Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pembukaan "Saptawikrama Membumi" yang digelar di Lapangan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan Jawa Timur, Jumat (18/3) berlangsung meriah dan disaksikan ribuan santri dari berbagai pesantren.

?

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Acara yang dibuka Wakil Ketua Lesbumi PBNU, Candra Malik ini menampilkan ragam kesenian, mulai dari pentas teater, pertunjukan tari-tarian dan pembacaan puisi, yang semuanya mengacu pada nilai-nilai islami yang mengandung kekhasan budaya Nusantara.

“Saptawikrama Membumi diadakan untuk mengenalkan tujuh strategi kebudayaan Lesbumi sebagai bagian dari Islam Nusantara,” tutur Wakil Sekretaris Lesbumi PBNU, Sastro Adi saat dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam pada Jumat malam (18/3).

Sastro menambahkan, Pondok Pesantren Sunan Drajat dipilih sebagai lokasi acara karena pesantren tersebut masih terkait dengan Walisongo sebagai penyebar agama Islam di Nusantara. Seperti diketahui para Walisongo dalam berdakwah tidak mengabaikan kearifan lokal dan seni budaya yang sebelumnya telah ada di Nusantara.

Selain pertunjukan ragam kesenian, acara Saptawikrama Membumi ini juga diisi dengan diskusi dan seminar sejarah, pameran lukisan, naskah kuno dan pusaka nusantara. Acara ini berlangsung dari 18-19 Maret dan dihadiri perwakilan dari PWNU seluruh Indonesia.? (Kendi Setiawan/Zunus)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 15 Februari 2018

Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat

Saya bertemu Sides Sudyarto DS tanggal 9 bulan Juni tahun lalu. Pertemuan pertama itu rupanya yang terakhir pula. Pertemuan tersebut berlangsung saat Lesbumi meluncurkan buku antologi puisi Negeri Cincin Api, di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Sides didaulat sebagai salah seorang pembedah. Sayangnya saya datang terlambat, jadi tak menyimak dari awal. Tapi saya sempat melihat dia menyampaikan bahasa dan manusia sambil berdiri. Nada suaranya tinggi. Padahal usianya tak muda lagi.

Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingat Sides, Ingat Satu Kalimat

Kendati demikian, saya bisa mendengar ia mengutip Richard Rorty bahwa peran filsuf sekarang digantikan sastrawan. Kemudian ia mempertanyakannya, apakah pernyataan filsuf posmodern itu masih berlaku sekarang ini?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bisa iya, bisa tidak. Bisa iya dengan dua sayarat. Pertama, sastrawan harus mengenal filsafat secara signifikan. Kedua, sastrawan harus memiliki integritas moral tinggi terhadap manusia dan dunianya.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan sastrawan di Indonesia? Apakah sesuai dengan yang dikatakan Rorty?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sides menjelaskan sendiri dengan menyatakan, “Seandainya Rorty sempat mendengar nasib sastra Indonesia, pastilah ia bakal kecewa. Atau sambil senyum getir, ia akan merevisi ucapannya sendiri. Sastra Indonesia modern mengalami khaos berkepanjangan. Karya sastra mengalami khaos karena kritik sastra sudah mengalami khaos terlebihdahulu. Akibatnya, sekarang ini terlampau banyak puisi yang juga mengalami khaos,” katanya.

Menurut Sides, sastrawan kita tidak bisa mungkin menggantikan peran fillsuf karena umunya menganggap bahwa filsafat berada di luar areal pemikiran filosofis. Anehnya pula, filsafat masih merupakan barang lux bagi kebanyakan sastrawan kita.

Tidak hanya itu, sastrawan kita tidak memiliki spirit untuk mendorong masyarakat berevolusi menjadi makhluk budaya, makhluk yang bermoral. Sudah lama puisi-puisi lahir hanya untuk menunjukkan kedangkalan makna yang jauh dari etika dan estetika.

Selepas acara, saya mendatanginya. Saya bertanya, apa yang mesti dilakukan Nahdlatul Ulama terkait kebudayaan.

“Garis perjuangan NU sudah tepat. Tinggal praktiknya. Dulu, ketika NU jadi parpol, berperan banyak untuk bangsa. Peran NU sekarang harus memperkuat kebudayaan. Memperkuat berarti menyelamatkan. Menyelamatkan kebudayaan berarti menyelamatkan manusianya itu sendiri dari bahaya dan ancaman yang bisa memusnahkan manusia dan kemanusiaan.”

Baginya, NU punya potensi besar untuk menjalankan pendapatnya itu. Makanya, ia tak ragu menjadi salah seorang pengurus di Lesbumi, sebuah organisasi kebudayaan NU yang lahir tahun 1962.

“Saya orang Lesbumi, kalau tidak percaya, saya tunjukkan SK-nya,” katanya tegas.

Sejak pertemuan itu, saya tidak pernah komunikasi dengan sastrawan kelahiran Tegal, Jawa Tengah, tanggal 14 Juli 1942. Jangankan saya, Lesbumi saja tidak banyak mengingat Sides yang notebene adalah aktivisnya. Ini tentu kesedihan Sides, kesedihan kita semua.

***

Beberapa bulan lalu, saya melihat akun Facebook Naning Pranoto memosting buku terbaru Sides. Langsung saya kirim inbox, menanyakan bagaimana cara mendapatkan buku itu. Ia tak menjawab.

Hingga suatu waktu dia menanyakan, kenapa kamu menginginkan buku itu? Kemudian saya bercerita.

Saya mengetahui Sides ketika di sekolah Madrasah Diniyah Awaliyah (sekarang Madrasah Diniyah Takmiliyah) Miftahul Aulad, di kampung saya. Ketika samenan atau kenaikan kelas, salah seorang teman membacakan puisi. Pada pembacaan puisi itu dia menyebut nama pahlawan sebagai judul dan nama penulis Sides Sudyarto DS. Di kemudian hari, teman saya tahu ternyata bersumber dari Pahlawan dalam Puisi.

Kemudian akun itu off. Di lain kesempatan, akun itu menanyakan, alamat dan nomor kontak saya. Kemudian saya kirim alamat Rohis Tegal - Rohani Islam.

***

Tanggal 27 September siang, saya ditelepon nomor tak dikenal. Ternyata Sides Sudyarto DS. Ia mengatakan, jika ingin buku Kritik Atas Puisi Indonesia, segeralah main ke rumahnya. Saya mengiyakan, tapi menunda-nunda.

Hari Selasa tanggal 9 Oktober lalu, Hamzah Sahal melemparkan dua bungkusan. Satu ditujukan untuk saya, sisanya untuk teman. Saya timang bungkusan untuk saya. Di amplop itu terdapat nama Naning Pranoto sebagai pengirim. Saya langsung ingat, janji silaturahim ke Pak Sides belum dipenuhi.

Ketika dibuka, bungkusan berisi buku Kritik Atas Puisi Indonesia. Lima belas menit kemudian, ponsel saya bergetar, seorang sahabat menanyakan, apa betul Pak Sides wafat? 

Betul, ia sudah wafat. Dan saya langsung ingat satu kalimat darinya, yang sepertinya jadi wasiat (buat aktivis NU), "Peran NU sekarang harus memperkuat kebudayaan." (Abdullah Alawi, Wartawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Yayasan Manggala Putera Pondok Pesantren Al-Istiqomah akan menggelar haul ke-13 KH Ali Imronn bin Mama KH Muhamad Faqih dengan tajuk “Sepekan Tahlil Istiighotsah, dan Tabligh Akbar” di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Rabu-Selasa (10-16/1).

Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul KH Ali Imron Akan Digelar Selama Sepekan

(Baca: KH Ali Imron, Mustasyar PWNU Jawa Barat Wafat)



Pamplet pengumuman tentang haul tersebut telah tersebar di pinggir jalan sekitar di daerah pesantren itu berada. Di dalam pamplet itu juga disebutkan bahwa setiap malam haul akan ada sekitar tiga muballig yang akan berceramah. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

KH Ali Imron di masa akhir hayatnya merupakan salah seorang Mustasyar PWNU Jawa Barat. Selain itu, ia merupakan salah seorang pengasuh pondok pesantren Baitul Arqom Al-Islami dan pendiri pondok pesantren Al-Istiqomah. 

(Baca: Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi)



Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam laman baitularqom.or.id diterangkan, KH Ali Imron merupakan sosok pemimpin yang kharismatik dan bijaksana. Ia adalah putera keempat dari Mama KH Muhammad Faqih (pendiri Baitul Arqom).

Saat mengasuh pesantren, KH Ali Imron dibantu oleh saudara dan keponakanya, yaitu KH Taufiq Abdul Hakim, KH Yusuf Salim, KH Madani Sulaiman, KH Sulaeman Ma’ruf, KH Abdul Khobir Hasan, KH Fuad Musthofa Hanan, dan para Asatidz lainya. (Abdullah Alawi)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 28 Januari 2018

Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi mengingatkan semua elemen NU Jombang agar turut memikirkan arah perjuangan organisasi Islam terbesar ini ke depan. Nilai-nilai perjuangan NU harus senantiasa dijaga dengan teguh, tidak boleh tersusupi ideologi lain yang bisa merusak organisasi.

Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Ingatkan Bahaya yang Mengancam NU

"Saya datang bukan karena ingin memperoleh dukungan untuk menduduki jabatan tertentu di kepengurusan NU, ini karena menjalankan amanah sebagai perwujudan komitmennya menjadi kader NU," paparnya.

Kiai Hasyim menyampaikan hal itu pada acara halaqah "Tantangan Masa Depan Ideologi Aswaja Annahdliyah” oleh kader muda NU yang tergabung dalam Kampoeng Nahdliyin, di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Sabtu (31/1).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di hadapan sekitar 100 peserta yang memenuhi Aula Pesantren Darul Ulum, mantan ketua umum PBNU ini mengatakan, NU membutuhkan pikiran bersama. Kemajuan NU menjadi tanggung jawab semua kader-kader muda NU. Apalagi, katanya, banyak gerakan yang tidak rela NU menjadi besar. Upaya-upaya pelemahan baik dari dalam maupun dari luar harus benar-benar diwaspadai.

"Jangan sampai NU disusupi oleh orang-orang yang nyata-nyata tidak sepaham dengan nilai-nilai ideologi NU," tambahnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hasyim yang juga anggota Watimpres ini menambahkan,  sekarang sudah banyak ideologi-ideologi dari luar telah masuk ke Indonesia, tak terkecuali di Jombang. Ancaman tersebut, menurutnya, di antaranya adalah fundamaentalisme, radikalisme, serta kapitalisme.

“Karenanya, ideologi Aswaja Annahdiiyah harus menjadi benteng dalam meng-counter masuknya budaya-budaya dari luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia," tandasnya.

Selain itu, ia menegaskan sebentar lagi Jombang akan menjadi tuan rumah pagelaran akbar Muktamar ke-33 NU. Ia berharap khususnya pada generasi muda NU untuk senantiasa teguh mengawal komitmen nilai-nilai perjuangan organisasi.

"Di sini ada kelompok Gawagis, perkumpulan gus gus pesantren, kalian semua yang akan melanjutkan perjuangan kami setelahnya nanti," pungkasnya, sembari berpesan, menjelang muktamar kaum muda harus bisa menjaga diri dari politik uang dan kecurangan, karena KPK juga sudah memantau Jawa Timur.

Sementara itu, Sholahul Am Notobuwono, ketua Kampoeng Nahdliyin, mengatakan, sarasehan Kampoeng Nahdliyin tidak hanya digelar di Jombang, tapi juga akan bersambung di beberapa kabupaten/kota lain di Jawa Timur.

"Selain di Jombang, kegiatan seperti ini akan diadakan juga di Pasuruan, Pacitan mungkin juga di Sidoarjo, karena kaum muda sekarang yang akan memimpin NU masa depan," ujarnya seraya mengatakan kaum muda harus paham tantangan dan misi NU ke depan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Islam, Kiai, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Jombang Jawa Timur atau Pesantren Tambakberas akan menggelar sejumlah kegiatan. Hal itu sebagai rangkaian dari peringatan satu abad keberadaan madrasah serta hari ulang tahun pesantren yang ke-191.

Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

Aneka Lomba Meriahkan Harlah Pesantren Tambakberas

"Sejumlah kegiatan dalam rangkaian harlah dan peringatan satu abad madrasah tersebut terhimpun dalam ushbuul maahid atau pekan pesantren 2016," kata H Abdul Latif Malik, Selasa (29/3). Kegiatan yang akan berlangsung sejak tanggal 10 hingga 17 April tersebut akan diikuti masyarakat sekitar dan juga sejumlah pesantren di Jawa Timur, lanjut ketua devisi ushbuul maahid ini.

Secara lebih rinci, Gus Latif, sapaan akrabnya menyebutkan aneka lomba yang akan diselenggarakan tersebut. "Ada lomba dai muda se-Jawa Timur yang juga menjadi pembuka ushbuul maahid yakni tanggal 10 April," terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan berikutnya adalah musabaqah qiraatil kitab juga se-Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana islami tingkat Taman Kanak-kanak atau Raudlatul Athfal se-Jombang dan mewarnai.

"Ada juga cerdas cermat Nahdlatul Ulama bagi kalangan IPNU dan IPPNU, musabaqah tilawatil quran, festival al-Banjari yang semuanya se-Jatim," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dan sebelum pelaksanaan seluruh kegiatan harlah pesantren dan madrasah tersebut diselenggarakan book fair atau pameran buku keislaman dan kepesantrenan. "Rangkaian lomba tersebut sebagai bagian dari syiar sekaligus khidmat pesantren," ungkap Gus Latif.

Bagi para santri dapat mengikuti aneka lomba tersebut dengan menghubungi panitia. Tersedia website yang dapat dibuka di: humaponkece.blogspot.co.id atau bisa langsung datang ke sekretariat lomba di aula pesantren setempat.

PPBU didirikan tahun 1825 yang lebih dikenal dengan sebutan Pesantren Tambakberas karena berada di dusun Tambakberas, desa Tambakrejo Jombang. Dengan demikian, usia pesantren sudah memasuki 191 tahun.

Dikenalkannya model madrasah secara klasikal di pesantren ini tercatat sejak tahun 1915. "Momentum dikenalkannya sistem madrasah di pesantren ini akhirnya yang menginspirasi untuk diselenggarakan peringatan satu abad," kata KHM Fadlullah Malik.

Ketua panitia hari lahir pesantren PPBU dan satu abad madrasah ini mengemukakan sejumlah tokoh nasional akan turut hadir dan memeriahkan kegiatan. "Ada Menpora, H Imam Nahrawi, Ketua DPRD Jatim, H Halim Iskandar dan para kiai serta ulama dari berbagai pesantren," terang Gus Fadl, sapaan akrabnya.

Panitia menyiapkan rangkaian acara diantaranya bedah buku, wayang wali, musabaqah santri, festival bonsai, seminar, gowes, expo dan kontes burung, lailatus shalawat, khatmil Quran bilghaib, khitanan massal serta pengajian umum.? (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 21 Januari 2018

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Riyadh, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dikenal sebagai seorang moderat yang memahami tuntutan ulama konservatif, suku yang berkuasa dan populasi muda yang terus meningkat, Raja Salman bin Abdul Aziz akan melanjutkan reformasi sosial dan ekonomi yang dimulai Raja Abdullah, yang mangkat pada Jumat dini hari.

"Menurut saya dia bisa dengan baik menjaga keseimbangan rumit yang harus dia lakukan untuk menggerakkan masyarakat ke depan dengan tetap menghargai tradidi dan cara konservatif," kata Robert Jordan, yang menjadi duta besar Amerika Serikat di Riyadh tahun 2001 sampai 2003.

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Salman mengendalikan salah satu media terbesar di dunia Arab. Dia yakin demokrasi tidak cocok dengan kerajaan konservatif dan mendukung kehati-hatian dalam reformasi sosial dan budaya menurut kawat diplomatik Amerika Serikat tahun 2007 yang disiarkan oleh WikiLeaks.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selama hampir 50 tahun Salman menjabat sebagai gubernur Provinsi Riyadh, satu peran yang melibatkan kerja dekat dengan konservatif tradisional dan teknokrat liberal dalam membangun ibu kota Arab Saudi dari kota gurun kecil menjadi metropolis utama.

Ketika kedua kakak, putra mahkota Sultan dan Nayef, wafat, Salman ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan pertama dan ahli waris.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Portofolio pertahanan melibatkan penyelenggaraan kementerian dengan pengeluaran terbesar itu, yang melakukan pembelian senjata masif untuk memperkuat ikatan dengan sekutu seperti Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

Dia telah menjadi bagian dari lingkaran dalam keluarga penguasa al-Saud, yang membentuk dan masih mendominasi kerajaan gurun itu bersama dengan ulama selama berpuluh tahun.

Dalam keluarga kerajaan yang menjadikan hak untuk menjaga dua tempat suci umat Islam, Makkah dan Madinah, sebagai landasan, Salman punya reputasi sebagai sosok yang saleh dan berpandangan ke depan.

"Dia pandai, politis, berhubungan dengan basis konservatif tapi juga berpikiran cukup modern," kata bekas diplomat di Riyadh itu dalam wawancara tentang proses suksesi kerajaan dengan kantor berita Reuters.

Gubernur Riyadh

Sebagai gubernur Riyadh dari tahun 1962 sampai 2011, Salman melakukan lebih banyak kerja sama dengan pemerintah asing dibandingkan dengan kebanyakan senior kerajaan.

Peran itu juga memberi dia tanggung jawab untuk menengahi sengketa antar anggota keluarga kerajaan yang bertikai, menempatkan dia di pusat struktur kekuasaan paling penting dalam kerajaan.

Dalam pertemuan dengan duta besar Amerika Serikat pada Maret 2007, kawat yang disiarkan oleh WikiLeaks menyebutkan bahwa Salman mengatakan reformasi sosial dan budaya yang dimulai Raja Abdullah mesti bergerak perlahan karena dikhawatirkan menimbulkan reaksi dari kelompok konservatif.

Dia juga menentang pengenalan demokrasi di kerajaan, menyitir pembagian kawasan dan kesukuan, dan mengatakan kepada duta besar bahwa solusi konflik Palestina-Israel penting untuk stabilitas Timur Tengah.

Jordan mengatakan Pangeran Salman semula tidak mempercayai keikutsertaan warga Saudi dalam serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat tapi sikapnya kemudian berubah setelah melihat bukti kuat bahwa 15 dari 19 pembajak pesawat adalah warga negaranya.

"Dia tidak begitu saja menerima semua yang dikatakan Amerika Serikat, tapi pada waktu yang sama dia memahami pentingnya hubungan, yang melampaui minyak," kata Jordan.

Kekuasaan Kerajaan

Dengan sosok yang kuat dan berjenggot, Salman adalah pangeran yang dikatakan lebih mirip dengan sang ayah, Raja Abdul Aziz Ibn Saud, dibandingkan saudaranya yang lain.

Sebagai salah satu dari apa yang disebut "tujuh Sudairi" - saudara yang lahir dari istri kesayangan Ibn Saud, Hassa bint Ahmed al-Sudairi - Salman telah berada di pusat kekuasaan kerajaan selama puluhan tahun.

Saudara kandungnya dalam keluarga dengan lebih dari 30 saudara tiri itu termasuk mendiang Raja Fahd serta Putra Mahkota Sultan dan Nayef, dan bekas menteri dalam negeri Pangeran Ahmed.

Salman lahir tahun 1936 di Riyadh, yang dulu merupakan kota oasis dengan bangunan batu bata dari lumpur di dalam kerajaan baru yang belum menemukan sumber minyak serta menggantungkan pendapatan dari peziarah yang mengunjungi Makkah dan Madinah, perkebunan kurma dan penggembalaan unta.

Salah satu putranya, Pangeran Sultan bin Salman, menjadi astronot Arab pertama, terbang menggunakan pesawat antariksa Amerika Serikat, Discovery, pada 1985.

Pangeran Sultan sekarang menjadi menteri pariwisata, sementara putra yang lain, Pangeran Abdul Aziz, menjadi wakil menteri perminyakan.

Dalam lima dekadenya memerintah Riyadh dan sekitarnya, Salman mengawasi pembangunan ibu kota dari kota gurun besar menjadi metropolis berpenduduk 4,6 juta jiwa.

Pangeran Salman belajar di "sekolah pangeran" di istana Ibn Saud dari imam Masjidil Haram di Makkah, menandakan pentingnya Ibn Saud melekat pada keyakinan Islam murni, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, PonPes, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 31 Desember 2017

Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebuah laporan terobosan meneliti pengalaman hampir 50 perempuan Inggris dengan melihat aspek umur, etnis, latar belakang dan keyakinan (termasuk penganut ateis) yang menjadi pemeluk Islam diluncurkan oleh Universitas Cambridge beberapa waktu lalu.

Laporan yang dihasilkan oleh Centre of Islamic Studies (CIS) Cambridge ini bekerjasama dengan New Muslims Project, Markfield, menghasilkan temuan menarik tentang pengalaman menjadi pemeluk Islam perempuan Inggris pada abad 21.

Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah

Temuan tersebut memberikan sejumlah rekomendasi bagi muallaf sendiri, umat Islam, dan komunitas Inggris secara umum. Laporan setebal 129 halaman ini juga menggarisbawahi adanya masalah sosial, emosional dan kadangkala masalah ekonomi. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pemimpin proyek dan direktur CIS Yasir Suleiman mengatakan “Tema yang selalu muncul dalam laporan adalah kebutuhan untuk peningkatan dukungan bagi para muallaf dan potensi yang mereka miliki agar menjadi kuat dan memiliki pengaruh transformatif pada komunitas Muslim dan masyarakat Inggris secara luas.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tema yang selalu berulang adalah penolakan secara negatif pada Muslim dan Islam di media Inggris dan apa peran dari komunitas muallaf yang bisa dilakukan dalam membantu memberi keseimbangan.”

Laporan itu berusaha menghilangkan kesalahpahaman dan kekeliruan muallaf perempuan.

Kunci dari penelitian ini adalah perhatian yang tidak proporsional terhadap sejumlah kasus, khususnya perempuan kulit putih yang berpindah menjadi Islam, baik oleh komunitas Muslim maupun non Muslim. 

Sementara itu, muallaf dari Afrika asal Karibia, meskipun merupakan kelompok etnis muallaf terbesar, seringkali diabaikan dan merasa diisolasi, baik oleh kelompok Muslim maupun non-Muslim. 

Suleiman mengatakan, “Muallaf kulit putih seringkali diperlakukan sebagai “piala” bagi Muslim dan sering dimunculkan dalam berbagai komunitas, termasuk di media. Kelompok asal Afrika-Karibia yang menjadi muallaf sebagian besar tak terlihat, tak ada selebrasi dan seringkali tidak diketahui. Mereka merasa seperti minoritas dalam minoritas dan ini harus diatasi. Saya menemukan, bagian ini yang paling sulit.”

Penelitian ini juga mengungkapkan adanya hubungan kompleks antara wanita yang berpindah agama menjadi Islam dan keluarga mereka, mulai dari pengasingan, ketidakpercayaan dan penolakan sampai dengan penerimaan penuh atas keyakinan mereka. Hal ini juga terkait dengan isu seksualitas dan gender, termasuk homoseksualitas, peran tradisional perempuan dan transjender.

Manajer proyek Shahla Suleiman mengatakan “Dengan mempertimbangkan munculnya stereotype dan besarnya gambaran negatif tentang Islam di media dan masyarakat secara umum, dan mempertimbangkan posisi wanita dalam Islam, kami ingin memahami isu paradoks bagaimana perempuan Barat dengan pendidikan tinggi dan sukses secara profesional menjadi Islam.” 

“Basis dari masuknya mereka dalam Islam adalah keyakinan dan spiritualitas –tetapi perpindahan ini juga fenomena sosial yang menjadi politis. Dalam hal ini, perpindahan agama menjadi perhatian siapa saja dalam komunitas.”

“Perdebatan ini baru dimulai dan kami menginginkan memiliki informasi hasil penelitian lebih banyak tentang perpindahan ke Islam yang secara langsung menarik perhatian publik. Perjuangan untuk masa depan yang lebih baik tergantung pada bagaimana mengatasi pengasingan dan perbedaan secara absolut yang didasarkan pada ketidaksukaan ideologis untuk multikulturalitas, bukan hanya multikulturalisme. Ketakutan pada imigran, Islam dan perpindahan agama mewakili prasangka, kekhawatiran, dan ketakutan ras.”

Perpindahan agama ini menimbulkan isu seperti hak-hak perempuan, etika berpakaian dengan isu penggunaan hijab yang didiskusikan dengan sengit. Pandangan umum diantara para muallaf adalah adaptasi bentuk pakaian Barat untuk mengakomodasi nilai-nilai kesopanan dan kesusilaan Islam.

Hak-hak perempuan juga menjadi isu politik dalam komunitas Muslim, sementara para peserta tidak dengan bulat mendukung konsep feminisme sebagaimana didefinisikan oleh Barat, kebutuhan untuk meningkatkan status wanita dalam komunitas Muslim sepenuhnya disadari. Upaya untuk merealisasikan hak-hak tersebut terbukti lebih sulit untuk dicapai. Para peserta sangat kritis terhadap konsep peradilan syariah yang beroperasi di Inggris, terkait adanya potensi yang merugikan hak perempuan. 

Laporan ini mengatakan, “Perpindahan agama ini menantang pandangan rasis yang digambarkan di media tentang Islam karena budaya dan warisan mereka secara intrinsik mencerminkan budaya Inggris.”

“Tetapi kami juga menemukan bahwa tidak seluruh muallaf diterima secara sosial sama di mata Muslim. Muallaf kulit putih diperlakukan lebih baik secara sosial daripada wanita asal Afrika. Juga terdapat persoalan hijab yang menjadi perhatian antara Muslim dan non-Muslim. Terdapat perbedaan antara memakai dengan sukarela dan diwajibkan memakainya, yang menempatkan muallaf dalam kontrol. Hijab merupakan sinyal kesopanan, tetapi tidak dimaksudkan untuk menyembunyikan kecantikan.” (phsy.org/mukafi niam)

Foto: phsy.org

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ahlussunnah, Anti Hoax, Kyai Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock