Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (Ikapete) M Masud Adnan punya tafsir lain yang menarik soal konflik berkepanjangan antara almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan kubu Muhaimin Iskandar di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Masud Adnan, konflik sengaja dicipta Gus Dur sebagai proses kaderisasi. Menurutnya, konflik antara Gus Dur dengan ketua umum PKB Muhaimin Iskandar yang memang sengaja dikonstruk oleh Gus Dur itu merupakan bagian dari dramaturgi.

Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin

"Gus Dur harus dibedakan antara di panggung politik dengan di luar politik," kata Masud, saat menjadi pembicara di bedah buku Gus Dur Ya PKB, PKB Ya Gus Dur di ruang salsabila kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Akbar Timur 9 Surabaya, Sabtu (5/4).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kesimpulan Masud ini berdasarkan sebuah kejadian beberapa tahun lalu saat konflik terbuka antara dua tokoh ini ramai diberitakan di banyak media.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masud bercerita, suatu ketika Gus Dur dan Muhaimin menghadiri undangan seorang kiai di sebuah wilayah di pegunungan. Kiai itu, cerita Masud, bermaksud mendamaikan Gus Dur dan Muhaimin. Tapi upaya itu urung terjadi setelah Gus Dur menyampaikan bahwa tidak ada apa-apa antara dirinya dengan PKB maupun Muhaimin.

"Menariknya, setelah pulang Gus Dur dan Muhaimin satu pesawat dan tidak apa-apa," paparnya di hadapan ratusan peserta bedah buku yang mayoritas terdiri dari kader-kader muda NU ini.

"Waktu itu pas ramai-ramainya koran memberitakan konflik keduanya," imbuh penulis beberapa buku tentang Gus Dur ini.

Alhasil, Masud memahami bahwa konflik antara Gus Dur dan Muhaimin Cs tidak lebih dari sebuah dramaturgi politik Gus Dur. "Jadi Gus Dur, antara di panggung politik dan tidak, berbeda. Ini sebetulnya tradisi di Tebuireng. Di Tebuireng, Gus Dur biasa gebrak-gebrak meja, tapi setelah itu tidak ada apa-apa," katanya.

Dramaturgi yang sengaja dicipta oleh Gus Dur itu, kata Masud, adalah bagian dari kaderisasi kepemimpinan kepada kader-kadernya.

"Cara mendidik Gus Dur (kepada) kadernya (dengan cara) dibanting-banting seperti cara Nabi Khidir. Akhirnya, kader-kadernya tahan banting," Masud menguraikan.

Buku Gus Dur Ya PKB, PKB Ya Gus Dur itu berisi testimoni dari orang terdekat Gus Dur. Mereka adalah Much Munib Huda (asisten pribadi Gus Dur), Sulaiman (asisten pribadi Gus Dur 2001-akhir), Bambang Susanto (wartawan yang mengkoordinir media dalam berbagai kegiatan konferensi pers Gus Dur), dan Gus Yusuf (Pengasuh Pesantren Tegalrejo Magelang).

Sulaiman yang hadir dalam bedah buku itu bersama Munib dan Bambang mengatakan, konflik sengaja dibangun Gus Dur sebagai bagian dari kaderisasi kepemimpinan. "Gus Dur sengaja mencipta konflik untuk mengkader kader-kadernya agar siap menjadi pemimpin," tandasnya. (Abdul Hadi JM/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, IMNU, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 15 Februari 2018

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat? Gerakan Pemuda Ansor? Rizqon Halal Syah mengatakan struktur penduduk usia 30-40 tahun cukup signifikan di Indonesia. Kader GP Ansor yang berada di dalamnya diperkirakan 12 juta dengan asumsi 20 persen dari total warga NU.

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Menurut dia, Ansor adalah kelompok manusia berusia 30-40 yang berjumlah bombastis dan berpotensi besar saat ini. “Jumlah itu, bukanlah kecil dan menjadi kekuatan besar dalam bidang kemandirian ekonomi,” katanya pada pembukaan peluncuran buku karyanya berjudul “Ansor dan Tantangan Kebangsaan: Sebuah Refleksi Demografi Politik dari Sosial Capital menuju Human Capital” di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (29/10).

Jumlah itu menjadi hal yang signifikan karena saat ini Indonesia tengah menghadapi bonus demografi. Menurut dia, sekitar tahun 2030 usia produktif akan melimpah. Banyak negara yang sudah manfaatkan bonus demografi untuk menjadi kekuatan SDM ataupun ekonomi hebat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keadaan itu, jika salah urus akan madarat, sebaliknya jika diurus dengan baik akan bermanfaat. “Negara dengan mendidik dan upaya mencerahkan, seperti Cina, negara akan makmur. Kalau tak diurus, hancur,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Soal buku karyanya, adalah pengamatan dari pengalamannya yang turut melakukan kaderisasi dari Aceh sampai Papua. “Ansor seperti bapaknya, NU, kekuatan modal sosial yang dahsyat. Perjalanan kami dalam kaderisasi adalah pengalaman menarik dalam aspek demografi,” terangnya. ?

Peluncuran buku dihadiri sejumlah tokoh antara lain, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf, Prof Dr Ahmad Mubarok? dari Mubarok Center, Prof. Dr Prijono Tjiptoherijanto (guru besar ekonomi UI), Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, mantan kepala umum staf TNI Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo, para akademisi, dan ratusan kader Ansor. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sholawat, Doa, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 08 Februari 2018

Banser dan Muslimat NU Gerak Cepat Bantu Para Korban Banjir Pringsewu

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Setelah diguyur lebih kurang 12 jam pada Senin Malam (20/2/17), sebagian kawasan di Kabupaten Pringsewu tergenang banjir. Kondisi terparah terjadi di beberapa desa di Kecamatan Gadingrejo yang merupakan titik aliran sungai Mbulok.

Banjir yang menggenangi kecamatan Gading Rejo kabupaten Pringsewu tersebut tercatat di 7 lokasi wilayah pekon kecamatan setempat, Selasa (21/2/17) siang.

Banser dan Muslimat NU Gerak Cepat Bantu Para Korban Banjir Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan Muslimat NU Gerak Cepat Bantu Para Korban Banjir Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan Muslimat NU Gerak Cepat Bantu Para Korban Banjir Pringsewu

Banjir dengan ketinggian air lebih kurang 50 puluh cm mengakibatkan arus lalu-lintas padat merayap dan sebagian rumah masyarakat terendam air. Kondisi ini mengakibatkan penduduk daerah setempat harus dievakuasi karena tempat tinggal mereka tergenang air.

Kondisi ini, direspon cepat oleh Banser Kabupaten Pringsewu dengan membentuk Pos Siaga dan bantuan untuk para korban banjir. Banser Pringsewu juga melakukan pendataan titik banjir dan korban di wilayah satuan masing-masing.

Menurut salah satu anggota Banser yang ikut serta dalam pendistribusian bantuan Saifiudin, pihaknya juga mensiagakan personalia untuk Bantuan Operasional Peduli Banjir. "Kita menurunkan langsung personalian Banser ke lokasi untuk membantu para korban banjir," kata Saifi, Selasa (22/2/17).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bukan hanya Banser yang ikut membantu para korban banjir, Muslimat NU Pringsewu juga turut serta membantu para korban banjir dengan memberikan bantuan makanan dan pakaian.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Ketua PC Muslimat NU Pringsewu Hj. Ani Fitriani bantuan tersebut sudah disalurkannya langsung kepada korban banjir.

"Saudara kami Muslimat NU Parerejo Kecamatan Gading Kabupaten Pringsewu terkena banjir sampai 2 meter. Kami coba bantu. Semoga manfaat dan berkah. Amin," katanya.

Kepedulian dan gerak cepat Banom NU terlihat sangat membantu para korban banjir yang sebagian besar kehilangan harta bendanya karena hanyut tenggelam dan terseret air. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Februari 2018

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga

Medan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Munculnya aliran yang dianggap sesat menyedot perhatian warga Kota Medan, khususnya warga di kawasan Belawan dan Marelan, sehingga memunculkan berbagai tanggapan dari kalangan masyarakat.

"Yang dipegang dalam Islam adalah yang diajarkan dalam Alquran dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Jika menyalahi Al-Quran dan Hadist maka dianggap sesat," kata Dr Ramli Abdul Wahid MA dalam ceramahnya pada Diskusi Panel "Aliran Sesat dan Solusi Pemecahannya" di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut, Medan, Sumut, Rabu (21/2).

Menurut dia, terhadap ajaran sesat yang merusak iman harus dikenakan hukuman. Ia mengambil contoh pada masa awal kekhalifahan dahulu, setiap orang yang mengaku nabi akan dihukum pancung, karena dalam Islam tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga

Tapi hal itu, katanya, berlaku di negara Islam, sedangkan di Indonesia tidak bisa diterapkan.

Prof Dr Abdullah Syah MA, Ketua MUI Sumut mengatakan, "Kita akan memanggil tokoh atau pemimpin aliran atau keyakinan yang dianggap sesat itu, kita ajak muzakaroh (dialog) tentang ajarannya, setelah itu baru bisa kita fatwakan ajaran itu sesat atau tidak".

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih jauh Abdullah Syah yang juga Guru Besar IAIN Sumut itu mengungkapkan, MUI Sumut sudah banyak mengeluarkan fatwa tentang aliran sesat, seperti Ahmadiyah, Inkarus Sunnah, Islam Jama`ah dan lain-lain.

"Sampai tahun 2003, MUI sudah mengeluarkan delapan fatwa tentang paham keagamaan," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketika disinggung tentang kekuatan fatwa tersebut, ia mengatakan MUI hanya lembaga fatwa, bukan putusan hakim yang bersifat mengikat. (ant/hen)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Doa, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Februari 2018

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Jawa Barat menggelar ragam pagelaran seni budaya di halaman kantor PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung, KOta Bandung, Jabar, Sabtu (21/6) malam ini.

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar

Ragam seni dalam rangka pelantikan Lesbumi Jabar ini, di antaranya menyajikan penampilan alat musik tiup khas Sunda, karinding, dari murid-murid SMP Maarif Bandung.

Turut memeriahkan juga aksi baca puisi oleh para seniman Bandung, di antaranya Iman Soleh, kemudian pidato kebudayaan oleh KH Maman Imanulhaq.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan tersebut akan ditutup dengan pagelaran wayang golek dengan dalang Dede S Sunandar Sunarya. Ia akan membawakan lakon Budak Buncir diiringi dengan kacapai suling.

Sebelumnya, pagi, diadakan bedah buku Baban Kana karya Kh Zamzami Amin. Buku tersebut menceritakan peristiwa perang kedongdong di daerah cirebon. Selepas dhuhur diadakan upgrading seni budaya untuk menyamakan persepsi antara agama dan budaya.

Diskusi yang dipandu Ketua PW Lesbumi Jabar, Widodo Abidarda, tersebut mendaulat M Noh, mantan Rektor Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, sebagai pembicara. Hadir pada kesempatan itu, Dinaldo, salah seorang pengurus PP Lesbumi. (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Fragmen, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 02 Februari 2018

Fadhilah Puasa Asyura

‘Asyura berasal dari kata ‘asyara, artinya bilangan sepuluh. Secara istilahi Puasa ‘Asyura adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram pada Kalender Islam Hijriyah. Tahun 1435 H ini hari Asyura bertepatan dengan 14 Nopember 2013 M. Hukum puasa Asyura adalah sunnah; maksudnya sangat dianjurkan dan berpahala bagi yang menerjakannya namun tidak berdosa bagi yang tidak mengerjakannya.

Hadits dari Siti Aisyah RA yang diriwayatkan Imam Bukhori:

Fadhilah Puasa Asyura (Sumber Gambar : Nu Online)
Fadhilah Puasa Asyura (Sumber Gambar : Nu Online)

Fadhilah Puasa Asyura

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rasulullah SAW memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka. (HR Bukhari)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Diriwayatkan bahwa puasa ‘Asyura sudah dilakukan oleh masyarakat Quraisy Makkah pada masa jahiliyyah. Rasulullah SAW juga melakukannya ketika masih berada di Makkah maupun seteleh berada di Madinah.

Diriwayatkan juga bahwa ketika Nabi SAW datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Nabi Musa AS berpuasa pada hari ini. Rasulullah bersabda,

فَأَناَ أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ

Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi).

Maka kemudian beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya. (HR Bukhari)

Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah pun sempat diprotes oleh umat Islam di Madinah: “Ya Rasulallah, hari itu (’Asyura) diagungkan oleh orang Yahudi.” Maksudnya, kenapa umat Islam mengerjakan sesuatu persis seperti yang dilakukan oleh umat Yahudi? Beliau lalu bersabda: "Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.” Setelah itu, tidak hanya disunnahkan puasa pada tanggal 10 tapi juga tanggal 9 Muharram. Sayang, sebelum datang tahun berikutnya Rasulullah telah wafat.

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan keinginan beliau untuk berpuasa pada tanggal 9 dimaksudkan agar tidak persis seperti yang dilakukan oleh umat pada masa Nabi sebelumya, yakni Yahudi dan Nashrani. (Fathul Bari 4: 245)

Sebagian ulama memberikan nama tersendiri untuk puasa sunnah di tanggal 9 Muharam ini, yakni puasa Tasu’a, dari kata tis’a artinya bilangan sembilan. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa puasa tanggal sembilan ini adalah bagian dari kesunnahan puasa asyura.

Adapun fadhilah atau keutamaan puasa asyura adalah seperti digambarkan dalam hadits dari Sahabat Abdullah bin Abbas berikut ini:

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَومَ فَضْلِهِ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا اليَوْمِ يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ وَهذَا الشَّهْرُ يَعْنِي شَهْرُ رَمَضَانَ

Aku tidak pernah mendapati Rasulullah SAW menjaga puasa suatu hari karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan. (HR Muslim)

Puasa ‘Asyura disandingkan dengan puasa Ramadhan. Rasulullah SAW juga bersabda,





أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ. وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةَ، صَلاَةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. (HR Muslim)

Keutamaan yang didambakan dari puasa ‘Asyura adalah dapat menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu. Imam Abu Daud meriwayatkan dari Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ



Puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu
. (HR Abu Daud)

Begitu besar keutamaan yang terkandung pada puasa di hari ini. Bahkan sebagian ulama salaf menganggap puasa ‘Asyura hukumnya wajib. Namun berdasarkan hadits ‘Aisyah di atas, kalaupun puasa ini dihukumi wajib maka kewajibannya telah dihapus dan menjadi ibadah yang sunnah. (A Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI

Mataram, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Setelah dzuhur, sekitar 15.000 nahdliyin turun ke jalan guna mengikuti pawai taaruf untuk menyambut Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/11).

Pawai taaruf dimulai dari Masjid Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat sampai Taman Sangkareang, Mataram, NTB.

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendera NU Raksasa di Lombok Pecahkan Rekor MURI

Tak ketinggalan, dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, sejumlah pengurus PBNU, hingga Walikota Mataram juga mengikuti pawai taaruf ini. 

Saat sampai di Taman Sangkareang, Kiai Said dan rombongan disambut dengan kibaran Bendera NU raksasa. Bendera ini pun kemudian mendapat anugerah dari Museum Rekor Dunia (MURI) Indonesia sebagai bendera NU terbesar dengan ukuran 60,14 x 40,20 meter. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Said yang menerima langsung piagam MURI tersebut mengucapkan terima kasih atas anugerah yang berikan kepada NU.

"Terima kasih," katanya diiringi wajah kegembiraan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Pahlawan, Olahraga Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

PCNU Sampang Kawal Proyek Normalisasi Sungai Kamuning

Sampang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Mega proyek normalisasi Sungai Kamuning digagas untuk menanggulangi bencana banjir tahunan di kota Sampang. Dari sumber dana APBN dengan nilai anggaran Rp 365,3 miliar yang digarap selama tiga tahun atau Multi Years Contrak (MYC), mulai 2017 hingga 2019 ternyata juga mendapat perhatian dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. 

PCNU Sampang Kawal Proyek Normalisasi Sungai Kamuning (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sampang Kawal Proyek Normalisasi Sungai Kamuning (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sampang Kawal Proyek Normalisasi Sungai Kamuning

"Sebab selama ini banyak masyarakat yang menanyakan kepada kami dampak dan manfaat proyek normalisasi sungai Kamuning. Jangan sampai biaya miliaran itu sia-sia tidak bermanfaat menanggulangi banjir," tutur Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH Abd Muhaimin Abd Bari saat beraudiensi tentang kegiatan normalisasi sungai Kamuning di Aula Bappelitbangda Sampang, Rabu (7/2).

Beberapa saran PCNU Sampang terkait normalisasi Sungai Kamuning, sambung Kiai Muhaimin, adalah pengerukan di daerah muara. Dikatakan saat ini sendimen di daerah muara sudah sangat tinggi, sehingga normalisasi Sungai Kamuning akan sia-sia apabila daerah muara tidak tersentuh pengerukan, termasuk pembuatan waduk di daerah hulu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Upaya pemerintah dalam memerangi maraknya penebangan pohon hingga penggundulan bukit di daerah hulu juga dipertanyakan, sebab tidak sejalan dengan program normalisasi Sungai Kamuning.

"Kami juga menanyakan jarak kanan dan kiri sungai serta pembebasan tanah untuk jalan inspeksi, dan juga jembatan swadaya," imbuh Wakil Ketua PCNU setempat, KH Muhammad Itqon.

Menanggapi saran masukan tersebut, Kabid Praswil Bappelitbangda Sampang, Abdul Rahman, mengatakan sangat berterimakasih. Dirinya berharap, dukungan dari para ulama untuk ikut andil dalam menyukseskan program pemerintah. Banjir di Sampang  menjadi persoalan pemerintah pusat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Biaya normalisasi Sungai Kamuning hampir sama dengan pembangunan fisik di Sampang. Sekitar Rp 350 miliar lebih untuk normalisasi. Sedangkan APBD dikisaran Rp 400 milyar hingga Rp 500 miliar," tukas Rahman.

Hadir dalam audiensi tersebut diantaranya pelaksana kegiatan dari BBWS Brantas, PUPR, konsultan kontraktor, dan masyarakat terdampak serta seluruh jajaran syuriah dan tanfidziyah pcnu setempat. 

LPBINU Sampang yang menjembatani kegiatan tersebut difasilitasi oleh Bappelitbangda Sampang. Audiensi berlangsung hingga dua jam. Diharapkan audiensi bisa menjadi solusi kedepan dalam penanggulangan banjir di kota Sampang. (Hadji/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 28 Januari 2018

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Aji Prasetyo mulanya adalah seorang musisi. Dengan profesinya semacam itu ia kerap menyaksikan para tokoh masyarakat melakukan pencitraan di depan publik. Ia merasa apes karena punya kesempatan melihat keaslian mereka.?

“Aku jadi tahu siapa saja tokoh masyarakat yang hobi nongkrong di hotel mewah, apa merk whisky favorit mereka, bahkan siapa saja yang hobi main perempuan,” katanya ketika ditanya awal mula banting stir dari musisi ke komik. Penjelasan itu ia tuangkan di sebuah website buku yang menjual beberapa karya komiknya. ?

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)
Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik

Menurut Aji, awal menerjuni profesi sebagai musisi, pemandangan tokoh masyarakat itu, ia nikmati dengan berbagai pemakluman.?

“Tapi setelah perda larangan live music muncul, mendadak aku jadi sangat muak terhadap mereka. Bulan Ramadhan hanya menjadi ajang pencitraan. Bikin perda untuk mengatur moral, razia sana sini, padahal perilaku mereka sendiri ternyata jauh dari standar moral yang mereka terapkan kepada rakyatnya,” tambahnya.?

Akhirnya, ia memutuskan untuk meluapkan kejengkelan lewat coretan komik dan diupload di medso. Lantas lahirlah komik berjudul Ramadhan penuh Hikmah (2007) dan Setan Menggugat (2008). Dua komik pendek itu, yang kini telah diterbitkan dalam kompilasi Hidup Itu Indah (2010), dibuat di bulan Ramadhan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keduanya menjadi monumen awal mula peria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur 1976 itu menerjuni dunia komik untuk mengkritik berbagai hal.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pria yang kini menjadi salah seoran pengurus Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU itu melampiaskan kejengkelan melalui komik terhadap perilaku beragama yang merasa benar sendiri dengan mengkafirkan amaliyah warga NU, misalnya.

Komik itu ia beri judul “Apa Sih Maunya NU?” Komik itu ia sebarkan di media sosial. Kemudian tersebar dari grup satu grup lain di Watshapp dan media sosial lain. Komik itu pun ditanggapi komik juga oleh pihak yang merasa tersindir. Juga di media sosial.?

Komik itu dibuka dengan percakapan seseorang berpeci dan berpakaian putih, tapi mimik muka melotot dan menghujat. Ia berkata, “Ada apa dengan Banser NU?! Gereja dijaga, tapi pengajian dibubarkan. Ngaku Islam kok gitu.”

Perkataan itu ditanggap seseorang berbaju Jawa yang bahunya tersampir udeng-udeng hitam. Rambutnya gondrong dan berkacamata. Ia menanggapinya dengan muka santai sambil merokok. “Nah, opini macam begini harus dilurusin.”

Menurut pria gondrong itu, saat ini ada yang mengaku atau disebut ulama oleh pengikutnya, tapi perilakunya gemar mengkafirkan orang lain. Ulama tersebut menyebut tsunami Aceh karena warganya selalu bermaksiat. Tahlilan, ziarah, juga menjadi sasaran dia dengan menyebutnya bid’ah dan sesat. “Jangankan terhadap umat lain, sama sesama Muslim aja suka bikin sakit ati,” katanya.?

Kejengkelan-kejengkelan pria yang tinggal di Malang, Jawa Timur melalui komik itu telah membuahkan ratusan judul. Ia sebar gratis di media sosial.?

“Saya biasa menggratiskan komik-komik saya, sebagai cara saya menyebarkan propaganda perdamaian,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Habib, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 26 Januari 2018

Warga NU di Lumajang Wakafkan Tanah Senilai 150 Juta

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Seorang warga di Kabupaten Lumajang, Amir, mewakafkan tanah senilai 150 juta rupiah. Tanah yang berlokasi di Panjaitan Regency, Lumajang, Jawa Timur, dengan luas 8 meter x 18 meter ini diserahkan melalui NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU) Lumajang pada 15 Februari lalu. Demikian rilis yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam, Selasa (21/2).

Ketua NU Care-LAZISNU Lumajang H Hadiyatullah menyatakan tanah wakaf akan dimanfaatkan untuk pembangunan musala dan kantor manajemen NU Care Kabupaten Lumajang.

Warga NU di Lumajang Wakafkan Tanah Senilai 150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU di Lumajang Wakafkan Tanah Senilai 150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU di Lumajang Wakafkan Tanah Senilai 150 Juta

Amir, warga Jalan Panjaitan Kelurahan Citrodiwangsan Kecamatan Lumajang, merupakan seorang wiraswasta. Ia mewakafkan tanah tersebut dengan niat agar pahalanya dihadiahkan kepada saudaranya yang telah meninggal dunia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Biar pahala mengalir kepada almarhum saudara saya, apa lagi kalau dibuat musala dan pelayanan bagi dluafa,” ungkap Amir.

Amir menyatakan senang dapat menyalurkan wakaf melalui NU Care LAZISNU, karena menurutnya NU Care LAZISNU merupakan lembaga yang banyak didukung kiai. “Agar para kiai setiap hari mendoakan keluarga saya,” harapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Direktur NU Care LAZISNU Lumajang Mortamin Syah, mengungkapkan selain telah menerima wakaf tanah, NU Care Lumajang juga menerima wakaf berupa Juz Amma dan pupuk organic. Jumlah Juz Amma sebanyak 1000 eksemplar senilai lima juta rupiah pada 18 Februari 2017. Juz Amma tersebut disalurkan ke 50 TPQ di bawah naungan RMINU Lumajang. Adapun pupuk organic seberat 1 ton bernilai lima juta rupiah).

“Alhamdullah ada peningkatan signifikan pada Februari ini NU Care Lumajang mengumpulkan dana senilai Rp173.948.000. Padahal di tahun 2016 untuk mengumpulkan dana senilai tersebut, NU Care Lumajang harus menunggu selama satu tahun,” kata Mortamin. ?

Pihaknya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada NU Care LAZISNU Lumajang. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Kiai Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 20 Januari 2018

Masyarakat Sebetulnya Tahu Money Politik itu Dilarang

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kudus Kisbiyanto berpendapat, maraknya praktek politik uang pada Pemilu kali ini, menandakan rakyat merasa belum sejahtera. Akibat mental rakyat yang masih merasa miskin itu, uang politik dari caleg masih sangat dibutuhkan.

Menurut Kisbiyanto, Praktek money politik (politik uang) sudah jelas dilarang oleh hukum agama dan hukum negara karena tergolong sebagai suap atau sogokan.

Masyarakat Sebetulnya Tahu Money Politik itu Dilarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Sebetulnya Tahu Money Politik itu Dilarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Sebetulnya Tahu Money Politik itu Dilarang

"Sebetulnya, rakyat itu sudah tahu itu larangan. Tetapi karena mereka masih miskin (belum sejahtera) maupun mental mereka masih merasa miskin (meski sudah cukup sejahtera), uang Rp 5.000 - 20.000,- masih mau menerima," ujarnya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam di Kudus, Rabu (9/4).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kisbiyanto menyatakan menghilangkan politik uang tidak hanya dengan bicara praktek tersebut haram. Para pemimpin bangsa seperti pemerintah, DPR dan tokoh masyarakat harus bisa mensejahterakan dan memakmurkan rakyat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Jika org sudah tercukupi secara fisik dan mental, pasti money politic akan hilang, sbagaiamana di negara-negara maju yg sejahtera dan bermartabat."kata Dosen STAIN Kudus ini.

Bila pemimpin tidak mampu, kata Kisbiyanto, sama dengan merencanakan kegagalan dalam memberantas politik uang. Artinya, pemimpin tidak hanya sekedar jujur dan adil melainkan harus mampu mensejahterakan dan memakmurkan rakyatnya.

"Jadi kita harus memastikan wakil rakyat kita adalah orang yang jujur, adil dan berkomitmen pada kesejahteran dan kemakmuran masyarakat,"imbuh mantan aktivis PMII Kudus ini.

Ke depan, harap Kisbiyanto, rakyat harus memiliki nilai tawar yang kuat sehingga orang lain sungkan memberikan sogokan uang untuk menentukan pemimpin. Apalagi, ada adagium "suara rakyat adalah suara Tuhan" harus menjadi kekuatan menghindari tawaran uang.

"Disamping itu, rakyat harus kaya baik secara fisik maupun kaya secara mental.Bila sudah kaya kita tidak butuh uang sogokan,"tandasnya.

Kisbiyanto mengharap hasil pemilu 2014 ini bisa melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang mampu mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.(Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal

Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan. Ungkapan ini senapas dengan ajaran Islam yang di satu sisi manusia diimbau untuk senantiasa berusaha dalam meraih cita-cita. Tapi di sisi lain diperintahkan pula untuk berpasrah diri kepada Allah soal hasil dari usaha tersebut. Sikap ini merupakan sebuah kesimbangan (tawazun) yang menjauhkan seorang hamba dari perilaku terlalu mengandalkan dirinya sendiri lalu melupakan campur tangan Tuhan di dalamnya.

Rasulullah SAW bersabda:

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ?

Artinya, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah ketimbang mukmin yang lemah, dan keduanya mengandung kebaikan. Berupayalah maksimal untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah serta janganlah merasa tak berdaya. Apabila engkau tertimpa musibah, jangan katakan ‘Seandainya aku berbuat begini, tentu akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah, ‘Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki’, karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka (pintu) perbuatan setan," (HR Muslim).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hadits di atas menyiratkan pesan tentang pentingnya bersikap tegar, optimistis, tidak berpikir mundur, dan tidak cengeng, dengan mengembalikan urusan kepada Allah. Ketika seseorang mengalami kegagalan atau peristiwa yang tidak seperti yang didambakan, sepatutnya mengucapkan:

? ? ? ? ?

Qaddarallâhû wa mâ syâ-a fa‘ala

Artinya, "Allah telah menentukan takdirnya dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki."

(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, PonPes, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kementerian Agama dan Bank Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat kesepahaman dalam pengembangan ekonomi pesantren dan penggunaan layanan keuangan digital (LKD). Penguatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) tentang Koordinasi Pelaksanaan Elektronifikasi Pembayaran Bantuan Sosial antara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo di Jakarta, Kamis (26/05) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Selain Menag, penandatangan NK dengan Gubernur BI juga dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, serta Raden Harry Hikmat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial yang mewakili Menteri Sosial.

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren

Menag menyambut gembira Penandatangan NK ini, terlebih sebelumnya telah terjalin nota kesepahaman antara Kemenag dengan Bank Indonesia tentang Pengembangan Kemandirian Ekonomi Lembaga Pondok Pesantren dan Peningkatan Layanan Non Tunai untuk Transaksi Keuangan di Lingkungan Kementerian Agama yang ditandangani pada 5 November 2014 di Gedung Perwakilan Bank Indonesia wilayah IV Surabaya.?

Menurut Menag, NK yang kemudian dikenal dengan nama “Deklarasi Surabaya” itu ? memiliki dua substansi. Pertama, mendorong pondok pesantren sebagai penggerak sekaligus berperan sebagai instrumen sektor riil penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Kedua, peningkatan transaksi keuangan non tunai baik yang menyangkut penyerapan anggaran berbasis APBN maupun transaksi keuangan di sejumlah mitra layanan di bawah binaan Kementerian Agama.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Deklarasi Surabaya akan berakhir pada penghujung 2016 ini. Karenanya, Menag menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Koordinasi Pelaksanaan Elektronifikasi Pembayaran Bantuan Sosial yang merupakan perluasan dari Deklarasi Surabaya dengan menggandeng kementerian-kementerian terkait di dalamnya.

Menag mengaku, setelah penandatanganan Deklarasi Surabaya, terdapat capaian-capaian yang cukup menggembirakan, di antaranya: peningkatan kapabilitas santri sebagai penggerak ekonomi berbasis masyarakat dan digitalisasi layanan keuangan. Selain itu, pondok pesantren kini secara bertahap juga telah melebarkan kiprahnya, tidak hanya melahirkan ahli agama Islam, tapi juga penggerak ekonomi berbasis masyarakat.

“Penggunaan Layanan Keuangan Digital (LKD) pada beberapa pondok pesantren telah memberikan ruang transaksi yang semakin mudah, dekat, dan tidak berbelit-belit,” papar Menag. ? Putera mantan Menag alm. KH Saifuddin Zuhri ini menyatakan bahwa penggunaan LKD merupakan solusi keuangan non tunai yang praktis terutama pada koperasi-koperasi yang ada di dalam pondok pesantren.?

Ke depan, Menag berharap pondok pesantren sebagai pusat kajian keilmuan fiqih muamalah dan ekonomi syariah mendapatkan ruang aplikatif yang lebih luas sehingga ? dapat menyelesaikan problem-problem transaksi ekonomi yang berkembang dewasa ini. Pesantren juga dapat menjadi model pengembangan keuangan syariah di tingkat mikro.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, Menag optimis bahwa tata kelola Kementerian Agama berbasis APBN terutama pada akun bantuan sosial dapat meningkat akuntabilitasnya, karena penyalurannya menggunakan transaksi secara non tunai. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, IMNU, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara

Jombang, NU online. Ratusan muktamirin dan warga rela menggelar tikar di lapangan alun-alun Jombang. Mereka duduk di atas rumput untuk menonton bareng jalannya perhitungan suara pemilihan ketua umum PBNU periode 2015-2020.

Dari pantauan Rohis Tegal - Rohani Islam, perhitungan suara pencalonan Ketua Umum PBNU sendiri dilakukan di dalam tenda besar yang menjadi lokasi pembukaan muktamar Ke-33 NU. Sedangkan di utara tenda besar alun-alun ratusan muktamirin dan “peserta penggembira” menikmati layar lebar yang telah disediakan untuk nonton penghitungan suara.

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Ramai-ramai Gelar Tikar Saksikan Penghitungan Suara

"Kalau di dalam pengap, di luarkan kan udaranya bebas,” ujar Yusup, salah satu penggembira mengatakan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Beberapa kiai juga nampak rela menggelar tikar dan sajadah untuk melihat jalannya penghitungan suara. Bahkan mereka yang telah menunggu lama terlihat bertiduran di atas rerumputan dan beratab langit.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam penghitungan suara yang diikuti sebnyak 417 suara, KH Said Agil siroj mendapatkan sebanyak 287 sura disusul KH AsAd Ali sebanyak 107 suara.? Namun sebelum tahab pemilihan Ketua Umum PBNU dilanjutkan, KH Asad menyatakan mendukung kembali KH Said Agil Siroj sebagai ketua Umum.

"Terimaksih sebelumnya, Saya kalah pinter, kalah pengalamandengan beliau KH Said Agil Siraj. Terimaksih kehadiran saya tetap sebagai warga NU dan siap membantu KH Said Agil," ujar AsAd Ali mengatakan.

Dalam sidang pleno pemilihan ketua Umum PBNU yang dipimpin Profesor Ahmad Muzakky juga menyampaikan surat keberatan KH A Mustofa Bisri untuk dipilih sebagai Rais Aam periode 2015-2020. Atas keberatan ini, Tim Ahwa yang beranggotakan 9 orang akhirnya menetapkan KH Makruf Amin yang sebelumnya ditunjuk sebagai wakil Gus Mus ini menjadi Rais Aam PBNU.

"Karena KH A Mustofa Bisri menyatakan keberatan untuk ditunjuk kembali menjadi Rais Aam. Untuk itu, maka kita tetapkan KH Makruf Amin sebagai Rais Am PBNU periode 2015-2020, Al Fatihah," ujarnya seraya mengetok palu sidang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ubudiyah, Doa, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 21 Desember 2017

Ancam NKRI, Pagar Nusa Siap Bubarkan Konferensi HTI

Tasikmalaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat siap membubarkan Konfereni Islam dan Peradaban yang akan dilaksanakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Asia Plaza Kota Tasikmalaya pada Ahad 1 Juni 2014 besok. Konferensi tersebut rencananya akan dihadiri anggota HTI se-Priangan Timur.

Ancam NKRI, Pagar Nusa Siap Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ancam NKRI, Pagar Nusa Siap Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ancam NKRI, Pagar Nusa Siap Bubarkan Konferensi HTI

“Jika aparat, baik pemerintah Kota Tasikmalaya, Polri maupun TNI tidak mampu membubarkan Konferensi HTI tersebut, maka kami PC Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya siap membubarkan acara tersebut dengan segala resikonya,” tegas Yoga Arif Maulana, salah seorang koordinator aksi saat melakukan aksi pembubaran Konferensi Peradaban Islam HTI di Tugu Adipura Kota Tasikmalaya tadi siang.

Aksi pembubaran acara HTI tersebut dilakukan, lanjut Yoga, karena jelas mereka merupakan aliran yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan membiarkan acara tersebut berlangsung, katanya, berarti kita membiarkan mereka merongrong keutuhan bangsa.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ya jelas, mereka itu melakukan makar terhadap keutuhan NKRI dan persatuan bangsa. HTI ingin merubah dasar negara kita, mereka tidak mengakui Pancasila, UUD 45. Maka, sudah merupakan kewajiban kita sebagai penerus perjuangan para ulama pendiri bangsa untuk mengusir dari bumi Indonesia,” paparnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Yang paling menyakitkan, dia menambahkan, pelaksanaan konferensi tersebut bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila. “Ini bentuk pelecehan terhadap bangsa. Ini ada apa? Masa aparat pemerintah, TNI maupun Polri membiarkan para pelaku makar melakukan acara tepat di hari kelahiran Pancasila, 1 Juni. Apakah mereka tidak mengetahui perjuangan para pahlawan pendiri bangsa kita,” ucap Yoga.

Ditemui di sela-sela aksi, Ketua Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Moch An’am Nazily menambahkan, jika HTI tetap melaksanakan acara tersebut, maka Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya akan turun lagi dengan jumlah pasukan lebih banyak. “Harap dicatat, aksi hari ini tidak akan berhenti sampai di sini. Target kita acara HTI harus bubar. Selamatkan NKRI, selamatkan Pancasila dan kita selamatkan Aswaja,” tegasnya.

Sementara itu, dalam aksi tersebut, peserta aksi memasangkan spanduk penolakan bertuliskan “Bubarkan Hizbut Tahrir Indonesia” di lokasi aksi dan Asia Plaza, tempat yang akan dijadikan lokasi acara HTI tersebut. (Asep Sufian Sya’roni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 17 Desember 2017

Tanggapan atas Kisah Berdirinya NU Versi Habib Luthfi (III-Habis)

Oleh: Muhammad Ali Rahman

Mengacu pada data peristiwa sejarah yang diuraikan pada tulisan terdahulu (Baca:Tanggapan atas Kisah Berdirinya NU Versi Habib Luthfi (I) dan Tanggapan atas Kisah Berdirinya NU Versi Habib Luthfi (II), sangat tidak memungkinkan terjadinya peristiwa di Masjidil Haram yang melibatkan Kiai Hasyim Asy’ari pada tahun-tahun itu.

Kemudian, untuk memperjelas bagaimana sulitnya transportasi menuju Makkah, saat itu, di antaranya kita bisa cermati perjuangan Kiai NU ketika hendak mengirim utusannya ke Muktamar Alam Islami. Langkah awal, harus mencari dana, yang akhirnya terkumpul sebesar f 1500.28,5 (mata uang Hindia Belanda). Pendanaan siap, dan KHR Asnawi, Kudus (Jawa Tengah), sebagai utusan pun juga siap. Langkah berikutnya, Kiai Wahab menghubungi perusahaan pelayaran di Tanjung Perak, Surabaya. Ternyata, setelah beliau sampai di pelabuhan Tanjung Perak, kapal yang menuju Arab Saudi sudah berangkat. Maka gagallah pemberangkatan Kiai Asnawi untuk menghadiri muktamar di Makkah.

Dua tahun kemudian, utusan NU yang diwakili oleh Kiai Wahab dan Syaikh Ghanaim, baru bisa berangkat, yakni pada 19 Maret 1928 M, dan tiba di Makkah pada 7 Mei 1928 M. Utusan NU ini pun bukan untuk mengikuti muktamar, melainkan menemui langsung Raja Arab Saudi, Abdul Aziz Al-Saud, guna menyampaikan surat dari NU.

Tanggapan atas Kisah Berdirinya NU Versi Habib Luthfi (III-Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggapan atas Kisah Berdirinya NU Versi Habib Luthfi (III-Habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggapan atas Kisah Berdirinya NU Versi Habib Luthfi (III-Habis)

Uraian ini, baru persoalan transportasi, belum lagi ketatnya pengawasan pihak Raja Abdul Aziz Al-Saud terhadap semua bentuk kegiatan Aswaja di Hijaz. Pada tahun-tahun itu sulit melakukan diskusi di Masjidil Haram yang berkaitan dengan Aswaja. Satu misal, diinformasikan surat kabar Pewarta Surabaya, yang memberitakan nasib ulama asal Indonesia, yakni KH Mukhtar. Beliau nyaris dihukum mati, atau diusir dari Hijaz, hanya karena menjawab pertanyaan jamaah, mengenai sunnahnya membaca "ushalli" menjelang shalat, dengan merujuk pada kitab Tuhfah.?

Berikutnya, kita cermati kembali tugas Kiai Hasyim seperti diceritakan Habib Luhtfi. Setelah dari Habib Hasyim di Pekalongan, beliau menemui salah seorang gurunya, yakni Syaikhona Kholil, di Bangkalan. Setelah bertemu. terjadilah dialog:

Syaikhona ? : ? Laksanakan apa niatmu. Saya ridha seperti ridhanya Habib Hasyim. Tapi saya ? juga minta tolong, nama saya jangan ditulis.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Hasyim: ? Bagaimana Kiai, kok tidak mau ditulis semua?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Syaikhona ? : ? Kalau mau tulis silakan, tapi sedikit saja.?

Di luar konteks ketidakmungkinan seperti yang penulis urai tadi, keterangan dan rangkaian kalimat ini ganjil; dari sisi tatakrama atau pun dari sisi fakta.?

Pertama, Syaikhona Kholil adalah guru Kiai Hasyim. Sebagai seorang santri, apalagi santri di masa itu, lazimnya mendahulukan gurunya sebelum yang lain. Namun dalam cerita itu, Kiai Hasyim menemui Habib Hasyim terlebih dadulu, baru ke Syaikhona. Secara georafis pun, jarak tempuh dari Tebuireng lebih dekat ke Bangkalan ketimbang ke Pekalongan.

Hal lain. cerita ini menimbulkan kesan, ridhanya Syaikhona terhadap niatan santrinya, setelah diridhai Habib Hasyim. Serta mengesankan, kedua tokoh itu sama-sama memiliki tingkatan spiritual, dalam pengertian adikodrati yang tinggi. Sehingga, jarak yang jauh antara Makkah-Indonesia, dan antara Pekalongan-Bangkalan bisa disadapnya.?

Kedua, dialog antara Syaikhona dan Kiai Hasyim digambarkan begitu akrab. Sementara jika merujuk pada keterangan Kiai As’ad Syamsul Arifin, ketika tahun 1920 M, sebanyak 66 ulama seluruh Indonesia datang ke Bangkalan, ingin bertemu Syaikhona guna memohon petunjuk terkait dengan gerakan aliran baru anti madzhab, mereka terlebih dahulu menemui Kiai Muntaha, menantu Syaikhona, yang tinggal di daerah berbeda di Bangkalan.

Setelah para ulama itu menjelaskan maksudnya, sebagaimana ditirukan oleh Kiai As’ad, satu di antara mereka berkata:

“Bagaimana Kiai Muntaha, mohon dihaturkan ke Kiai Kholil, karena kami tidak berani sowan langsung. Kami semua sudah sama-sama azam untuk bertemu Hadratus Syaikh Kiai Kholil. Kami tidak ada yang berani kalau bukan panjenengan yang mengantarkan…” Kisah ini menggambarkan betapa kharismatiknya Syaikhona serta tawadhu’-nya para ulama saat itu.

Ketiga, cerita ini terbalik dengan keterangan Kiai As’ad Syamsul Arifin, di mana Kiai Hayim yang datang menemui Syaikhona menyampaikan amanat dari ulama di Haramain. Sedangkan dalam keterangan Kiai As’ad, beliau diutus Syaikhona untuk menemui Kiai Hasyim, yang menjadi jawaban dari istikharahnya berkenaan dengan gagasan akan membentuk wadah bagi Ulama Aswaja—seperti diurai di atas.?

Keempat, terkait dengan narasumber. Kiai As’ad Syamsul Arifin adalah santri Syaikhona, pelaku peristiwa, menyampaikan sendiri kisahnya, dijelaskan dengan tahun peristiwanya, dan termasuk juga pendiri NU. Secara data, keterangan Kiai As’ad, ada bukti rekamannya, bahkan tidak hanya satu kali kisah itu disampaikan. Setidak-tidaknya, yang penulis tahu ada dua rekaman, walau redaksinya agak beda, tapi intinya sama. Kisah itu juga pernah disampaikan ke Chairul Anam ketika mewawancarai untuk materi buku Pertumbuhan & Perkembangan NU.

Sedangkan keterangan Habib Luthfi, yang katanya didapat dari Kiai Irfan, tidak dilengkapi dengan penjelasan siapa tokoh Kiai Irfan yang dimaksud. Apakah beliau terlibat langsung saat peristiwa di Masjidil Haram tersebut, sehingga mengetahui kisahnya. Apakah semasa dengan Syaikhona dan Habib Hasyim dan seterusnya dan sebagainya. Terlepas siapa Kiai Irfan, yang pasti, keterangan Kiai As’ad Syamsul Arifin yang runutannnya jelas dan selaras dengan data-data tertulis tentang pembentukan NU, sehingga memenuhi syarat ilmiah dalam standar penulisan sejarah.

***

Dari semua uraian di atas, menjadi jawaban, mana yang bisa diterima, mana yang tidak. Adapun keterangan: “Dan ternyata sejarah tersebut juga dicatat oleh Gus Dur,” kiranya tidak perlu diurai lebih lanjut. Sebab tidak ada penjelasan, dicatat dalam bentuk apa, di mana, dan seperti apa rinciannya. Sedangkan Gus Dur sudah wafat, yakni pada 29/12/2009 M; sementara kisah itu disampaikan pada 2010 M—sebagaimana diurai di atas.

Namun demikian, jika Habib Luthfi, sebagai shahibul kisah memiliki bukti materi yang kuat dari apa yang dikisahkan, sebaiknya didiskusikan dalam forum ilmiah dengan melibatkan berbagai pihak, terutama para penulis sejarah NU yang selama ini menjadi rujukan. Dengan demikian akan lebih jernih dan jelas, sehingga tidak timbul kerancuan yang ujungnya bisa saja dapat mengaburkan sejarah NU dari aslinya.?

Demikian tanggapan penulis, semoga bermanfaat dan mohon maaf jika terdapat kesalahan. Wallahu a’lam.





Penulis tercatat sebagai pengurus di salah satu Lembaga dan Banom NU; penulis buku "Riwayat Syaikhona Kholil Bangkalan, Isyarah & Perjuangan di Balik Berdirinya NU", "Istighatsah An-Nahdliyah", "Syair Gus Dur", dan lain-lain.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 13 Desember 2017

Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sepuluh Nopember Surabaya menggelar upacara peringatan kemerdekaan RI yang ke 70 di halaman Gedung Majelis Wakil Cabang NU Sukolilo, Senin, (17/8).

Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI

Dalam upacara yang sederhana, mereka mengenakan pakaian ala santri. Para peserta putra mengenakan sarung beserta peci. Sedangkan putri berkerudung.

“Alasannya mengenakan pakaian ala santri adalah untuk menanamkan nilai kesantrian serta mampu meneladani peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan,” ungkap Fajar, pembina upacara, ketika ditanya selepas upacara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Peserta dari upacara ini sebagian besar adalah anggota baru PMII Sepuluh Nopember yang baru saja dilantik Senin dini hari.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Upacara tersebut menarik perhatian pengguna jalan depan Gedung MWC NU Sukolilo ini. Sebagian warga yang melintasi depan gedung memperlambat laju kendaraannya. Bahkan ada juga warga yang mengabadikan momen unik tersebut melalui kamera smartphone. (Ahmad Hanan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Quote, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 10 Desember 2017

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016

Sumenep, Rohis Tegal - Rohani Islam

Seorang santri Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep Madura, Khoironi El-Zihab lolos dalam Program Kepemimpinan Muda Indonesia-Amerika 2016 atau Indonesia-The United States Youth Leadership Program 2016 (I-US YLP 2016). Siswa MA Tahfidh Annuqayah tersebut melenggang ke program mendunia bersama guru SMA 3 Annuqayah, Moh Khatibul Umam.

"Keduanya akan ke Amerika Serikat sekitar sebulan pada Juli mendatang," terang Muhammad Mushthafa, Rabu malam (3/2/2016).

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Annuqayah Lolos Program Kepemimpinan Muda RI-AS 2016

Jebolan Universitas Utrecht tersebut menambahkan, alumnus Annuqayah Masyithah Mirza, menambah kegembiraan keluarga besar Pesantren Annuqayah yang juga lulus dalam program Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (MEP) 2016. Ia akan ke Australia selama sekitar 2 pekan.

Masyithah merupakan alumnus Pesantren Annuqayah ketiga yang lulus dalam program MEP. Yang pertama adalah Hasan Basri pada tahun 2009, dan yang kedua ialah Bernando J Sujibto pada pada tahun 2011 lalu. (Hairul Anam/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Doa, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 07 Desember 2017

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengingatkan kehadiran digital yang masuk ke semua lini kehidupan.

“Digital tidak pandang bulu. Agama apapun, agama Islam sekalipun,” katanya saat menghadiri Peluncuran Aplikasi NU Mobile, Televisi NU Channel, Data Center, Arab Pegon, dan Mobil Halal Investigasi di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (17/11) malam.

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone

Menurutnya, kehadiran digital menimbulkan banyak perubahan pada kehidupan. Dulu, katanya, qari dalam membaca Al-Qur’an itu membaca Al-Qur’an cetak, tapi sekarang qari tidak membawa Al-Qur’an cetak melainkan membacanya melalui ponsel.

Hal itu, menurutnya, sesuai dengan data yang menunjukkan bahwa penggunaan smartphone tidak terjadi perubahan. Dengan kata lain, aktivitas penggunaannya tetap tinggi, dari bangun sampai mau tidur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Jadi ini betul-betul merasuk ke kehidupan kita,” ujar pria kelahiran Bogor, Jawa Barat ini.

Oleh karena penggunaan yang sudah tak terbendung itu, Rudi pun mengingatkan tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan smartphone.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hadir pada peluncuran aplikasi ini Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, Staf Kepresidenan Teten Masduki, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini, Bendahara Umum PBNU H Ing Bina Suhendra, dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Ubudiyah, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 02 Desember 2017

Jawa Tengah Juara Umum di Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional

Bangka Tengah, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kontingen pramuka madrasah asal Jawa Tengah menjadi juara umum perlombaan pada event Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN III) tahun 2017. Kepastian Jawa Tengah menjadi juara umum diketahui setelah diumumkan pada malam penutupan PPMN III yang digelar di Bumi Perkemahan Selawang Segantang, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (19/05) malam.

PPMN III dimeriahkan dengan beragam aktivitas. Selain kegiatan kepramukaan dan bakti sosial, ada juga karnaval dan perlombaan. Pengumuman para pemenag lomba menambah kemeriahan proses penutupan PPMN III.

Jawa Tengah Juara Umum di Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Jawa Tengah Juara Umum di Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Jawa Tengah Juara Umum di Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional

Mengawali pengumumannya, perwakilan Panitia PPMN Widiaji menyampaikan bahwa para juara akan mendapatkan uang pembinaan. Untuk juara 1 sebesar Rp5 juta, juara 2 sebesar Rp4.5 juta, juara 3 sebesar Rp4 juta.

Uang pembinaan juga diberikan kepada juara harapan 1 sampai 3 dengan besaran Rp3.5 -Rp2.5 juta. Sedang untuk lomba Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3) lingkungan tenda hanya mendapatkan Piala Bergilir.

Selain aktivitas kepramukaan, kegiatan bertema Pramuka Madrasah Kreatif, Terampil dan Berkarakter ini juga mengadakan talkshow wawasan kebangsaan, lomba bercerita tentang jasa pahlawan Islam Indonesia, Pionering Aplikatif Budaya Nusantara, lomba pembuatan film cinta tanah air, pemencahan Rekor MURI tentang Pantun Melayu Talibun, Karnaval Budaya, Outing Kebangsaan, Ikrar Pramuka Madrasah Cinta NKRI, dan Bakti Sosial. (Kemenag/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock