Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh Nadlatul Ulama (JQHNU) menggelar seminar nasional bertajuk “Kontroversi Tilawah Langgam Nusantara”, Selasa (16/6) petang, di aula PBNU, Jakarta. Salah satu narasumber hadir dari Universitas Internasional al-Mustafa, Qum, Iran.

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Ketua Umum PP JQHNU KH Abdul Muhaimin Zain mengatakan, seminar ini diselenggarakan atas permintaan masyarakat, menyusul polemik tentang kebolehan melantunkan al-Qur’an dengan langgam Jawa sebagaimana terjadi pada peringatan Isra’ dan Mi’raj pertengahan Mei lalu di Istana Negara, Jakarta. Pihaknya sengaja mengundang pakar qira’ah asal Iran lantaran langgam qira’ah yang lazim dibaca para qari’ mayoritas berasal dari Persia atau Iran.

Sayyid Ali Rabbani, ulama Iran itu, di hadapan forum yang terdiri para mahasiswa, dosen, dan para pegiat al-Qur’an, mengatakan kontroversi ini juga pernah terjadi di negaranya, Iran. Pembacaan al-Qur’an dengan lagu bersyair mendapat simpati dari sebagian kecil ulama, meski ditolak oleh kebanyakan ulama qira’ah di sana.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Soal tilawah di luar langgam Arab, katanya, secara akal bahasa Arab atau bahasa Inggris seyogianya diekspresikan menurut bahasa Arab atau Inggris. Namun ia menggarisbawahi bahwa seorang qari sebaiknya tidak terlalu fokus pada lagu, melainkan perenungan makna dan sampainya pesan al-Qur’an kepada para pendengar.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ali Rabbani mengisi seminar bersama Kepala Lajnah Pentashih al-Qur’an Kemenag Muchlis M Hanafi, Rais Majelis Ilmi PP JQHNU KH Ahsin Sakho, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Peserta yang berpartisipasi antara lain dari qari internasional Ustadzah Maria Ulfa, serta akademisi dari Institut Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran (PTIQ) Jakarta, Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta, dan Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran "Al-Hikam" Depok.

Menurut hasil penelitiannya dari berbagai kitab klasik, Muchlis berpendapat bahwa tidak ada contoh valid pada zaman Rasulullah tentang lagu tertentu yang harus digunakan saat membaca al-Qur’an. Dengan demikian, ia meyakini langgam (nagham) datang atas kreasi umat Islam setelahnya atau bersifat ijtihadi.

Sebagaimana Muchlis, KH Ahsin Sakho setuju dengan adanya kebebasan dalam memilih lagu selama tidak menyalahi tajwid, makharijul huruf, dan kekhidmatan dalam pembacaan al-Qur’an. Baginya ini masalah sekunder karena menyangkut budaya manusia yang beragam. Yang primer dan masuk kategori ibadah adalah pembacaan al-Qur’an sesuai kaidah dan makna.

“Jadi menurut saya sah-sah saja (menggunakan langgam Nusantara), sejauh tidak ada mawani’ (penghalang) yang menyebabkan ia makruh atau haram,” ujarnya usai menayangkan video pembacaan al-Quran dari Afrika dan Saudi Arabia yang berbeda dari tujuh lagu yang lazim dibaca, yakni Bayati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rost, Jiharkah, dan Sikah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nusantara, Nasional, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 24 Februari 2018

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU Hari Usmayadi mengatakan, Rohis Tegal - Rohani Islam berpotensi menjadi portal berita sangat besar sekali dengan tema keislaman, kerakyatan, dan kebangsaaan. Tema keislaman maksudanya Ahlussunah wal-Jamaah dengan segala konsep dan aplikasinya. Termasuk di dalamnya pesantren, kiai, dan santri, serta NU dan banom serta lembaganya. Sementara kerakyatan, tema mengusung suara hajat hidup orang banyak. Sedangkan kebangsaan, menyangkut keutuhan bangsa dan negara.?

Misalkan, kata dia, jika tiap hari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di tiap kabupaten menyuarakan tema-tema tersebut, bukan tidak mungkin, akan menjadi arus utama di dunia maya. Bahkan bisa menjadi sebuah gerakan sosial di masyarakat.?

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Ia merinci, jika NU memiliki Cabang sekitar 500 di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dan mereka menuliskan tiga tema tersebut tiap hari, maka akan terkumpul sekitar 500 berita. “Ini jumlah sangat besar sekali,” katanya di kantor Redaksi Rohis Tegal - Rohani Islam gedung PBNU, Jakarta Senin (20/2).?

Itu jika hanya PCNU. Sementara NU sendiri memiliki banom dan lembaga yang sampai di kabupaten-kabupaten. Bahkan ada yang sampai di kecamatan dan ranting.?

Banom NU semisal Gerakan Pemuda Ansor, kata dia, katakanlah ada 500 cabang. Ditambah Muslimat ada 500, Fatayat, PMII, IPNU, IPPNU, serta banom-banom, lain. Ada ribuan berita yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam. “Dengan demikian, Rohis Tegal - Rohani Islam akan menjadi kantor berita yang tiada tandingnya dari sisi jumlah. Ia mengalahkan kantor berita mana pun,” lanjutnya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut dia, dari sisi kemampuan, sebetulnya pengurus cabang NU dan banom serta lembaganya adalah orang yang terdidik di daerah masing-masing. Jika mereka mau belajar menulis berita, itu sangat gampang sekali. Dari sisi cara mengirimkannya, hampir setiap pengurus NU sekarang menggunakan android. Berita bisa dikirim langsung melalui email di ponsel. Bahkan bisa lebih simpel lagi jika menggunakan WatshApp.?

NU, lanjutnya, mau tak mau harus masuk di wilayah itu. Kalau tidak, akan ketinggalan. Jangan sampai gagap digital karena akibatnya syiar dakwah NU tidak sampai ke khalayak netizen yang sekarang jumlahnya puluhan juta. “Jika tidak semua PCNU, ya paling tidak separuhnya. Jika tidak separuhnya, ya seperempatnya.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia berharap besar kepada anak-anak muda NU yang bisa menggerakkan hal itu. “Saya ingat apa yang dikatakan Gus Dur dalam satu artikelnya di tahun 90-an. Aktivis PMII, setelah menjadi alumnus, hendaknya membantu NU. Menurut saya, paling tidak, alumnus PMII bisa membantu dalam menggerakan atau menyuarakan suara Nahdliyin, suara rakyat Indonesia di daerah masing-masing,” jelasnya.?

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika semua PCNU dan lembaga dan banom terkoneksi, berjamaah secara ide, dan berjamaah melakukannya, bisa diarahkan ke pengembangan ekonomi, sebagian urusan negara ini bisa selesai. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Quote, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Februari 2018

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga

Medan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Munculnya aliran yang dianggap sesat menyedot perhatian warga Kota Medan, khususnya warga di kawasan Belawan dan Marelan, sehingga memunculkan berbagai tanggapan dari kalangan masyarakat.

"Yang dipegang dalam Islam adalah yang diajarkan dalam Alquran dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Jika menyalahi Al-Quran dan Hadist maka dianggap sesat," kata Dr Ramli Abdul Wahid MA dalam ceramahnya pada Diskusi Panel "Aliran Sesat dan Solusi Pemecahannya" di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut, Medan, Sumut, Rabu (21/2).

Menurut dia, terhadap ajaran sesat yang merusak iman harus dikenakan hukuman. Ia mengambil contoh pada masa awal kekhalifahan dahulu, setiap orang yang mengaku nabi akan dihukum pancung, karena dalam Islam tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Sesat Sedot Perhatian Warga

Tapi hal itu, katanya, berlaku di negara Islam, sedangkan di Indonesia tidak bisa diterapkan.

Prof Dr Abdullah Syah MA, Ketua MUI Sumut mengatakan, "Kita akan memanggil tokoh atau pemimpin aliran atau keyakinan yang dianggap sesat itu, kita ajak muzakaroh (dialog) tentang ajarannya, setelah itu baru bisa kita fatwakan ajaran itu sesat atau tidak".

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih jauh Abdullah Syah yang juga Guru Besar IAIN Sumut itu mengungkapkan, MUI Sumut sudah banyak mengeluarkan fatwa tentang aliran sesat, seperti Ahmadiyah, Inkarus Sunnah, Islam Jama`ah dan lain-lain.

"Sampai tahun 2003, MUI sudah mengeluarkan delapan fatwa tentang paham keagamaan," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketika disinggung tentang kekuatan fatwa tersebut, ia mengatakan MUI hanya lembaga fatwa, bukan putusan hakim yang bersifat mengikat. (ant/hen)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Doa, Pemurnian Aqidah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan acara jalan bertema Go Green, Ahad (12/2). Para peserta yang mengikuti jalan sehat ini mengenakan pakaian yang dibalut dengan berbagai hiasan barang bekas. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemanfaatan bekas sampah menjadi barang-barang yang berguna dan menjadi hiasan agar menarik dipandang.

Ketua panitia acara jalan sehat bertema Go Green dr Sari Prabandari mengatakan, para peserta yang mengikuti jalan sehat tersebut sekitar 1500 karyawan dan keluarga karyawan RSI Siti Hajar. Mereka harus memakai pakaian dari bahan daur ulang, tapi bukan dari sampah medis (botol infus, sarung tangan, spuit suntikan) karena itu tidak boleh dipakai.

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Dokter umum di Rumah Sakit NU itu menjelaskan bahwa, ramah lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Dengan ramah lingkungan akan menjadi bersih.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara jalan sehat tematik Go Green itu diharapkan memberikan perubahan di RSI Siti Hajar Sidoarjo untuk menjadi rumah sakit lebih ramah dengan memanfaatkan bekas kertas, bungkus, bahan-bahan rumah tangga yang bukan dari bahan medis.

"Melalui kegiatan tersebut diharapkan bisa menyadarkan kita semua untuk lebih meminimalisasi sampah-sampah yang ternyata masih bermanfaat. Selain itu, kami juga ingin memberikan contoh ke masyarakat luas agar bisa memanfaatkan barang bekas," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Acara jalan sehat ini termasuk rangkaian acara Harlah Ke-54 RSI Siti Hajar Sidoarjo. Para peserta yang mengikutinya harus melalui rute yang telah dibuat oleh panitia yakni dari RSI Siti Hajar melewati Gajah Mada, Nasir busana Muslim kemudian melewati Masjid Jasem dan berakhir di RSI. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Yayasan Manggala Putera Pondok Pesantren Al-Istiqomah akan menggelar haul ke-13 KH Ali Imronn bin Mama KH Muhamad Faqih dengan tajuk “Sepekan Tahlil Istiighotsah, dan Tabligh Akbar” di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Rabu-Selasa (10-16/1).

Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan

(Baca: KH Ali Imron, Mustasyar PWNU Jawa Barat Wafat)



Pamplet pengumuman tentang haul tersebut telah tersebar di pinggir jalan sekitar di daerah pesantren itu berada. Di dalam pamplet itu juga disebutkan bahwa setiap malam haul akan ada sekitar tiga muballig yang akan berceramah. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

KH Ali Imron di masa akhir hayatnya merupakan salah seorang Mustasyar PWNU Jawa Barat. Selain itu, ia merupakan salah seorang pengasuh pondok pesantren Baitul Arqom Al-Islami dan pendiri pondok pesantren Al-Istiqomah. 

(Baca: Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi)



Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam laman baitularqom.or.id diterangkan, KH Ali Imron merupakan sosok pemimpin yang kharismatik dan bijaksana. Ia adalah putera keempat dari Mama KH Muhammad Faqih (pendiri Baitul Arqom).

Saat mengasuh pesantren, KH Ali Imron dibantu oleh saudara dan keponakanya, yaitu KH Taufiq Abdul Hakim, KH Yusuf Salim, KH Madani Sulaiman, KH Sulaeman Ma’ruf, KH Abdul Khobir Hasan, KH Fuad Musthofa Hanan, dan para Asatidz lainya. (Abdullah Alawi)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS

Tarim, Rohis Tegal - Rohani Islam. Untuk merespon kehadiran Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) yang menggemparkan media massa akhir-akhir ini Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman bekerja sama dengan Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) Al-Ahgaff mengadakan acara Bahtsul Masail Diniyyah Waqi’iyyah.

Acara yang bertempat di Auditorium Fakultas Syariah wal Qanun, Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Senin (9/8), tersebut diikuti sejumlah organisasi mahasiswa Indonesia di Hadhramaut, Yaman. Sekitar 70 delegasi pelajar hadir menyemarakkan acara.

Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS

Dalam forum tersebut, ada beberapa persoalan yang dibahas peserta bahtsul masail. Di antaranya tentang status pembaiatan Abu Bakar al-Baghdadi sebagai pemimpin ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria), dan hukum memberi dukungan kepada kelompok tersebut baik secara materi atau tenaga.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pembahasan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam itu telah memutuskan bahwa khalifah adalah wakil umat yang diberi kepercayaan oleh umat melalui baiat. Hal ini tidak terwujud secara realita dan syar’i kecuali dengan persetujuan seluruh umat atau melalui wakil-wakil mereka yang disebut sebagai ahlul halli wa al aqdi.

Forum menilai deklarasi sebuah kelompok saja tidaklah cukup untuk mengangkat khalifah. Dengan demikian, deklarasi khilafah oleh kelompok ISIS tidak memenuhi syarat. Sehingga tidak ada keharusan bagi umat Islam untuk berbaiat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selanjutnya, forum menyatakan bahwa deklarasi khilafah oleh kelompok ISIS dilakukan tanpa musyawarah dengan umat Islam. Dan ini tidak sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Umar Ibn Khattab, “Siapa yang membaiat seseorang tanpa bermusyawarah dengan kaum muslimin, maka tidaklah Ia dibaiat dan tidak pula orang yang membaiatnya dikhawatirkan keduanya akan dibunuh". (HR. Bukhori).

Jelaslah bahwa pembaiatan Imam ISIS tidak bisa disahkan secara hukum, dan tidak boleh hukumnya membaiat mereka. Selain tidak sah dari sisi syariat, langkah perjuangan yang mereka tempuh dinilai sangat ekstrem, seperti membunuh sesama muslim dan menghancurkan situs-situs makam para Nabi.

Membaiat mereka berarti mengucapkan janji setia dan siap menolong serta membantu mereka. Membantu ISIS berarti membantu dalam kemaksiatan dan kezaliman, dan saling membantu dalam berbuat dosa dan pelanggaran hukumnya haram, sebagaimana firman Allah swt. dalam al-Qur’an surat al-Maidah ayat 2.

Di akhir acara, forum ilmiah yang dipimpin Zadit Taqwa menulis surat pernyataan resmi atas nama pelajar Indonesia di Hadhramaut yang berisi penegasan bahwa ISIS adalah gerakan transnasional yang bisa mengancam keutuhan NKRI.

Hal tersebut karena ISIS menginstruksikan warga muslim dunia untuk membaiat khalifah yang diangkatnya, di tengah-tengah kondisi sosio-politik mayoritas negeri Islam yang telah memiliki pemimpin secara resmi dalam sistem negara bangsa. Karenanya, pelajar Indonesia di Hadhramaut menuntut pihak pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk tegas dan pro aktif menangkal gerakan semacam ini. (Ahmad Thohirin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Warta, Fragmen, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 20 Januari 2018

Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Peresmian Rumah Pergerakan Griya Gus Dur yang beralamat di Jalan Taman Amir Hamzah Nomor 8 Pegangsaan, Jakarta Pusat berlangsung ramai dan santai. Teman sejawat, tokoh lintas iman, serta ratusan pengagum KH Abdurrahman Wahid memadati pelataran rumah sejak Ahad pagi (24/1). Selain peresmian rumah dan penampilan seni, juga ada penganugerahan Gus Dur Award 2016, untuk pertama kalinya.

Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tokoh Terima “Gur Dur Award” Perdana

Putri Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan, dari keluarga telah memusyawarahkan dan memutuskan memeberikan Gus Dur award ke tiga tokoh atas sikap keselarasannya dengan pemikiran Gus Dur. "Ada tiga kategori yang kesemuanya itu sifat dasar Gus Dur, agama, sosial budaya, dan pemerintah," katanya.

Yang pertama, kata Yenny, kategorinya adalah tokoh agama. Kriteria tokoh yang mendapat penghargaan tersebut adalah orang yang selama ini konsisten mengampanyekan toleransi. Tak sekadar tokoh agama yang menyampaikan saja, tetapi juga mempraktikan kerendahan hati dan memikirkan umat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dari kriteria itu, pantaslah diberikan kepada KH Musthofa Bisri atau yang akrab kita panggil Gus Mus. Beliau bahkan pernah menolak jabatan tertinggi dalam Nahdlatul Ulama pada muktamar kemarin (Jombang). Buat kami itu adalah sikap yang luar biasa," kata Yenny.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kategori sosial budaya, tambah Yenny, diberikan kepada seniman yang berhasil menumbuhkan kebudayaan? rakyat. Dia mampu menyatukan seniman 5 gunung. Di tiap tahunnya berhasil menyelenggarakan festival kebudayaan yang ditonton tidak hanya orang dalam negeri tetapi juga luar negeri. "Orang itu adalah Sutanto, atau lebih dikenal Tanto Mendut," tambahnya.

Lebih lanjut, tokoh terakhir yang mendapatkan penghargaan adalah pemangku jabatan politik. Yaitu pejabat yang mengusung pemerintahan bersih, punya ketegasan dalam menegakkan peraturan, punya keberanian, serta taat konstitusi bukan konstituen. Gus Dur Award kategori ini diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Semoga tokoh-tokoh ini mampu meneruskan perjuangan Gus Dur" pungkas Yenny.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Luhut Binsar Panjaitan serta tokoh dan sahabat Gus Dur lainnya, seperti Bondan Gunawan, Frans Magnis Suseno, dan Jaya Suprana. (Faridur Rohman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Aswaja, RMI NU, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Menghadapi Ujian Nasional (UN) awal April 2016, seluruh guru dan siswa kelas akhir SMAN 1 Jombang dibekali dengan motivasi spiritual. Bentuk kegiatan yang digelar mengikuti berbagai amaliyah nahdliyah. Mereka melangsungkan shalat dhuha, shalat hajat, istighotsah, tahlil dan shalawatan di lapangan basket sekolah setempat, Jumat (1/4).

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah

"Karena meskipun kalian belajar giat dan rajin, tapi melupakan Allah, itu kosong," kata Kepala SMAN 1 Sih Wihartini. Ia mendorong semua siswa untuk mengikuti kegiatan dengan serius mulai dari awal sampai akhir.

"Kepada siapa lagi kita akan memohon pertolongan jika tidak kepada Allah," ujarnya di depan para peserta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin oleh guru agama Islam. Naskah istighotsah yang dibaca adalah susunan Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang KH Muhammad Romli Tamim yang juga dikenal sebagai mursyid tarekat Qadiriyah Naqshabandiyah. ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan seperti ini secara rutin digelar di SMAN 1 Jombang. "Biasanya kita gelar menjelang ujian, baik UN, UAS maupun UTS," kata Mukani, guru agama Islam sekolah tersebut.

Amaliyah nahdliyah ini dipilih, lanjutnya, karena terbukti sesuai dengan kultur masyarakat Jombang. "Juga diharapkan membekali mereka saat di peguruan tinggi nanti, karena di sana pasti banyak gempuran ideologi-ideologi yang tidak sesuai dengan kerangka NKRI," ujarnya.

Alumni Pesantren Seblak Jombang ini menjelaskan bahwa untuk siswa yang nonmuslim juga digelar peribadatan sesuai agama masing-masing. "Tempatnya di ruang perpustakaan," katanya.

Hal ini merupakan wujud dari sikap toleransi yang sudah menjadi kultur SMAN 1 Jombang. "Sikap ini sejalan dengan ajaran tasamuh dalam budaya NU," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dilakukan sekolah-sekolah lain. Di level SMA se-Jombang, kegiatan serupa sudah digelar di Masjid Agung Jombang, Selasa (29/3). Pesertanya adalah seluruh siswa akhir dari SMA se-Jombang baik negeri maupun swasta.

"Kegiatan ini diapresiasi positif oleh Wakil Bupati Jombang saat memberikan sambutan. Bahkan Wakil Bupati Ibu Nyai Mundjidah Wahab yang juga Ketua Muslimat NU Jombang meminta kegiatan positif ini dilanjutkan di sekolah masing-masing," pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 18 Januari 2018

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - KH Ahmad Mustofa Bisri menyebutkan, perjuangan Palestina untuk merdeka dari penjajahan begitu lama, sama seperti bangsa Indonesia.

"Mereka gigih sampai sekian lamanya. Sama seperti kita, mempertahankan kemerdekaan kita," kata Gus Mus sebelum acara Doa Untuk Palestina dimulai di Taman Ismail Mazuki, Kamis (24/8).

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Kita Menentang Segala Bentuk Penjajahan

Ada deretan tokoh-tokoh nasional, terutama yang hadir dalam acara ini, terutama para budayawan. Mereka antara lain adalah Butet Kartaredjasa, Joko Pinurbo, Acep Zamzani Nomor, Taufiq Ismail, Zawawi Imron, Abdul Hadi WM, dan lain. Selain itu, yang dipastikan hadir adalah hadir juga ahli tafsir kondang Indonesia HM Quraish Shihab.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gus Mus menuturkan awalnya hanya memberikan informasi akan membuat acara Doa Untuk Palestina. Namun kemudian, mereka menyambut baik informasi yang diberikan Gus Mus tersebut. Oleh sebab itu, Gus Mus menilai, kehadiran para tokoh tersebut menandakan kalau mereka memiliki satu rasa terhadap Palestina.

"Menandakan kalau kita merasa. Kita simpati kepada saudara kita yang perjuangannya sama dengan kita," kata Gus Mus.

Adapun puisi yang akan dibaca adalah puisi-puisinya penyair Palestina.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengutip UUD Indonesia, Gus Mus tegas tegas mengatakan bahwa segala bentuk penjajahan harus ditentang.

"Sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan," tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Olahraga, Quote, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 17 Januari 2018

Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam - Bertujuan memperkuat aqidah dan ideologi Ahlussunah wal Jamaah dan Pancasila, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus gandeng alumni pondok pesantren. Program ini merupakan tindak lanjut adanya usulan dari Rijalul Ansor untuk memperkuat benteng ideologi di masyarakat.

Ketua GP Ansor Dawe Mohammad Sahlan menyatakan pentingnya pembuatan wadah bagi para lulusan pondok pesantren. Menurutnya, para lulusan pondok pesantren merupakan aset yang harus diberi lahan dakwah untuk mengamalkan ilmunya.

Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Aqidah, GP Ansor Dawe Wadahi Alumni Pesantren

"Wadah berupa lahan dakwah ini sangat penting bagi alumni pondok supaya mereka tidak digaet dan dimanfaatkan oleh golongan di luar kita yang melenceng dari aqidah Aswaja," katanya di Cendono Dawe, Kudus, Senin (8/5).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sahlan menambahkan, aktualisasi diri oleh lulusan pondok pesantren itu perlu mendapat arahan dan perhatian sebaik mungkin. Sebab, biasanya lulusan baru belum begitu bisa beradaptasi kembali dengan kampung asalnya. Jika dibiarkan, bisa jadi akan dimanfaatkan oleh golongan radikalis untuk bertindak sewenang-wenang.

Maka dari itu, mereka akan dibina kembali dan didekatkan dengan masyarakat melalui langkah awal membentuk halaqah. Dalam halaqah para generasi fasih agama itu akan diberi pengarahan tentang strategi dakwah dengan tetap berlandaskan pada Aswaja dan cinta tanah air.

"Nanti kita kumpulkan alumni-alumni itu dalam suatu halaqah yang berisi doktrin dan penyadaran pentingnya NU dan Aswaja serta pendekatannya kepada masyarakat," bebernya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pembentukan wadah ini sesungguhnya juga didasari dengan semangat untuk menguasai masjid dan mushala sebagai pusat keagamaan masyarakat. Dengan itu diharapkan bisa menjadi benteng kokoh bagi masyarakat agar tidak dimasuki ideologi dan paham yang menyimpang.

"Ini merupakan langkah efektif untuk memperkuat semangat Aswaja dan Ke-NU-an dalam diri masyarakat," tambahnya.

Ketua Rijalul Ansor Kecamatan Dawe Saifuddin menjelaskan, latar belakang dibentuknya wadah ini adalah menjamurnya para jahula (pendakwah yang berpindah dari masjid ke masjid). Tanpa pendampingan dari ahlinya masyarakat awam akan mudah sekali tertipu dengan paham dan penampilan pakaian mereka.

"Fenomena jahula semacam itu harus menjadi fokus kita agar masyarakat tidak bingung dan terjerumus ke dalam ideologi yang melenceng.”

Lulusan pesantren dianggap mempunyai keahlian dalam ibadah, Aswaja, dan lain sebagainya. Saifuddin juga meminta kepada para pengurus ranting untuk mencatat siapa saja lulusan pondok pesantren yang bisa digandeng. (M Farid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mochammad Maksum Machfoedz menyebut pemerintah lebih memerhatikan impor sebagai model pembangunan ekonomi nasional. Semestinya pemerintah lebih memerhatikan model perekonomian berbasis industri domestik.

“Keliru model pembangunan nasional. Karena kita mengandalkan impor sebagai landasan industri nasional,” kata Prof Maksum dalam seminar perekonomian di tengah rangkaian Rakernas PBNU di Jakarta, Sabtu (19/11) sore.

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Industri Domestik

Menurut Prof Maksum, kebijakan perekonomian yang berbasis industri domestik akan memberikan banyak nilai lebih. “Kalau industri domestik, maka ini akan memberikan banyak nilai tambah. Sumber daya manusia terpakai.”

Di samping itu kebijakan perekonomian nasional berbasis industri domestik dapat mendorong pemeretaan perekonomian, kata Prof Maksum.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara Menteri Keuangan RI Sri Mulyani yang hadir dalam seminar ini menjelaskan kenapa negara tidak mengandalkan sumber daya alam sebagai sumber pendapatan nasional. Menurutnya, sumber daya alam membuat masyarakat tidak produktif.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Yang terjadi hanya konflik, perang, atau korupsi. Tiga hal ini yang hadir di negara kaya dengan sumber daya alam, tetapi tidak mampu mengelolanya dengan baik,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani melirik sektor jasa. Menurutnya, sektor jasa cukup penting. Banyak orang melakukan investasi di bidang kesehatan, ruma sakit, dan asuransi misalnya. “Sektor ini tidak memerlukan banyak sumber daya alam. Sektor ini jelas membutuhkan orang baik dan manajemen yang baik.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Halaqoh, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 10 Januari 2018

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Perekonomian (LPNU) telah melaksanakan Kongres Garam Rakyat di Madura pada awal Juli 2012 lalu.

Salah satu tindak lanjutnya adalah membentuk Asosiasi Petambak Garam Nusantara, disingkat Aspegnu. Aspegnu bertujuan untuk mensejahterakan petani garam. Targetnya, Indonesia swasemba garam pada tahun 2014. Salah satu caranya dengan menghubungkan petani garam dengan pihak-pihak konsumen garam.

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Asosiasi Petambak Garam Nusantara Terbentuk

Rencana terdekat, Aspegnu akan menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan PT. Garuda Food terkait pembelian garam rakyat. Kesepakatan akan digelar di Pati Jawa tengah, Sabtu, 24 November 2012.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Wakil Sekretaris LPNU, Ahmad Salechan, sebelum kesepakatan bersama tersebut akan digelar konferensi pers di gedung PBNU lantai 5, Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat pada Kamis, (22/11), pukul 14.00.

Pada kesempatan tersebut akan hadir Prof. Dr. Rokhmin Dahuri (Ketua Komite Garam PBNU)  Prof. Dr. Moh. Maksum Mahfud (Ketua PBNU, Pakar pangan UGM) dan Perwakilan Garuda Food.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Selanjutnya, setelah paparan siaran pers, akan dilanjutkan dengan forum tanya jawab,” ungkap Ahmad Solechan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 07 Januari 2018

Ansor Bandung Rumuskan Program Sentuh Masyarakat

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung merumuskan program kerja yang dirasakan masyarakat, berlangsung di lantai 2 aula gedung PC NU Kota Bandung, pada Ahad, (10/3).

Ansor Bandung Rumuskan Program Sentuh Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Bandung Rumuskan Program Sentuh Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Bandung Rumuskan Program Sentuh Masyarakat

Ditegaskan dalam sambutan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak, bahwa Ansor akan melahirkan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan grassroot pemuda NU dan masyarakat.

Ia menambahkan Ansor juga harus mampu memberikan solusi terkait problematika yang komplek di kota Bandung, “Kota Bandung adalah ibu kota Jawa Barat, yang merupakanh provinsi penopang ibu kota NKRI,” katanya sesuai pers rilis yang dikirim ke Rohis Tegal - Rohani Islam, Ahad (10/3).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Maka, sambung ketua yang belum lama menggondol gelar magister, sebuah keniscayaan bagi para pemuda NU kota Bandung untuk turut serta menyelesaikannya. Untuk semua itu, butuh manajemen. “Butuh manajemen organisasi yang berbasis kerja,” tambahnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rozak mengajak kepada seluruh kader Ansor untuk senantiasa peka terhadap realitas yang ada di depan mata dan senantiasa setias mengawal ajaran Islam Ahlu Sunnah wal-Jamaah, menjadi benteng ulama NU dan benteng NKRI.

Sementara sebelumnya, Ketua Pelaksana Rakercab, Ali Yusa mengatakan bahwa acara ini sengaja dilakukan di aula gedung PCNU untuk meramaikan kembali kantor tersebut dengan acara keorganisasian Banom. “Sudah hampir 12 tahun Ansor di Kota Bandung tidak menunjukan batang hidungnya secara organisasi,” katanya.

Ia malanjutkan, dan sengaja pula acara ini yang diundng hanya lingkungan internal NU dikarenakan masih dalam tahap konsolidasi internal yang massif.

Rakercab yang dibuka Wakil Ketua Bidang Kebanoman NU Kota Bandung, DR H. Nurhidayat tersebut, dihadiri seluruh pengurus harian cabang dan PAC Ansor se-Kota Bandung. Hadir pula pengurus-pengurus Banom lain, serta Sekertaris Dewan Penasihat Ansor Kota Bandung Kiai Wahyu Afif Al-Ghofiqi.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 02 Januari 2018

IPNU Karawang Layangkan Nota Protes Terkait Soal UAS Aliyah

Karawang, Rohis Tegal - Rohani Islam. PC IPNU Karawang melayangkan nota protes terkait soal mata pelajaran Sejarah untuk kelas XII Madrasah Aliyah soal nomor 33 yang dibuat dan dikeluarkan Kepala Kanwil Kemenag Jabar yang melecehkan KH Abdurahman Wahid. 

IPNU Karawang Layangkan Nota Protes Terkait Soal UAS Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Karawang Layangkan Nota Protes Terkait Soal UAS Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Karawang Layangkan Nota Protes Terkait Soal UAS Aliyah

Dalam soal tersebut tercantum penyebab jatuhnya pemerintahan Gus Dur dengan jawaban Pilihan Ganda (PG) antara lain konon dipicu karena Bulog Gate dan Brunei Gate, sikap kontroversialnya hingga dukungan pada keluarga Cendana. Hal ini menodai warga Nahdliyin. 

Atas dasar tersebut PC IPNU Karawang melayangkan surat protes dan keberatan atas soal yang diujikan beberapa hari lalu. Demikian dikatakan Sekretaris PC IPNU Karawang Rudi Sugiri, Senin 10/12.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, soal tersebut seolah membuat isu kesengajaan membangun image negatif terhadap sosok Gus Dur di mata pelajar. Ia menilai pembuatan soal menyangkut objek atau tokoh harusnya bisa selektif dan memenuhi standard yang baik dan beretika. Hingga akhir hayatnya Gus Dur tak pernah terbukti terlibat dalam dua kasus tersebut. 

IPNU Karawang melayangkan poin-poin desakan dalam surat protes yang ditujukan pada Kakanwil propinsi, diantaranya harus dan wajib hukumnya pembuat soal meminta diproses secara hukum. Namun tak cukup dengan hal itu, IPNU Karawang meminta agar pembuat soal dicopot dari jabatannya lantaran melanggar profesionalitas sebagai pegawai. IPNU akan layangkan surat protes Selasa (11/12) pada Kemenag propinsi. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“IPNU mendesak selain harus menarik soal dari peredaran juga ada tindakan tegas bagi pelaku pembuatan soal yang ia khawatirkan ditunggangi pula bagi kepentingan tertentu, pasalnya hal itu turun setelah ramai-ramai pula persoalan Sutan Batoegana terkait hal serupa,” katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor:  Zaenal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Khutbah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 29 Desember 2017

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lembaga Kajian dan Penerbitan (LKaP) PMII Rayon Abdurrahman Wahid Komisariat Walisongo Semarang menggenjot nalar kritis anggota melalui Sekolah Kader angkatan ke-4) di Pondok Pesantren Sabilul Huda Desa Wisata Kandri, Gunung Pati Kota Semarang (21-27/2).

Kegiatan bertema “Konstruksi Nalar Kritis Kader Guna Mentradisikan Laku Ilmiah” ini dibatasi 25 peserta, supaya lebih kondusif dan efektif. Peserta diberikan materi seputar filsafat dan ilmu sosial.

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Abdurrahman Wahid Genjot Nalar Kritis Kader

Materi tersebut di antaranya, pengantar filsafat, filsafat modern, filsafat islam, filsafat pendidikan hingga filsafat sosial. Berbagai materi filsafat dan ilmu sosial tersebut disampaikan diantaranya oleh Dr. Tedi Kholiludin dari Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, kemudian Dr. Ilyas Supena Dosen Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kegiatan ini peserta Sekolah Kader juga diajak berdiskusi terkait materi yang telah diberikan lewat Focus Group Discussion (FGD). Ini memberikan kesempatan para peserta untuk dapat bertukar pikiran dan saling berdialektika terkait pemahaman mereka terhadap materi yang mereka dapatkan.

Dengan mengusung visi intelektual, Endah Kartika Ratnasari selaku direktur LkaP mengatakan, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi nalar kritis kader ke depannya, sesuai dengan tema yang kita usung.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Senada dengan Endah, Abdul Ghofar, ketua panitia, mengatakan, tujuan Sekolah Kader adalah upaya utuk menciptakan nalar berpikir ilmiah bagi kader-kader PMII. “Kami berharap tradisi berpikir kritis dapat diimplementasikan dalam laku sehari-hari alumni Sekolah ini”, imbuhnya

Agenda ini didukung penuh berbagai pihak terkait. Diantaranya dosen IAIN Walisongo yaitu DR. Mahfud Junaedi yang juga menjadi pemateri di Sekolah Kader menuturkan bahwa kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para kader PMII untuk dapat berpikir kritis dan ilmiah. “Jangan sampai kuliah mengganggu kegiatan seperti ini. Kegiatan kuliah lancar, agenda seperti ini juga lancar,” tambahnya.

Dalam sekolah ini peserta tidak hanya diajak membaca, diskusi dan menulis. Para peserta juga diberikan tugas untuk  turun basis ke masyarakat sekitar untuk melakukan mapping persoalan sosial yang ada di wilyah Desa Kandri, turun basis ini bagian dari implementasi salah satu materi pada Sekolah Kader yaitu aplikasi filsafat sosial.

Agenda Sekolah yang dilaksanakan LKaP PMII Abdurrahman Wahid ini menurut salah satu peserta yakni, Baihaqi sangat bermanfaat. Dia sangat tertarik belajar filsafat. “Saya juga salut dengan panitia pelaksana yang begitu peduli dan tanggap akan kebutuhan peserta”, tambahnya.

Syafii, sebagai Ketua PMII Rayon Abdurrahman Wahid berharap kader-kader PMII ke depannya dapat menjadi lebih cerdas, kritis, berwawasan dan mampu memberi solusi atas permasalahan masyarakat.

Agenda yang sarat akan nilai intelektual ini tidak selesai begutu saja. Akan tetapi  ada rencana tindak lanjut untuk terus mengawal alumni Sekolah Kader ini. Adapun kegiatan sebagai follow up Sekolah Kader ini diantaranya Sekolah Nalar Kader, Diskusi Filsafat dan Pelatihan menulis.(Ria, Esty/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 18 Desember 2017

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sejumlah bhakti sosial telah disiapkan dalam rangkaian menyambut Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur awal Agustus mendatang. Di antaranya pemeriksaan mata yang dilanjutkan operasi mata secara gratis.

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Muktamar Sediakan Operasi Katarak Gratis

"Operasi katarak akan digelar 23 hingga 26 April di RSUM," kata Direktur Rumah Sakit Unipdu Medika (RSUM), Zahrul Azhar Asumta, Ahad (5/4). Rumah sakit itu sendiri merupakan bagian dari Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang.

Kegiatan yang mampu menangani seribu pasien ini tidak hanya bisa diikuti warga Jombang dan kota-kota lain di Jawa Timur. "Dari luar Jawa Timur bahkan luar Jawa sekalipun juga bisa ikut," kata Gus Han, sapaan akrabnya. Hanya saja ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi bagi pasien dari luar, lanjutnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Salah satunya harus menyertakan surat keterangan kesehatan dari dokter di mana salah satu poinnya mengindikasikan bahwa gula darah yang bersangkutan normal," kata pimpinan di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Rejoso ini. 

Selain itu, panitia tidak menanggung akomodasi selama menjalani operasi. "Ongkos perjalanan menuju lokasi serta penginapan selama mengikuti operasi, diserahkan kepada peserta," tandas host program safar to di Rajawali Televisi (RTV) ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Untuk bisa mengikuti acara yang tidak dipungut biaya sepeser pun ini sangatlah mudah. "Ada dua cara," kata Ketua PW Lembaga Kesehatan NU Jatim ini. Formulir bisa didownload di website RTV.co.id yang disediakan hingga 20 April, lanjutnya. Atau bisa langsung datang dengan mengisi data yang ada serta mengembalikannya ke RSUM secara langsung.

Kelebihan yang akan diterima pasien dari Jawa Timur adalah harus mengikuti proses screening kesehatan pada 10 hingga 11 April. "Seluruh rangkaian acara dilangsungkan sejak jam 8 pagi hingga selesai," katanya.

Tidak berhenti sampai di situ. Para pasien yang nantinya mengikuti kegiatan operasi katarak akan mendapatkan fasilitas kaca mata secara cuma-cuma. "Selain operasi mata katarak gratis, pasien juga diberi kacamata gratis," kata Pengasuh Asrama At-Tien di PP Darul Ulum ini.

Seluruh kegiatan dan fasilitas ini diberikan sebagai salah satu khidmat panitia Muktamar ke-33 NU yang diselenggarakan di Jombang. Kegiatan juga sebagai mata rangkai jelang temu alumni akbar Pondok Pesantren Darul Ulum, serta Hari UlangTahun (HUT) Rajawali Televisi yang pertama.

"Bila informasi yang disampaikan di sejumlah media termasuk pamflet atau selebaran dirasa kurang jelas, para pasien atau pihak keluarga dapat datang langsung ke RSUM, atau bisa menghubungi panitia di nomor telepon 0321 873699," katanya menyudahi perbincangan. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, AlaNu, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 15 Desember 2017

Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja

Cirebon, Rohis Tegal - Rohani Islam. Para pecinta Alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menamakan diri Gusdurian di wilayah Cirebon, Jawa Barat, menggelar acara pertemuan di Pesantren Majelis Tarbiyah Hidayatul Mubtadiin (MTHM) Ketitang, Cirebon Kamis (7/7) kemarin. ? Pertemuan mengangkat tema “Implementasi Pemikiran Gus Dur dalam Mengawal moral Remaja Indonesia”.

Di hadapan para Gusdurian yang terdiri dari aktifis muda NU dan pesantren, mahasiswa, dan masyarakat Cirebon dan sekitarnya, Koordinator Gusdurian Alissa Qotrunnada Wahid yang hadir dalam acara ini mengatakan, semua gagasan Gus Dur, bersumber dari ajaran Aswaja atau Ahlussunnah wal jama’ah.

Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Gagasan Gus Dur Bersumber dari Ajaran Aswaja

“Segala apa yang telah digagas oleh seorang Gus Dur semenjak awalnya, baik tentang keIslaman ala pesantren, kemanusiaan, kesetaraan, pembebasan, keadilan, dan lain-lain sebenarnya hanya mengembangkan dari ? apa yang telah menjadi prinsip pokok dari ajaran Ahlus-sunnah wal Jamaah dan NU,” papar Alissa Qotrunnada Wahid dalam acara temu Gusdurian Cirebon di Pesantren Majelis Tarbiyah Hidayatul Mubtadiin (MTHM) Ketitang, Cirebon, Kamis (7/7).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Remaja dipilih sebagai topik khusus pada diskusi kali ini karena dipandang perlu untuk mengawal ke-Aswaja-an sebagai prinsip kebangsaan ? sejak dini, yakni semenjak ? masa remaja.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Seorang remaja harus disiapkan dengan prinsip-prinsip Aswaja yang kuat sebelum mereka memasuki tataran luar yang lebih beragam, karena setelah ini mereka akan menemui beberapa pilihan corak keagamaan Islam yang sesuai dengan konteks keIndonesiaan, adapula yang sebenarnya kurang pas untuk diterapkan di negeri seberagam Indonesia ini,” tambah puteri sulung Gus Dur ini yang berkesempatan menjadi pembicara pertama.

Hal senada disampaikan Marzuki Wahid dari Fahmina Institute. Menurutnya, penting sekali untuk mengawal para generasi remaja dengan prinsip-prinsip keIndonesiaan yang telah digariskan NU dan Gus Dur.?

“Para remaja harus ditanamkan dengan kuat prinsip-prinsip luhur yang diamanatkan oleh NU, Pesantren, dan Gus Dur sendiri. Sehingga dalam satu sisi mereka akan siap untuk membaca berbagai corak yang terdapat di dunia luar, akan tetapi mereka akan tetap berbangga dan kuat memegang teguh tradisi dan prinsip kepesantrenan," kata Marzuki yang juga pengurus pusat Lakpesdam NU.

Diskusi kebangsaan yang dimoderatori oleh Sobih Adnan (ISIF Cirebon) ini termasuk dalam rangkaian peringatan haul al-marhumin KH Salwa Yasin, KH Asror Hasan, dan KM Adnan Asror serta Imtihan ke-34 Pesantren MTHM Ketitang, Japurabakti, Cirebon.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Pertandingan, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 13 Desember 2017

Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sepuluh Nopember Surabaya menggelar upacara peringatan kemerdekaan RI yang ke 70 di halaman Gedung Majelis Wakil Cabang NU Sukolilo, Senin, (17/8).

Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Habis Dilantik, PMII Sepuluh Nopember Peringati Kemerdekaan RI

Dalam upacara yang sederhana, mereka mengenakan pakaian ala santri. Para peserta putra mengenakan sarung beserta peci. Sedangkan putri berkerudung.

“Alasannya mengenakan pakaian ala santri adalah untuk menanamkan nilai kesantrian serta mampu meneladani peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan,” ungkap Fajar, pembina upacara, ketika ditanya selepas upacara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Peserta dari upacara ini sebagian besar adalah anggota baru PMII Sepuluh Nopember yang baru saja dilantik Senin dini hari.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Upacara tersebut menarik perhatian pengguna jalan depan Gedung MWC NU Sukolilo ini. Sebagian warga yang melintasi depan gedung memperlambat laju kendaraannya. Bahkan ada juga warga yang mengabadikan momen unik tersebut melalui kamera smartphone. (Ahmad Hanan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, Quote, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 Desember 2017

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Anggota MPR RI H Syaikhul? Islam M. Sosio atau yang kerap disapa Gus Syaikhul menggelar rapat dengar pendapat dan bernegara bersama ratusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Gus Syaikhul, pada pertemuan di Gedung Kesehatan Jalan Raya Modong Tulangan Sidoarjo, Kamis (5/3) malam, mengatakan, perlu adanya pemantapan kesadaran berbangsa dan negara kepada masyarakat secara umum dan kepada kader NU, khususnya Gerakan Pemuda Ansor.

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat Bersama PAC Ansor Tulangan

Kegiatan ini, kata kata anggota Komisi VII yang membidangi energi, sumber daya mineral, ristek dan dikti, bertujuan untuk menegaskan komitmen NU dan Gerakan Pemuda Ansor sebagai badan otonom NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Komitmen tersebut menurut putra pemangku Pondok Pesantren Bumi Sholawat KH Agoes Ali Mashuri, itu adalah menjalankan Islam Ahlussunah wal-Jama’ah dan kebangsaan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masih menurutnya, beberapa dasar berbangsa dan bernegara yang harus diketahui serta diterapkan masyarakat, khususnya warga nahdliyin, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 merupakan konstitusi negara, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, dan NKRI sebagai bentuk negara.

"Keempat pilar kebangsaan itu harus ditancapkan dan direalisasikan oleh setiap masyarakat Indonesia pada umumnya serta khususnya kepada kader Nahdliyin," jelasnya.

Acara yang diikuti sekitar 150 peserta dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo berjalan lancar dan khidmat. Meskipun cuaca saat itu sedang hujan, namun tidak menyurutkan semangat para kader NU tersebut. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Pesantren, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 24 November 2017

M. Kusnaeni: Liga Santri Sepak Bola Penuh Sportivitas

Trenggalek, Rohis Tegal - Rohani Islam. Direktur Kompetisi dan Pertandingan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 yang juga pengamat persepakbolan Nasional, M. Kusnaeni (Bung Kus) hadir menyaksikan laga final LSN Jatim 1, Kamis (21/9) di Stadion Menak Sopal Trenggalek, Jawa Timur.

M. Kusnaeni: Liga Santri Sepak Bola Penuh Sportivitas (Sumber Gambar : Nu Online)
M. Kusnaeni: Liga Santri Sepak Bola Penuh Sportivitas (Sumber Gambar : Nu Online)

M. Kusnaeni: Liga Santri Sepak Bola Penuh Sportivitas

Bung Kus mengapresiasi keikutsertaan 32 tim pesantren dari 13 Kabupaten/Kota dari Karesidenan Kediri dan Madiun. LSN Jatim 1, katanya, berjalan sangat meriah. Peserta juga menampilkan permainan terbaiknya, dengan penuh sportivitas dan menjunjung akhlakul karimah.

"Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan tiga pesan, seperti yang sering disampaikan Pak Menteri (Imam Nahrawi)," katanya memulai sambutan.

Pertama, sepak bola santri harus menjunjung tinggi nilai-nilai pesantren, yaitu akhlakul karimah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dan tadi kita sudah lihat bersama, para pemain bertanding dengan penuh semangat. Tapi ketika salah satu ada yang kalah, yang kalah tetap menghormati yang menang. Yang menang tetap menghormati yang kalah. Dan tidak ada tawuran, tidak ada saling merendahkan, itulah sepak bola akhlakul karimah," puji Bung Kus.

Kedua, lanjutnya, sepak bola adalah simbol persaudaraan. Para peserta yang datang memiliki tujuan yang sama, yaitu sama-sama ingin membesarkan sepak bola santri. "Semuanya demi kebesaran nama Santri. Hidup Santri," imbuhnya.

Bung Kus lalu mengungkapkan pesan yang ketiga, tunjukkan kemampuan dan permainan terbaik. "Karena santri sesungguhnya mampu melahirkan pemain nasional, seperti Rafli Nur Salim, " ucapnya.

Pelaksanaan Liga Santri Nusantara Jatim 1 diharap bisa melahirkan pesebakbola baru yang bisa memperkuat timnas Indonesia. "Selamat kepada para pemenang. Suguhkan permainan terbaik kalian dalam seri Nasional di Bandung," pungkasnya.

Darul Huda Mayak Ponorogo keluar sebagai juara LSN Jatim 1 setelah berhasil memenangkan adu penalti dengan skor 5-4 atas tuan rumah Sulaiman Trenggalek.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Prestasi ini mengantarkan tim dari kota Reog tersebut melenggang mewakili Region Jatim 1 menuju LSN seri Nasional yang akan dihelat di Bandung pada Oktober mendatang.

Tampak hadir menyaksikan pertandingan final, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak, Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah, Ketua RMINU Trenggalek Gus Nur, Koreg Habib Mustofa, Panpel Khotamil Anam, dan ratusan suporter dari kedua tim. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Quote, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock