat Allah, Ibrahim mengorbankan Ismail. Ibrahim tahu betul bahwa perintah Allah ini adalah ujian untuk mereka berdua, bukan pengorbanan dalam arti pembunuhan.

Dengan ujian, kita tumbuh menjadi manusia yang lebih mengerti. Tanpa ujian, kepekaan kita terhadap penderitaan orang lainseperti pisau yang tak pernah diasah. Ujian adalah anugerah Tuhan dalam wajah lain. Wajah yang sering terabaikan karena tak seorang pun mau menatapnya. Maulana Rumi berkata: “When someone beats a rug,the blows are not against the rug, but against the dust in it—ketika seseorang memukul permadani, pukulan itu bukan untuk permadani, tapi debu yang menempel di atasnya.” (Kabir Helminski dan Camille Helminski, 2005)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ujian membersihkan kita dari debu-debu yang menempel di jiwa kita, membukanya agar mampu memahami dan mengerti bahwa, keindahan Tuhan selalu berinteraksi dengan kita, dari jingganya langit senja, hingga acuhnya nyanyian burung.?

“Kenapa untuk mengenali keindahan,” kata Rumi, “manusia harus mengunjungi taman terlebih dahulu, meski keindahan berada di sekitar kita.” Itu karena hati kita masih belum bersih dari sampah hawa nafsu. Akibatnya, keindahan yang kita rasakan masih terikat dengan tempat dan keadaan.

Kata qurbân merupakanbentuk masdar dari qaruba yangberarti dekat atau mendekati. Untuk mendekat, kita harus menawarkan sesuatu. Apalagi selama ini kita telah mendapatkan anugerahNya yang tak terhingga meski tanpa meminta. Kehidupan ini misalnya, kita tidak pernah meminta Tuhan untuk memberi kita kehidupan. Kita tidak pernah meminta Tuhan untuk memberi kita mata. Kita tidak pernah meminta Tuhan untuk memberi kita kaki. Tapi, Tuhan memberikan kita semuanya tanpa diminta.

Lucunya, kita sering menganggap diri kita sebagai korban, terkadang sampai menyalahkan Tuhan. Kita seharusnya bertanya, apakah kita pernah berkorban? Jika belum, kenapa kita selalu merasa diri kita sebagai korban? Seperti halnya tentang doa, banyak yang merasa Tuhan tidak pernah mengabulkan doa.?

Tapi kita lupa, mungkin saja keberhasilan kita di lain waktu adalah hasil dari doa-doa kita yang lalu.Lalu kenapa di saat itu terjadi kita lupa dengan doa-doa kita, tapi di saat susah kita berkata Tuhan tidak pernah mengabulkan doa?

Kita perlu belajar dari kisah itu, tidak hanya tentang ritual dan seremoninya. Jadikan kisah Ibrahim dan Ismail sebagai pintu menuju kedewasaan spiritualitas kita, agar kita dapat melihat diri kita dan dunia tempat kita tinggal dengan seimbang. Tanpa melupakan nikmat Tuhan dan dosa-dosa kita.

Berhati-hatilah agar amal ibadah kita tidak menggelincirkan kita dalam kesombongan. Bersyukurlah atas apa yang kita miliki. Orang yang bisa mensyukuri kehilangan adalah orang yang luar biasa.Selamat Idul Adha. Wallahu A’lam.

Penulis adalah warga NU dari Yogyakarta, alumnus Pondok Pesantren Al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 25 Desember 2017

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Liga Santri Nusantara (LSN) Region Sulawesi I menggelar laga final, Rabu (31/8) ini, pukul 15.00 WITA, di Lapanham PP DDI Kaballangan, Pinrang, Sulawesi Selatan. Region Sulawesi I meliputi Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat.

Di hari yang sama, final LSN Region Jatim II juga digelar di Stadion Brawijaya Kediri. LSN Region Jatim II yang bakal berlangsung pada pukul 15.30 WIB meliputi Kabupaten Kediri, Jombang, Malang, Batu, Nganjuk, Blitar, dan Tulungagung.

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini, Laga Final LSN Region Sulawesi I dan Jatim II

Menurut Koordinator LSN Region Sulawesi I Alimuddin Budung, laga final tersebut akan mempertemukan Pondok Pesantren DDI Kaballangang Pinrang versus Pondok Pesantren Al-Ihsan Kanang, Sulbar.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Alhamdulillah kita sudah memasuki babak final. Saya mengundang kepada seluruh masyarakat untuk menyaksikan laga final ini. Ini merupakan tontonan yang menarik," tandasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu, laga final LSN Jatim II mempertemukan antara Pondok Pesantren An Nur 2 Malang versus Pondok Pesantren Darut Taibin Tulungagung. Sedangkan, pertandingan untuk merebut juara ketiga mempertemukan antara Pesantren Queen Al Falah Ploso Kediri versus Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang pada pukul 13.30 WIB.

Untuk sementara, LSN di Jatim yang baru memastikan tiket ke babak 32 besar seri nasional adalah Pesantren Darul Huda Mayak. Darul Huda merupakan wakil dari LSN Region Jatim I. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 15 Desember 2017

Jelang Pileg, NU Jombang Sosialisasikan Sikap Politik

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menjelang pemilihan calon anggota legislatif pada 9 April mendatang, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur memanfaatkan forum Lailatul Ijtima’ sebagai ajang sosialisasi sejumlah keputusan Musyawarah Kerja PCNU yang berkenaan dengan politik.

Jelang Pileg, NU Jombang Sosialisasikan Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pileg, NU Jombang Sosialisasikan Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pileg, NU Jombang Sosialisasikan Sikap Politik

Ketua PCNU Jombang KH Dr Isrofil Amar mengingatkan para fungsionaris NU di Kota Santri untuk ekstra hati-hati dalam mengambil sikap politik yang membawa nama organisasi. “Sebagai sebuah jam’iyah (organisasi), NU harus netral,” tandasnya.

Penegasan ini disampaikan Kiai Isrofil, sapaan akrabnya, saat memberikan taushiyah dalam forum Lailatul Ijtima’ di Masjid Ulul Albab Tebuireng, Diwek, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (22/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bagi dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang ini, panduan terhadap ketidakberpihakan NU dalam politik praktis sudah sangat jelas. Secara khusus, ia mengaku akan menuliskan panduan tersebut dalam sebuah tulisan di Majalah Nahdlah yang merupakan media resmi milik PCNU Jombang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Silahkan bapak dan ibu baca tulisan tersebut pada edisi majalah bulan Maret,” kata Kiai Isrofil berpromosi. “Semoga bisa memberikan arahan yang lebih jelas,” lanjutnya.

Pada kegiatan yang diikuti 7 MWC NU ini juga diisi dengan pemaparan soal keorganisasian dari mulai hasil musyawarah kerja serta materi pendalaman keaswajaan. Forum itu juga menyosialisasikan keputusan musyawarah kerja lainnya, seperti pelarangan penggunaan atribut NU sebagai alat peraga kampanye (APK) bagi seluruh partai dan caleg, keharusan untuk menjaga akhlaqul karimah, dan imbuan lain.

Kendati demikian, alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya ini tidak menutup mata dengan sejumlah calon yang berlatar belakang aktivis NU. “Kita hanya bisa mendoakan bahwa para kader NU yang merebut suara rakyat akan sukses,” terangnya. “Karena bila mereka sukses, tentunya akan bisa menguntungkan bagi NU dalam menyalurkan aspirasi perjuangan,” lanjutnya. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Nusantara, Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 08 Desember 2017

Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat?

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam

Saat seseorang sudah tidak mendengar tawa ceria anak dan hanya mendengar bunyi tank dan desing peluru, maka dia akan merasa kedamaian negara sangat penting. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu melindungi negara, yaitu Madinah dari segala hal yang mengganggu, mengancam warga dan Negara. Rasulullah pun menetapkan Madinah sebagai negara yang mulia dan aman, serta berdoa untuk keamanan dan kesejahteraan Madinah.

Bela negara bukan hanya melawan serangan musuh, tapi juga memakmurkan dan memajukan negara sehingga tidak bergantung pada pihak lain, mempunyai semangat solidaritas dan soliditas tinggi sesama komponen bangsa, melindungi warga dari pemikiran dan paham yang menyebabkan perpecahan, disintegrasi, pengafiran, dan pelanggaran hak hidup manusia.

Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat?

Hal tersebut disampaikan Mufti Syria? Syaikh Adnan al-Afyuni di hadapan ratusan peserta Konferensi Ulama Thariqah di Pekalongan yang diselenggarakan oleh Kanzus Sholawat di Hotel Santika Pekalongan, Jumat (15/1).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dirinya mengutuk teror yang terjadi di Jakarta kemarin. Mereka tidak tahu Islam. Islam datang untuk kedamaian dan keamanan bukan untuk menghilangkan nyawa atau kehidupan. Islam itu sebagaimana di Madinah, membangun. Membangun masjid, membangun ilmu pendidikan, membangun ekonomi, bukan merusak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Aset sumber daya alam kita jauh lebih melimpah dibanding mereka. Kita mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni dan kreatif. Kita mempunyai akal, kemampuan dan kecerdasan sebagaimana yang mereka punya. Selain itu, kita mempunyai ajaran syariat yang agung yang member tahu agungnya dan pentingnya ilmu pengetahuan dan pentingnya melaksanakan ilmu. Syariat kita juga mengajarkan betapa pentingnya nilai dan derajat orang yang bermanfaat bagi orang lain, baik sesama umat Islam atau umat manusia," ujarnya.

Syaikh Adnan melihat Indonesia memiliki sumber daya alam yang baik, umat Islamnya melimpah, mereka diajarkan syariat yang meninggikan derajat orang. Kenapa kalah dengan Barat? Syaikh Adnan menyayangkan, "Sekilas memang membingungkan. Ini artinya ada yang kurang dari penduduk Indonesia. Tenaga, kekuatan dan potensi mereka terpecah, padahal bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar."

?

Kegiatan konferensi yang berlangsung hingga malam hari. Selain dihadiri pembicara dari luar negeri, juga diikuti oleh peserta para mursyid thariqah dari seluruh wilayah Indonesia, para ulama, kiai, cendekiawan muslim, dan mahasiswa thariqah dari perbagai peruruan tinggi. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Lomba, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 05 Desember 2017

Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sekretaris Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Way Kanan M Thohir di Blambangan Umpu, Lampung, mengaku bangga dengan salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama, Gerakan Pemuda Ansor, yang mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekretaris PD Muhammadiyah Way Kanan Banggakan Banom NU

"Saya bangga dengan kalian Ansor dan juga Banser. Kalian benteng terakhir NKRI. Kami berterima kasih kalian hingga saat ini masih aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan," ujar M Thohir pada kegiatan "Riungan (kumpulan) Kebangsaan", Senin (27/7), bertema "Mensinergikan Keberagaman Menumbuhkan Kemanusiaan" di aula Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Thohir mengapresiasi kegiatan berisi donor darah dan diskusi kebangsaan dengan topik "Masih Perlukah Indonesia Dengan Pancasila?" yang menghadirkan pembicara I Gede Klipz Darmaja dari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung, lalu Andreas Sugiman dari Pemuda Katolik Way Kanan, dan Ketua PC Lakpesdam Supri Iswan yang dimoderatori oleh Ponita Dewi, Duta Genre (Generasi Berencana) Indonesia 2013 yang juga presenter salah satu televisi di Lampung.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Ke depan kegiatan semacam ini harus ada lagi, kita buat lagi dan kita berdoa agar semakin baik. Tidak menjadi persoalan saya di matahari (Muhammadiyah) dan kalian di bintang (Nahdlatul Ulama). Kita bisa ha ha hi hi (bercengkerama-red) dan bergandengan tangan untuk bangsa," ujar dia lagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senada Thohir, Ketua Komisariat Pemuda Katolik Kabupaten Way Kanan Andreas Sugiman mengapresiasi kegiatan yang merupakan sinergi dan energi cinta untuk bangsa dari Gusdurian Lampung, Alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Peradah, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), TP PKK dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) tersebut.

"Ini acara positif. Ini kegiatan yang bermanfaat untuk kita semua. Kami warga gereja menolak kekerasan atas nama agama seperti terjadi beberapa pekan lalu. Pemaknaan Pancasila tidak bisa ditawar-tawar lagi," ujar Kepala Kampung Sriwijaya Kecamatan Blambangan Umpu itu lagi.

Pada kegiatan dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Way Kanan Farida Aryani, Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Khairul Huda, Ketua Pergunu Ali Tahan Uji, alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015 dan Kasatkorcab Banser Alex Almukmin beserta jajaran, OSIS dari SMKN1 Blambangan Umpu dan SMAN2 Blambangan Umpu, alumni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Baradatu, sejumlah anggota Darma Wanita Persatuan Way Kanan, Sugiman membacakan pantun: "Pergi ke pasar bersama dia, jangan lupa membeli pala, kalau bangga sebagai warga negara Indonesia, kita wujudkan nilai-nilai Pancasila," ujar Sugiman yang tercatat sebagai Bendahara Pejuang Siliwangi Kabupaten Way Kanan itu. (Tegar Inartsa Tantra/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Nasional, Ahlussunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 03 Desember 2017

NU Setuju 1 Juni Ditetapkan Hari Lahir Pancasila

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua PWNU Jawa Timur KH M Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dalam sejarah kebangsaan Indonesia. Pada saat mengusir penjajah, merebut dan memperjuangkan kemerdekaan, organisasi yang didirikan para kiai tersebut ikut andil. Juga dalam perumusan dasar Negara.

NU Setuju 1 Juni Ditetapkan Hari Lahir Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Setuju 1 Juni Ditetapkan Hari Lahir Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Setuju 1 Juni Ditetapkan Hari Lahir Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, menurut dia, harus punya tanggal lahir. "Sebagai dasar negara sampai saat ini Pancasila tidak memiliki ketetapan hari lahir, masak kalah sama yayasan yang punya hari lahir," jelas Kiai Mutawakkil saat ditemui di Mercure Grand Mirana Hotel Surabaya (1/3).

Karena itulah, kata dia, PWNU Jawa Timur mengadakan seminar nasional tentang hari lahir Pancasila. "Satu Juni dimana saat Bung Karno berpidato tentang dasar negara itulah hari kelahiran pancasila," kata Kiai Mutawakkil.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Saat ditemui di tempat berbeda, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan setuju 1 Juni sebagai hari Pancasila. Pencetus dan pengusul hari lahir Pancasila di tanggal itu di antaranya tokoh NU, KH Masjkur. "PBNU Setuju kalau hari lahir Pancasila 1 Juni," pungkas Kiai Said sembari meninggalkan ruangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam seminar ini, hadir beberapa narasumber diantaranya Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristyanto, Gubenur Jatim H Soekarwo dan pengamat sosial politik Eep Saifullah Fatah.

Lebih lanjut Kiai Mutawakkil mengatakan, hubungan Pancasila dengan Islam itu sudah final bagi NU. "Saat merumuskan Pancasila kader NU berada di dalamnya. Pada tahun 1983 NU juga mengadakan bahtsul masail di Pesantren Zainul Hasan Genggong dan memutuskan menerima Pancasila sebagai dasar negara dan dideklarasikan pada saat Muktamar NU ke 27 di Situbondo," ungkap Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini.

Ia berharap, dengan seminar ini bisa memberi pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini. (Rof maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Meme Islam, Ahlussunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 25 November 2017

Wapres Akui Salah Prediksi soal Arus Mudik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pemerintah mengakui telah melakukan kesalahan dalam memperkirakan atau memprediksi kemacetan arus mudik di jalan tol baru Pejagan - Brebes, Jawa Tengah sehingga terjadi kemacetan panjang di jalur tersebut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa, mengatakan pada saat rapat kabinet persiapan Lebaran 2016, Pemerintah sudah mengatur solusi dan kebijakan untuk meminimalkan kemacetan selama arus mudik dan arus balik.

Wapres Akui Salah Prediksi soal Arus Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Akui Salah Prediksi soal Arus Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Akui Salah Prediksi soal Arus Mudik

"Kami terlalu yakin dan optimistis dengan jalan tol baru itu dapat membantu. Ternyata masyarakat berpikiran sama, semua orang yakin, akhirnya bertumpuklah itu sehingga terjadilah musibah," kata Wapres Kalla.

Dia menjelaskan sesungguhnya Pemerintah telah membahas berbagai usulan pada saat rapat kabinet tersebut. Salah satu usulan Wapres adalah dengan menjual karcis tol di satu pintu, sehingga pintu tol bebas dilewati oleh pengendara.

"Kalau dihitung, itu memerlukan waktu 15 detik bagi orang untuk membayar tol, apalagi kalau menukar uang. Nah, kalau sejuta dikali 15 detik, sudah 15 juta detik hilang (pemberhentian di gerbang tol). Kalau dia hanya punya 15 gerbang, sudah berapa waktu bisa dihemat karena itu, tinggal lempar saja itu karcis. Tetapi itu tidak dilakukan juga," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain itu, ada pula usulan untuk memberlakukan nomor kendaraan ganjil dan genap dalam melakukan perjalanan mudik.

Misalnya, kendaraan dengan plat nomor genap diatur untuk melakukan perjalanan pada Sabtu dan Senin; kemudian kendaraan dengan plat nomor ganjil pada Minggu dan Selasa.

Namun hal itu perlu dikaji lebih dalam lagi efektivitasnya, mengingat semakin banyaknya kendaraan pribadi yang dipakai masyarakat untuk mudik Lebaran.

Terkait adanya belasan pemudik meninggal dunia akibat kelelahan di perjalanan karena macet, Wapres mengatakan Pemerintah meminta maaf atas kejadian itu dan akan melakukan evaluasi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Pemerintah sudah berusaha melayani sebaik-baiknya dan masyarakat yakin akan itu (tol baru), tetapi semua orang terlalu yakin. Jadi lain kali harus diatur lebih baik lagi," ujarnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 24 Oktober 2017

Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh

Banda Aceh, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengunjungi Pengurus Wilayah Nahdhlatul Ulama (PWNU) Aceh di Kantor PWNU Aceh kawasan Lueng Bata-Banda Aceh, Ahad (6/5).

Nasaruddin hadir ke Aceh dalam rangka memenuhi undangan seminar Harlah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Aceh, di Banda Aceh, Sabtu(5/5).

Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Menteri Agama Kunjungi PWNU Aceh

“Secara psikologis, silaturahim itu dahsyat. Memperpanjang umur kata Rasululah Saw. Apa yang kita lakukan ini, manifestasi dari silaturahim,” ujar Nasaruddin.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya juga mengajak kepada teman-teman pengurus NU, saya titipkan Pak Kanwil kita. Dalam artian begini, tegur kalau dia salah. Kemudian dibantu apa yang bisa dibantu,” lanjutnya disambut tepuk tangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kesempatan itu, Ketua PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali menyampaikan beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan di Aceh. “Dalam waktu dekat juga PWNU Aceh akan mengadakan Diklat Hisab dan Rukyat se-Sumatera yang akan dilaksanakan di Banda Aceh,” kata Lem Faisal, begitu Tgk. H Faisal Ali biasa disapa.

Puluhan pengurus NU Aceh hadir pada acara silaturahim itu. Di antaranya, Kakamenag Aceh H Ibnu Sa’dan, Wakil Ketua PWNU, Sekretaris PWNU Aceh, Ustad Asnawi M. Amin, para anak muda NU Aceh. Rais Syuriah PWNU Aceh Tgk. H. Ibrahim Hasyim menutup acara dengan doa.

Kontributor: Muhadzdzier M Salda

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Pondok Pesantren, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 15 Oktober 2017

Plagiat Hukumnya Haram bagi Penulis Ke-NU-an

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Setelah melakukan seleksi administrasi dan seleksi penulis satu bab buku ke-NU-an dengan pendekatan saintifik, panitia seleksi (Pansel) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Jawa Tengah mengumpulkan 12 penulis yang lolos tahap akhir di aula LP Maarif NU Jateng, jalan Dr Cipto 180 Semarang, Sabtu (5/3). Tim panitia memastikan karya 12 penulis bebas dari plagiasi.

Ketua LP Maarif NU Jateng H Agus Sofwan Hadi mengatakan, menulis buku ke-NU-an itu sebuah pekerjaan mulia karena akan dibaca dan dipelajari oleh guru dan siswa.

Plagiat Hukumnya Haram bagi Penulis Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)
Plagiat Hukumnya Haram bagi Penulis Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)

Plagiat Hukumnya Haram bagi Penulis Ke-NU-an

"Nulis buku pelajaran itu pekerjaan sangat terhormat dan mulia yang kelak akan menjadi sedekah jariyah karena dibaca terus oleh guru dan murid-muridnya di sekolah," ujar H Agus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Peran penulis buku ke-NU-an, tambah H Agus, sangatlah penting karena sebagai perantara antara guru dan murid dalam mengetahui Jamiyah NU, lembaga, badan otonom (banom) dan amaliah-amaliah NU.

Untuk itu, ia meminta profesionalitas penulisan buku NU dengan model Kurikulum 2013 dan pendekatan saintifik harus professional. Haram hukumnya plagiat.

"Selain itu, mashadirnya (red. referensi) harus menggunakan kitab-kitab mutabar di kalangan NU dan buku-buku yang penulisnya kredibel," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia berharap kepada 12 penulis yang lolos seleksi tahap akhir untuk menulis secara ikhlas lilahi taala. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Ubudiyah, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 03 Agustus 2017

Pikul Tiga Tanggung Jawab, NU Siapkan Landasan Seratus Tahun Kedua

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam



Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan, saat ini NU harus menyiapkan landasan untuk generasi Nahdliyin pada seratus kedua. Sebab, tugas NU tidak kecil, yaitu memikul tiga tanggung jawab, keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. 

Pikul Tiga Tanggung Jawab, NU Siapkan Landasan Seratus Tahun Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)
Pikul Tiga Tanggung Jawab, NU Siapkan Landasan Seratus Tahun Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)

Pikul Tiga Tanggung Jawab, NU Siapkan Landasan Seratus Tahun Kedua

“Munas dan Konbes ini begitu penting karena saat ini kita sedang berada di bagian akhir seratus tahun NU,” katanya pada peluncuran Munas Alim Ulama dan Konbes NU di gedung PBNU, Jumat malam (22/9). 

Kata Kiai Ma’ruf, NU harus memperkuat landasan, sebab seratus tahun kedua, NU harus take off dengan kekuatan penuh, dalam kondisi prima agar kuat berlari kencang. 

“Itulah fungsinya, posisi munas dan konebs dan muktamar yang akan datang. Tugas kita adalah menyiapkan untuk generasi berikutnya,” tambahnya.  

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Kiai Ma’ruf, NU mempunyai tugas dan tanggung jawab yaitu keislaman, sebagai organisasi Islam, sebagai jamiyyah diniyyah islamiyyah yang beraliran Ahlussunah wal-Jama’ah. 

“NU juga mempunyai tanggung jawab kenegaraan dan kebangsaan karena kita bagian dari bangsa ini, bahkan NU adalah pihak pendiri bangsa ini. Karena pendiri ini, NU memiliki tanggung jawab besar,” jelasnya. 

Tanggung jawab NU selanjutnya adalah kemanusiaan. Tanggung jawab terakhir ini adalah bersifat global karena NU tidak hanya berorientasi nasional. 

“Dari mana kita tahu itu? Dari gambar NU yang berbentuk bola dunia,” lanjutnya,  

NU harus bisa menjaga tiga tugas dan tanggung jawab agar tidak boleh saling bertabrakan. Tatkala ada benturan, berarti itu ada kesalahan. Bisa jadi kesalahan pemahaman keislaman, bisa juga pemahaman kebangsaan, dan mungkin dalam memahami kemanusiaan. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Oleh karena itu mengsinkronisasi, bersinergi, masalah keislman, kebangsaan, kemanusiaan menjadi bagian tanggung jawab NU,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ubudiyah, Quote, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 17 Maret 2017

Dipercaya Masyarakat, Akhir 2017 LAZISNU Jateng Targetkan 36 M

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam



Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah NU (LAZISNU) dibentuk untuk meningkatkan kesejahteran dan peningkatan ekonomi masyarakat yang bersumber dari para muzakki (pemberi zakat) dan dermawan. Dari para muzakki tersebut kemudian disalurkan kepada yang berhak. Sementara penyalurannya dikelola dengan administrasi dan manajemen secara profesional.

“LAZISNU sekarang mendapat kepercayaan dari masyarakat. Untuk mempertahankan kepercayaan itu, manajemen dan administrasi harus diperbaiki dan professional.”?

Dipercaya Masyarakat, Akhir 2017 LAZISNU Jateng Targetkan 36 M (Sumber Gambar : Nu Online)
Dipercaya Masyarakat, Akhir 2017 LAZISNU Jateng Targetkan 36 M (Sumber Gambar : Nu Online)

Dipercaya Masyarakat, Akhir 2017 LAZISNU Jateng Targetkan 36 M

Hal tersebut disampaikan Ketua PWNU Jawa Tengan KH Abu Hafsin pada halal bihalal dan rapat koordinasi PW LAZISNU dengan PC LAZISNU se-Jawa Tengah di Halmahera Home Stay, Jalan Halmahera No.15-16, Semarang, Sabtu (5/8).

Sementara itu, Direktur LAZISNU Jawa Tengah KH Muhammad Mahsun manargetkan pada akhir semeseter 2017, LAZISNU mendapat 36 miliar untuk 36 cabang di Jawa Tengah.?

Dia optimis target dicapai dengan usaha keras disamping meningkatnya kepercayaan masyarakat pada LAZISNU yang dipandang memiliki pengelolaan dan penyalurannya tepat sasaran.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Pada akhir semester tahun ini kami menargetkan 36 miliar untuk kita salurkan ke seluruh cabang di Jawa Tengah,” tegas Mahsun.

Rapat koordinasi LAZISNU ini selain dihadiri oleh cabang se-Jawa Tengah juga dihadiri PP LAZISNU. (Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 11 Februari 2017

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

Jember, Rohis Tegal - Rohani Islam

Tak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan adalah sebuah kebanggaan. Prestasi yang melangit adalah suatu kehormatan. Namun cerdas dan berprestasi saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan akhlak yang mulia dan ketaatan menjalankan perintah Allah, khususnya shalat. Inilah yang sesungguhnya menjadi ruh dari Masa Bimbingan Santri (Mabisa) Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur.?

Mabisa diperuntukkan bagi ? seluruh siswa baru lembaga formal Nuris. Bahasanya memang menggunakan bimbingan santri, karena semua peserta didik lembaga Nuris yang meliputi MTs, SMP, SMA, SMK dan MA –kecuali MI-- mulai tahun ini diwajibkan mondok.?

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

"Kebijakan ini untuk memudahkan bimbingan sekaligus kontrol terhadap semua peserta didik Nuris. Karena wali murid telah memasrahkan kepada kami untuk mendidik anaknya, dan kami merasa mempunyai tanggung jawab yang besar untuk itu," tukas Gus Robith Qashidi salah seorang pengasuh Pesantren Nuris kepada Rohis Tegal - Rohani Islam di sela-sela Mabisa Nuris, Ahad (24/7).

Jumlah siswa/santri baru Nuris tahun ini mencapai 1.200 orang sehingga total santri Nuris mencapai 300-an. Santri-santri baru itu menjalani Mabisa selama 2 pekan. Mabisa difokuskan pada dua hal. Pertama, pengenalan dan pengamalan akhlak-akhlaq mulia dengan mengaji kitab Tarbiyatus Shibyan. Kitab karangan KH Habibullah Rois itu sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh KH Muhyiddin Abdusshomad sekaligus digubah dalam bentuk nadzom syair sehingga enak didengar. Kedua, pengenalan dan pemantapan praktek shalat sesuai dengan tata cara shalat ala Ahlussunah wal Jamaah. Jadi, kata kunci dalam menimbu ilmu di Nuris adalah mantap akhlak dan shalatnya dulu, baru belajar sains, ilmu sosial dan sebagainya.?

"Saya meyakini, jika akhlaknya sudah baik dan shalatnya juga benar, insyaallah para santri mudah menerima pelajaran," jelas Gus Robith.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain itu, dalam Mabisa, para santri baru juga dilatih kedispilinan, misalnya baris-berbaris dengan mendatangkan pelatih dari korps TNI. Materi-materi umum, termasuk soal narkoba juga menjadi sajian dalam Mabisa Nuris.

Sejauh ini, Nuris merupakan ? pesantren yang tetap berpegang teguh dengan cita-cita awal pesantren, yaitu pembina akhlak. Namun bersamaan dengan itu, Nuris tak pernah telat untuk mengakses hiruk-pikuk dunia luar sehingga selalu bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Banyaknya santri Nuris yang meraih prestasi, mulai dari lomba robot hingga sepak bola merupakan bukti yang menahbiskan Nuris sebagai ? pesantren idaman. (Aryudi A. Razq/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, Pondok Pesantren, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock