Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan”

Sampang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Sampang, Jawa Timur meminta ormas yang tidak berasaskan Pancasila agar melakukan “taubat kebangsaan”.

Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan”

Pernyataan itu di sampaikan Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Sampang Faisol Ramdhoni Rabu (13/12) saat menyikapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak judicial review (hak uji materil) tentang Perppu No. 2 tahun 2017 yang dilakukan sejumlah ormas.

Menurut Faisol, dengan keputusan MK, Selasa (12/12), itu, maka pemerintah berhak untuk membubarkan dan melarang ormas yang yang tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara.

"Keputusan MK merupakan kemenangan Rakyat Indonesia dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan mempertahankan NKRI," katanya. 

Dengan demikian, ia mengimbau ormas terlarang menurut Perppr Ormas itu agar melakukan "taubat massal kebangsaan" serta mengucapkan ikrar mengakui Pancasila dan kembali ke NKRI. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Mereka harus melakukan Ikrar, janji setia untuk menerima Pancasila sebagai dasar negara dan NKRI sebagai bentuk asas negara yang final."

Pihaknya mengaku akan mengawal terus putusan MK tersebut dan akan melaporkan ke pihak-pihak terkait.

"Kami akan melaporkan ke pihak pihak terkait bila nanti di lapangan masih ditemukan aktivitas-aktivitas ormas anti-Pancasila itu," tegasnya. (Redo/Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 09 Februari 2018

Aplikasi Android untuk Hisab Waktu Shalat

Malang,Rohis Tegal - Rohani Islam. Ponsel pintar atau smartphone berbasis android makin digemari pengguna telepon seluler di tanah air. Berbagai vendor seakan terus berlomba menjajakan produknya masing-masing untuk memanjakan para penikmat gadget canggih ini.

Selain bermanfaat untuk hubungan jara jauh, fungsi smartphone juga memberikan fasilitas kemudahan untuk menagakses internet, jaringan media sosial dan beragam aplikasi lainnya.

Aplikasi Android untuk Hisab Waktu Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Aplikasi Android untuk Hisab Waktu Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Aplikasi Android untuk Hisab Waktu Shalat

Di antara ribuan aplikasi yang berkembang, ada beberapa aplikasi berbasis android yang terkait dengan pelaksanaan ibadah umat Islam seperti aplikasi waktu shalat dan arah kiblat. Namun sayangnya, aplikasi yang tersedia kadang-kadang tidak sesuai dengan standar perhitungan waktu shalat dan arah kiblat yang benar. Sehingga justru aplikasi itu dikhawatirkan bisa menyesatkan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Atasa dasar itulah, Pimpinan Wilayah Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (PW LFNU Jatim) menggagas pelatihan yang bertajuk Kaderisasi Ulama Hisab dan Rukyat angkatan XV dengan materi utama pembuatan apliakasi perhitungan waktu shalat berbasis android.

Pelatihan ini dilaksanakan pada Sabtu-Ahad (17-18/5) di Ponpes Darul Falah Dadaprejo, Junrejo, Batu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami turut prihatin banyak aplikasi berbasis android terkait dengan waktu shalat yang tidak sesuai dengan kaidah ilmu falak. Makanya kami mengadakan pelatihan ini agar makin banyak ahli di bidang ini dan memberikan kontribusi untuk menciptakan aplikas-aplikasi baru yang benar,” kata Ketua PW LFNU Jatim KH Shofiyulloh, ST, MSi.

Dalam kesempatan tersebut, terdapat sekitar 70 peserta yang hadir dari berbagai daerah di Jatim. Mereka adalah utusan dari para pengurus LFNU se-Jatim, santri pondok pesantren, Kemenag se-Jatim dan para dosen ilmu falak di sejumlah perguruan tinggi. Sedangkan untuk memberikan materi berwawasan teknologi ini, PW LFNU Jatim mengundang Ustadz Tolhah Ma’ruf dari Pasuruan. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News, Khutbah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 06 Februari 2018

Kepada IKA PMII, Bupati Banyumas: Kalian adalah Emas bukan Tanah

Banyumas, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebuah emas tidak bisa muncul begitu saja dari tanah, tapi harus melalui beberapa proses yang panjang dan berat. Tahap demi tahap harus dilaluinya, setelah itu baru terbentuklah sebuah emas.?

Demikian disampikan Bupati Banyumas, Ahmad Husein pada saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Ikatan Keluarga Alumni Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Cabang Kabupaten Banyumas periode 2017-2022, Sabtu malam (13/5) di Pendopo Kabupaten Banyumas.?

Husain menggambarkan, semua kader IKA PMII adalah tanah yang nantinya akan menjadi emas. Emas yang dimaksudkan Husain adalah kesuksesan.

Kepada IKA PMII, Bupati Banyumas: Kalian adalah Emas bukan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada IKA PMII, Bupati Banyumas: Kalian adalah Emas bukan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada IKA PMII, Bupati Banyumas: Kalian adalah Emas bukan Tanah

"Namun tidak mudah untuk menjadi emas, harus malaui ujian yang panjang, kader-kader IKA-PMII harus kuat menghadapi ujian demi ujian tersebut," katanya.?

Husain juga menjelaskan, tidak semua tanah bisa menjadi emas. Ada yang menjadi tembaga, aluminium, besi dan sebagiannya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Hanya tanah yang bagus yang bisa menjadi emas, hanya kader yang kuat dan cerdas yang bisa sukses," lanjutnya.

Selain itu, Husain juga berharap kepada kader IKA-PMII yang telah dilantik untuk bisa berperan aktif memajukan perekonomian desa tempat tinggalnya. "Kembangkan ide-ide kemajuan ekonomi kalian didalam lingkungan masyarakat," jelasnya.

"Tunjukan bahwa kalian adalah emas, bukan tanah," tegas Husain.? (Kifayatul Ahyar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam News, Humor Islam, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 31 Januari 2018

NU Kaltim, Membangun Pendidikan dan Menjaga Kerukunan

Sejak didirikan tahun 1926, Nahdlatul Ulama langsung menyebar ke banyak wilayah di Nusantara. Para ulama tidak mengalami kesulitan berarti mengajak orang-orang untuk menjunjung tinggi Islam dan berjuang di Nusantara melalui NU. Sebab, para ulama sudah menjalin hubungan melalui para guru atau pesantren.  

Setelah tujuh tahun berdiri, pada tahun 1933 NU sudah berkembang di Kalimantan Timur. Setidaknya bisa dilacak di Kabupaten Brau, 12 jam perjalanan darat ke sebelah utara dari Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

NU Kaltim, Membangun Pendidikan dan Menjaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kaltim, Membangun Pendidikan dan Menjaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kaltim, Membangun Pendidikan dan Menjaga Kerukunan

Menurut Choirul Anam dalam buku Pertumbuhan dan Perkembangan NU, faktor utama penerimaan Nusantara terhadap NU adalah karena jauh sebelum NU lahir dalam bentuk jam’iyyah, ia terlebih dahulu ada dan berwujud jama’ah yang terikat kuat oleh aktivitas sosial keagamaan yang mempunyai karakter sama.   

Untuk mengetahui perkembangan NU Kaltim terkini, Abdullah Alawi dari Rohis Tegal - Rohani Islam berhasil mewawancari Ketua PWNU Kalimantan Timur KH Muhammad Rasyid (53 tahun) di sela-sela Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2012 di pesantren Kempek Cirebon paruh September lalu.  

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bapak bisa cerita sejarah NU di Kaltim?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kita, generasi belakangan tidak terwarisi satu dokumen yang pasti, kapan NU, secara organisasi, berdiri di Kalimantan Timur. Cuma ada data yang saya temukan di Brau itu, salah satu kabupaten, NU sudah ada sejak tahun 1933. Apakah Brau itu lebih duluan dari Samarinda, wallahu ‘alam. Yang di Brau itu dibawa dari Banjarmasin oleh dzuriyah keempat Muhammad Arsyad Al-Banjari. Ia membawa NU ke Brau, kemudian menjadi mufti kerajaan Gunung Tabur di Brau. Itu di utara.

Berapa jauh dari Samarinda?

Perjalanan pesawat terbang satu jam. Kalau darat mungkin 12 jam. Di Samarinda, yang pertama kali secara resmi adalah KH Abdullah Marisi. Beliau Rais pertama wilayah Kalimantan Timur. Kalau ini ada dokumennya. Tapi saya lupa, nanti bisa kita akurkan.  Apakah bersamaan dengan Samarinda? Wallahu ‘alam. Tapi yang kita lihat KH Abdullah Marisi itu. Tetapi tidak berarti semua kabupaten dan kota bisa berdiri secara periodik, walaupun amaliyahnya iya, NU, Aswaja. 

Tapi struktur secara periodik, tidak berarti itu berjalan dengan baik. Keculi pada10 tahun terakhir atau 15 tahun terakhir, cabang-cabang sudah terbentuk semua secara periodik. Artinya, sudah sesuai dengan ketentuan. 15 tahun terakhir. Itu artinya setalah Reformasi.

Penyebabnya apa?

Karena kepengurusan sudah bisa dipilah antara kepengurusan NU dan kepengurusan partai. Dulu kan selalu sejalan antara kepengurusan NU dan partai politik. Maka praktis, 15 tahun yang lalu, struktur kita sudah terbenahi dengan bagus sampai pada tingkat cabang. Sampai pada tingkat kecamatan mungkin 10 tahun terakhir. Sekarang kita sudah masuk ke ranting-ranting. Oke, itu strukturnya.

Bagaimana dengan programnya?

Program NU Kalimantan Timur, tampaknya kita lebih banyak pada konsolidasi supaya terbentuk secara periodik, tidak berarti langsung mulus, karena kelemahan kita adalah pada tingkat SDM. Ada juga problem trauma politik. Selama Orde Baru kan tidak ada pegawai yang berani menamapakkan NU-nya, dan tidak ada pengusaha, aghniya, yang berani terang-terangan mengaku NU karena itu kan berarti mengalami satu kesulitan. 

Ini yang menjadi kendala kita dalam pembentukan kepengurusan NU. Orang yang status sosialnya tinggi akan merasa kesulitan kalau jadi pengurus NU. Ini baru bisa menjadi longgar setelah kembali ke khittah. Baru terasa bahwa sudah ada yang berani mengaku saya NU. Kalau sebelumnya, diam-diam.

Pengaruh Khittah NU?

Iya, pengaruhnya dari situ. Lima tahun setelah khittah, sudah berani pegawai mengatakan “saya NU”. Jadi, memang sangat kuat Pak Harto itu mengeliminir potensi NU. 

Program PWNU yang lain?

Pendidikan kita memang banyak berdiri, tapi tidak memakai nama NU. Saya kira sama dimana-mana, di sini berdiri pondok, di sana berdiri pondok. Itu tokoh-tokoh perorangan, rata-rata kiainya NU. Salah satu contoh misalnya, sekolah yang sangat bagus sekarang di Samarinda adalah Bunga Bangsa. Itu sudah go internasional. Ini miliknya mantan Ketua PWNU. Bukan punyanya NU. Nah, periode yang terakhir, 2008 sampai nanti berakhir tahun 2013 meminta semua cabang memfungsikan lembaga Ma’arif. 

Dan sekarang, dalam periode inilah baru berdiri lembaga-lembaga pendidikan Ma’arif di Kalimantan Timur, walaupun tidak semua kabupaten mampu. Tapi ada, misalnya di kabupaten Nunukan, di wilayah perbatasan sudah berdiri Aliyah. Sudah langsung Ma’arif NU. Di Brau itu ada 3 SMK Ma’arif NU. Dan masyarakat menyambut lulusannya karena dia pariwisata, pertanian. Begitu. 

Di Balikpapan juga sudah berdiri SMK Ma’arif NU. Cuma yang di Balikpapan ini masih numpang di pondoknya Rais Syuriyah. Di Kutai Timur sudah berdiri SMK Ma’arif. Jadi kita mengarahkan ke pendidikan-pendidikan SMK. Kenapa bukan Aliyah? Itu kurang pasarnya. Tapi kesulitannya SMK adalah SDM tenaga pendidik.

Di Samarinda justru mulai dari bawah. Mulai dari RA, TK-nya Muslimat, tapi namanya juga bukan Muslimat. Mereka memakai An-Nisa, itu banyak. Sama dengan di Brau. Itu ada 20 TK. Itu semua punya Muslimat. Kenapa tidak memakai nama Muslimat? Itu karena dari dulu didirikan seperti itu. Juga merupakan satu strategi supaya tidak terlalu kentara NU-nya.

Ya itu tadi karena kondisinya NU pada zaman Orde Baru. Jadi sebelum periode ini, (Reformasi), tidak ada yang memakai nama Ma’arif. Nah, sekarang, di Samarinda sudah ada 13 lembaga Ma’arif. Hanya baru sampai pada tingkat MTs. Dari TK, MI, MTs itu sudah berjumlah 13. Itu pendidikan.

Kemudian pada periode ini kita sudah mampu mendirikan fisiknya, operasional belum; adalah rumah sakit bersalin Muslimat. Belum diresmikan karena bangunannya dirancang tiga lantai, baru selesai dua lantai dan izinnya memang belum keluar. Itu di bidang kesehatan sudah ada itu, rumah sakit bersalin Muslimat NU di Samarinda.

Lalu kemampuan cabang-cabang dalam menampakkan eksistensinya ditandai dengan berdirinya bangunan-bangunan sekretariat yang cukup bagus. Dengan nilai bangunan yang cukup tinggi karena kita sudah bisa membuat akses NU kepada para kepala daerah. Di Kutai Kartanegara, kabupaten yang sangat kaya itu sudah berdiri gedung sekretariat berlantai 3 dan nilainya besar, sekitar 4 milyar. Dari bupati. Jadi kita sudah punya akses seperti itu. Di Bontang juga sudah berdiri yang bagus berlantai tiga. Kemudian Balikpapan sedang membangun, mungkin baru mencapai 80%.

Tapi kenapa lambat? 

Karena mereka membangun terlalu besar. Mereka membuat empat lantai. Di Pasir dua lantai. Di Samarinda akan dibangunkan oleh walikota dengan nilai yang besar dengan syarat menyediakan tanah. Kendalanya di Samarinda tanah. Kenapa? Bangunan-bangunan ini kan wakaf, Kutai itu wakaf, Pasir, wakaf, Balikpapan wakaf. Di Samarinda tidak ada wakaf karena harga mahal.

Nah, itu perkembangannya. Jadi, saya merasa, insya Allah lima tahun lagi, periode ke depan, akan makin banyak kelihatan semakin baik. Jadi, kalau sekarang membenahi struktur, membenahi sarana, kemudian pendidikan. Mungkin lima tahun ke depan sudah lebih mengarah kepada operasional. Maka akan lebih semarak kegiatannya. Januari nanti kita akan konferensi wilayah. Mudah-mudahan kepengurusan yang akan datang,lebih bagus dari yang sekarang. Itu yang kita harapkan.

Apa Kendala-kendala dalam melaksanakan program?

Ada kendala yang sangat dominan yang saya rasa sekarng ini adalah kita tidak lagi memiliki satu semangat yang tingkat ikhlasnya tinggi. Kita sudah terbawa arus "kota" termasuk di kalangan pengurus. Itu kendala yang sangat kita rasakan karena tarik-menarik kepentingan dengan para politisi. Dan semua mengaku NU. Dan kita terbiasa kalau ada kegiatan. Itu yang menjadi masalah.

Upaya untuk menanggulangi itu apa?

Saya kira melalui kaderisasi, pendidikan-pendidikan. Itu yang mungkin harus dilaksanakan periode yang akan datang. Kaderisasi untuk memahamkan bahwa berjuang di NU itu harus lebih ikhlas. Saya sangat merasakan itu. Sulit. Kita dulu biasa bekerja, bergerak, tetap dengan ikhlas. Sekarang kita bekerja dengan memikirkan biayanya mana? Uang jalannya mana? Itu kendala yang paling berat.

Yang kedua, perjuangan kita menjaga netralitas dari berbagai kepentingan ingin menarik NU ke dalam politik. Semua ingin mengatakan NU. Sekarang netralitas itu harus kita jaga. Jangan sampai kepengurusan nanti terpecah karena misalnya ada dua kubu dalam tubuh organisasi yang mendukung dua calon. Ini harus kita jaga betul dengan satu konsekuensi. Konsekuensinya adalah, karena semua orang yang ingin mendekati kita itu adalah ingin memanfaatkan kita. Dan kalau dia berhasil, kita diperhatikan. Kalau dia tidak berhasil, kita tidak diperhatikan. Nah, sekarang kalau kita netral, tidak ada yang menyambut seperti itu. Maka harus ada kemandirian, termasuk dalam pembiayaan.

Ada upaya ke arah itu?

Ada. Seperti yang kami lakukan adalah membentuk badan wakaf uang Nahdlatul Ulama. Sudah berjalan baru setahun lebih.

Bagaimana konsepnya?

Kita minta sumbangan, masuk kepada wakaf dan nanti akan diusahakan. Sekarang nilai wakaf itu sudah ada seratus juta. Baru satu tahun. Nanti hasilnya yang boleh dipakai karena wakaf. Sekarang 50 juta sedang proses membeli tanah untuk plasma kelapa sawit. Tapi baru proses. Sertifikat tanahnya pun belum keluar. Itu sedang kita proses. Nanti kalau dapat, akan ada 10 hektare. Baru tanahnya.

Itu satu. Yang kedua, untuk membiayai lembaga-lembaga pendidikan kita juga setiap tahun mengefektifkan Lazisnu. Itu sebenarnya potensi yang sangat besar. Tapi kita terlambat untuk memulainya. Dan setiap bulan itu sudah masuk, walaupun masih kecil. Tapi yang kita perlukan itu bukan besarnya, tapi rutinitasnya. Laporan terakhir, sampai tiga jutaan per bulan. Per bulan tiga juta itu kecil, tapi ini kan baru memulai. Saya ingin membangun Lazisnu Kalimanatan Timur.

Di Kalimantan Timur, BMH itu punyanya Hidayatullah, itu kan nasional, itu yang terkuat. Mereka sudah membangun sebelas tahun yang lalu. Tidak langsung kuat seperti sekarang. Mungkin baru tahun kelima, keenam, baru kelihatan. Nah, NU baru memulai satu tahun. Saya bilang sama teman-teman. Tiga juta satu bulan, itu awal yang bagus asal nanti bisa naik bisa menjadi empat juta satu bulan, lima juta sebulan. Mungkin pada tahun ketiga akan kelihatan.

Pandangan komunitas-komuntas lain terhadap NU di Kaltim?

Begini, saya pernah didatangi ketua PGI. Dia bilang, “Pak Rasyid, kami dapat pesan dari pusat kami supaya bisa menjalin kerjasama dengan Nahdlatul Ulama”. Itu PGI, Persatuan Gereja-Gereja Indonesia. Saya tanya, “Kenapa ada pesan yang seperti itu?”

Dia menjawab, “Karena pandangan pimpinan kami di Jakarta, yang memiliki wawasan yang memungkinkan bekerjasama hanya NU, yang lain masih sulit kita nilai.”Itu pandangan mereka terhadap NU.

Selama ini, bagaimana kerjasama NU dengan kalangan itu? 

Kerjasamanya sering mengadakan rapat bersama untuk saling menjaga kerukunan bersama. Atau misalnya dalam pendirian rumah ibadah, kami umat Islam dan umat Kristen sepakat sama-sama tunduk dengan keputusan bersama pemerintah dalam pendirian rumah ibadah. 

Kalau sesama ormas Islam, misalnya dengan Muhamadiyah?

Dalam peringatan Hari Besar Islam kita selalu bekerjasama. Yang terlibat misalnya Aisyiyah dan Fatayat atau Muslimat bersama Imam masjid. [] 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, News, Ahlussunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 26 Januari 2018

LTNNU Sumedang Rumuskan Penerbitan Buletin An-Nahdlah

Sumedang, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Pengurus Cabang Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (24/9) melaksanakan musyawarah kerja. Musyawarah ini di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang.

Musyawarah yang dipimpin oleh Ketua LTNNU Sumedang Ayi Abdu Kohar itu salah satu agendanya membahas tentang pembentukan tim redaksi untuk peluncuran buletin. Sudah disepakati bersama oleh peserta musyawarah bahwa buletin yang akan diterbitkan bernama buletin An-Nahdlah.

LTNNU Sumedang Rumuskan Penerbitan Buletin An-Nahdlah (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Sumedang Rumuskan Penerbitan Buletin An-Nahdlah (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Sumedang Rumuskan Penerbitan Buletin An-Nahdlah

Ayi mengatakan bahwa penerbitan buletin ini merupakan salah satu tugas LTNNU. Di bidang percetakan saat ini LTNNU Sumedang baru bisa menerbitkan buletin, seiring dengan berjalannya waktu kedepannya LTNNU ingin menerbitkan buku-buku atau majalah yang ada hubungannya dengan ke-NU-an.

"Rencana buletin ini akan terbit seminggu sekali. Pendistribusiannya akan bekerja sama dengan pengurus Lembaga Takmir Masjid Kabupaten Sumedang, dan nantinya akan dibagikan ke masjid-masjid yang ada di Kabupaten Sumedang," kata Ayi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara Pimpinan Redaksi Buletin An-Nahdlah Muhammad Sholeh Nahru Ulumuddin mengatakan bawah dalam tampilannya buletin ini akan dibuat semenarik mungkin. Isi rubrik yang akan dimunculkan dalam buletin tersebut sekitar ke-NU-an. Bisa berupa berita kegiatan NU, ubudiyah, humor, dan apapun yang ada hubungannya dengan NU.

Mudah-mudahan, lanjut Sholeh, buletin ini bisa memuaskan warga NU di Sumedang yang sudah merasa kangen dengan hadirnya buletin NU di tangan mereka. Memang selama ini sudah ada beberapa buletin yang sering dibagikan di masjid-masjid. Tapi buletin itu bukan terbitan NU. Malahan isinya banyak yang tidak sesuai dengan kultur NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Semoga buletin anahdlah terbitnya bisa istiqomah,” tutup Sholeh Nahru. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 15 Januari 2018

Tahun Baru Hijriyah Diawali dengan Doa

Jember, Rohis Tegal - Rohani Islam. Umat Islam di berbagai daerah di Indonesia, Jumat (19/1) tadi malam, memanjatkan doa keselamatan menyambut datangnya tahun baru Hijriyah 1428. Perpindahan tahun baru kali ini diharapkan juga berarti perpindahan atau hijrah dari yang tidak sempurna menuju ke tingkatan yang lebih sempurna, dari dosa dan salah menjadi pahala dan keutamaan.

Di Pondok Pesantren Al Qodiri Jember, malam tahun baru Islam diisi dengan menggelar hataman Al Quran bersama para santri dan warga sekitar pesantren. Para jamaah membaca doa bersama dan membaca wirid, untuk keselamatan semua umat manusia dan warga yang tertimpa musibah seperti banjir lumpur Lapindo, kapal hilang, banjir, longsor dan serangan penyakit.

Tahun Baru Hijriyah Diawali dengan Doa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru Hijriyah Diawali dengan Doa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru Hijriyah Diawali dengan Doa

Pimpinan Ponpes Al Qodiri, KH Achmad Muzakky Syah, Jumat (19/1) malam, mengatakan, sebagai ummat manusia sudah saatnya melakukan kajian terhadap diri sendiri dengan menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada Allah SWT.

Diakui atau tidak, katanya, kita sering melakukan kesalahan baik kepada manusia maupun kepada Allah dengan tetap menganggap bahwa diri kita benar.  "Kalaupun belum dikabulkan maka kita terus meminta ampun pada Allah," ujarnya.

Warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, juga mengadakan hataman Al-Quran di Sekretariat Cabang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Selama ini gema pergantian tahun baru Islam hampir tidak pernah dirayakan, makanya MUI memulai dengan kegiatan menghatamkan Al-Quran," ujar Ketua MUI Sumenep, KH Safraji, Sabtu.

Kegiatan menghatamkan Al-Quran, kata Safraji, akan dijadikan kalender tahunan. Masyarakat diharapkan mengikuti acara tersebut, selain memanjatkan doa juga sebagai wahana silaturrahmi sesama muslim.

Malam Tahun Baru 1428 Hijriah di Semarang, Jawa Tengah, dirayakan secara sederhana dan bernuansa kontemplasi tanpa ada bunyi trompet dan konvoi kendaraan bermotor seperti ditemui setiap pergantian tarikh Masehi.

Menyambut datangnya bulan Muharam atau Sura, Kamis malam, warga Kota Semarang berkumpul untuk tirakatan yang diselenggarakan secara swadaya oleh warga tingkat RT, RW, maupun kelurahan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berbeda dengan pergantian tahun baru tarikh Masehi yang disambut gegap gempita, malam satu Sura ini disambut dengan segala kesederhanaannya. Aneka makanan yang disajikan semuanya bernuansa tradisional, termasuk nasi tumpeng. Kalau pun ada hiburan, berkaraoke bersama sudah mampu memberi kegembiraan warga.

Di  Yogyakarta umat Islam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1428 Hijriyah dengan melakukan berbagai kegiatan religius di antaranya pengajian maupun tadarus Al Quran di masjid-masjid, Jumat malam.

Di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta tampak puluhan umat Islam dengan tekun melakukan kajian dan tadarus kitab suci Al-Quran dipimpin seorang ustadz.

Tadarus Al Quran yang diselenggarakan Takmir Masjid Gedhe itu, dimaksudkan agar jemaah Masjid Gedhe Kauman bisa mendalami isi Al Quran.

 "Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menghindarkan umat Islam melakukan kegiatan di luar ajaran agamanya serta yang bisa menjauhkan dari keimanan mereka," kata salah seorang pengurus Takmir Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta yang enggan disebut namanya. (ant/fur/nam/han/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 04 Januari 2018

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU di Sidoarjo, Jawa Timur, tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, para seniman dan pendekar sekabupaten bersama-sama menggelar pertunjukan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo

Ainul Yaqin, Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) NU Sidoarjo menjelaskan, peringatan harlah NU tahun ini dipelopori oleh pihaknya dengan menggelar berbagai kreasi dan atraksi selama tiga hari di tiga tempat yang berbeda.

Diawali dengan seminar budaya pada Sabtu (14/5) di Hall PCNU Sidoarjo, pentas seni pada Sabtu (21/5) di panggung seni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sidoarjo, dan atraksi Silat Pagar Nusa serta lomba mewarnai pada Ahad (22/5) di alun-alun dan Pendopo kabupaten Sidoarjo.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gelaran tersebut, lajut Yaqin, sekaligus menandai kebangkitan Lesbumi Sidoarjo yang selama puluhan tahun tidak tampak aktivitasnya. Selain itu, untuk menggali potensi seni, seniman, dan budayawan Kota Delta Sidoarjo.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Sudah puluhan tahun Lesbumi Sidoarjo tidak ada aktivitas. Harlah tahun ini merupakan momentum bagi Lesbumi membuktikan eksistensinya kepada masyarakat," tegas Ainul Yaqin saat ditemui usai gelaran berakhir, Ahad (22/5).

Turut hadir budayawan dan penulis buku, Ilung Sufi Enha, Sosiawan Leak, Bupati Sidoarjo H Saiful Illah, dan Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Saifudin, serta ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan.

Mas Wawan, sapaan Ketua DPRD Sidoarjo yang hadir menyaksikan acara pentas seni mengatakan, peran Lesbumi di Sidoarjo harus dioptimalkan karena banyak seniman yang perlu ditampilkan kreasinya. "Peran Lesbumi harus maksimal, karena itu saya rela didemo demi majunya kesenian Sidoarjo," tegasnya.

Senada, Cak Nur, panggilan akrab Wakil Bupati Sidoarjo yang merupakan mantan ketua PSNU Pagar Nusa Sidoarjo yang hadir menyaksikan atraksi Pagar Nusa mengungkapkan kegembiraannya, karena pada peringatan harlah kali ini para pendekar Pagar Nusa sekabupaten bisa berkumpul kembali dan menggelar aksi.

H. Saiful Illah saat memberikan sambutan berpesan kepada para pendekar agar kemampuannya digunakan untuk hal yang positif, dan membantu pemerintah menjaga kondusivitas wilayah Sidoarjo.

Ada sekitar 700 pendekar Pagar Nusa hadir dalam peringatan tersebut dan mereka menggelar atraksi tenaga dalam, bantengan, serta silat seni. Selain itu, di Pendopo Delta Wibawa juga ada 700 peserta lomba mewarnai dari TK/RA Muslimat sekabupaten setempat. (Aprilia Zahrani/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Kajian Sunnah, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 27 Desember 2017

Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Idarah Wustha 9Pimpinan Wilayah) Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mutabarah an-Nahdliyyah (Jatman) DKI Jakarta selama dua hari (18/6 - 19/6) menyelenggarakan Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi 1437H. Kegiatan yang dihelat di Zawiyah Tarekat Idrisiyyah, Masjid Al Fattah Jl. Batu Tulis XIV No. 5, Juanda III Jakarta Pusat ini diikuti 80 peserta dari berbagai tarekat yang berhimpun di Jatman.

Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi

Acara dimulai Sabtu (18/6) dengan shalat zhuhur berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin oleh Ustadz Asep Saefuloh dari Tarekat Idrisiyyah. ?

"Alhamdulillah pada Ramadhan ini kita dapat menyelenggarakan riyadlah ulama sufi dengan tema ‘Menggapai Ilahi dengan Metode Thariqah’. Insyaallah Jatman akan terus mengadakan kegiatan untuk memperkuat kehadiran tarekat di masyarakat," papar Katib Jatman DKI Jakarta KH Ahmad Hidayat saat membuka acara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pada sesi pertama, Ustadz Abdul Latif dari Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN) Suryalaya menyampaikan materi tentang Al-Quran. Penulis buku HATAM (Hafal Tanpa Menghafalkan) ini mengingatkan bahwa sufi sangat akrab dengan Al-Quran. "Mumpung Ramadhan, kita buat kebiasaan lebih akrab dengan Al-Quran agar lepas Ramadhan kebiasaan baru ini dapat terus berlanjut," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selanjutnya, Kepala Humas Kementerian Pemuda dan Olahraga H Amar Ahmad yang hadir dalam kesempatan itu menjelaskan program kepemudaan yang sedang dijalankan. "Banyak peluang kegiatan yang dapat dilakukan oleh para pemuda, khususnya pemuda pengamal tarekat. Negeri ini butuh pemuda-pemudi yang kuat tauhidnya untuk melakukan perubahan," ungkapnya mewakili Menpora yang berhalangan hadir.

Lepas shalat Tarawih, materi disampaikan oleh KH Maman Imanul Haq, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka. Ia sangat mengapresiasi kegiatan Jatman. "Dakwah sufistik diterima oleh semua kalangan. Saya banyak keliling luar negeri dan mendapati corak dakwah yang tepat adalah metode tasawuf," tegas anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Hari kedua (19/6), selepas shubuh setelah dzikir dan shalawat, kajian disampaikan oleh Mursyid Tarekat Idrisiyyah, Syaikh Muhammad Fathurahman. Ia memaparkan adab dan suluk dalam tarekat. Acara ditutup selepas shalat ashar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News, Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 21 Desember 2017

Moderasi Ibn Umar dalam Konflik

Oleh Mohammad Subhan Zamzami

Situasi politik tanah air pasca Pemilihan Presiden tahun 2014 lalu dinilai kurang kondusif. Tidak seperti Pilpres sebelumnya, Pilpres tahun 2014 seakan memecah rakyat Indonesia menjadi dua kubu. Perseteruan dua kubu ini sangat berbau SARA (suku, ras, agama, dan antargolongan), yang kemudian memuncak pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017, dan agaknya akan terus memanas hingga Pemilihan Presiden tahun 2019. Sayangnya, pihak yang berseteru ini tidak hanya memicu gesekan pemeluk antaragama, tapi juga menyulut kembali gesekan pemeluk seagama yang memiliki perbedaan pandangan keagamaan dan politik.

Moderasi Ibn Umar dalam Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Moderasi Ibn Umar dalam Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Moderasi Ibn Umar dalam Konflik

Dalam konteks Islam, situasi seperti ini seakan menggiring kita melihat pra dan pasca fitnah kubra (tragedi politik besar) yang merenggut banyak korban jiwa, baik dari kubu ‘Ali ibn Abu Thalib maupun dari kubu Mu’awiyah ibn Abu Sufyan. Imbas fitnah kubra ini masih sangat terasa hingga saat ini, seperti perbedaan pandangan keagamaan dan politik. Perbedaan pandangan keagamaan ini, misalnya, melahirkan aliran-aliran kalam di kalangan umat Islam. Sedangkan perbedaan pandangan politik di antara mereka setidaknya melahirkan empat kubu, yaitu kubu ‘Ali ibn Abu Thalib, kubu Mu’awiyah ibn Abu Sufyan, kubu Khawarij, dan kubu sebagian sahabat.

Kubu ‘Ali memainkan high politics dengan berusaha mempertahankan idealisme dan nilai luhur Islam dengan tidak terjebak pada politisasi agama, meski pada akhirnya mereka menyerah pada desakan sebagian pendukungnya yang kemudian membelot, sehingga mereka dikalahkan oleh kecerdikan ‘Amru ibn al-‘Ash, juru runding kubu Mu’awiyah. Kubu Mu’awiyah lihai memainkan isu-isu agama untuk melegitimasi kepentingan politiknya, sehingga mudah meraih simpati masyarakat dengan segudang prestasi dan kebobrokannya sekaligus.

?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kubu Khawarij memainkan politik Islam simbolis yang kaku, sehingga mereka akan selalu beroposisi melawan siapa pun penguasa yang tidak sesuai dengan pandangan keagamaan dan politik mereka. Kubu terakhir, kubu sebagian sahabat, lebih suka mengasingkan diri dengan tidak melibatkan diri berlarut-larut dalam pertikaian politik, karena bagi mereka sikap seperti ini lebih baik meski mereka juga sadar bahwa pada akhirnya mereka juga akan dianggap salah oleh kubu lain. Perbedaan pandangan keagamaan dan politik mayoritas umat Islam saat ini hanya representasi dari masa tersebut.

Salah satu tokoh besar pada masa itu adalah ‘Abdullah ibn ‘Umar (w. 72/73 H), sahabat sekaligus putra ‘Umar ibn al-Khatthab. Ibn ‘Umar merupakan sahabat terkemuka periwayat hadis terbanyak kedua dengan jumlah periwayatan sebanyak 2630 hadis. Dalam Shahih al-Bukhari, al-Bukhari menulis dua hadis tentang pandangan keagamaan dan politik ‘Ibn ‘Abbas, yang mengindikasikan bahwa ia berada pada kubu terakhir yang lebih suka mengasingkan diri dengan tidak larut dalam perselisihan, yaitu hadis ke-4513 dan hadis ke-4515. Hadis ke-4513, misalnya, mengisahkan Ibn ‘Abbas tidak ikut serta dalam tragedi Ibn al-Zubair, sehingga ada dua orang datang menghadap kepadanya untuk mempertanyakan sikapnya tersebut.

Pada saat itu, ia berkata, “Saya tidak ikut karena sesungguhnya Allah mengharamkan pertumpahan darah atas saudaraku.” Mendengar jawaban tersebut, dua orang tadi menggunakan ayat Alquran wa qatiluhum hatta la takuna fitnah? (dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi) untuk menekannya. Tapi Ibn ‘Umar menyanggah mereka dengan berkata, “Kami berperang agar tidak terjadi fitnah sehingga ketaatan (agama) hanya semata-mata untuk Allah, sedangkan kalian ingin berperang agar terjadi fitnah sehingga ketaatan (agama) hanya semata-mata untuk selain Allah.”

Sedangkan hadis ke-4515 mengungkapkan pandangan politik Ibn ‘Umar. Dalam hadis tersebut, ada seorang laki-laki datang menghadapnya untuk mempertanyakan pandangannya tentang kepribadian ‘Utsman ibn ‘Affan dan ‘Ali ibn Abu Thalib. Sebagaimana diketahui, ‘Utsman mewakili Bani Umayah, sedangkan ‘Ali mewakili Bani Hasyim. Dua klan besar ini bertikai sejak sebelum masa Nabi Muhammad Saw. hingga beratus-ratus tahun setelahnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mendapat pertanyaan tersebut, Ibn ‘Umar menjawab, “Allah telah mengampuni ‘Utsman, tapi kalian berat memaafkannya. Sedangkan ‘Ali adalah sepupu Rasulullah Saw.” Jawaban Ibn ‘Umar ini menunjukkan bahwa ia lebih suka mendamaikan pihak-pihak yang berseteru, bukan justru semakin memperkeruh keadaan.

? ? ? ? ? ?

Penting diketahui bahwa al-Bukhari mencantumkan dua hadis tersebut untuk menafsirkan salah satu ayat perang atau jihad yang kerap disalahtafsirkan oleh kaum jihadis, yaitu QS. Al-Baqarah [2]: 193 Wa qatiluhum hatta la takuna fitnah wa yakuna al-din li Allah fa inintahau fa la ‘udwan illa ‘ala al-dzalimin (Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan [sehingga] ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti [dari memusuhi kalian], maka tidak ada permusuhan (lagi) kecuali terhadap orang-orang yang zalim), yang menunjukkan bahwa al-Bukhari sependapat dengan Ibn ‘Umar.

Nah, di tengah memanasnya situasi politik tanah air, moderasi Ibn ‘Umar dalam konflik menemukan relevansinya. Oleh karena itu, menggemakan kembali moderatisme Ibn ‘Umar dalam konflik sangat penting, sehingga sosok-sosok Ibn ‘Umar baru akan muncul untuk menjadikan kehidupan berbangsa dan bernegara kembali kondusif. Sebab salah satu faktor memanasnya situasi politik tersebut adalah penyalahgunaan simbol-simbol agama, baik karena disengaja untuk kepentingan politik maupun karena minimnya wawasan keislaman sebagian pihak yang selama ini selalu mengatasnamakan Islam untuk membenarkan aksi-aksinya.

Penulis adalah Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 06 Desember 2017

Galang Konsolidasi, PMII Bojonegoro Temukan Seluruh Kader

Bojonegoro, Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebagai organisasi mahasiswa ekstra kampus (Omek), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kabupaten Bojonegoro sudah melahirkan ribuan kader yang militan. Termasuk mempersiapkan diri, menjelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Ledre yang direncakan tahun 2018 mendatang.

Hal itu yang disampaikan ketua umum pertama PC PMII Bojonegoro, Irsyadul Ibad diacara konsolidasi internal Keluarga Besar Ikatan Alumni (IKA) PMII dengan PC PMII Bojonegoro sekarang, di rumah makan joglo Jalan Kolonel Sugiyono Bojonegoro, Ahad (24/4).

Galang Konsolidasi, PMII Bojonegoro Temukan Seluruh Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Galang Konsolidasi, PMII Bojonegoro Temukan Seluruh Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Galang Konsolidasi, PMII Bojonegoro Temukan Seluruh Kader

Menurut, Irsyadul Ibad bahwa PMII sudah didirikan sejak tahun 1986 sampai tahun 2016 ini sudah melahirkan ribuan kader PMII di Kabupaten Bojonegoro, sehinga jangan sampai para kader PMII terpecah tanpa arah yang jelas.

"Untuk Bojonegoro sendiri, sudah saatnya mempunyai bupati atau wakil bupati Bojonegoro, konsen dalam konsolidasi ini adalah, membangun kantor PC PMII Bojonegoro yang baru dan menyiapkan Pilkada 2018," ujar pendiri PC PMII Bojonegoro dan juga pengasuh Pondok Pesantren Bumi Aswaja Gresik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sedangkan Ketua IKA PMII, KH Abdulloh Nasihudin mengungkapkan, bahwasanya forum silaturrahim ini harus selalu dikawal bersama dan berkelanjutan. Sehingga PMII Bojonegoro mampu menjadi trend center gerakan mahasiswa di Bojonegoro.

"Gerakan literasi dan peningkatan intelektual kader menjadi sarat mutlak yang harus dibangun PMII di struktural. Sedangkan IKA PMII akan berkontribusi dan mendistribusikan kader-kader dan alumni terbaiknya untuk masa depan Bojonegoro kedepanya," terangnya.

Sementara itu, lketua mum PC PMII BoJonegoro, A Syahid menjelaskan, digagasnya acara temu alumni PMII ini, adalah dalam rangka harlah PMII ke-56 Tahun, serta bagaimana dari hasil pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi untuk Bojonegoro kedepan baik untuk internal PMII maupun eksternal. Serta menyiapkan bagaimana kesiapan para alumni dalam Pilkada tahun 2018 mendatang.

"Acara konsolidasi yang dikemas dengan temu alumni ini untuk memikirkan bagaimana nantinya PMII kedepannya agar lebih meningkatkan kualitas kader dan kedekatan emosional keluarga besar PMII se-Bojonegoro. Serta untuk para alumni agar didorong mampu berpartisipasi dalam Pilkada Bojonegoro 2018, kalau PMII harus tetap netral dan independent, tetapi kalau alumni kan sudah saatnya berkontribusi di dalam sistem," tandasnya.

Tampak dalam temu kangen Keluarga Besar PMII ini dari zaman ketua umum PMII pertama pada tahun 1986 sampai pada tahun periode 2016, berlangsung harmonis. Pasalnya selain bertemu dengan sahabat seperjuangannya, para alumni PMII juga menceritakan perjalanan PMII dari masa kemasa. (M. Yazid/Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, News, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 28 November 2017

RMI Jateng Adakan Raker dan Halaqah Pesantren

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jawa Tengah, Sabtu (18/1), mengadakan acara halaqah dan rapat kerja (raker). Kegiatan yang digelar di Semarang tersebut diikuti oleh pengurus RMI Jateng, baik di tingkat wilayah maupun cabang, serta perwakilan dari sejumlah pesantren dan Kemenag Jateng.

Ketua PW RMI Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin, dalam sambutannya menyatakan komitmen RMI untuk ikut membangun dan memajukan pesantren. “Seluruh pengurus RMI akan bekerja keras untuk mengangkat harkat martabat pondok pesantren tradisional,” tegas putera KH Sahal Mahfudz itu.

RMI Jateng Adakan Raker dan Halaqah Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Jateng Adakan Raker dan Halaqah Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Jateng Adakan Raker dan Halaqah Pesantren

Selain itu, kiai yang acap disapa Gus Rozin tersebut juga meneanan dua hal. Pertama, RMI secara formal independen alias tidak banyak tergantung pihak luar, baik secara finansial dan politik. Kedua, PW RMI Jateng mesti menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas, agar mudah dipertanggungjawabkan dan dibaca paling tidak pleh pengurus cabang dan masyarakat tiap tahunnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gus Rozin mengatakan, selain menyepakati susunan program kerja, rakerwil kali ini juga menentukan program prioritas dari keseluruhan rumusan yang ada. Ia juga menekankan tentang perlunya komunikasi lebih intensif kepada beberapa pesantren.

Dalam acara halaqah turut mengisi pengasuh Asrama Perguruan Islam Pondok Pesantren Salafiyah Tegalrejo KH Muh. Yusuf Chudlori. “Raker ini menjadi salah satu indikator berjalannya organisasi”, katanya. (M Zulfa/Ajie Najmuddin/Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 15 November 2017

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag

Magelang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial santunan ahli waris, luka berat, dan logistik korban banjir bandang Dusun Deles, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Bantuan secara simbolis diberikan di Aula Kecamatan Grabag, Magelang, Jawa Tengah.

Total bantuan yang diberikan sejumlah Rp321 juta terdiri dari santunan kematian bagi 13 ahli waris korban meninggal sebanyak Rp195 juta, korban luka sejumlah Rp15 juta kepada tiga orang, dan bantuan logistik sejumlah Rp116,5 juta.?

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag

Selepas penyerahan bantuan, Khofifah dan rombongan langsung menuju titik lokasi bencana menggunakan motor trail sejauh kurang lebih 3 kilometer. Khofifah dibonceng salah seorang personel wanita Taruna Siaga Bencana (Tagana). Kondisi jalan yang terjal, sempit, dan licin cukup membuat Mensos dan rombongan kerepotan.?

Khofifah menyempatkan menyambangi dapur umum lapangan (Dumlap) yang menyediakan makanan bagi para pengungsi. Setelah itu, Ia mengunjungi Pondok Anak Ceria (PAC) yang didirikan Kementerian Sosial.?

Di tempat tersebut Khofifah mengajak anak-anak korban banjir bandang bermain dan bersholawat. Khofifah juga membagikan mainan dan makanan ringan untuk menghibur anak-anak tersebut.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Apa yang bapak ibu rasakan, saya juga turut merasakan. Semoga kejadian seperti ini (banjir bandang-red) tidak berulang kembali. Bagi keluarga korban meninggal semoga diberi ketabahan, kekuatan, dan kesabaran. Semoga khusnul khatimah," tuturnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Dusun Deles, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, untuk segera bangkit dari kejadian duka banjir bandang ini.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Banjir bandang adalah salah satu ujian dari Tuhan. Jika kita bisa melewati ujian dengan lapang dada, Insyaallah kita akan semakin ditinggikan derajatnya dihadapan Allah," imbuhnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 13 November 2017

PAC GP Ansor Sukoharjo Raih Juara Futsal

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam



Liga Futsal Ansor yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu dalam rangka menyambut Harlah ke-83 GP Ansor di Lapangan Futsal Afdhol Sidoharjo, Tim PAC GP Ansor Sukoharjo dinobatkan sebagai juara setelah mengalahkan Tim PAC GP Ansor Ambarawa melalui drama adu pinalti di babak final.

PAC GP Ansor Sukoharjo Raih Juara Futsal (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC GP Ansor Sukoharjo Raih Juara Futsal (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC GP Ansor Sukoharjo Raih Juara Futsal

Liga Futsal tersebut diikuti oleh 12 Tim yang merupakan kader Ansor-Banser dari masing-masing PAC GP Ansor se-Kabupaten Pringsewu. Setelah Tim Sukoharjo dan Ambarawa menempati juara pertama dan kedua, Tim Adiluwih menyabet predikat sebagai juara ketiga setelah berhasil menumbangkan Tim Gadingrejo.

Ditemui saat pembukaan Liga Futsal Ansor, Ketua GP Ansor Pringsewu, M. Sofyan mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya lomba ini selain dalam rangka menyambut harlah ke-83 GP Ansor, lomba ini merupakan upaya untuk lebih mempererat tali persahabatan dan soliditas diantara anggota Ansor-Banser itu sendiri.

"Lomba ini supaya mereka lebih akrab dan lebih solid saja bukan semata-mata untuk mencari siapa yang juara atau menang. Siapapun yang menang nanti, itu adalah hasil kerja keras Tim itu sendiri", ungkap Sofyan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dilokasi dan waktu yang sama, selain menyelenggarakan lomba futsal, GP Ansor Pringsewu juga mengadakan lomba Baris Berbaris bagi anggota Banser. Namun sayangnya, belum bisa dikonfirmasikan Tim ? karena akan diumumkan pada saat Apel Akbar Ansor-Banser se-Kabupaten Pringsewu pada Ahad depan (23/04).

Lomba Baris Berbaris Banser diikuti oleh 6 Satkoryon dari 9 Satkoryon yang ada di Kabupaten Pringsewu. 3 Satkoryon tidak mengikuti lomba dikarenakan kurang persiapan.

Sementara itu, bertindak sebagai dewan juri perlombaan, Misbah Kulmunir (PC Ansor Pringsewu), Heri Susanto (Pembina Pramuka), Hendri S. (Satkorcab Banser). (Henudin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Khutbah, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 07 November 2017

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016

Sleman, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pemilihan Duta Santri Nasional 2016 sebagai bagian dari Pegelaran Hari Santri Nasional baru saja usai digelar. Ajang ini melibatkan 20 kontestan santri dan santriwati dari seluruh Indonesia, hasil seleksi dari ratusan pendaftar yang ada.

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016

Acara yang digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta pada 24-26 Oktober 2016 oleh Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU) ini memilih Nurul Aula yang mewakili Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sebagai Juara Kategori Favorit Santriwan Santriwati Duta Santri Nasional 2016.

Aula mengaku tidak mengira kalau dirinya akan menang dalam kategori ini karena menurutnya banyak kontestan lain yang lebih bagus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dara kelahiran Paya Bakong Aceh Utara ini mempunyai segudang prestasi di antaranya pernah jadi Juara MHQ 1 Juz Se-Aceh Utara, Juara 1 Sari Tilawah Antar Dayah se-Aceh Utara, Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia Tingkat SMP, Santri Berpestasi di Dayah Terpadu Ruhul Islam Aceh Utara.

Di samping itu banyak kegiatan yang dia rintis untuk memajukan minat belajar para santri, khususnya belajar Al-Quran, salah satunya dengan Gerakan Menghafal Al-Quran 300 Hari "One Day One Page" sekaligus sebagai Koordinator.? Uniknya lagi,? dia juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama (IPPNU)? Dayah Terpadu Ruhul Islam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saya sangat bersyukur mendapat Juara Favorit. Ini menunjukkan kalau banyak orang yang suka dengan program yg saya presentasikan, semoga ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi saya dan semoga bermanfaat bagi semua orang," ungkap Aula saat ditemui selepas acara.

Untuk informasi,? sebelum Grand Final Kontestan dikarantina selama 2 hari untuk memaparkan prestasi dan program yang dilakukan selama ini, dan diselingi dengan materi oleh para pembimbing acara. (Zaki MuttaQien/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Halaqoh, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 04 November 2017

Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban

Khutbah I



Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Sering Dilupakan di Bulan Syaban

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Jamaah shalat Jumat haafidhakumullah,

Tidak terasa kita sudah berjumpa Sya’ban lagi, bulan yang menandai bahwa kita semakin mendekati blan suci Ramadhan. Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam hitungan kalender hijriah. Terletak setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadhan. Secara bahasa Sya’ban berakar dari kata Arab “syi‘âb” yang bararti jalan di atas bukit. Makna “jalan” ini bisa dikiaskan dalam pengertian bahwa kita sedang menapaki jalan menuju Ramadhan, bulan yang paling dimuliakan dalam ajaran Islam.

Posisi bulan Sya’ban yang terjepit di antara Rajab dan Ramadhan itu rupanya membuat Sya’ban kalah populer dari keduanya. Kita tahu, Rajab diyakini sebagai bulan yang di dalamnya terdapat peristiwa dahsyat: Isra’ dan Mi’raj. Peristiwa yang dialami secara langsung oleh Rasulullah ini begitu membekas di benak umat Islam, bukan saja karena keajaibannya namun juga hasil dari peristiwa itu yang masih berlangsung hingga sekarang, yakni kewajiban shalat waktu. Rajab adalah salah satu dari empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. ? Disebut “bulan-bulan haram” (? ?) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Tentang bulan Ramadhan, tak perlu ditanya lagi. Bulan ini mendapat tempat khusus dalam ajaran Islam. Pada bulan ini seluruh ganjaran amal kebaikan dilipatgandakan. Di dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa kasih sayang Allah ditumpahkan dalam sepuluh pertama bulan ini, pintu pengampunan dibuka lebar pada sepuluh kedua, dan pembebasan dari neraka diterapkan pada sepuluh ketiga. Umat Islam diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Singkat kata, Ramadhan menjadi bulan spesial hubungan antara hamba dengan Allah.

Terkait tak begitu populernya bulan Sya’ban, Rasulullah pernah bersabda:?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

”Usamah bin Zaid berkata, ‘Wahai Rasululllah aku tidak pernah melihat engkau berpuasa sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban. Nabi membalas, “Bulan Syaban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Nasai)

Jamaah shalat Jum’at hafidhakumullah,

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan, hari- hari utama (al-ayyâm al-fâdlilah) ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan, dan tiap minggu. Dalam siklus bulanan, Imam al-Ghazali berpendapat bahwa bulan Sya’ban merpakan bagian dari al-asyhur al-fâdlilah (bulan-bulan utama), sebagaimana bulan Rajab, Dzulhijjah, dan Muharram. Bobot nilai puasa pada bulan-bulan utama lebih unggul dibanding pada bulan-bulan biasa. Berpuasa juga menjadi amalan yang jelas-jelas dicontohkan oleh Rasulullah sendiri.

Mengapa puasa? Puasa di bulan Sya’ban menandai tentang kesiapan kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Semakin intensif seseorang melaksanakan ibadah di bulan ini, semakin matang pula kesiapannya untuk memasuki bulan Ramadhan. Di sinilah relevansi makna “jalan di atas bukit” bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban menjadi jalan mendaki untuk meraih puncak kemuliaan yang tersedia di bulan Ramadhan. Rasulullah sendiri bersabda bahwa beliau ingin ketika amal kebaikan diangkat, beliau sedang dalam kondisi berpuasa.?

Dengan demikian, kata kunci penting dalam hal ini adalah “kesiapan”. Kata ini pula yang sering diabaikan tatkala kita memasuki bulan Sya’ban. Kesiapan yang dimaksud adalah kesiapan rohani untuk menerima suasana paling sakral dari bulan paling suci, yakni Ramadhan. Sehingga, kesiapan lebih berorientasi spiritual, ketimbang material.

Mungkin kita lihat perubahan suasana di sekeliling kita saat bulan Sya’ban tiba. Pusat-pusat perbelanjaan kian ramai, tiket-tiket stasiun atau pesawat dengan cepat ludes terbeli, jumlah belanja bahan pokok meningkat, dan lain sebagainya. Semua ini mungkin bisa disebut persiapan, tapi dalam pemaknaan yang sangat material, bukan spiritual.

Jamaah shalat Jum’at hafidhakumullah,

Dengan demikian, kita menyaksikan bahwa bukan hanya bulan Sya’ban yang dilupakan, bahkan makna bulan Sya’ban itu sendiri juga tak jarang diabaikan begitu saja. Kondisi duniawi kerap menyibukkan kita dengan hal-hal yang tak terlalu substansial. Tradisi atau “ritus” budaya tahunan sering menjauhkan kita pada kedalaman rohani yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari kita.

Yang tak kalah penting dicatat adalah bahwa bulan ini mengandung pertengahan spesial yang dikenal dengan “Nisfu Sya’ban”. Secara harfiah, Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Syaban atau tanggal 15 Syaban. Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Syaban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan).

Menurut Imam al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Syaban Allah SWT menganugerahi sepertiga syafaat kepada hamba-Nya dan seluruh syafaat secara penuh pada malam ke-14. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Selain puasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya malam Nisfu Sya’ban. Maksud menghidupkan malam di sini adalah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam Nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Semoga kita semua dianugerahi umur panjang yang barokah; diberi kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan. Harapannya, kita semua dapat meningkatkan kualitas kehambaan kita dan merengkuh kebahagiaan dunia dan akhirat. Amiiin. Wallahu a’lam bish shawab.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News, Humor Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 03 November 2017

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan

Solo,Rohis Tegal - Rohani Islam. PC GP Ansor Solo beserta sejumlah organisasi kepemudaan menggelar aksi damai long march untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan 1436 H. Acara tersebut digelar di lokasi Car Free Day (CFD) Jl Slamet Riyadi Solo, Ahad (14/6).

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Solo Terbangkan Balon Damai Ramadhan

Menurut Ketua GP Ansor Solo, dalam aksi tersebut para peserta menerbangkan balon yang bertuliskan pesan harapan “Damai Ramadhan Surakarta”.

“Ramadhan semoga menjadi momentum untuk saling menghortmati dan, serga untuk menciptakan Kota Solo yang kondusif dan damai,” terang Anwar, di sela acara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Wakil Walikota Solo Ahmad Purnomo mengapresiasi kegiatan yang dilakukan para pemuda dalam menciptakan upaya perdamaian.

“Kami bangga dengan apa yang dilakukan para pemuda dalam upya menciptakan kerukunan antarumat beragama ini, Dengan sikap ini semoga berkah Romadhan memberkahi bangsa Indonesia sehingga tidak terjadi konflik yang bernuansa agama,” ujar dia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain berorasi, para peserta aksi juga menampilkan beberapa kolaborasi seni antara lain kesenian hadrah dan barongsai. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 31 Oktober 2017

GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Penegasan sejumlah kalimat kecaman terhadap keberadaan teroris dan gerakan radikalisme yang lain diumbar oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kalimat-kalimat tersebut ditulis di spanduk dan banner yang dipasang di beberapa titik yang strategis dilewati banyak orang.

GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jombang Terus Sosialisasikan Bahaya Radikalisme

Demikian salah satu intruksi Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor setempat. Bahkan di skala nasional, GP Ansor menyerukan hal yang sama. Mereka menganggap keberadaan terorisme dan radikalisme adalah ancaman bagi bangsa Indonesia, khususnya warga nahdliyin yang harus disikapi dengan serius. ?

"Sehubungan dengan maraknya gerakan radikalisme yang mengarah pada terorisme, GP Ansor jatim bahkan nasional sepakat menolak gerakan radikalisme atas nama agama dan terorisme," ujar H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua PC GP Ansor Jombang, Jumat (11/3).

Untuk itu, kata Zulfikar sapaan akrabnya, GP Ansor dari tingkat ranting hingga kecamatan secara kesuluruhan harus menonjolkan sikap penolakan terhadap mereka. Salah satunya dengan menyebarkan spanduk dan banner tersebut.

"Diimbau kepada PAC GP Ansor memasang spanduk banner ukuran bebas design bebas tonjolkan merah putih kemudian dilettakkan di tempat strategis, bisa jalur utama di masing-masing kecamatan," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk ketentuan dan mekanisme penulisan spanduk dan banner, ia menjelaskan disesuaikan dengan tema dan tujuan awal, yakni menyatakan sikap penolakan GP Ansor Jombang terhadap kelompok radikal. Bisa memilih tulisan yang sudah disediakan atau yang serupa, dan mencantumkan logo Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna).

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Konsep banner dan spanduk dapat memilih sebagai berikut: Tolak gerakan radikalisme yang mengarah pada terorisme, wujudkan kerukunan antar umat beragama; Kami ingin damai. Mari lawan terorisme; Masyarakat Jombang sepakat berantas terorisme; Terorisme tidak boleh hidup di Jombang; Terorisme musuh kita bersama; Terorisme haram hidup di Jombang dan lain-lain yang berhubungan kalimat tersebut," tandasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Muslimat Nahdlatul Ulama terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. Hal itu ditandai dengan digelarnya workshop peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Muslimat NU, di Hotel Kaisar, Jakarta, 7-8 Juni.

Workshop ini juga sebagai persiapan menyongsong pemberlakuan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) 2014 mendatang. Penyelenggara kegiatan ini adalah Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM) dan diikuti Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, YKM-NU Wilker I Provinsi, YKM-NU Wilker II Kabupaten dan Kota, dan fasilitas pelayanan kesehatan potensial di lingkungan YKM-NU.

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, salah satu tujuan pembangunan nasional adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi menjadi tolok ukur dalam penentuan tingkat Human Development Index (HDI) suatu negara.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dicanangkannya MDGs (Millenium Development Goals) makin memperjelas sangat pentingnya peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut, khususnya kesejahteraan Ibu dan Anak,” ungkapnya pada acara pembukaan workshop, Kamis (7/6).?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pola pembangunan yang partisipatif menjadi sangat penting. Pemerintah harus mendengar dan mengakomodir keinginan masyarakat dalam membuat suatu kebijakan publik.?

“Di lain pihak dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat harus berpartisipasi secara aktif dan tidak hanya menyerahkan semuanya kepada Pemerintah,” jelasnya.

YKM NU, katanya, saat ini telah memiliki 76 fasilitas pelayanan yang terdiri dari rumah sakit, rumah bersalin, klinik dan balai pelayanan kesehatan. Disamping itu, YKM NU juga punya 106 panti asuhan yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tentu itu merupakan potensi yang tidak sederhana. Namun masih diperlukan konsolidasi internal, khususnya di setiap Fasyankes. Diperlukan konsolidasi antara struktur internal organisasi, yaitu Pengurus YKM NU di masing-masing tingkatan Propinsi dan Kabupaten/Kota, dan YKM NU Pusat melalui pertemuan di tingkat Nasional,” tuturnya.?

Lebih lanjut, Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini mengatakan, workshop kali ini diharapkan mampu mewujudkan penguatan jejaring pengurus YKM NU di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan YKM-NU dalam menghadapi perubahan sebagai dampak pelaksanaan UU Kesehatan, UU RS dan UU BPJS.?

“Perlu ada pemahaman yang sama terhadap perubahan yang telah dan akan terus terjadi di sektor kesehatan sebagai dampak pelaksanaan UU Kesehatan, UU RS dan UU BPJS,” jelasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sejarah, News, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 28 Oktober 2017

Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Rukyatul hilal bil fi’li atau observasi hilal di lapangan untuk penentuan awal Ramadhan 1431 H akan diadakan Selasa (10/8) hari ini bertepatan dengan tanggal 29 sya’ban 1431 H.

Perdasarkan hasil hisab Lajnah Falakiyah dalam almanak PBNU untuk markas Jakarta, ijtima’ terjadi pada Selasa pukul 10.08 WIB. Hilal berada 4 derajat 13 menit di sebelah selatan matahari pada ketinggian 2 derajat 22 menit dalam posisi miring ke selatan dan berada di atas ufuk selama 11 menit 46 detik.

Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini

Berdasarkan data hisab itu, hilal mungkin dapat dirukyat karena berada di atas standar imkanur rukyat (visibilitas pengamatan) yang telah disepakati oleh negara-negara anggota MABIM (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Namun kepastian awal bulan masih menunggu hasil rukyat ini, karena dalam ketinggian tersebut itu hilal masih sangat sulit dirukyat, atau masih berada di batas minimal visibilitas pengamatan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri, rukyatul hilal bil fi’li akan diadakan di sembilan puluh titik lokasi rukyah yang strategis di seluruh Indonesia di bawah koordinasi Lajnah Falakiyah PBNU.

“Rukyah akan dilaksanakan oleh seratus dua puluh perukyah bersertifikat nasional di samping para alim ulama ahli rukyah, ahli hisab, nahdliyyin dan pesantren setempat, serta bekerja sama dengan instansi terkait,” kata Kiai Ghazali kepada Rohis Tegal - Rohani Islam.

Ditambahkan, Lajnah Falakiyah PBNU juga akan menerjunkan sebagian anggota pengurus untuk memantau langsung pelaksanaan rukyat di lapangan.

Hasil penyelenggaraan rukyatul hilal bil fi’li dilaporkan kepada PBNU dan Departemen Agama dengan kriteria-kriteria yang ditentukan, baik secara syar’i, astronomis maupun secara teknis administratif. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 26 Oktober 2017

Setelah 20 Tahun Tak Terurus, Indonesia-Suriah Tanam Kembali Hutan Persahabatan

Damaskus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Suriah ke-69 dan peringatan Kemerdekaan RI ke-71, KBRI Damaskus pada hari Minggu, (14/8) menyelenggarakan penanaman kembali Hutan Persahabatan Indonesia-Suriah di Kota Dimas, Provinsi Damascus Countryside (DCS), Suriah. Acara dihadiri Duta Besar RI Suriah Djoko Harjanto, Gubernur Damascus Countryside (DCS) Ala Ibrahim, Wakil Gubernur DSC Ratib Adas, Walikota Dimas, dan diikuti sekitar 150 pemuda Indonesia dan Suriah.?

Dubes Djoko menegaskan hutan persahabatan ini pertama kali diresmikan tahun 1988 dan KBRI Damaskus terakhir kali menanam hutan persahabatan tahun 1996. Selama 20 tahun terbengkalai, hutan ini menjadi tidak terawat dan banyak pohonnya yang hilang atau mati.?

Setelah 20 Tahun Tak Terurus, Indonesia-Suriah Tanam Kembali Hutan Persahabatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah 20 Tahun Tak Terurus, Indonesia-Suriah Tanam Kembali Hutan Persahabatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah 20 Tahun Tak Terurus, Indonesia-Suriah Tanam Kembali Hutan Persahabatan

Dubes Djoko mengutip hadits Nabi bahwa “tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kemudian tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, ataupun hewan, maka dengan tanaman itu ia telah bersedekah.” Dubes Djoko juga menekankan dengan semangat meneguhkan kembali persahabatan di tengah krisis berkepanjangan, KBRI Damaskus mengabadikan simbol persahabatan Indonesia-Suriah dalam bentuk Prasasti Hutan Persahabatan Indonesia-Suriah.

Sementara itu, Gubernur Damascus Countryside menyambut baik acara penanaman kembali Hutan Persahabatan yang menjadi simbol persahabatan abadi kedua negara dan terus berkembang di masa mendatang.

Pada acara bersejarah itu, Dubes RI bersama Gubernur DCS menandatangani prasasi Hutan Persahabatan dan menanam pohon beringin dari Indonesia. Pohon beringin didatangkan khusus dari Indonesia sebagai simbol persatuan dalam Pancasila. Selanjutnya, sekitar 150 pemuda dari Indonesia dan Suriah menanam sebanyak 100 bibit pohon pinus di lahan Hutan Persahabatan Indonesia-Suriah.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu peserta asal Suriah, Nagham Meqari, mengutarakan antusiasmenya mengikuti penanaman hutan persahabatan ini. “Saya mewakili teman-teman salut dengan kegigihan KBRI Damaskus untuk terus menyambungkan persahabatan antara pemuda Suriah dengan Indonesia. Saya senang bisa bertemu dengan teman-teman baru Indonesia pada acara penanaman hutan ini,” ujarnya.

“Penanaman hutan ini betul-betul menjadi simbol persahabatan kedua negara,” ujar Wasim Ahmad, peserta asal Suriah. “Dengan kehadiran para pemuda Indonesia dan kita menanam pohon bersama, kami orang Suriah merasa tidak ditinggalkan di tengah konflik ini. Indonesia adalah sahabat sejati Suriah.”?

Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang masih tetap membuka misi diplomatiknya di tengah gejolak konflik Suriah dengan kepala perwakilan seorang duta besar. Dengan penanaman kembali hutan persahabatan ini semakin meneguhkan hubungan persahabatan kedua negara, mengingat Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki hutan persahabatan yang aktif dengan Suriah hingga saat ini.?

Pada acara ramah tamah, Dubes RI Djoko Harjanto menerima Gubernur DCS Ala Ibrahim dan Wakil Gubernur DSC Ratib Adas di Wisma Duta Yafour. Dalam pertemuan tersebut Gubernur DCS menyampaikan apresiasi terhadap sikap Indonesia yang konsisten mendukung rakyat dan pemerintah Suriah dalam perang melawan terorisme.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dubes Djoko Harjanto adalah salah seorang Dubes yang paling aktif dalam meningkatkan hubungan kedua negara walaupun dalam situasi krisis dan ia paham betul akan situasi yang diderita oleh rakyat Suriah,” ungkap Ala Ibrahim.

Gubernur Ala Ibrahim juga menyampaikan terima kasih atas upaya Dubes Djoko dalam menjembatani informasi yang sebenarnya terjadi di Suriah, melalui saling kunjung ulama Suriah ke Indonesia yang rutin baru-baru ini, seperti Syeikh Taufik Ramadhan al-Bouti (Ketua Persatuan Ulama Syam) dan Syeikh Adnan Afiyuni (Mufti Damaskus).

Menanggapi hal tersebut, Dubes Djoko menegaskan sikap politik Indonesia untuk senantiasa mendorong solusi politik dan demokrasi di Suriah. “Tidak ada konflik atau peperangan yang selesai tanpa perundingan,” ujar Dubes Djoko menekankan konflik di Suriah harus diselesaikan melalui jalur politik.

Dubes Djoko juga menyampaikan bahwa KBRI Damaskus telah dan terus memfasilitasi kunjungan ulama, jurnalis, akademisi, dan tokoh masyarakat Suriah untuk berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan hubungan kedua negara terutama di bidang keagamaan, budaya, pendidikan, jurnalis, dan bantuan kemanusiaan serta kerjasama menjaga lingkungan hidup dengan program penghijauan. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News, AlaNu, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock