Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Viral, Santri Tremas Ini Hadiahi Presiden Jokowi Puisi Khalifah Kami

Pacitan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ibnu Mughni Labib, santri Pesantren Tremas Pacitan tiba-tiba menjadi viral di media sosial dan pemberitaan di berbagai media nasional. Saat Presiden Jokowi berkunjung ke salah satu pesantren tertua di Indonesia itu, Ibnu merupakan satu dari ribuan santri yang ditunjuk Presiden Jokowi untuk maju menghafalkan Pancasila.

Namun, bukan saja karena keberhasilnya yang mampu menghafalkan Pancasila dengan sempurna, dia berhasil mencuri perhatian para jurnalis saat memberanikan diri meminta izin kepada Presiden untuk membaca puisi yang dibuatnya sendiri.

Viral, Santri Tremas Ini Hadiahi Presiden Jokowi Puisi Khalifah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
Viral, Santri Tremas Ini Hadiahi Presiden Jokowi Puisi Khalifah Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

Viral, Santri Tremas Ini Hadiahi Presiden Jokowi Puisi Khalifah Kami

“Pak, boleh minta waktu tidak, Pak, untuk membacakan puisi?” pinta Ibnu seusai menyebutkan sila-sila Pancasila di hadapan Presiden Jokowi yang berdiri bersama pengasuh pesantren Tremas KH Fuad Habib Dimyathi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Sabtu (9/12).

Enggeh mpun boleh, sebentar, jangan panjang-panjang, puisinya saya baca dulu nggeh, saya tidak bisa baca, tulisanya kecil-kecil,” kata Presiden disambut ger ribuan santri yang memenuhi halaman masjid pesantren tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ibnu yang berasal dari Banyumas Jawa Tengah ini kemudian mulai membacakan puisi yang berjudul Khalifah Kami.

Khalifah Kami

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di hari ini,

Di Pondok Tremas yang kami cintai.

Datang bak seorang malaikat,

Yang datang bagai merpati.

Dengan anggun mengobati gerah hati ini,

Akibat air bah yang mertamu di pondok kami.

Dengan semangatnya memacu energi kami,

Agar kami kuat menghadapi kenyataan ini.

Kucium semerbak harum akan pengabdian sejati,

Beliaulah khalifah negeri ini.

Bukan negeri Islam yang pasti, tapi negeri yang penuh cinta, warna dan budaya.

Beliaulah khalifah kami, pemimpin kami,

Beliaulah Bapak Jokowi

Ibnu pun disambut tepuk tangan riuh oleh ribuan santri. 

“Saya bawa ya (kertas puisi),” ucap Presiden Jokowi sambil meminta secarik kertas yang dibawa Ibnu. Raut muka Ibnu tampak terkejut, seakan tak percaya kalau puisi yang dibacanya itu mendapat apresiasi dari Presiden.

Ibnu kemudian berjalan untuk kembali ke tempat semula. Namun baru beberapa langkah berjalan, dia kembali berjalan ke arah Presiden Jokowi untuk menanyakan hadiah sepeda. Maklum, dalam berbagai kesempatan kunjungan kerja ke daerah, Presiden Jokowi sering memberikan kuis berhadiah sepeda kepada santri.

Terose niki kon nyuwun sepeda teng Pak Jokowi (katanya suruh minta sepeda kepada Pak Jokowi)?” tanya Ibnu.

Kok terose, lha Mas Ibnu pingin mboten? (Kok katanya, Mas Ibnu ingin tidak)?” tanya Presiden kepada Ibnu.

Inggeh monggo kerso (iya, terserah),” jawab Ibnu. 

Lha monggo kerso, inggeh mboten mawon (kalau terserah, berarti tidak usaha saja),” timpal Presiden. 

Lagi-lagi percakapan santri lugu dengan kepala negara ini mengundang gelak tawa seluruh yang hadir.

Inggeh mboten nopo-nopo (iya tidak apa-apa),” cetus Ibnu lagi.

Presiden Jokowi yang saat itu tidak membawa sepeda, berjanji akan mengirimkan langsung kepada Ibnu. 

“Saya ini enggak bawa sepeda. Tapi besok saya kirim sampai ke sini. Sudah, empun. Besok saya kirim, alamatnya diberi ke ajudan,” ujar Presiden.

Namun Ibnu tidak perlu menunggu sampai hari esok, dua jam setelah Presiden Jokowi dan rombongan berpamitan meninggalkan pesantren Tremas, salah seorang Staf Kepresidenan datang menghantarkan sepeda kepada Ibnu. Dia pun sah memiliki sepeda yang bertuliskan Hadiah Presiden Jokowi.

Ditemui Rohis Tegal - Rohani Islam di kantor presantren, Ibnu tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Dia sangat senang dan terharu bisa memberikan hadiah puisi kepada Presiden. 

“Rasanya campur aduk, antara senang dan terharu,” kata Ibnu.

“Alhamdulillah. Terima kasih, Bapak Jokowi,” katanya dengan nada ngapak Banyumas yang kental. Rencananya sepeda itu akan dia gunakan untuk sarana berziarah tiap hari Jumat ke makam sesepuh Pesantren Tremas KH Abdul Manan Dipomenggolo di makam bukit Semanten yang terletak 10 km dari pesantren Tremas. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 16 Februari 2018

Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sepekan setelah Lebaran warga Pekalongan dan sekitarnya biasanya merayakan Syawalan atau ‘Lebaran’ kedua, setelah sebagian warga yang berpuasa sunah selama enam hari, mulai pada tanggal 2 Syawal. Syawalan inilah yang menjadi pertanda puasa mereka berakhir. Di daerah lain Syawalan ini disebut pula dengan nama Lebaran Ketupat.

Syawalan di Pekalongan, beberapa tahun belakangan ini terpusat di dua tempat, di Krapyak dan Linggoasri. Meskipun esensinya sama, yakni merayakan Syawalan, akan tetapi keduanya dikemas dengan cara berbeda.

Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono (Sumber Gambar : Nu Online)
Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono (Sumber Gambar : Nu Online)

Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono

Di Krapyak Lor Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan, tradisi Syawalan yang digelar pada hari Kamis (15/8) dimeriahkan dengan dua lopis raksasa. Dua lopis raksasa dengan berat masing-masing 1,3 ton dan 900 kilogram itu mulai dimasak oleh warga Gang VIII dan warga di Gang III Kelurahan Krapyak Lor tiga hari sebelum hari-H.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Lopis diangkat dengan bantuan mobil derek. Lopis ini dimasak selama empat hari tiga malam," terang Syaiful, Sekretaris Panitia Syawalan dan Lopis Ageng.

Simbol perekat silaturahmi

Pada hari-H, dua lopis sudah ditempatkan di tempat pemotongan. Walikota Pekalongan, HM Basyir Ahmad, secara simbolis memotong kedua lopis kemudian membagikan kepada warga. Selang kemudian, para pengunjung yang datang dari berbagai daerah berebut lopis raksasa tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para pengunjung memperebutkan Lopis tersebut yang maksudnya untuk mendapat berkah. Pembuatan Lopis dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat Krapyak dan dengan masyarakat daerah sekitarnya, hal ini diidentikkan dengan sifat lopis yang lengket.

Warga sekitar biasanya menyediakan makanan ringan dan minuman secara gratis kepada para pengunjung. Setelah pembagian lopis selesai, biasanya para pengunjung berbondong-bondong ke obyek wisata Pantai Slamaran Indah untuk menikmati pantai atau menikmati meriahnya hiburan gratis. Sebelumnya acara juga dimeriahkan dengan acara kirab budaya yang menampilkan berbagai macam kebudayaan.

Gunungan Megono

Berbeda dengan warga Krapyak yang menampilkan lupis raksasa, masyarakat Kabupaten Pekalongan memeriahkan Syawalan dengan membuat gunungan nasi megono. Megono adalah nama kuliner khas Pekalongan, yang bahannya dari buah nangka.

Objek Wisata Linggo Asri Kecamatan Kajen menjadi lokasi rebutan gunungan warga. Ribuan warga yang hadir rela berdesak-desakan memperebutkan makanan khas berasal dari Kabupaten Pekalongan itu.

Seorang warga, Tuti, mengaku ikut senang berebut gunungan nasi megono sebagai upaya mendapatkan berkah dalam hidupnya. 

"Gunungan nasi megono ini dipercaya masyarakat mempunyai kelebihan jika orang itu mampu makan nasi itu sehingga saya ikut berebut supaya dapat berkah dan tambah rejeki," ungkapnya.

Acara ini juga dimeriahkan kirab dan pertunjukan tari "Kuda Lumping" dan "Jatilan Satriyo Budoyo" dari Karanggondang, Kecamatan Karanganyar. Sedangkan kirab diikuti peserta yang terdiri atas "cucuk lampah" sebagai pimpinan rombongan yang diikuti rombongan silat temanten, grup rebana, kesenian "ngarak pengatin sunat", kuda kepang, egrang, dan sepasang gajah membawa gunungan nasi megono dan hasil bumi dari Balai Desa Linggoasri menuju lapangan parkir Wana Wisata.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Kiai, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 15 Februari 2018

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Selamatan desa serta halal bihalal adalah dua budaya yang sangat kental dengan sejarah lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keduanya adalah budaya asli Indonesia yang tak lekang oleh zaman.

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamatan Desa dan Halal Bihalal, Budaya Asli Indonesia

Hal tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin saat menghadiri selamatan desa sekaligus halal bihalal Desa Jambangan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jumat (14/7) sore.

Dalam kesempatan tersebut Hasan memberikan wawasan tentang asal muasal halal bihalal. Menurutnya, KH Abdul Wahab, seorang tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tebuireng adalah pelopor budaya halal bihalal pada tahun 1948 silam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Oleh sebab itu, kita masyarakat NU harus bangga dengan budaya ini dan sebagai penerus maka kita wajib untuk meramaikan kegiatan halal bihalal serta mempertahankannya sampai kapan pun,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Hasan, ada korelasi yang kuat antar budaya halal bihalal dan selamatan desa ini yakni untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan hablumminallah, karena hikmah dari selamatan desa adalah berdoa bersama untuk kemakmuran suatu desa.

“Senjata utama umat Islam adalah doa. Dan doa dari para sesepuh, alim ulama dan para habaib dalam tiap selamatan desa tentunya akan membawa barokah. Karena doa mereka istijabah bagi desa ini,” jelasnya.

Menyikapi tentang fenomena bergesernya akhlakul karimah generasi penerus bangsa pada era globalisasi ini, Hasan menyebut kurangnya kontrol dan teladan dari orang tuanya.

“Berilah contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ajaklah mereka duduk bersama dan bicaralah dari hati ke hati agar apa yang kita sampaikan bisa masuk dan mengena pada hatinya. Insyaallah mereka akan mengingatnya sampai kapan pun,” terangnya.

Seiring dengan pesatnya peredaran gadget dengan segala fitur-fitur dan game yang disukai anak-anak saat ini pun diakui Hasan akan membawa dampak negatif bagi mereka. Dalam kesempatan itu Hasan memberikan solusi terbaik bagi para orang tua dalam menghadapi tren ini.

“Jangan dilarang, namun batasi dengan waktu yang jelas bagi anak-anak kita. Misalnya hanya Sabtu sampai dengan Minggu saja untuk bermain gadgetnya. Kemudian antarkan mereka mengaji Al-Quran di TPQ ataupun di mushala tiap hari selepas sekolah. Dengan menyibukkan mereka seperti ini keinginan mereka untuk memainkan gadgetnya akan teredam,” pungkasnya.

Sementara Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Jambangan Ali Munip sangat mengapresiasi sinergitas antara pemerintah desa dan kecamatan bersama organisasi kemasyarakatan yang ada di tingkat kecamatan seperti GP Ansor dan Banser, sehingga giat yang melibatkan? seluruh elemen ini berjalan lancar. (Syamsul Akbar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Pondok Pesantren, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 14 Februari 2018

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam ?

Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri mengomentari pameran lukisan Nabila Dewi Gayatri dengan menunkil sebuah hadits “Innallaha jamil yuhiibul jamal”. Artinya Allah itu Maha Indah menyukai keindahan. Ciptaan-ciptaan Allah yang serba indah menginspirasi makhluknya, manusia, untuk menirunya. Atau dengan istilah lain, berkesenian.

?

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Komentar Gus Mus tentang Pameran Lukisan Wajah Kiai

“Angin dengan tinggi rendah temponya menggesek daun-daun cemara, ditingkahi irama alunan ombak laut dan rintik hujan, menginspirasi manusia untuk melahirkan seni musik,” kata kiai yang akrab disapa Gus Mus tersebut pada katalog pameran bertajuk Sang Kekasih yang akan dibuka Ketua Umum PBNU di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (8/5). ?

Sementara keindahan laut, lanjut kiai yang penyair dan pelukis itu, dengan riak-riak ombak gelombang dan ikan-ikannya, hingga cakrawala dan langit biru dengan awan-awannya yang berarak di atasnya; gunung-gunung, kelok-kelok sungai dan gemericik airnya; pepohonan, belukar, gelaran hijau sawah, dan rerumputan; bahkan berbagai bentuk dan rona wajah manusia itu sendiri; menginspirasi manusia untuk melahirkan seni rupa.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Lihatlah pameran berjudul Sang Kekasih yang digelar oleh pelukis perempuan, Nabila Dewi Gayatri ini. Sebagai pelukis yang mecintai para kiai, alias ulama Nusantara, Nabila yang sebanrnya pelukis surealis mencoba menghadirkan sosok idolanya dalam lukisan realis, naturalis,” jelas Gus Mus.?

Dengan pameran itu, lanjut Gus Mus, sang pelukis mengajak bernostalgia, berharap orang-orang terutama para santri sekarang dapat mengenang bukan hanya kedalaman ilmu dari para ulama pendahulu tersebut, tapi terutama juga mengingat kearifan dan perjuangan mereka dalam berkhidmah kepada agama, umat, bangsa dan negara.

“Dengan kata lain, Nabila ingin lukisan-lukisan ini dapat menjadi obat kangen yang pada gilirannya dapat mengobarkan semangat penghormatan kepada ulama Nusantara yang teduh mengayomi, yang tidak hanya alim, tapi arif dan penuh dedikasi bagi agama, umat, dan tanah air mereka.”?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Gus Mus, Nabila yang putri seorang kiai itu, dengan lukisannya yang khusus menampilkan wajah-wajah kiai yang merupakan ahli agama (Islam) juga menghapuskan kesan keterpisahan agama (kebenaran) dengan seni (keindahan) yang dikesankan oleh sementara orang.?

Pameran dengan kurator Yaksa Agus itu menampilkan kiai-kiai Nusantara dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari hingga KH Said Aqil Siroj. hingga 14 Mei. Tak kurang 50 wajah kiai dipajang di pameran yang akan berakhir 14 Mei itu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Halaqoh, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 13 Februari 2018

PSTPG UIN Jakarta Paparkan Hasil Riset Peran Ekonomi dalam Menangkal Radikalisme

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam 

Direktur Eksekutif Pusat Studi Timur Tengah dan Perdamaian Global (PSTPG) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Badrus Sholeh memaparkan hasil riset "Assesmen Program Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda dalam Menangkal Radikalisme" di Hotel Grand Syahid Jaya Jakarta Pusat, Rabu (20/12). 

Dalam pemaparannya, Badrus mengatakan bahwa ekonomi mempunyai peran penting dalam mengubah pengalaman masa lalu para pelaku kekerasan untuk berintegrasi dalam masyarakat dan perdamaian melalui program ekonomi. 

PSTPG UIN Jakarta Paparkan Hasil Riset Peran Ekonomi dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
PSTPG UIN Jakarta Paparkan Hasil Riset Peran Ekonomi dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

PSTPG UIN Jakarta Paparkan Hasil Riset Peran Ekonomi dalam Menangkal Radikalisme

"Mayoritas yang kami temukan memiliki kepercayaan diri ketika mereka melakukan usaha. (Mereka dalam menjalankan usaha ekonominya) tidak hanya dibantu pemerintah tapi juga dibantu komunitas," kata pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur ini. 

Badrus semakin yakin bahwa ekonomi mempunyai peranan yang sangat penting, karena menurutnya, banyak pemuda yang diajak oleh Islamic State Irak and Syria (ISIS), tapi mereka mampu menahan diri untuk tidak ikut. Hal itu karena kepercayaan diri mereka untuk membangun kemandirian ekonomi. 

Riset ini dilakukan selama sebulan, yakni 25 Agustus sampai 25 September 2017 dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 100 responden, 10 Focus Group Discussion (FGD) dan observasi di lima kota, lima provinsi: Kabupaten Nunukan dan Pulau Sebatik (Kalimantan Utara), Poso (Sulawesi Tengah), Solo (Jawa Tengah), Lamongan (Jawa Timur), dan Medan (Sumatera Utara). 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hasil riset ini, kata Badrus, membantah teori yang didengungkan Barat bahwa ekonomi tidak mampu menyelesaikan masalah terorisme dan radikalisme. 

"Ini koreksi penting bahwa selama ini, mereka (barat) hanya melihat Osama Bin Laden, Hambali atau orang-orang yang kaya pelaku terorisme. Yes, mereka tidak bisa diubah secara ekonomi, tetapi mayoritas anak-anak muda terutama yang berangkat ke Suriah, mereka juga punya alasan ekonomi yang menjadi daya tarik mereka aktif dalam terorisme," jelas pria berumur 46 tahun itu. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari hasil riset tersebut, PSTPG UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan tiga rekomendasi. Pertama, inovasi dan pendamping usaha terhadap kaum muda perlu diberikan, baik oleh pengusaha, stakeholder maupun dinas atau kementerian terkait. 

Kedua, program ekonomi perlu dilakukan dalam jangka panjang dan berkesinambungan melalui strategi yang jelas. Rekomendasi ditujukan kepada BNPT dan Menkopolhukam untuk mempertimbangkan strategi jangka panjang. 

Ketiga, perlunya koordinasi antar stakeholder, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat sipil dalam melakukan program ekonomi bagi kaum muda yang lebih komprehensif. Rekomendasi ditujukan kepada Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Sosial dan Dinas Agama untuk lebih aktif koordinasi dalam program ekonomi bagi kaum muda.  (Husni Sahal/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 12 Februari 2018

Waktu Indonesia NU

Suatu kali Prof Machasin yang saat itu jadi Rais Syuriyah mendapat undangan rapat PBNU. Sesuai jadwal, dosen yang birokrat ini datang tepat waktu: 14.00 waktu Indonesia Barat (WIB).

Begitu masuk ruang rapat, ia celingukan. Toleh sana, toleh sini. Setengah kaget, karena hampir seluruh kursi masih kosong. Prof Machasin pun menunggu cukup lama.

Waktu Indonesia NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu Indonesia NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu Indonesia NU

"Ini bagaimana. Katanya jam dua. Ini kan sudah jam tiga!?" tanyanya kepada peserta rapat yang sudah hadir.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sahabatnya itu tertawa, "Hahaha..."

"Kok ketawa?" Prof Machasin heran.

"Sampean orang NU baru ya? Haha..."

Rohis Tegal - Rohani Islam

Prof Machasin cuma nyengir, sambil membetulkan kopiahnya yang makin miring.

Pejabat Kemenag yang rajin ini rupanya belum paham betul bahwa di NU—entah sejak kapan—ada kaidah tak tertulis: waktu Indonesia terbagi menjadi empat (bukan tiga), yakni WIT, WITA, WIB, dan WI-NU. Selisih masing-masing minimal satu jam!

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 10 Februari 2018

Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia

Boalemo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Sekretaris Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) H Muiz Ali Murtadho mengatakan, pemuda masjid Indonesia adalah mereka yang aktif ikut serta dalam memakmurkan masjid. Para pemuda masjid Indonesia ini memiliki dua tanggung jawab besar. Pertama, menyebarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Pemuda masjid Indonesia memiliki tanggung jawab untuk mendakwahkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” kata H Muiz pada acara Pelatihan Pemuda Pelopor di Boalemo Gorontalo, Selasa (5/12).

Acara pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara LTM PBNU bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI. Di Provinsi Gorontalo, acara ini diadakan selama hari di lima kabupaten kota, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango.

Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Tanggung Jawab Pemuda Masjid Indonesia

Kedua, tanggung jawab keindonesiaan. Pemuda masjid Indonesia juga memiliki kesadaran untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagi dia, keislaman dan keindonesiaan itu bagai dua mata koin. Antara yang satu dengan yang lainnya tidak bisa dipisahkan dan tidak perlu dibenturkan karena keduanya berjalan beriringan.  

H Muiz menuturkan, makna dari membela Islam adalah dengan memakmurkan masyarakat Indonesia. Sementara membela Indonesia adalah bagian daripada keimanan seseorang. 

“Cinta tanah air itu adalah sebagai bagian dari iman. Cinta Indonesia adalah cinta Islam. Cinta Islam adalah cinta Indonesia,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat) 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 02 Februari 2018

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendidik mahasiswa mahasiswi pada pemahaman organisasi yang “kaffah”. Juga mampu jadi penggerak dakwah dalam membumikan Islam Indonesia dengan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama’ah.

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Aktivis PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung,? Fajri Idatul Akbar,? mengatakan hal itu dalam rangka Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba.) kegiatan tersebut adalah fase rekruitmen mahasiswa untuk menjadi anggota PMII.

“Kaffah di sini adalah sempurna pemikiran dan ketakwaannya. Jangan hanya kritis, tapi juga transformatif kepada nilai-nilai nasionalis serta berpegang teguh pada ajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah,” terang Fajri kepada Rohis Tegal - Rohani Islam ketika ditemui di sekretariat PMII di Jalan Manisi, Bandung, Jawa Barat, Senin (16/9).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain kaffah, lanjut Fajri, kegiatan Mapaba pun bertujuan membentuk kader yang ulil albab. Menurut dia, setidaknya ada tiga ciri, pertama manusia yang peka terhadap kenyataan.

Kedua, tambah dia, manusia yang mengambil pelajaran dari pengalaman sejarah, dan ketiga manusia yang giat membaca tanda-tanda alam yang kesemuanya dilakukan dalam rangka berzikir kepada Allah SWT.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Mapaba ini adalah gerbang awal dalam pengkaderan di PMII sebab masih ada gerbang selanjutnya,” kata fajri, yang juga ketua komisariat PMII Cabang Kabupaten Bandung.

Mapaba tersebut sudah digelar pada tanggal 13 sampai dengan 15 September lalu, di Gedung Local Education Center (LEC) Cicalengka bandung. Ratusan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari berbagai jurusan dan fakultas mengikuti kegiatan tersebut. (Bakti Habibie/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Habib, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Februari 2018

Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang?

Oleh Badrul Munir

Hari raya Idul Adha sudah di depan mata kita, hari suci di mana umat Islam sedunia di tanah suci Mekkah melaksanan puncak ibadah haji. Sebuah ritual internasional yang diikuti jutaan umat Islam dari seluruh dunia dalam rangka memperingati “napak tilas” Nabi Ibrahim yang mempertunjukan kepada kita semua tentang arti sebuah ketaatan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Bagi kita yang tidak berhaji disyariatkan untuk merayakan Idul Qurban dengan beberapa ritual mulai puasa Arofah, shalat Idul adha dan penyembelihan hewan Qurban dan lainnya

Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang? (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang? (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlukah Berkurban di Sekolah Dilarang?

Penyembelihan qurban pada hakikatnya mengandung nilai pendidikan anak yang luar biasa, sebuah pendidikan kepada anak yang dicatat dengan tinta emas sebagai pendidikan ideal untuk membentuk anak yang shalih.

Beberapa poin penting dalam pendidikan Nabi Ibrahim kepada anaknya mencakup visi, misi, kurikulum dan lingkungan dalam pendidikan anak:

Pertama: visi pendidikan Ibrahim adalah mencetak generasi saleh yang menyembah hanya kepada Allah SWT. Dalam penantian panjang beliau berdoa agar diberi generasi saleh yang dapat melanjutkan perjuangan agama tauhid. Visi Ibrahim ini diabadikan Allah SWT dalam al-Qur’an: "Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh." (Q.S. Ash Shaaffaat: 100)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua, misi pendidikan Ibrahim adalah mengantar Ismail dan putra-putranya mengikuti ajaran Islam secara totalitas. Ketaatan ini dimaksudkan sebagai proteksi agar tidak terkontaminasi dengan ajaran berhala yang telah ada di sekitarnya.

Ketiga, kurikulum pendidikan Ibrahim juga sangat lengkap. Muatannya telah menyentuh kebutuhan dasar manusia. Aspek yang dikembangkan meliputi: Tilawah untuk pencerahan intelektual, Tazkiyah untuk penguatan spiritual, Taklim untuk pengembangan keilmuan dan Hikmah sebagai panduan operasional dalam amal-amal kebajikan. Muatan-muatan strategis pendidikan Ibrahim tersebut, Allah SWT telah jelaskan secara terperinci dalam firman-Nya:

Keempat Lingkungan pendidikan Ibrahim untuk putranya bersih dari virus aqidah dan akhlaq. Beliau dijauhkan dari berhala dunia, pikiran sesat, budaya jahiliyah dan prilaku sosial yang tercela. Hal ini dipilih agar fikiran dan jiwanya terhindar dari kebiasaan buruk di sekitarnya.

Selain jauh dari perilaku yang tercelah, tempat pendidikan Ismail juga dirancang menjadi satu kesatuan dengan pusat ibadah ‘Baitullah’. Hal ini dipilih agar Ismail tumbuh dalam suasana spritual, beribadah (shalat) hanya untuk Allah SWT. Kiat ini sangat strategis karena faktor lingkungan sangat berpengaruh kepada perkembangan kejiwaan anak di sekitarnya.

Pemilihan tempat (bi’ah) yang strategis untuk pendidikan Ismail secara khusus Allah SWT abadikan dalam al-Qur’an.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Larangan dan Keresahan

Namun menjelang hari raya Idul Adha seperti saat ini ada beberapa isu yang menyeruak di masyarakat di Indonesia, yang pertama idul adha jatuh pada hari apa (ada perbedaan atau tidak) dan yang kedua (khusus untuk warga Jakarta) masih bolehkah menyembelih hewan kurban di sekolah?

Hal ini merujuk pada Instruksi Gubernur No 168 Tahun 2015 tentang Pengendalian, Penampungan dan Pemotongan Hewan. Di dalamnya termasuk ada larangan menyembelih hewan kurban di sekolah. Beberapa alasan yang dipakai oleh Pempov Jakarta tentang aturan ini yakni kekhawatiran menyebarnya penyakit dari hewan ke manusia (dalam istilah medis zoonosis) dan juga menghindari dampak psiologis berupa traumatik terhadap anak akibat proses pemotongan hewan kurban tersebut. Sebagai solusinya pemerintah provinsi Jakarta menyiapkan rumah pemotongan hewan (RPH) untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat Jakarta dalam penyembelihan kurban.

Sebagai seorang pemimpin daerah maka tugas utama bagi seorang gubernur adalah mengatur segala hal yang berada di wilayah kerjanya. Dalam hal berkurban instruksi Gubernur sangat tepat, terutama mengatur tempat penjualan hewan kurban. Sudah lazim di kota-kota bahkan di seluruh daerah menjelang hari raya kurban, banyak fasilitas umum yang di sulap menjadi pasar hewan, hal ini berakibat kumuh dan bau tidak sedap menyebar kemana-mana, belum lagi masalah kesehatan hewan yang belum terkontrol yang berakibat menyebarnya penyakit hewan ke manusia (zoonosis).

Namun dalam hal pelarangan penyembelihan kurban di sekolah perlu dikaji lebih dalam karena bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Sebagai seorang pemimpin Gubernur Basuki Cahaya Purnama harus mendapat pemahaman yang utuh tentang ritual ibadah kurban, sebuah ibadah yang mengandung unsur pendidikan moral sosial dan sangat kental dengan tradisi masyarakat Indonesia. Berbeda dengan ibadah shalat, puasa atau bersedekah misalnya dimana ibadah tersebut harus disamarkan dan lebih utama tanpa dilihat orang lain, tetapi ibadah penyembelihan hewan kurban harus ditampakkan sebagai syiar ritual keagamaan karena memang tuntutan ajaran agama Islam demikian.

Satu hal lagi yang perlu diketahui oleh gubernur Ahok di dalam penyembelihan kurban juga sangat kental dengan kearifan lokal yang terus dijaga dan akan diwariskan terhadap anak keturunan masyarakat Islam, kearifan lokal tersebut pemahaman berupa nilai keikhlasan, pengorbanan, kerja sama, sifat saling membantu dan lainnya yang semua bermuara keteladalan Nabi Ibrahim kepada murid sekolah tersebut.

Beberapa komentar gubernur Ahok yang mengatakan di arab saudi tidak ada penyembelihan hewan kurban di masjid dan sekolah dan semua dilakukan di pusat penyembelihan kurban semakin menunjukan betapa sang gubernur DKI ini belum memahami secara utuh makna sebuah ibadah kurban dan haji. Pernyataan diatas sama dengan mengapa di Jakarta masih sering banjir, macet dan kriminal sedangkan di Singapura tidak?

Trauma psikologi. Alasan lain adalah kekhawatiran dampak trauma psikologi akibat prosesi pemotongan hewan kurban yang disaksikan secara langsung oleh anak-anak sekolah dasar.

Ilmu neurobehavior menerangkan usia sekolah dasar (7-12 tahun) saat perkembangan otak di lobus frontalis dan parietalis (dahi dan pelipis), satu hal yag menonjol adalah mulai berkembangnya fungsi kognisi (berfikir, logika, analisis), kreatifitas dan kemampuan berbahasa.

Di bagian otak pelipis atau sistem emosi anak SD sudah mulai menunjukkan hal yang berperan, kegemaran meniru apa yang dilihat dan didengar sangat dominan apalagi sifat imajinatif sebagai seorang anak yang dibawa dari kecil masih terbawa.

Bagian otak yang mengatur psikomotor juga berkembang secara maksimal sehingga anak SD cenderung senang bergerak, bermain mengerjakan sesuatu secara langsung dan senang bekerja dalam suatu kelompok.

Apapun stimulus atau paparan yang masuk ke otak sangat mempengaruhi perilaku anak (termasuk siswa SD), setiap stimulus akan terekam kuat di area memori (sistem limbik), apalagi bila saat kejadian ada nuansa emosi yang menyertainya maka memori akan terpatri kuat , maka paparan yang diterima anakharus paparan yang positif sehingga kelak akan menjadi dasar perilaku positif

Prosesi penyembelihan hewan kurban yang disaksikan secara langsung oleh ratusan mata anak SD dikhawatirkan mempengaruhi psikologis mereka yakni timbul rasa takut berlebihan (fobia) atau justru timbul sifat atau perilaku kekerasan(agresifitas).

Hal tersebut secara teori bisa terjadi manakala kejadian penyembelihan hewan kurban berulang dan anak didik tidak memiliki pemahaman kognisi tentang syariat kurban, tatacara penyembelihan kurban secara islami dan manfaat berkurban untuk meningkatkan jiwa sosial anak kepada lingkungan sekitarnya. Dan di sinilah tantangan pihak sekolah (guru dan pengajar) dan orang tua untuk memberi pemahaman yang utuh tentang syariat berkurban kepada anak secara runtut dan utuh.

Seperti yang saya jabarkan di atas saat usia SD adalah saat perkembangan sel saraf lobus frontalis sangat optimal sehingga kemampuan kognisi dan kemampuan bahasa sangat maksimal.Guru dihadapan siswa SD merupakan sosok “idola” bagi dia, guru adalah sumber ilmu, segala ucapannya akan merasuk dengan kuat di pikiran mereka, hal ini berbeda dengan siswa SMP SMA dimana daya kritisnya sudah sangat terasa dan tidak menjadikan ucapan guru sebagai satu satunya sumber ilmu.

Bila paparan tentang keutamaan kurban sudah terekam dengan kuat di pikiran anak didik, maka pada saat prosesi penyembelihan hewan kurban maka yang terbentuk di pikiran anak bukan “pembantaian hewan kurban” akan tetapi lebih dari itu adalah suatu ajaran yang luhur tentang pengorbanan ketaatan hamba kepada perintah Tuhannya, dan ini lebih terekam kuat dalam perilaku dibanding rasa “kasihan” hewan tidak bersalah dipotong lehernya(fobia) atau “suka cita” melihat hewan kurban tergelepar tidak berdaya sesaat setelah dipotong lehernya (agresifitas).

Jadi pelarangan pemotongan hewan kurban di lingkungan sekolah yang dikhawatirkan menjadikan dampak psikologis negatif berupa fobia atau agresif menurut hemat kami berlebihan dan tidak ada dasar ilmiahnya yang kuat , justru sebaliknya suatu proses pembelajaran langsung (hand on) untuk membentuk peribadi dengan kesalehan ritual dan sosial.

Sebagai langkah cerdas pemerintah daerah harus lebih memberi pelayanan berupa pemeriksaan hewan kurban dan memberi bantuan teknis lainnya agar prosesi penyembelihan kurban di masyarakat dan sekolah berjalan dengan aman dan hikmat tanpa harus mengorbankan makna sebuah penyembelihan kurban

Semoga pemerintah atau pemerintah daerah tidak merivisi aturan larangan berkurban di sekolah yang kontra produktif dan bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat. Satu hal lain adalah kemungkinan melanggar undang-undang dasar 1945 tentang “kebebasan beragama dan tentang hak mendapat pendidikan”

Sebaliknya pemerintah dan pemerintah daerah harus lebih fokus meningkatkan kesejahteraan seperti menstabilkan harga, menciptakan lapangan kerja, menurunkan penggangguran, meningkatkan ekonomi dan lainnya yang semakin hari semakin mengkhawatirkan

Semoga intruksi gubernur ini segera direvisis khususnya tentang larangan kurban, dan tidak ada lagi pemimpin daerah yang mengeluarkan intrusksi tidak edukatif seperti itu, kalaupun dipaksa diterapkan maka sungguh intruksi itu tidak layak dan tidak perlu dilaksanakan khususnya larangan meyembelih kurban di sekolah dan masjid. Selamat berkurban (di sekolah dan masjid)...

*) Penulis adalah dokter spesialis saraf  RS Saiful Anwar; Dosen Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Ubudiyah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 28 Januari 2018

Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (2)

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Islam Nusantara menjadi kiblat baru dunia Islam. Warna Islam Nusantara yang khas menjadi rujukan dunia Islam. Karena, muslim di Indonesia memiliki kecerdasan berlebih di dalam mengaplikasikan dasar Islam; Alquran dan hadits sebagai budaya keseharian.

Demikian dikatakan Direktur Pascasarjana Program Magister (PPM) STAINU Jakarta, Ishom Yusqi di Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan, Jum`at (1/11). 

Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara, Alternatif Baru Kiblat Dunia Islam (2)

Dalam ‘membangkitkan’ Islam Nusantara, Ishom Yusqi menyampaikan konsep integrasi dan interkoneksi 3 pilar, yaitu perdaban ilmu dan teks, peradaban seni dan budaya serta peradaban kearifan lokal.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Peradaban ilmu dan teks sumbernya Alquran dan hadits,” kata Ishom.Peradaban Seni dan Budaya, tambah Ishom, penting dikembangkan karena hal itu merupakan kekayaan yang mesti dilestarikan. Ia mengambil contoh Negara Arab Saudi yang terlalu mengedepankan peradaban ilmu dan teks. Di saat yang sama mereka mengesampingkan peradaban seni dan budaya sehingga membuat Negara itu “kering” dari peradaban seni dan budaya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di Arab itu jilbab ya gitu-gitu aja, coba di Indonesia pergi ke Tanah Abang jilbab udah macem-macem modelnya. Di sana laki-laki pakaiannya putih semua. Di Indonesia ada macem-macem batik. Di kita ada shalawatan, MTQ, bayati Qoror, bayati Nawa. Di sana ya murattal saja, imbuhnya.

Ishom pun mengkritik mayoritas masyarakat Arab yang menganggap, masyarakat Islam selain mereka adalah masyarakat kelas dua. Alasannya,  adalah Islam turunnya di Arab.

Kalau Islam Indonesia tidak menganggap orang Arab, Eropa, Afrika atau yang lainnya sebagai kelas dua. Semuanya sama.

Pilar terakhir yang dikemukakan adalah peradaban wisdom local (kearifan lokal). Sebagaimana diketahui bahwa sejak dahulu ulama nusantara selalu akomodatif terhadap kearifan lokal. Karena, di dalam kearifan lokal itu selalu disisipkan nilai-nilai keislaman sehingga tidak mudah menganggap hal itu sebagai bid`ah.

Islam nusantara mesti bangkit, dikaji, ditunjukan kepada masyarakat dunia bahwa Islam nusantara tidak kalah dengan Islam yang lain. Islam Nusantara berbudaya, memiliki karakter yang ramah dan santun, pungkasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 24 Januari 2018

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali

Temanggung, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pelakasanaan Nusantara Mengaji di Kabupaten Temanggung berjalan cukup khidmat. Kegiatan yang diinisiatori atau dipelopori Muhaimin Iskandar disambut antusias santri dan warga Nahdliyin Temanggung. Sekitar 4200 santri dari beberapa pondok pesantren di Temanggung terlibat dalam acara yang berlangsung ? Sabtu-Ahad (7-8/5).

Ketua panitia Nusantara Mengaji Kabupaten Temanggung Mahzum menuturkan, secara nasional gelaran Nusantara Mengaji menargretkan 300.000 khataman Al-Qur;an, adapun Temanggung menargetkan 1200 khataman dengan 4200 pembaca dan digelar di 8 titik. Mahzum membeberkan, delapan titik pesantren tersebut diantaranya Pesantren Darul Aman, Pingit, Pringsurat, Pesantren Raudlatul Huda Kerokan, Kutoanyar, Kedu, Pesantren Fatkhul Mubarok Kali Pahing, Gemawang.

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Berharap Panen Tembakau Bagus, 4200 Santri Khataman Qur’an 1200 Kali

Selanjutnya, Pesantren Al Hidayah, Prapak Kranggan, ? Pesantren Anwarussholihichin Prapak Kranggan, Pesantren Darussalam Ngadirejo (putra), Pesantren Darussalam Ngadirejo (putri), dan Pesantren Romakante, Malebo Kandangan.?

"Selain di delapan titik ponpes tersebut, kita juga menggelar acara khataman di kantor DPC PKB dan Gedung PCNU Temanggung," kata anggota Fraksi FPKB DPRD Kabupaten Temanggung itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Matoha menuturkan, “Dengan digelarnya acara Nusantara Mengaji itu, kita ingin mendoakan keselamatan bangsa dan negara serta kesejahteraan masyarakat ? Indonesia. ? Khusus untuk masyarakat Temanggung yang kini tengah mulai memasuki musim tanam tembakau, kita berharap musim panen tahun 2016 ? lebih baik dari sebelumnya, baik dari harga maupun kualitasnya.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

? ?

"Dengan gerakan ini, kita ingin menggelorakan semangat mengaji di Temanggung. Semoga aktivitas mengaji tidak hanya ramai di pesantren saja, di kampung-kampung, masjid dan mushalla bisa makin semarak dengan aktivitas mengaji," pintanya.

Terpisah, M. Abdurahman Sidiq (20) ? Pengurus Pesantren Raudlatul Huda Kerokan, Kutoanyar, Kedu, Temanggung menuturkan, di pondoknya mendapat jatah 50 khataman dengan ? 250 pembaca atau santri.?

"Masing-masing santri rata-rata minimal membaca 10 juz. Saya berharap kegiatan mengaji serentak nasional bisa digelar tiap menjalang bulan suci Ramadhan dan tiap hari santri nasional (HSN), yakni 22 Oktober," tutur Sidiq. (Ahsan Fauzi/Mukafi Niam)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Berita Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 16 Januari 2018

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Aam PBNU, Dr KH Ma’ruf Amin memaparkan tiga rumusan yang perlu dipahami oleh masyarakat terkait Islam Nusantara. Hal ini dia kemukakan di Halaqah Kebangsaan bertajuk Islam Nusantara yang digelar oleh Fraksi PKB DPR RI, Rabu (19/8) di Kantor FPKB Gedung Nusantara I lantai 18 Senayan, Jakarta.

Kiai Ma’ruf menyatakan, bahwa Islam Nusantara merupakan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Aswaja NU ini mempunyai kekhususan (khasais) tersendiri. Sebab terkait hal ini menurut Kiai Ma’ruf, kelompok-kelompok lain juga menamakan dirinya sebagai pengamal Aswaja.

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU

“Tiga aspek rumusan Islam Nusantara, yaitu bahwa Islam Nusantara disamping sebuah pemikiran (fikrah), juga sebuah gerakan (harakah), dan amaliyah,” jelas Kiai Ma’ruf di hadapan para audiens yang memadati ruang rapat Fraksi PKB.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Ma’ruf menjelaskan, pertama aspek fikrah, yaitu cara berfikir yang moderat, artinya tidak tekstual, tetapi juga tidak liberal. Tekstual hanya berpegang pada nash. Cara berfikir seperti ini menurut Qaraafi, al-Jumud alal manqullat abadan dholalun fiddin, wajahlun bi maqhosidi ulama amilin.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Islam Nusantara tidak tekstual. Tidak hanya pada aspek tertulis, namun juga aspek yang bersifat ijtihadiyah. Ketika kita meghadapi masalah yang tidak ada teks, mereka menganggap seudah selesai. Kalau NU, melihat dulu, ia bertentangan dengan nash atau tidak. Karena selain nash al-Qur’an dan Hadits, ulama NU juga menggunakan metode istihsan atau maslahah,” terangnya yang juga diampingi narasumber lain, Syafiq Hasyim PhD dan Akhmad Sahal.

Dia menjelaskan, jika sebuah amalan tak ada di nash, tetapi ia membawa kebaikan di tengah masyarakat, maka hal itu justru harus dilestarikan. “Idza wujida nash fatsamma maslahah. Idza wujidal maslahah fasyar’ullah, sesuatu yang baik dan tidak menyimpang dari agama, tidak apa-apa. Kalau menurut muslim baik, Insya Allah menurut Allah juga baik,” paparnya.

Kedua, lanjutnya, aspek harakah, dalam aspek ini terdapat upaya ishlahiyyah dalam diri Islam Nusantara, yaitu melakukan perbaikan. NU jamiyyah perbaikan dan reformasi. Karena itu, ada paradigma menjaga tradisi dan mengembangkan inovasi. “Jangan cuma mengambil hal baik, karena itu pasif, tidak inovatif, Al-Islah ila ma hual ashlah wah ashlah. Inovatif, aktif, kritis,” tegasnya.

Aspek Islam Nusantara sebagai sebuah gerakan ini, menurut Kiai Ma’ruf harus bersifat harakah tawazuniyyah, yaitu seimbang di segala bidang. Selain itu, Tathowwiiyyan, sukarela. Tidak ada pemaksaan, namun bukan tidak berbuat apa-apa. Kemudian santun dan toleran, sepakat untuk tidak sepakat. Karena menurutnya, memang pasti ada masalah ketika proses menyosialisasikannya.

“Oleh sebab itu, ada dua yang harus diperjuangkan, yaitu tatbiqiyyan (ajaran agama menjadi sumber inspirasi, kaidah berfikir) dan taqririyyan (ada yang hanya substansi, ada yang harus formal). Kalau saya silahkan saja kedua-duanya, sepanjang tidak menimbulkan konflik. Kalau dibutuhkan formal ya boleh, sepanjang tidak menyebabkan konflik,” jelasnya.

Yang ketiga, tandasnya, yakni aspek amaliyyah. Amaliyah yang dilakukan oleh NU lahir dari dasar pemikirannya yang melandaskan diri ushul fiqh dan fiqh. Seperti tradisi-tradisi dan budaya yang telah berlangsung sejak lama di tengah masyarakat, tidak begitu saja diberangus, namun dirawat sepanjang tidak menyimpang dari nilai-nilai ajaran Islam.

“Islam Nusantara harus lebih digali lagi sebagai perilaku bangsa. Supaya tidak ada lagi Islam radikal,” pungkasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kelola 72 Ribu Lembaga, Saatnya Dibentuk Dirjen Madrasah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Secara kelembagaan, saat ini terdapat 72 sekolah dari Raudhatul Athfal (RA) sampai dengan Madrasah Aliyah (MA) yang dikelola oleh satu unit eselon dua di Kementarian Agama, secara unit kerja, hal ini sudah tidak memadai. Upaya untuk membuat satu direktorat jenderal baru yang khusus menangani madrasah sudah digelindingkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin.

Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan menjelaskan, upaya pembentukan dirjen baru ini tidak bisa hanya letupan saja, tetapi dibutuhkan kajian dan harmonisasi di level menteri antara Menteri Agama dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara.

Kelola 72 Ribu Lembaga, Saatnya Dibentuk Dirjen Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelola 72 Ribu Lembaga, Saatnya Dibentuk Dirjen Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelola 72 Ribu Lembaga, Saatnya Dibentuk Dirjen Madrasah

“Kalau kami tugasnya kan menyiapkan naskah akademik tentang urgensi transformasi dari Direktorat Pendidikan Madrasah menjadi Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah karena dianggap sebagai orang yang mungkin memahami seluk beluk dan proyeksi pengembangan madrasah ke depan.” 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menggambarkan, meskipun mengelola jenjang pendidikan yang sama, Kementarian Pendidikan sudah dipisah-pisah dalam berbagai direktorat jenderal seperti Dirjen PAUD, Dirjen Pendidikan Dasar yang mengurus SD yang didalamnya saja ada empat atau lima direktorat, selanjutnya ada pula Direktorat Jenderat Pendidikan Menengah yang mengurus SMP/SMA/SMK. Bahkan kini untuk pendidikan tinggi saja sudah dibentuk kementerian sendiri.

Dengan sumberdaya yang terbatas ini, tentu saja madrasah belum mampu mengimbangi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk mengatasi hal ini, Nur Kholis menjelaskan, pihaknya memberdayakan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag untuk membantu pengembangan madrasah. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI

Makassar, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pada pertengahan Mei 2016 ini, Subdit PAI pada SMP kembali menyelenggarakan kegiatan pengembangan pembelajaran dan penilaian serta Workshop Tuntas Baca Tulis al-Qur`an (TBTQ) selama 3 (tiga) hari, 12 s/d. 14 Mei 2016. Pembukaan dihadiri oleh Direktur PAI Kemenag RI H Amin Haedari, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Kabid PAIS, dan Kasubdit PAI SMP.?

Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Didorong Terus Lakukan Terobosan dalam Pembelajaran PAI

Dalam penuturannya sebagai Ketua Panitia, Nifasri M. Nir, Kamis (12/5) seperti dilansir pendis.kemenag.go.id menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam pengembangan kompetensi guru PAI. Khusus untuk TBTQ, kegiatan mengarah pada pengembangan penerapan metode BTQ untuk siswa di sekolah. Peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat menyebarluaskan kembali pengetahuan yang diperoleh untuk wilayah masing-masing.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Harapan untuk kemajuan PAI berawal dari perhatian hal-hal yang kecil. Mulai dari kebersihan, kedisiplinan, kerapian, dan sebagainya. Guru PAI dapat menjadi personal penting dalam mengawalinya. Nifasri berharap guru PAI dapat mendorong semua warga sekolah untuk pembiasaan keislaman dan Islam yang rahmatan lil alamin.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sekolah dapat mengembangan budaya-budaya yang baik, sehat, jujur, dengan berkolaborasi dengan guru PAI. Guru PAI dalam pandangannya harus mampu mengembangkan kompetensi siswa sehingga mereka dapat hidup bermasyarakat lebih baik.

H Abdul Walid Tahir, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan pernyataan bahwa peserta harus dapat memanfaatkan momentum baik ini dalam pengembangan kompetensi. Beliau menyiratkan bahwa terdapat tahapan dalam pengembangan kompetensi al-Qur`an ini mulai dari mengenal, gemar, mengetahui aturan baca, dan mengamalkannya. Ini menjadi acuan penting bagi guru PAI.

Sementara itu, Direktur PAI Amin Haedari mengharapkan peserta TBTQ dapat menjadi duta bagi masing-masing provinsi untuk menuntaskan BTQ. Tema yang diusung oleh metode yang cepat, tepat, menyenangkan, bertahap, dan lebih cepat tuntas. Sudah usang, jika hanya membicarakan BTQ.?

“Masih ada permasalahan yang lebih krusial, seperti ketertinggalan pendidikan dibandingkan dengan negara lain. Pembelajaran sangat berhubungan dengan cara mengejar ketertinggalan tersebut dan membutuhkan terobosan yang lebih cepat lagi,” ujar Amin Haedari. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Islam, Halaqoh, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 29 Desember 2017

Tiap Malam Arwah Kembali Ke Rumah

Di daerah pesisir pantai utara pulau Jawa terdapat puji-pujian yang sangat mengharuka. Apalagi jika dilagukan oleh suara orang tua, seolah mereka menghayati benar makna kandungannya. Biasanya pujian itu dilantunkan setiap malam jum’at sebelum jama’ah shalat maghrib dan isya. Atau seringkali dilagukan ibu-ibu menjelang yasinan dan pengajian.

Dalam bahasa Indonesia kurang lebih inti makna pujian itu adalah demikian ‘ingatlah wahai saudara seiman, anak, famili dan handai taulan. Aku datang menengok rumahku, adakah engkau sudah kirim do’a untukku. Aku di sana (di alam kubur) hidup sendirian. Sunyi sepi, hanya kiriman do’a dan bacaan qur’an darimu yang menjadi harapan’.

Pujian di atas mengandaikan suara orang tua, sanak-saudara yang lebih dahulu meninggalkan kita. Mereka setiap malam jum’at mendatangi kediaman keluarga yang masih hidup meminta belas kasihan agar dikirim do’a dan bacaan ayat-ayat al-Qur’an. Karena hanya itulah bekal tambahan untuk ruh yang telah berada di alam kubur.

Mengenai subtansi pujian tersebut ternyata memiliki dalil yang kuat dalam kitab I’anatuthalibin Juz II.  

Tiap Malam Arwah Kembali Ke Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Malam Arwah Kembali Ke Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Malam Arwah Kembali Ke Rumah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Keterangan dari hadits bahwa arwah orang-orang mukmin datang pada tiap malam ke langit dunia, dan berhenti di jurusan rumah-rumahnya dan berseru-seru dengan suara yang mengharukan seribu kali “wahai keluargaku, sanak-saudara, dan anak-anakku, wahai kau yang mendiami rumah-rumahku, memakai pakaianku dan membagi-bagi hartaku. Apakah ada diantara kalian yang mengingat dan memikirkanku dalam pengasinganku ini dan aku berada dalam tahanan yang cukup lama dalam benteng yang kuat. Kasihanilah kami, maka Allah akan mengasihanimu. Janganlah kamu semua bakhil kepadaku sebelum kamu (berposisi) sepertiku.Wahai hamba-hamba Allah sesungguhnya apa yang kau miliki sekarang dulu juga (pernah) ku miliki, hanya saja dulu aku tidak membelanjakannya di jalan Allah, dimana pemeriksaannya dan bahayanya menimpaku sedang kegunaannya bermanfaat kepada  orang lain”.  Jika kamu (sanak, saudara dll) tidak memperhatikannya (arwah), maka mereka (arwah-arwah itu) tidak mendapatkan oleh-oleh sesuatupun dan mereka hanya akan mendapatkan penyesalan dan kerugian. Ada pula hadits Rasulullah saw.beliau bersabda ”mayit itu di dalam kuburnya seperti orang hanyut yang meminta-minta tolong, mereka menungu-nunggu do’a dari anaknya, saudaranya atau teman-temannya. Makajika  do’a itu sampai kepadanya nilainya jauh kebih baik dibandingkan dunia seisinya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Demikianlah keterangan tentang kondisi arwah yang selalu menjenguk rumah dan keluarganya di setiap malam hari. (red.Ulil H)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 24 Desember 2017

Tahun Ini, GP Ansor Rembang Fokus pada Kemandirian Ekonomi

Rembang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Rapat Kerja Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Rembang yang digelar di lantai 2 kantor PCNU Rembang, Jalan Pemuda nomor 78, Sabtu (7/1) sore menitikberatkan pada permasalahan kemandirian ekonomi baik secara personal maupun organisasi. Peserta rapat menyusun program konkret perihal kemandirian ekonomi.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro menjelaskan, ada tiga hal yang akan menjadi fokus Ansor Rembang pada 2017 seperti pola dakwah guna menangkal radikalisme dan terorisme, serta memajukan ekonomi.

Tahun Ini, GP Ansor Rembang Fokus pada Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ini, GP Ansor Rembang Fokus pada Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ini, GP Ansor Rembang Fokus pada Kemandirian Ekonomi

Menururt Hanies, program perekonomian memang sudah saatnya dijalankan di Kabupaten Rembang. Apalagi, menurut Hanies, GP Ansor Rembang digadang menjadi pilot project Pimpinan Pusat GP Ansor terkait program kemandirian ekonomi GP Ansor.

"Targetnya kerja yang terencana, dan tertata dengan baik. Perekonomian dan kebanseran yang akan kami galakkan, tanpa menafikan ekonomi yang lain, kemandirian ekonomi kader dan juga organisasi," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hanies mengakui, pada tahun pertama pihaknya tidak mempunyai program terstruktur melalui rapat kerja. Di tahun pertama GP Ansor Rembang lebih fokus pada pengkaderan, dengan menggenjot Diklatsar dan PKD. Di tahun kedua ini, Hanies mengaku tak ingin seperti tahun pertama ia memimpin.

Pada 2017 ia berharap, sejumlah program kerja yang tersusun melalui rapat kerja. Rapat yang dimulai pada pukul 14.00 wib samapai jam 00.00 dini hari, terbagi menjadi empat komisi. Forum ini diikuti oleh empat perwakilan dari setiap PAC dan perwakilan pengurus Cabang Rembang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ubudiyah, Jadwal Kajian, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 22 Desember 2017

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam. PBNU berpendapat bahwa penggunaan alat bantu penglihatan dalam melaksanakan rukyah dimungkinkan dengan ketentuan alat tersebut hanya membantu memperjelas pandangan mata bukan memantulkan dan posisi hilal diatas ufuk.

Demikian dikatakan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Masyhuri Naim dihadapan peserta silaturrahmi nasional ahli hisab dan rukyah yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah NU, Sabtu (7/9).

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimungkinkan Rukyah Menggunakan Alat Bantu

Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara para ahli rukyah dan hisab NU dalam pertemuan nasional yang diselenggarakan pada tahun 1994 dan kemudian dikukuhkan melalui SK PBNU No. 311/A;II;03/I/94 dengan ketentuan tinggi hilal minimal 2 derajat, lama hilal 8 jam dan azimuth atau jarak matahari dan bulan 3 derajat.

“Kesakasian hilal dengan menggunakan teropong juga harus bisa dilihat dengan mata telanjang karena apa yang dilihat teropong tidak ada bedanya dengan apa yang dilihat dengan mata telanjang,” tandasnya.

Demikian pula, dimungkinkan juga melihat hilal secara tidak langsung, tetapi direkam dan kemudian dilihat ulang. Namun harus terdapat saksi lain yang melihat secara langsung.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ini untuk menghindari adanya rekayasa munculnya hilal, misalnya merubah gambar atau menggunakan hasil rekaman bulan sebelumnya,” paparnya.

Tentang adanya batasan hilal harus diatas ufuk, Kiai Masyhuri menjelaskan bahwa ketentuan imkanurrukyah atau batas minimal hilal dapat dilihat terjadi sesat setelah ijtima’ terjadi atau tidak mungkin hilal bisa dilihat dibawah ufuk. (mkf)



?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam RMI NU, Bahtsul Masail, IMNU Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 21 Desember 2017

KH Nahduddin Royandi Abbas Jadi Pengasuh Ponpes Buntet

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pondok pesantren Buntet Cirebon Jawa Barat kini telah memiliki pengasuh baru setelah meninggalnya KH Abdullah Abbas. Adik kandungnya yang terakhir, KH Nahduddin Royandi Abbas kini menggantikan posisinya sebagai tokoh sentral di ponpes tersebut.



KH Nahduddin Royandi Abbas Jadi Pengasuh Ponpes Buntet (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nahduddin Royandi Abbas Jadi Pengasuh Ponpes Buntet (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nahduddin Royandi Abbas Jadi Pengasuh Ponpes Buntet

Putra ke tujuh dari tujuh bersaudara ini memang kurang dikenal karena perjalanan hidupnya lebih banyak dihabiskan di luar negeri. Sejak tahun 1954 saat usianya masih 18 tahun, ia sudah berangkat ke Arab Saudi untuk menimba ilmu agama. Diantara guru-gurunya adalah Syeikh Yasin Padang dan Syeikh Hamid al Banjari. Di negeri kaya minyak itu, ia tinggal selama lima tahun.

Selanjutnya, mulai tahun 1959 ketika usianya menginjak 23 tahun, ia pergi ke London Inggris untuk bekerja sebagai diplomat RI. Ia juga sempat bekerja di PT Aneka Tambang. Di kota yang dialiri sungai Thames ini, dakwah Islam tak pernah ditinggalkan, terutama kepada muslim warga negara Indonesia yang tinggal di sana. Ia juga menjadi rais syuriyah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU United Kingdom (UK).

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Seandainya masih ada yang lain, saya tak mau menduduki posisi kakak saya di pesantren ini,” katanya merendah ketika ditemui Rohis Tegal - Rohani Islam di Gd. PBNU seusai pertemuan alumni santri Buntet di Jakarta, Kamis (16/5).

Dengan penuh semangat ia menuturkan, pesantren Buntet akan terus dikembangkan, terutama pendidikan formalnya seperti sekolah tinggi ilmu kesehatan, yang sebelumnya hanya akademi keperawatan. Sekolah-sekolah yang bersifat kejuruan yang memberi bekal ketrampilan kepada siswa menjadi prioritas lainnya di masa mendatang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tapi tentunya tidak melupakan pengajian kitab kuning, ini tetap berjalan sebagaimana biasanya,” ujarnya.

Jumlah santri yang belajar di pesantren Buntet sekarang berkisar 5000 orang. Puluhan ribu alumninya saat ini sudah tersebar di seluruh Indonesia. Pertemuan alumni yang diselenggarakan di Gd. PBNU Kamis kemarin dihadiri oleh para alumni mulai dari tahun 1970-an sampai tahun 2000-an dengan berbagai latar belakang profesi.

Meskipun saat ini sudah berusia 72 tahun, ia masih terlihat sehat, enerjik dan penuh semangat. Penampilan yang rapi selalu menyertainya kemanapun ia pergi. “Saya ini masih muda lho, Presiden Mesir Husni Mubarok kemarin saja baru merayakan ulang tahun ke 80-nya. Saya juga masih ada kesempatan,” katanya dengan penuh canda.

Ia mengaku masih akan bolak balik London-Jakarta untuk menyelesaikan berbagai urusan. Kedatangannya ke Indonesia juga baru sekitar satu bulan. Saat ini ia tinggal di komplek pesantren Buntet. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail, Kiai Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 11 Desember 2017

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah

Pamekasan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kehadiran Nahdlatul Ulama memiliki dua agenda yang sejati, yaitu memakmurkan masjid dan  memakmurkan bumi Allah.

Menurut Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi, hal itu sesuai dengan penegasan Allah dalam Al-Quran. Hanya dua penegasan terkait memakmurkan. Pertama, perintah memakmurkan masjid.

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah

“Bahwa sesungguhnya hanya orang-orang yang beriman yang mau memakmurkan masjid,” ungkapnya pada Rapimda PP LTMU di Pamekasan, Madura, Ahad, (27/01) lalu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua, ayat yang memerintah memakmurkan bumi. Dan bumi itu adalah lambang Nahdlatul Ulama. “Dua agenda kehadiran Nahdlatul Ulama adalah memakmurkan bumi bertolak dari memakmurkan masjid,” tambah Kiai kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 1954.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih jauh, Kiai Masdar menjelaskan, masjid yang pertama (masjid secara fisik) disebut masjid mikro, yang kedua disebut masjid makro (bumi Allah). Pengelolaan masjid mikro adalah tolok ukur pengelolaan masjid makro.

“Masjid itu adalah potret dari kehidupan berbangsa, bernegara dan berbumi ini,” tambahnya.

Kiai penulis buku Syarah Konstitusi: UUD 1945 dalam Perspektif Islam ini menjelaskan, jika disiplin di masjid, misalnya datang tepat waktu shalat, rapi dalam barisan, akan disiplin dalam kehidupan di masyarakat. Jika mau membersihkan masjid, mau juga membersihkan bumi Allah.

“Kalau infaq di masjid itu berjalan dengan baik, berarti pendanaan keumatan juga akan berjalan dengan baik.”

Ia berharap semua pengurus NU lebih memperhatikan masjid. Tidak semua pengurus NU di semua level ada bidang keta’miran masjid. Padahal di situlah umat bertemu dan berkumpul.

“Karena itulah manfaat dari ilmu yang mengalir dari mata air pesantren tidak “sumerambah” tidak menyebar sebagaimana mestinya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 08 Desember 2017

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022

Demak, Rohis Tegal - Rohani Islam. Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama, Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang berlangsung, Ahad (30/7) di Pesantren Fathul Huda Karanggawang, Sidorejo Kecamatan Sayung Demak telah memilih dan menyepakati KH Zaenal Arifin Ma’shum sebagai rois syuriyah dan KH Muhammad Aminuddin sebagai ketua Tanfidziyah PCNU kabupaten Demak masa khidmat 2017-2022.

Sidang pleno yang dipimpin pengurus Wilayah NU Jateng H Najhan Musyafak dan didampingi H Amiq Muhlisin tersebut terlebih didahului dengan demisioner pengurus periode sebelumnya.

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022 (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Aminuddin dan KH Zaenal Arifin Ma’shum Pimpin NU Demak 2017-2022

 

Selanjutnya forum konferensi sebelum melakukan pemilihan ketua tanfidziyah terlebih dulu memilih Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) yang terdiri dari 5 ulama yakni KH Zaenal Arifin Ma’shum, KH Zaini Mawardi, KH Misbahul Munir, KH Alawi Mas’udi dan KH Zaainal Muhtarom yang menyepakati KH Zaenal Arifin Ma’shum (Gus Zen) sebagai Rais NU Demak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Usai ditetapkan sebagai rois syuriyah Gus Zen meminta doa dan dukungan peserta konferensi. “Saya telah di amanati oleh para kiai untuk memimpin NU Demak ke depan, maka mohon untuk di do’akan agar kuat dan mampu memegang amanah ini,” tutur Gus Zen.

Sementara itu KH Aminuddin setelah terpilih sebagai ketua secara aklamasi menyampaikan akan mengakomodir kader yang bisa diajak berjuang dalam memajukan organisasi bersama formatur yang berjumlah 9 orang.

“Kami akan menyusun dan memilih pengurus bersama formaturyang tentunya berdasarkan masukan dari pengurus lama dan MWCNU,” tandasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Konferensi tersebut selain dihadiri pengurus cabang, MWCNU, Banom dan ranting se-Kabupaten Demak juga dihadiri rois syuriyah NU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, Bupati Demak HM Natsir, Kapolres, Dandim, Ketua DPRD, dan pimpinan ormas Kabupaten Demak. (A. Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Bahtsul Masail, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock