Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ratusan santri Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilatih hypno motivation, Sabtu (22/4). Pelatihan ini diberikan untuk menguatkan jiwa dan mental dengan harapan mereka memiliki ketahanan moral dan spiritual di tengah perkembangan arus globalisasi.

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation

Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah ini dihadiri Trainer Hypno Motivation Holil Hasyim Asy’ari didampingi sejumlah pengasuh dan tokoh agama di Kota Kraksaan.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan jiwa santri yang sesuai dengan nilai-nilai Islami.

“Terkadang kita lupa, bahwa Islam itu memiliki segala-galanya. Akan tetapi karena kita terlena, maka kita lupa segalanya,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Melalui kegiatan hypno motivation ini Hasan Baharun mengharapkan agar santri memilki kekuatan mental dan spiritual, sehingga akan terbentuk karakter santri yang sesuai dengan harapan masyarakat dan tidak goyah dengan perkembangan Iptek dan modernisasi.

Sementara Trainer Hypno Motivation Holil Hasyim Asy’ari mengatakan santri harus kembali kepada khittahnya. Dalam artian mereka harus selalu ingat pada sang pencipta di tengah-tengah ikhtiarnya. “Nilai-nilai spiritual santri harus terus dibangkitkan dan dioptimalkan dari banyak sisi, agar santri benar-benar sesuai dengan fitrahnya,” katanya.

Sudah saatnya semangat santri dalam belajar dan menimba ilmu perlu ditata ulang. “Apalagi semangat barokah sekarang sudah mulai tergerus oleh kepentingan-kepentingan yang sangat bervariasi. Belajar sambil beribadah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Santri, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 27 Februari 2018

Waswas Ketika Takbiratul Ihram

Sering kita menemui sebagian orang ketika hendak mengerjakan shalat terkena penyakit yang namanya waswas, misalnya saat sedang berwudlu' hendak melaksanakan shalat, saat mengangkat tangan dalam takbiratul ihram, atau saat selesai buang air kecil maupun besar merasa kurang bersih dan ragu akan kesucian pakaian yang sedang dipakai. Semua itu diakibatkan penyakit wawas yang sedang mengidap pada diri seseorang.Waswas adalah penyakit yang diderita seseorang akibat ketidaktahuan atau kurang mengerti tentang hukum syari'at Islam. Waswas merupakan salah satu godaan dari setan yang disematkan pada diri seseorang sehingga kondisi orang tersebut menjadi ragu-ragu dalam melaksanakan ibadah, dalam hal ini waswas menyerang orang yang sedang takbiratul ihram. Dalam Kitab Tuhfatul Habib dijelaskan,

? ? ? ? ? ? ?

Waswas saat Takbiratul Ihram adalah bagian dari godaan setan.

Waswas Ketika Takbiratul Ihram (Sumber Gambar : Nu Online)
Waswas Ketika Takbiratul Ihram (Sumber Gambar : Nu Online)

Waswas Ketika Takbiratul Ihram

Sehingga seseorang yang waswas saat takbiratul ihram mengulang-ulang takbirnya, ia melakukan takbir pertama lalu ragu, takbir kedua lagi lalu ragu, takbir ketiga juga masih ragu, hingga takbir terakhir baru ia bisa menenangkan hati dan niat takbiratul ihram.

Penyebab waswas seperti dijelaskan para ulama' fiqh disebabkan karena ketidaktahuan orang tersebut mengenai takbiratul ihram, atau cara istihdhar qolb (adanya niat yang kuat) ketika hendak mengerjakan shalat, karena orang yang waswas pada hakikatnya hanya memberatkan diri sendiri dalam masalaha ibadah dan seharusnya adalah melawan rasa waswas itu sendiri dengan berdzikir dan mengingat Allah SWT. Keterangan ini juga terdapat dalam Kitab Tuhfatul Habib,

? ? ? ? ? ? ? ?

Waswas adalah penyakit akal atau ketidaktahuan dalam masalah agama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Maka alangkah baiknya orang yang mengidap waswas dalam takbiratul ihram sedikit demi sedikit belajar semua hal yang berkaitan dengan takbiratul ihram, sehingga bisa mengurangi rasa waswas yang selama ini dideritanya. Begitupun waswas yang masuk pada ibadah lain cara mengobatinya juga sama sebagaimana cara dalam takbiratul ihram.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih banyak seseorang berdzikir mengingat Allah SWT maka semakin menjauh rasa waswas tersebut, maka sebelum takbiratul ihram hendaknya orang yang terkena waswas membaca Ta'awwudz ('Audzubillahi minassyaithanirrajim), sembari memohon kepada Allah SWT untuk dijauhkan dari penyakit waswas.

(Pen. Fuad H/ Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 25 Februari 2018

Mahal dan Langka, LPPNU Sidoarjo Berikan Bibit Cabai ke Setiap MWCNU

Sidiarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Sidoarjo menyerahkan bibit dan benih cabai kepada pengurus MWCNU yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Pemberian ini dilakukan langsung oleh Ketua LPPNU Sidoarjo Supriyono kepada sejumlah pengurus MWCNU di kediaman Ketua LPPNU di Desa Candi Negoro, Wonoayu, Sidoarjo, Ahad (15/1).

Supriyono menegaskan, hal ini dilakukan lantaran melihat situasi tanaman cabai yang langka dan harganya mahal. Pihaknya mencoba memberikan bibit ini ke setiap PAC agar ditanam di lingkungannya supaya bisa dibudidayakan. Sehingga ketika ada kelangkaan cabai, tanaman cabai tersebut bisa dimanfaatkan.

Mahal dan Langka, LPPNU Sidoarjo Berikan Bibit Cabai ke Setiap MWCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahal dan Langka, LPPNU Sidoarjo Berikan Bibit Cabai ke Setiap MWCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahal dan Langka, LPPNU Sidoarjo Berikan Bibit Cabai ke Setiap MWCNU

"Melihat potensi cabai yang ada di MWCNU masing-masing, diharapkan setiap PAC menanam untuk membantu persediaan cabai. Tidak hanya cabai, di setiap PAC juga ada tanaman yang bisa dimanfaatkan masyarakat seperti tomat dan bawang. Kami akan melakukan kerja sama dengan dinas terkait untuk budi daya ini," kata Supriyono.

Menurutnya, cabai merupakan kebutuhan pokok yang tak pernah lepas saat orang memasak. Karena tanpa cabai, masakan pun jadi hambar. Hal itulah yang mendorong harga cabai naik apalagi kalau musimnya tidak mendukung seperti ini (musim hujan). Sehingga proses penanamannya juga harus diperhitungkan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tanaman tomat, cabai, dan bawang merupakan tanaman yang tidak suka dengan air. Sehingga memicu kenaikan harga. Untuk itu, minimal setiap MWCNU bisa menanam cabai baik di lahan kosong, pot maupun polibek agar nanti bisa dipanen sendiri. Benihnya ditanam sendiri dengan kompos, seminggu di pindah ke polibek," ujar Supriyono.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia berharap, pengurus MWCNU yang mempunyai kemampuan di bidangnya masing-masing membantu masyarakat atau petani yang memerlukan bantuan. Semisal ada pengurus MWCNU mampu di bidang budi daya, ia harus siap membantu atau terjun ke lapangan, memberikan pemahaman bagaimana cara mengelolah lahan dan lain sebagainya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 19 Februari 2018

Gerakan Hari Bakti Lingkungan Ansor NU Jakarta Utara

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor NU) Jakarta Utara menggelar gerakan hari bakti penghijauan di lingkungan Masjid se-Jakarta Utara.

”Program penghijauan di lingkungan masjid di Jakarta Utara, merupakan program yang terus dikembangkan dengan pihak-pihak terkait, sehingga ke depan tidak ada lagi masjid di Jakarta Utara kebanjiran dan kepanasan, karena salah satu tujuan penghijauan tersebut adalah peresapan air,” ujar Ketua PC GP Ansor NU Jakut Abdul Azis, Ahad (27/6).

Gerakan Hari Bakti Lingkungan Ansor NU Jakarta Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Hari Bakti Lingkungan Ansor NU Jakarta Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Hari Bakti Lingkungan Ansor NU Jakarta Utara

Abdul Aziz, menyampaikan program penanaman pohon yang mereka sampaikan kepada Walikota tersebut dalam rangka  memeringati Gerakan Hari Bakti Lingkungan.  Penanaman pohon itu akan diawali di Masjid Al-Husna di Tanjung Priuk dalam waktu dekat ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

”Pohon yang kami berikan ke masjid, berjumlah enam ratus bibit pohon produktif,” ujarnya

Begitu juga beberapa pihak sudah menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung GP Ansor melaksanakan program tersebut, seperti Sudin Pertamanan menyumbang 100 pot dan 100 pohon mangga.  PT Bogasari menyumbang 300 pohon,  terdiri dari pohon Mangga dan  Jambu. Jakarta International Container Terminal  (JICT) menyumbang 3.600 buku tulis, dan Sudin Pertanian menyumbang 100 Pohon Mangga dan 100 Jambu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Jadi setiap pohon yang akan ditanam umumnya adalah pohon  produktif dan pohon pelindung. Kami akan mendukung pemerintah untuk  bersama-sama membangun Jakarta Utara menjadi lebih maju dan berkembang,"  tukas Azis.

Abdul Azis berharap kedepan, bukan hanya pemkot dan JICT yang peduli terhadap masyarakat akan tetapi seluruh steakholder di Jakarta Utara, lebih memperhatikan dan peduli terhadap masyarakat.

Sementara itu,  Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiono mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih aktif untuk berperan dalam menjaga dan melestarikan keindahan lingkungan di wilayah Jakarta Utara.

Walikota juga sangat berapresiasi kepada Ansor Jakarta Utara dalam melakukan penghijauan di lingkungan masjid di Jakarta Utara ”Kami bangga dan apresiasi kepada Geraka Pemuda Ansor Jakarta Utara yang mengadakan kegiatan penghijauan di lingkungan Masjid,” ujarnya

Selain membuka resmi kegiatan tersebut, Bambang Sugiono juga mencanangkan hari bakti lingkungan pemuda Ansor Jakarta Utara di tahun 2010 dengan semangat kepemudaan di Jakut. Ia berharap program semacam ini, ke depan terus berkelanjutan dan berkesinambungan dikalangan masyarakat Jakarta Utara. 

Walikota hadir didampingi oleh para pejabat dilingkungan pemerintah Jakarta Utara seperti Kapolres dan KODIM 0502 Jakarta Utara Letkol H Irman Jaya Tahir. Hadir pula sejumlah tokoh masyarakat dan Pimpinan OKP, Ormas Muhamadiyah dan NU, Muslimat dan PCNU Jakarta Utara.

Sekadar catatan, jumlah Masjid yang  tersebar di enam kecamatan di Jakarta Utara sebanyak 476 bangunan, dan  951 Mushola. Sedangkan  di masing-masing kecamatan antara lain, Kecamatan Cilincing (108),  Penjaringan (60), KOja (84), Kelapa Gading (40),  Tanjung Priok (129), dan Pademangan  (55).  (hud)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 16 Februari 2018

Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sepekan setelah Lebaran warga Pekalongan dan sekitarnya biasanya merayakan Syawalan atau ‘Lebaran’ kedua, setelah sebagian warga yang berpuasa sunah selama enam hari, mulai pada tanggal 2 Syawal. Syawalan inilah yang menjadi pertanda puasa mereka berakhir. Di daerah lain Syawalan ini disebut pula dengan nama Lebaran Ketupat.

Syawalan di Pekalongan, beberapa tahun belakangan ini terpusat di dua tempat, di Krapyak dan Linggoasri. Meskipun esensinya sama, yakni merayakan Syawalan, akan tetapi keduanya dikemas dengan cara berbeda.

Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono (Sumber Gambar : Nu Online)
Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono (Sumber Gambar : Nu Online)

Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono

Di Krapyak Lor Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan, tradisi Syawalan yang digelar pada hari Kamis (15/8) dimeriahkan dengan dua lopis raksasa. Dua lopis raksasa dengan berat masing-masing 1,3 ton dan 900 kilogram itu mulai dimasak oleh warga Gang VIII dan warga di Gang III Kelurahan Krapyak Lor tiga hari sebelum hari-H.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Lopis diangkat dengan bantuan mobil derek. Lopis ini dimasak selama empat hari tiga malam," terang Syaiful, Sekretaris Panitia Syawalan dan Lopis Ageng.

Simbol perekat silaturahmi

Pada hari-H, dua lopis sudah ditempatkan di tempat pemotongan. Walikota Pekalongan, HM Basyir Ahmad, secara simbolis memotong kedua lopis kemudian membagikan kepada warga. Selang kemudian, para pengunjung yang datang dari berbagai daerah berebut lopis raksasa tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para pengunjung memperebutkan Lopis tersebut yang maksudnya untuk mendapat berkah. Pembuatan Lopis dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat Krapyak dan dengan masyarakat daerah sekitarnya, hal ini diidentikkan dengan sifat lopis yang lengket.

Warga sekitar biasanya menyediakan makanan ringan dan minuman secara gratis kepada para pengunjung. Setelah pembagian lopis selesai, biasanya para pengunjung berbondong-bondong ke obyek wisata Pantai Slamaran Indah untuk menikmati pantai atau menikmati meriahnya hiburan gratis. Sebelumnya acara juga dimeriahkan dengan acara kirab budaya yang menampilkan berbagai macam kebudayaan.

Gunungan Megono

Berbeda dengan warga Krapyak yang menampilkan lupis raksasa, masyarakat Kabupaten Pekalongan memeriahkan Syawalan dengan membuat gunungan nasi megono. Megono adalah nama kuliner khas Pekalongan, yang bahannya dari buah nangka.

Objek Wisata Linggo Asri Kecamatan Kajen menjadi lokasi rebutan gunungan warga. Ribuan warga yang hadir rela berdesak-desakan memperebutkan makanan khas berasal dari Kabupaten Pekalongan itu.

Seorang warga, Tuti, mengaku ikut senang berebut gunungan nasi megono sebagai upaya mendapatkan berkah dalam hidupnya. 

"Gunungan nasi megono ini dipercaya masyarakat mempunyai kelebihan jika orang itu mampu makan nasi itu sehingga saya ikut berebut supaya dapat berkah dan tambah rejeki," ungkapnya.

Acara ini juga dimeriahkan kirab dan pertunjukan tari "Kuda Lumping" dan "Jatilan Satriyo Budoyo" dari Karanggondang, Kecamatan Karanganyar. Sedangkan kirab diikuti peserta yang terdiri atas "cucuk lampah" sebagai pimpinan rombongan yang diikuti rombongan silat temanten, grup rebana, kesenian "ngarak pengatin sunat", kuda kepang, egrang, dan sepasang gajah membawa gunungan nasi megono dan hasil bumi dari Balai Desa Linggoasri menuju lapangan parkir Wana Wisata.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Kiai, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 14 Februari 2018

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam ?

Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri mengomentari pameran lukisan Nabila Dewi Gayatri dengan menunkil sebuah hadits “Innallaha jamil yuhiibul jamal”. Artinya Allah itu Maha Indah menyukai keindahan. Ciptaan-ciptaan Allah yang serba indah menginspirasi makhluknya, manusia, untuk menirunya. Atau dengan istilah lain, berkesenian.

?

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai

“Angin dengan tinggi rendah temponya menggesek daun-daun cemara, ditingkahi irama alunan ombak laut dan rintik hujan, menginspirasi manusia untuk melahirkan seni musik,” kata kiai yang akrab disapa Gus Mus tersebut pada katalog pameran bertajuk Sang Kekasih yang akan dibuka Ketua Umum PBNU di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (8/5). ?

Sementara keindahan laut, lanjut kiai yang penyair dan pelukis itu, dengan riak-riak ombak gelombang dan ikan-ikannya, hingga cakrawala dan langit biru dengan awan-awannya yang berarak di atasnya; gunung-gunung, kelok-kelok sungai dan gemericik airnya; pepohonan, belukar, gelaran hijau sawah, dan rerumputan; bahkan berbagai bentuk dan rona wajah manusia itu sendiri; menginspirasi manusia untuk melahirkan seni rupa.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Lihatlah pameran berjudul Sang Kekasih yang digelar oleh pelukis perempuan, Nabila Dewi Gayatri ini. Sebagai pelukis yang mecintai para kiai, alias ulama Nusantara, Nabila yang sebanrnya pelukis surealis mencoba menghadirkan sosok idolanya dalam lukisan realis, naturalis,” jelas Gus Mus.?

Dengan pameran itu, lanjut Gus Mus, sang pelukis mengajak bernostalgia, berharap orang-orang terutama para santri sekarang dapat mengenang bukan hanya kedalaman ilmu dari para ulama pendahulu tersebut, tapi terutama juga mengingat kearifan dan perjuangan mereka dalam berkhidmah kepada agama, umat, bangsa dan negara.

“Dengan kata lain, Nabila ingin lukisan-lukisan ini dapat menjadi obat kangen yang pada gilirannya dapat mengobarkan semangat penghormatan kepada ulama Nusantara yang teduh mengayomi, yang tidak hanya alim, tapi arif dan penuh dedikasi bagi agama, umat, dan tanah air mereka.”?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Gus Mus, Nabila yang putri seorang kiai itu, dengan lukisannya yang khusus menampilkan wajah-wajah kiai yang merupakan ahli agama (Islam) juga menghapuskan kesan keterpisahan agama (kebenaran) dengan seni (keindahan) yang dikesankan oleh sementara orang.?

Pameran dengan kurator Yaksa Agus itu menampilkan kiai-kiai Nusantara dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari hingga KH Said Aqil Siroj. hingga 14 Mei. Tak kurang 50 wajah kiai dipajang di pameran yang akan berakhir 14 Mei itu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Halaqoh, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 08 Februari 2018

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Bangsa Indonesia akan menapaki usia 71 tahun sejak diproklamasikan kemerdekaannya tahun 1945. Tujuh belas Agustus dipilih oleh founding fathers bukan tanpa pertimbangan, mereka ingin membangun Indonesia dengan 17 rakaat sesuai dengan bilangan shalat sehari semalam.

Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari mengatakan, “Nasoinalisme dan agama bukanlah dua hal yang bertentangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan dan keduanya saling menguatkan”. Bung Karno suatu ketika juga mengatakan “Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan copie atau tiruan dari nasionalisme Barat, akan tetapi nasionalisme timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan”.

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Memasuki usia 71 tahun kemerdekaan Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mencatat beberapa catatan reflektif kaiatannya dengan kondisi kebangsaan terkini:

Rohis Tegal - Rohani Islam

Momentum kemerdekaan ini hendaknya harus kita jadikan momentum untuk memperbaiki segala aspek kebangsaan dan ketertinggalan kemajuan dari segi apa pun terutama pada aspek kemandiran sebagai sebuah bangsa dan negara.

Sebagai negara maritim yang luas dua pertiga wilayahnya berupa lautan sudah menjadi sebuah keharusan untuk lebih meningkakan pendapatan sektor kelautuan. Pembangunan berbasis laut juga harus menjadi landasan pemerintah dalam mengambil setiap kebijakannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebagai negara agraris, Pada 2016 target produksi padi di seluruh Indonesia sebanyak 80,29 juta ton. Angka ini naik dari produksi tahun lalu yang mencapai 75,36 juta ton. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015 merilis data produksi beras Indonesia mencapai 73,17 juta ton. Perlu diingat bahwa produksi beras di Indonesia paling banyak dipengaruhi cuaca. Jika kondisi cuaca tidak stabil sebagaimana yang terjadi saat ini, maka produksi beras akan menurun. Pemerintah harus mulai mengkaji diversifikasi pangan.

Dalam sektor ekonomi peringkat kemudahan berusaha di Indonesia masih tertinggal di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Dalam rilis hasil survei Ease of Doing Business (EoDB), Bank Dunia menempatkan Indonesia di posisi 109 dari 189 negara. Posisi Indonesia kalah telak dibandingkan Singapura yang menduduki peringkat satu, Malaysia 18, Thailand 49, Vietnam 90, dan Filipina 103.

Di luar itu semua, momentum 71 tahun kemerdekaan ini kita dikejutkan dengan sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan. Peristiwa penujukan seorang menteri yang diduga berkewarganegaraan asing sangat menggangu stabilitas politik dan semangat nasionalisme. Pemerintah dan juga terutama menteri terkait harus segera memperjelas status kewarganegaraanya dan sekaligus membeberkan kapada masyarakat luas. Langkah ini sangat perlu dilakukan agar publik tidak termakan isu dan kabar yang simpang siur serta tidak terjatuh dalam kubangan prasangka buruk yang dilarang oleh ajaran agama.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2016 Pasal 23 (1) Warga negera Indonesia kehilangan kewarganegarannya jika yang bersangkutan: memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. Dalam UU Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negera pada pasal BAB V Pasal 22 ayat (2) juga dijelaskan bahwa “untuk diangkat menjadi menteri, seorang harus memenuhi syarat: warga negara Indonesia.

Berpindah kewargangeraan adalah ujung akhir dari kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Olah karenanya, sebagai wujud serta ejawantah dari semangat nasionalisme dan loyalitas kepada Negara, setiap pejabat negara harus berkewarganegaraan Indonesia. Semangat nasionalisme itulah yang dari dahulu dibangun oleh founding fathers NKRI seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. M Hasyim Asyari, Wahid Hasyim dkk.

Merdeka!

Jakarta, 16 Agustus 2016

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Olahraga, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Februari 2018

Zakat Mal Bisa Tanggulangi Kemiskinan

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan yang juga ketua Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Probolinggo mengatakan, salah satu langkah penanggulangan kemiskinan adalah dengan memaksimalkan penyelenggaraan zakat mal atau zakat harta.

Zakat Mal Bisa Tanggulangi Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Mal Bisa Tanggulangi Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Mal Bisa Tanggulangi Kemiskinan

“Saya menghimbau kepada masyarakat yang memiliki kemampuan dan sudah tergolong wajib zakat agar hendaknya ikut menyalurkan zakat melalui BAZ Kabupaten Probolinggo untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya,” terang Muzammil kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Kamis (1/8).

Lebih lanjut, Muzammil berharap agar pemberian zakat mal ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat terutama dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1434 H.

Rohis Tegal - Rohani Islam

”Pemberian zakat mal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu. Melalui pemberian zakat ini, kami bisa berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin,” pungkasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bazda Kabupaten Probolinggo sendiri telah menyalurkan zakat dan infaq dalam bentuk sembako di 24 kecamatan. Selain itu, juga diserahkan zakat maal kepada 72 orang tenaga honorer petugas kebersihan di lingkungan BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kabupaten Probolinggo.

Total yang dikucurkan untuk penyaluran zakat maal ini mencapai Rp. 3.600.000. Masing-masing mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) mendapatkan zakat mal sebesar Rp50 ribu. Zakat mal ini diserahkan secara langsung oleh Ketua bazda Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil, Kamis (1/8) hari ini.

Menurut Muzammil, zakat maal ini diperoleh dari setoran penunaian zakat perorangan yang diperoleh selama bulan suci Ramadhan.  “Alhamdulillah dari hasil pengumpulan zakat mal ini kami bisa menyalurkannya kepada orang yang berhak menerimanya,” pungkasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Kajian, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Kisah Mbah Muchit Muzadi dan Kekuatan Membacanya

Jember, Rohis Tegal - Rohani Islam. Jika dihitung mundur, hari ini genap 1 tahun wafatnya KH. Abdul Muchit Muzadi. Meski telah pergi, namun banyak kenangan yang layak menjadi uswah atau teladan bagi kehidupan generasi muda. Salah satunya adalah rutinitas beliau dalam mengikuti perkembangan nasional melalui media massa.?

Kisah Mbah Muchit Muzadi dan Kekuatan Membacanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Mbah Muchit Muzadi dan Kekuatan Membacanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Mbah Muchit Muzadi dan Kekuatan Membacanya

Kendati sudah cukup sepuh dan kondisi fisiknya sudah kurang fit, Mbah Muchit masih rajin membaca koran, majalah dan sebagainya. Beliau memang langganan 1 koran nasional (Jawa Pos) dan beberapa majalah, termasuk AULA milik PWNU Jawa Timur. Bahkan beberapa kali Rohis Tegal - Rohani Islam sowan ke kediamannya, Mbah Muchit baru saja selesai membaca koran.?

“Abah memang hampir tak pernah absen membaca koran,” ucap putrinya, Ning Atiq kepada Rohis Tegal - Rohani Islam di Jember, Jumat (30/9).?

Selain itu, Mbah Muchit termasuk orang luar biasa ingatannya. Orang sesepuh beliau masih begitu lancar ketika ditanya soal sejarah dan lika-liku NU jaman dulu. Termasuk peristiwa-peristiwa politik yang bersinggungan dengan NU, begitu lancar beliau menjelaskannya secara detail. Apalagi soal sejarah perjuangan KH. Hasyim Asy’ari, mengenai santri-santrinya, bahkan beliau hafal betul soal silsilah gurunya, KH. Hasyim Asy’ari. Lebih-lebih soal khittah NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mbh Muchit juga pandai menyimpan “kenangan” NU. Kalau kita masuk ke kamar tidurnya, di dinding temboknya yang putih itu masih digantung sekian eblek yang beliau pakai saat mengikuti acara-acara besar NU di tahun-tahun lawas, baik di Jawa maupun luar Jawa.

Sebagai tokoh nasional, Mbah Muchit sering dikunjungi para pejabat maupun tokoh politik, mulai dari yang sekadar sowan hingga yang punya kepentingan politik, misalnya minta dukungan untuk kontestasi Pemilukada dan sebagainya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Namun Mbah Muchith tak pernah ambil pusing dengan keinginan sang tamu, tapi tetap lemah lembut dan arif menyikapinya. Kalaupun beliau mendukung, paling banter hanya sebatas memberi saran, tapi tak pernah terlibat dalam aksi mendukung secara vulgar, misalnya kampanye.

Kearifan Mbah Muchit juga bisa dilihat saat riuhnnya masyarakat yang mempersoalkan ucapan dan tingkah nyleneh Gus Dur. Beliau sering bilang, “Gus Dur itu bukan malaikat yang selalu benar, tapi juga bukan setan yang selalu salah”. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam IMNU, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka menyambut Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Probolinggo, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo serentak menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Jum’at dan Sabtu (3-4/10).

Makesta yang diikuti peserta pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA perwakilan anak cabang dan komisariat se-Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh segenap jajaran pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo. Bahkan hadir pula perwakilan pengurus dari PCNU Kabupaten Probolinggo.

Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta

Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati mengungkapkan, selain untuk menyambut Konfercab NU Probolinggo, Makesta ini merupakan salah satu upaya IPNU-IPPNU untuk ikut serta dalam pembangunan karakter generasi muda bangsa di tengah-tengah banyaknya paham baru diluar NU yang sudah mulai menyerang generasi muda NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

”Intinya kami ingin mencetak kader muda NU yang professional dan militan yang mampu menjalankan roda organisasi dengan baik dengan harapan para kader NU tetap berpegang teguh pada tuntunan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan amaliah-amaliah ulama NU,” ujarnya.

Lika menjelaskan bahwa makesta ini digelar dengan tujuan agar dapat menjaring para kader NU dari kalangan pelajar baik putra maupun putri supaya mau belajar dan bertaqwa dalam sebuah organisasi yang tergabung dalam wadah ikatan IPNU-IPPNU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Melalui makesta ini diharapkan para kader muda NU dapat memperdalam dan memperkokoh kembali aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai langkah nyata dalam melakukan pengkaderan dalam organisasi NU. Inilah salah satu bentuk aplikasi organisasi yang dapat kami lakukan. Sebab suatu saat, mereka yang akan menggantikan kami dalam membesarkan IPNU-IPPNU di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Dalam Makesta, para kader muda NU ini diberikan beberapa materi mulai dari Aswaja, Kepemimpinan, Ke-NU-an, Ke-IPNU-an, Ke-IPPNU-an, Keorganisasian, Leadership, Management Diri dan Administrasi serta Organisasi. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, AlaNu, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 18 Januari 2018

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - KH Ahmad Mustofa Bisri menyebutkan, perjuangan Palestina untuk merdeka dari penjajahan begitu lama, sama seperti bangsa Indonesia.

"Mereka gigih sampai sekian lamanya. Sama seperti kita, mempertahankan kemerdekaan kita," kata Gus Mus sebelum acara Doa Untuk Palestina dimulai di Taman Ismail Mazuki, Kamis (24/8).

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan

Ada deretan tokoh-tokoh nasional, terutama yang hadir dalam acara ini, terutama para budayawan. Mereka antara lain adalah Butet Kartaredjasa, Joko Pinurbo, Acep Zamzani Nomor, Taufiq Ismail, Zawawi Imron, Abdul Hadi WM, dan lain. Selain itu, yang dipastikan hadir adalah hadir juga ahli tafsir kondang Indonesia HM Quraish Shihab.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gus Mus menuturkan awalnya hanya memberikan informasi akan membuat acara Doa Untuk Palestina. Namun kemudian, mereka menyambut baik informasi yang diberikan Gus Mus tersebut. Oleh sebab itu, Gus Mus menilai, kehadiran para tokoh tersebut menandakan kalau mereka memiliki satu rasa terhadap Palestina.

"Menandakan kalau kita merasa. Kita simpati kepada saudara kita yang perjuangannya sama dengan kita," kata Gus Mus.

Adapun puisi yang akan dibaca adalah puisi-puisinya penyair Palestina.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengutip UUD Indonesia, Gus Mus tegas tegas mengatakan bahwa segala bentuk penjajahan harus ditentang.

"Sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan," tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Quote, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 05 Januari 2018

Nadzir Didorong Urus Sertifikasi dan Berdayakan Tanah Wakaf

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Banyaknya kasus penggugatan ahli waris atas harta orang tua yang sudah diwakafkan dinilai sebagai lemahnya pencatatan administrasi dan pemberdayaan harta wakaf oleh nadzir (pengelola wakaf). Sebab itu, para nadzir wakaf diimbau untuk segera melakukan sertifikasi tanah wakaf.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Ahmad Fatoni saat menyampaikan materi pembinaan administrasi wakaf di Subang, Jumat (26/8).

Nadzir Didorong Urus Sertifikasi dan Berdayakan Tanah Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Nadzir Didorong Urus Sertifikasi dan Berdayakan Tanah Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Nadzir Didorong Urus Sertifikasi dan Berdayakan Tanah Wakaf

"Kalau nadzir punya sertifikat tanah wakaf, ahli waris yang menggugat ini tidak bisa berbuat apa-apa karena nadzir punya alat bukti yang kuat," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Proses untuk mendapatkan sertifikat tanah wakaf ditempuh melalui Kantor Urusan Agama (KUA) yang akan mengeluarkan Akta Ikrar Wakaf (AIW). Setelah AIW keluar, proses selanjutnya adalah mengajukan sertifikat tanah wakaf ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Selain itu, tidak sedikit nadzir yang mempunyai paradigma tradisional dalam pengelolaan wakaf yang hanya mengenal wakaf dalam bentuk benda tidak bergerak seperti masjid, mushala atau madrasah sehingga kemaslahatan dan kesejahteraan umat belum tercapai secara maksimal.

"Kalau ada tanah wakaf yang masih kosong, bisa dibuat bangunan, penginapan, rumah sakit, SPBU atau yang lainnya kemudian labanya itu digunakan untuk pengembangan dan pemberdayaan ekonomi umat. Tidak akan ada lagi umat Islam yang miskin. Tidak ada lagi orang minta-minta di jalan buat bangun masjid. Ini baru wakaf tidak bergerak, belum lagi wakaf bergerak," kata Fatoni bebernya di hadapan puluhan peserta kegiatan yang terdiri dari Kepala KUA se-Kabupaten Subang, nadzir, dan ormas Islam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jika kemampuan terbatas, nadzir bisa melibatkan dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola harta wakaf. Adapun hasilnya nanti bisa menggunakan sistem bagi hasil.

"Kita sudah punya regulasi yang menjadi dasar dalam mengelola wakaf, yaitu UU Nomor 41 tahun 2004, PP Nomor 42 tahun 2006," tegasnya.

Untuk itu, ia mengharapkan para stakeholder mulai dari wakif, nadzir, pemerintah, KUA, BPN, dan masyarakat umum untuk mengelola harta wakaf secara produktif dan profesional demi terwujud masyarakat yang makmur dan sejahtera. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 27 Desember 2017

Ulama Yaman: Kafirkan Sesama Muslim, Tindakan Bodoh

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Guru Besar Universitas Darul Musthafa Yaman Prof. Dr. Fahmi bin Abidun menilai sikap gemar memvonis kafir terhadap sesama muslim sebagai tindakan yang bodoh. Hal ini juga menjadi ciri kelompok ekstrem yang tidak toleran terhadap pemahaman pihak di luar dirinya.

Ulama Yaman: Kafirkan Sesama Muslim, Tindakan Bodoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Yaman: Kafirkan Sesama Muslim, Tindakan Bodoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Yaman: Kafirkan Sesama Muslim, Tindakan Bodoh

Pendapat ini ia sampaikan dalam Seminar Internasional bertajuk “Moderasi Islam: Upaya Menangkal Radikalisme Agama” yang digelar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat, bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggualan Terorisme (BNPT), Rabu (1/10), di aula utama kampus setempat.

Menurutnya, kesalahpahaman ini juga menyasar kepada para pemimpin. Dengan alasan pemimpin tidak menjalankan syariat Islam, maka ia dianggap kafir. Konsekuensinya, elemen-elemen pemerintahan lainnya pun akhirnya juga dihukumi kafir.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Fahmi mengajak peserta forum seminar tersebut untuk belajar kepada ulama yang mempunyai pemahaman agama secara mendalam. Ia menilai Indonesia adalah negara yang aman. “Rasa aman apakah harus diganti dengan ancaman dan teror?” tuturnya seraya menegaskan bahwa mencintai tanah air adalah sebagian dari iman dan negara merupakan amanah.

Berdampak pada Kondisi Ekonomi

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Universitas Ahqaf Yaman Prof Dr Abdullah Alaidrus menerangkan, Islam tidak mengajarkan sedikitpun tentang radikalisme.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Seperti halnya Allah telah memberitahukan bahwa umat Nabi Muhammad adalah umat yang moderat, sehingga Islam datang sebagai rahmat bagi seluruh alam,” terang Abdullah.

Kenyataan yang ada, lanjutnya, dimana-mana banyak orang Islam  yang telibat dalam pengeboman, peperangan, dan perampasan. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi, padahal, menurutnya, “Allah menuntut kita untuk memikul beban amanah sebelum kita beriman,” tambahnya di hadapan ratusan hadirin yang terdiri dari mahasiswa dan dosen.

Abdullah mengungkapkan, gerakan radikalisme sangat berpengaruh terhadap kelangsungan ekonomi suatu negara. Menurutnya, tujuh persen penduduk Yaman yang hidup dalam garis kemiskinan adalah akibat dari peperangan. (Muhammad ZidniNafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru

Kudus,Rohis Tegal - Rohani Islam. Bidang Pengembangan Pelajar, Santri dan Mahasiswa (PSPM) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus mempelopori berdirinya Forum Komunikasi Antar Pimpinan Komisariat (Forkapik). Forum tersebut khusus digadang untuk memperluas kader ranah Pimpinan Komisariat di sekolah-sekolah menengah atas.

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Liburan, IPNU-IPPNU Kudus Gaet Kader Baru

Pada liburan kali ini forum tersebut menggaet bibit baru dalam kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) di Kampus Timur STAIN Kudus. Kegiatan tersebut berlangsung Kamis-Jumat (24-25/12).

Sedikitnya 46 pelajar putra dan putri dari pelbagai sekolah merayakan kegiatan yang sekaligus sebagai bentuk peringatan Maulid Nabi. Kegiatan ini dikemas santai namun serius. Peserta menerima materi pengenalan keorganisasian, kepemimpinan, keislaman, Ahlussunnah wal Jamaah, hingga ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an dari para narasumber dari pengurus jamiyyah NU Kudus. Sementara pengurus IPNU dan IPPNU cabang Kudus, di sini menjadi fasilitator.

Rohis Tegal - Rohani Islam

AMT ini memuat sebagian besar materi pengkaderan formal IPNU-IPPNU jenjang awal, yakni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Namun kegiatan yang dipanitiai oleh kumpulan pelajar yang tergabung dalam kepengurusan Forkapik ini bukan dimaksudkan untuk mengganti kegiatan Makesta. Ini hanya sebagai gerbang mereka untuk bergabung dalam Forkapik IPNU-IPPNU Kudus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saatnya merayakan maulid Nabi, saatnya menyiapkan kader-kader muda untuk Nahdlatul Ulama. Kami sengaja memilih hari libur maulid ini untuk pelaksanaan AMT sebagai bentuk peringatan lain bagi kami untuk merayakan hari lahirnya Kanjeng Nabi kita. Dengan AMT ini diharapkan sungguh-sungguh akan terlahir bibit-bibit potensial IPNU dan IPPNU di masing-masing sekolah yang kelak menjadi generasi jamiyyah Nahdlatul Ulama, generasi pendukung Kanjeng Nabi, generasi yang dibanggakan Kanjeng nabi," ungkap Joni Prabowo, Ketua IPNU Kudus.

Forkapik menjadi satu dari dua garapan PSPM IPNU bersama IPPNU Kudus, setelah Lembaga Pers Santri (LPS) Pilar. Forkapik juga telah memiliki media sendiri berupa buletin Adz-Dzaka. Sementara LPS Pilar hingga kini membawahi beberapa media sejak cetak hingga virtual, yakni majalah semesteran, Pilar, website ipnuippnukudus.or.id, serta fanspage Facebook PC IPNU IPPNU Kudus. [Istahiyyah/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pemerintah Jepang melalui kedutaan besarnya kembali menggelar pertukaran pelajar dalam Program Jenesys 2017. Program serupa sebelumnya dilakukan tahun 2016 lalu.

Para pelajar dan pemuda NU kembali mendapatkan kesempatan program yang bertujuan memperkuat kebudayaan masing-masing negara selain hubungan diplomatik di bidang pendidikan.

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, PBNU Lepas Delegasi NU untuk Program Jenesys 2017 di Jepang

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faishal Zaini melapas perwakilan atau delegasi NU untuk mengikuti program tersebut. Helmy berharap, anal-anak muda NU dapat mengambil banyak ilmu dan pengalaman selama sepekan di Jepang.

“Saya berharap delegasi yang berangkat mendapatkan banyak ilmu dan belajar dari cara Jepang memajukan negara, baik dari sisi kedisiplinan, perkembangan teknologi, dan transportasi umum di sana,” ujar Helmy, Senin (2/10) saat melepas delegasi NU di Gedung PBNU Jakarta.

Helmy menjelaskan, program pertukaran ini sebetulnya sudah dirintis ketika dirinya aktif sebagai pelajar NU tahun 1997 silam. Setelah itu program ini belum berlanjut lagi untuk perwakilan pelajar dan anak muda NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Sebagai calon para pemimpin, anak-anak muda NU harus mempunyai wawasan yang luas, baik nasional maupun internasional. Program ini sangat baik sebagai langkah meningkatkan kapasitas diri dari people to people dengan negara lain,” jelas pria kelahiran Cirebon ini.

Di antara pihak-pihak yang mengikuti program Jenesys 2017 ini yaitu dari unsur IPNU dan IPPNU, pesantren, dan para dai muda. Rombongan delegasi NU dipimpin oleh Ustadz Bukhori Muslim, salah satu pengurus di LDNU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam sepekan menjalani program tersebut, para delegasi NU akan mengunjungi tiga kota di Jepang salah satunya Tokyo. Mereka mulai berangkat pada Senin (2/10) hingga pada akhir kegiatan pada Selasa (10/10). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Warta, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 06 Desember 2017

Dibuka, Lomba Film Pendek Santri 2016

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pesantren kaya dengan muatan lokal yang demikian membanggakan. Para kiai dan dinamika yang ada di pesantren adalah bahan tayangan yang tidak akan pernah kering untuk disampaikan kepada khalayak.

"Karena itu untuk semakin mengenalkan budaya serta tradisi khas apa saja yang ada di pesantren, kami menyelenggarakan SantriFest," kata Ahmad Najib AR, Rabu (6/4). Kegiatan tersebut sebagai ajang bagi para santri dalam mengangkat muatan lokal di setiap pesantren yang layak diketahui khalayak, lanjut Gus Najib, sapaan akrabnya.

Dibuka, Lomba Film Pendek Santri 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibuka, Lomba Film Pendek Santri 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibuka, Lomba Film Pendek Santri 2016

Tema yang diangkat pada lomba ini adalah Merayakan Indonesia dalam kamera santri. "Sehingga para santri dapat dengan leluasa mencari sudut pandang yang menarik seputar pesantren setempat," kata Ketua PW Lembaga Talif wan Nasyr NU Jatim ini.

"Pada lomba ini kami memberikan tiga sub tema," kata alumnus pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini. Pertama adalah santri cinta negeri, kemudian riwayat kearifan kiai, serta yang ketiga tradisi dan keunikan pesantren.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sedangkan untuk kategori, peserta dapat memilih tiga yakni dokumenter, fiksi dan feature.

Gus Najib sangat berharap kegiatan ini akan mendapat respon positif dari pihak pesantren dan masyarakat umum. "Karena kami yakin, muatan pesantren, kiai dan apresiasi santri dan kecintaan kepada negeri demikian tinggi. Tinggal bagaimana mengeksplorasikannya dalam karya yang lebih nyata yakni film pendek," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Layaknya film pendek, maka peserta hanya diharuskan mengirim rekaman berdurasi 5 hingga 10 menit saja. "Namun nuansa yang ditampilkan dapat memuat kekhasan yang ada dan mengambil tiga sub tema yang ditentukan panitia," ungkapnya.

Secara rinci, Gus Najib mengemukakan tahapan dari lomba ini. "Untuk registrasi dilayani mulai tanggal 1 April hingga 31 Mei mendatang," katanya. Selanjutnya peserta dapat menyerahkan karyanya mulai tanggal 1 Mei dan ditutup 25 Juni. Seluruh naskah yang ada akan dinilai oleh dewan juri sejak 17 sampai 30 Juli. "Pemenangnya nanti kami umumkan 15 Agustus, dan penyerahan hadiah pada 20 Agustus" ungkapnya.

Para peserta yang dinyatakan sebagai pemenang akan memperoleh sejumlah hadiah diantaranya berupa tropi dan sertifikat. "Juga ada tabungan yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah," kata dia. Yang juga sangat menarik adalah para juara mendapat kesempatan mengikuti workshop film making dari para profesional, di samping paket souvenir menarik.

"Pihak penyelenggara SantriFest ini adalah TV9 Nusantara Surabaya, LTN NU serta PW Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia atau Lesbumi NU Jatim," pungkas Gus Najib. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 30 November 2017

PBNU Apresiasi Khidmah Muslimat untuk Kesejahteraan Umat

Bogor, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sejumlah program dan layanan yang diberikan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk kemajuan dan kesejahteraan umat mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sendiri.

“Kemajuan program dan layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah membuat PBNU bangga terhadap khidmah atau pengabdian Muslimat untuk umat,” ujar Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani sesaat setelah membuka secara resmi perhelatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/3).

PBNU Apresiasi Khidmah Muslimat untuk Kesejahteraan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Khidmah Muslimat untuk Kesejahteraan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Khidmah Muslimat untuk Kesejahteraan Umat

Menurutnya, perjuangan lahir dan batin yang dilakukan oleh Muslimat NU perlu dilakukan oleh perangkat dan lembaga lain di NU. Bahkan Muslimat mampu merangkul semua pihak untuk tujuan kesejahteraan sosial secara umum.

Sementara itu, dalam kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 380 pimpinan nasional dari 34 wilayah dan 180 cabang Muslimat ini, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya standar operasional prosedur untuk menggerakkan semua perangkat organisasi di bawah naungan Muslimat NU.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya hal ini penting agar layanan pendidikan, ekonomi, kesehatan, maupun dakwah perlu menyesuaikan dengan standar yang ada agar mutu terus dapat ditingkatkan dalam skala nasional.

“Rapimnas kali ini berupaya menguatkan standar operasional prosedur untuk meningkatkan kualitas organisas, baik secara institusional maupun secara individual,” ujar Khofifah.

Rapimnas Muslimat NU bertajuk Satukan Langkah Membangun Negeri Menjaga NKRI ini merupakan rangkaian kegiatan yang akan dilanjutkan agenda diskusi kebangsaan, Harlah, dan Pelantikan pengurus baru pasca Kongres ke-17 di Pondok Gede Jakarta.

Pelantikan sekaligus peringatan Harlah Ke-71 Muslimat NU akan digelar di Masjid Istiqlal Jakarta, Selasa (28/3) bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan tokoh nasional lainnya. Sebanyak 17.000 kader Muslimat NU akan membanjiri Istiqlal dalam kegiatan tersebut. (Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 29 November 2017

UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor

Bogor, Rohis Tegal - Rohani Islam. Usai diresmikan Oktober lalu, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur melakukan sosialisasi penjaringan tenaga pengajar. Pasalnya, kampus baru ini memerlukan banyak dosen tetap menyusul diterimanya 80 mahasiswa baru sebagai angkatan pertama pada 2014.

UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Kaltim Sosialisasi Penjaringan Dosen Tetap di Bogor

"UNU Kaltim membutuhkan 60 dosen. Kita tawarkan (kepada santri-santri) untuk menjadi dosen tetap," kata Ahmad Baequni, ketua Bidang Pengelola UNU Kaltim, di hadapan puluhan mahasiswa Program Beasiswa Santri Berpretasi (PBSB) di Pondok Pesantren Entrepreneurship Pemuda dan Mahasiswa (Pandawa), Sabtu (20/12).

Baequni menerangkan bahwa mahasiswa PBSB yang sudah lulus sarjana dapat menjadi dosen tetap di UNU Kaltim, tapi sambil melanjutkan kuliah S2 yang linier (sesuai) dengan jurusan ketika studi S1. Untuk masalah seleksi, pihaknya sudah menyiapkan mekanisme yang sesuai dengan aturan penerimaan dosen.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk itu, ia berharap kepada para mahasiswa yang hadir dalam workshop yang diadakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama itu supaya siap-siap menjadi bagian dari generasi yang membangun Indonesia. "Kita sama-sama sebagai santri, mudah-mudahan semakin cerdas mewarnai pembangunan di Indonesia," pintanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Baequni menilai mahasiswa PBSB mempunyai kelebihan dengan mahasiswa lainnya. Di samping berlatar belakang santri, mereka juga studi di berbagai jurusan di perguruan tinggi bonafit yang berada di Indonesia. "Sebagai keluarga Nahdliyyin, alangkah baiknya kita untuk bekerja sama, tandasnya.

Selain sosialisasi penjaringan dosen, Baequni juga memaparkan visi yang dimiliki oleh UNU Kaltim, "Transforming Islamic Values for Sustainable Future". Ia menerangkan visi tersebut merupakan bentuk nilai-nilai keislaman ke dalam studi serta bisa mewarnai pembangunan di Indonesia. Apalagi UNU Kaltim kini sudah membuka jurusan Teknik Informatika, Desain Interior, Teknologi Industri Pertanian, Akuntansi, Farmasi, Teknik Energi Terbarukan, Teknik Arsitekrur, Pendidikan Anak Usia Dini, Komunikasi dan Hubungan Internasional. (Muhammad Zidni Nafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Halaqoh, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 23 November 2017

Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi

Klaten, Rohis Tegal - Rohani Islam. Beragam acara digelar Nahdliyin di berbagai daerah selama bulan Maulid tahun ini, tak terkecuali di Kabupaten Klaten. Salah satu acara yang dihelat warga NU ialah Dzikir Shalawat dan Pengajian Akbar yang diadakan di Desa Krajan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah.

Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Maulid, NU Krajan Tekankan Kecintaan kepada Nabi dan Organisasi

Taushiyah dalam pengajian akbar ini diisi oleh KH Abdullah Saad. Kiai Saad merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Inshof, Plesungan, Karanganyar. Salah satu murid dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya ini cukup dikenal oleh masyarakat Klaten. Beberapa waktu lalu, dia juga memberi taushiyah dalam Pengajian Akbar yang digelar di Masjid Agung Al Aqsho, Klaten.

Diiringi tabuhan rebana dan sholawat nabi, KH Abdullah Saad hadir di tengah-tengah jamaah. Di awal ceramah, KH Abdullah Saad mengajak jamaah untuk bersyukur karena hadir di majelis yang dicintai oleh Rosululloh SAW.

KH Abdullah Saad juga bercerita jika beberapa waktu lalu beliau mengikuti manakib dan maulid di Bangka Belitung. Di sana masyarakat sangat antusias menghadiri acara. Tak hanya itu, panitia setempat juga menyiapkan snack dan tempatnya yang istimewa untuk 5.000-an jamaah atas perintah guru di sana.?

Kemudian, dia menjelaskan keutamaan maulid menurut beberapa ulama. Salah satunya dari ulama Al-Azhar yang menghukumi maulid sebagai wajib karena bisa menandingi acara-acara yang negatif.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Disebutkan KH Abdullah Saad, Imam Maliki ra menyebutkan sebuah nasihat. “Jika mau memperbaiki umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW di akhir zaman, maka konsepnya harus sama dengan konsep di awal umat Muhammad,” jelas Kiai Saad.

Konsep dimaksud ialah mahabbah kepada Rosululloh yang disebut Kiai Abdullah Saad mulai luntur. Dia kemudian bercerita tentang beberapa sahabat, salah satunya mengenai seorang badui yang bertanya kepada Rosululloh tentang kapan kiamat tiba. Juga tentang cintanya sahabat kepada Rosululloh.

Di hadapan jamaah, KH Abdullah Saad juga mengajak hadirin untuk menghormati KH Said Aqil Siroj yang merupakan pimpinan jamiyah (organisasi) Nahdlatul Ulama. Termasuk saat mengeluarkan hukum tentang jamaah sholat Jumat di jalan pada saat aksi 212 beberapa waktu lalu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

KH Abdullah Saad juga menjelaskan tentang bakti kepada orang tua yang semakin menua. Salah satunya dengan membahagiakan orang tua, memanjakan orang tua. Bukan sebaliknya justru membebani orang tua dengan berbagai tanggungan.

Mengapa banyak anak yang tidak berbakti? Dijelaskan KH Abdullah Saad, hal itu karena tidak adanya mahabbah si anak kepada Rosululloh. Selain itu, dalam acara ini akan digelar pelantikan Pengurus Ranting NU dan Muslimat NU Desa Krajan. Yang dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Klaten, KH Mujiburrohman.

Usai melantik, KH Mujiburrohman dalam sambutannya berpesan agar segenap Pengurus NU Ranting Desa Krajan bersyukur telah dipilih Allah untuk mengurusi jami’yah Nahdlatul Ulama. Dia juga mengingatkan jika orang-orang yang ngurusi NU dianggap sebagai santri KH Hasyim Asy’ari. Sang pendiri NU juga disebut KH Mujiburrohman telah mendoakan orang yang mau ngurusi NU dengan doa khusnul khotimah. (Pekik Nursasongko/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 15 November 2017

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian

Tegal, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kiai Said) menegaskan bahwa NU, masyarakat, dan Indonesia juga harus maju. Hal itu dikatakan Kiai Said saat menghadiri Halal Bihalal di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Kamis (20/7).

Kemajuan itu, kata Kiai Said, yakni maju di bidang agama, akhlak, ilmu religi, kultur, moral, kemanusiaan, dalam bahasa arabnya Tsaqafah. "Kalau masyarakat Tegal, warga NU, semuanya agamanya bagus, akhlaknya bagus, cerdas berpendidikan, namanya masyarakat itu telah maju di bidang tsaqafah," ujar Kiai Said.

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Semua Warga Indonesia Harus Sejahtera, Tidak Boleh Kaya Sendirian

Yang kedua, lanjutnya, kemajuan dibidang ekonomi, tatanan kehidupan masyarakat, administrasi, manajemen, pembangunan fisik. "Kemajuan itu dalam bahasa arab namanya hadharah. Jika kedua-duanya maju, maka orang itu disebut tamaddun atau mutamadin. Sedangkan masyarakatnya disebut Madinah," jelasnya

Menurut kiai kelahiran Cirebon itu, Warga NU masih bisa dibanggakan tsaqafahnya, agamanya, akhlaknya, moralnya bagus. Tetapi warga NU yang masih ketinggalan dibidang hadoroh, kesejahteraannya masih ketinggalan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Masih banyak warga NU yang sangat-sangat miskin, sangat-sangat fakir, menyedihkan kalau kita lihat, masih banyak warga NU yang masih berpikir besok makan apa. Hari ini tidak makan, tapi besok makan apa? Ungkap Kiai Said

Fakir itu, kata Kiai Said, rezekinya ditentukan oleh tulang punggungnya. Kalau mau angkat-angkat dia bisa makan, kalau tidak angkat-angkat, maka tidak makan. "Kalau miskin punya sumber rezeki/gaji, punya masukkan tapi kurang mencukupi," terangnya

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karena itu, bagaimana caranya agar agamanya maju, akhlaknya baik, pendidikannya maju, ekonominya juga maju.

"Kanjeng Nabi Muhammad SAW telah berhasil 15 abad yang lalu membangun Madinah. Masyarakatnya? beriman, berakhlak, berbudaya, bermoral, dan sejahtera, tidak ada yang kelaparan. Maka negaranya namanya Madinah, karena masyarakatnya cukup sandang, pangan, papan, dan agamanya bagus," urai Kiai Said.

Ia menegaskan, tidak boleh ada orang atau sekelompok orang kaya sendiri, tidak boleh kenyang sendirian. Tidak boleh organisasi hanya memikirkan kepentingan organisasinya saja.

"Semua harus bekerja sama untuk mewujudkan itu. Kewajiban pemerintah bagaimana membangun kesehatan masyarakat, kesejahteraan, pendidikan dan lainnya agar maju semua. Negara maju bukan hanya ekonomi saja tapi juga pemerataan," imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman, sejumlah kiai, Pemuda Ansor, Banser dan ratusan warga Nahdliyin. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock