Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang melakukan aksi gerakan antigolput di Wisama Karya Subang, Jl. Ade Irma, Subang, Jawa Barat, Kamis (5/9/2013).

Aksi ini merupakan bentuk seruan moral menjelang pelaksanaan pemilihan bupati (pilbup) dan wakil bupati Subang, 8 September mendatang. Gerakan antigolput dimaksudkan untuk meningkatkan angka partisipasi warga demi kesukseskan pemilihan pemimpin baru itu.

Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Pilbup, PMII Subang Serukan Antigolput

"Masyarakat Subang harus ikut mensukseskan pilbup dengan menggunakan hak seuaranya dan katakan tidak pada golput," kata Korlap Aksi, Asep Fahmi Ihsam dalam orasinya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Asep juga meminta kepada pihak-pihak terkait lainnya untuk mengawal penyelenggaraan pilbup, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecurangan dan anarkisme yang akan mengganggu jalannya pilbup tersebut.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Katakan tidak pada golput. Sukseskan pilbup Subang dengan tidak golput dan menolak money politic (politik uang)," ucapnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Kajian Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Februari 2018

NU dan Kemiskinan Anak

Oleh Achmad Faiz MN Abdalla

Koran Kompas 25 Juli 2017 lalu memuat opini berjudul Kemiskinan Anak. Penulisnya adalah Iswadi, Kepala Subdirektorat Analisis Statistik BPS. Tulisan itu menarik karena memaparkan data, bahwa hampir dari setengah warga miskin di Indonesia adalah anak-anak. Hal yang mungkin tidak pernah kita sadari sebelumnya. Terlebih bila dikaitkan dengan bonus demografi, persoalan tersebut harus segera diatasi, atau minimal disadari. Karena bagaimana pun, anak adalah harapan bangsa ini di masa mendatang.

NU dan Kemiskinan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Kemiskinan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Kemiskinan Anak

Menurut data BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2017 sebanyak 27,77 juta orang. Jumlah itu bertambah dari kondisi September 2016 yang sebesar 27,76 juta orang. Nah, dari hampir 28 juta jiwa penduduk miskin pada Maret 2016 itu, sebanyak 40,22 persen adalah anak-anak. Menurut Iswadi, melihat pola pergerakan jumlah dan persentase penduduk miskin, secara kasar, jumlah dan persentase anak miskin pada 2017 tidak jauh berbeda dengan kondisi pada Maret 2016.

Dijelaskan oleh Iswadi, bahwa kemiskinan anak merupakan masalah multidimensional mengingat banyak faktor penyebab anak menjadi miskin. Kondisi rumah tangga merupakan penentu utama kemiskinan anak, baik dilihat dari pendekatan moneter dan nonmoneter. Penelitian menunjukkan anak miskin lebih banyak ditemukan dalam rumah tangga yang dikepalai perempuan, jumlah anggota rumah tangga lebih dari tujuh orang, dan kepala rumah tangga yang berpendidikan rendah.

Anak miskin secara moneter adalah anak berusia 0-17 tahun yang tinggal di rumah tangga miskin, yaitu rumah tangga dengan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan. Kemiskinan anak moneter dihitung dengan menggunakan metode yang sama dengan perhitungan kemiskinan penduduk secara umum. Bila nilai rata-rata pengeluaran per kapita per bulan suatu rumah tangga berada di bawah garis kemiskinan, maka seluruh anggota rumah tangga merupakan penduduk miskin.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kemiskinan moneter itu, seorang anak akan sangat rentan menghadapi terampasnya (deprivasi) hak-hak dasarnya. Unicef mengembangkan multiple overlapping deprivation analysis (MODA) yang merupakan suatu ukuran komprehensif tingkat terampasnya hak-hak dasar anak secara multidimensi. Menurut Unicef, anak yang terdeprivasi adalah mereka yang hidup dalam kemiskinan sehingga terampas hak-haknya secara materiel, spiritual, dan emosional dalam memenuhi kebutuhan bertahan hidup dan berkembang. 

MODA membedakan konsep deprivasi untuk anak umur 0-4 tahun dan anak umur 5-17 tahun. Untuk usia 0-4 tahun, hak dasar seorang anak terampas jika ia tak mendapat ASI hingga umur 23 bulan, tidak mendapat imunisasi DPT, dan kelahirannya tidak dibantu oleh kesehatan terlatih. Selain itu, dianggap terampas hak-hak dasarnya jika tidak memiliki akses terhadap sumber air berkualitas, jauh dari sumber air, tidak mempunyai akses terhadap sanitasi yang berkualitas, tinggal di ruang tempat tinggal yang terlalu sempit dan tidak layak, serta mendapat perlakuan kekerasan dalam rumah tangga.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu, untuk anak umur 5-17 tahun, hak dasar anak terampas jika ia tidak mengikuti program wajib belajar, tidak memiliki akses terhadap fasilitas pencarian informasi, tidak memiliki akses terhadap air berkualitas, tinggal di tempat tinggal dengan ruang yang terlalu sempit, materi lantai dan atap yang tidak layak, serta mendapat kekerasan dalam rumah tangga.

Di Indonesia, bekerjasama dengan Unicef, BPS melakukan penyesuaian indikator dalam mengidentifikasi terampasnya hak-hak dasar anak. Yaitu, jika luas lantai tempat tinggal per kapita kurang dari 7,3 meter persegi, tak memiliki sanitasi serta akses sumber air minum layak, rumah tangga memasak menggunakan bahan bakar alami, tak diberikan ASI eksklusif atau makanan tambahan, konsumsi kalori kurang dari minimum dietary energy requirement (MDER), proporsi lemak pada makanan yang dikonsumsi lebih dari 35 persen, tak bersekolah sesuai umur, tak memiliki akta kelahiran, menjadi pekerja anak, dan pernah atau sedang berstatus kawin.

Peran NU

Sebagai gambaran awal, pada 2015, sebanyak 5,99 persen dari 36,8 juta orang penduduk usia 10-17 tahun di Indonesia tercatat sebagai pekerja anak. Yang memprihatinkan, sebanyak 204.530 orang masih berumur 10-12 tahun dan 356.490 berumur 13-14 tahun. Padahal, mereka merupakan anak dalam usia wajib belajar. Selain itu, data juga menunjukkan, hampir 8 persen anak Indonesia yang lahir tidak ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. Karena itu, edukasi dan sosialisasi proses melahirkan yang aman masih harus digiatkan. 

Sebanyak 95,04 persen bayi di bawah dua tahun pernah dikasih ASI. Namun rata-rata lama memperoleh ASI saja hanya 4,03 bulan, sedang rata-rata lama pemberian ASI dengan makanan pendamping 6,23 bulan. Rata-rata tersebut tentu masih jauh dari 23 bulan, sebagaimama ukuran yang ditentukan MODA. Padahal, perkembangan anak pada usia itu sangat berpengaruh pada daya tahan fisik saat dewasa serta perkembangan otak seorang anak.

Sebanyak 1,53 persen anak perempuan usia 10-17 tahun berstatus kawin dan 0,11 persen berstatus cerai (Iswadi, Kemiskinan Anak, Kompas, 25 Juli 2017). Sedang penelitian BKKBN pada tahun 2014, 46 persen atau setara dengan 2,5 juta pernikahan yang terjadi setiap tahun di Indonesia mempelai perempuannya berusia antara 15 sampai 19 tahun (CNN Indonesia, 22 Maret 2016). Indonesia bahkan menjadi salah satu negara tertinggi di Asia Timur dan Pasifik untuk jumlah angka perkawinan usia anak. Tidak heran bila kondisi pernikahan anak di Indonesia sudah masuk dalam kategori darurat. 

Menariknya, Jawa Timur yang merupakan basis Nahdlatul Ulama menjadi daerah dengan jumlah perkawinan anak tertinggi se-Indonesia (Kompas, 24 Juli 2017). Jumlahnya mencapai 35 persen dari jumlah perkawinan. Maka, harus menjadi perhatian penanggung jawab terkait, termasuk NU melalui Fatayat dan Muslimat NU, untuk melakukan edukasi yang lebih gencar kepada orangtua sebagai filter utama pencegahan perkawinan anak. UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak menyebutkan, orang tua bertanggung jawab untuk mencegah perkawinan anak usia dini.

Oleh sebab itu, edukasi dan sosialisasi melalui organisasi masyarakat menjadi sangat relevan. Pemerintah tidak akan dapat berjalan sendiri mengatasi persoalan kemiskinan anak tersebut. Kesadaran masyarakar perlu dibangun, dan untuk membangunnya, peran organisasi masyarakat seperti NU sangat dibutuhkan. Terlebih, mengatasi persoalan itu tidak hanya menjadi kepentingan negara, melainkan kepentingan bersama, termasuk NU sendiri yang sedikit banyak warganya dihadapkan pada persoalan kemiskinan.

Berdasarkan data BPS pada September 2016, angka kemiskinan di kota mencapai 7,73 persen dan di desa 13,96 persen. Perbandingan ini tidak banyak berubah dibandingkan dengan September 2015, di mana kemiskinan di kota mencapai 8,22 persen dan di desa 14,09 persen. Artinya, disparitas jumlah masyarakat miskin yang tinggal di perdesaan dengan perkotaan masih sangat tinggi, yakni hampir dua kali lipat. Sedangkan sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa sebagian besar massa NU berbasis di perdesaan. 

Isu kemiskinan telah menjadi perhatian Muslimat NU pada rapimnas Maret lalu. Muslimat NU pun telah bertekad untuk mengatasi persoalan kemiskinan di perdesaan. Bahkan mengajak beberapa pihak bekerjasama, di antaranya Kementerian Desa. Tekad Muslimat NU tersebut tentu harus didukung, dan harus diseiringkan dalam kerangka mengatasi persoalan kemiskinan anak. Muslimat NU diharapkan dapat menjadi banom yang terdepan dalam mengatasi persoalan kemiskinan anak tersebut.

Pengajian dan kegiatan rutin yang diadakan, harus mulai disisipi edukasi tentang pemenuhan hak-hak dasar anak. Tekad Muslimat NU dalam pengentasan kemiskinan tentu harus dibarengi dengan pembangunan kualitas SDM, terutama SDM anak yang merupakan aset bangsa di masa mendatang.

Sebaliknya, mengatasi persoalan kemiskinan anak tentu tidak cukup bila hanya disandarkan pada kesadaran disertai edukasi belaka, melainkan harus disertai upaya konkret untuk mengatasi kemiskinan sesungguhnya. Dengan begitu, anak dapat mencapai potensi diri atau berpartisipasi secara penuh dan setara dalam lingkup sosial.

Penulis adalah Pelajar NU Gresik, aktif di Sekolah Bangun Desa SoeKa Institute Gresik.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jatim Dilantik di Situbondo

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebanyak 85 Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa masa khidmat 2014-2018, Sabtu (1/3) kemarin resmi dilantik di Pondok Pesantren Walisongo, Situbondo, yang diasuh oleh KH Raden Mas Cholil As’ad Samsul Arifin.

Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jatim Dilantik di Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jatim Dilantik di Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jatim Dilantik di Situbondo

Prosesi pelantikan diramaikan dengan berbagai atraksi pencak silat yang terdiri dari seni beladiri tunggal, ganda dan campuran. PW Pagar Nusa juga menampilkan berbagai jurus atau pola teknis yang dimiliki oleh Pagar Nusa.

Para Pimpinan Wilayah Pagar Nusa yang dilantik terdiri dari Majelis Pendekar, Dewan Khos, Pengurus Harian serta departemen-departemen. H. Faidhul Mannan dilantik sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jawa Timur, dan Fathurrahman sebagai sekretaris wilayah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami akan berikhtiyar memajukan Pagar Nusa dari sisi managemen keorganisasian. Kami juga akan terus mencari dan mengembangkan bibit-bibit potensi atlet untuk berlaga di level wilayah sampai nasional,” kata Fathurrahman atau Gus Amang dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam, Ahad (2/3).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sehari setelah pelantikan, Ahad PW Pagar Nusa Jatim mengirimkan sebelas perwakilan untuk mengikuti Pelatihan Pelatih Tingkat Nasional Pagar Nusa yang diselenggarakan di Yogyakarta mulai Senin (3/3). Pelatihan yang akan berlangsung hingga satu pekan tidak hanya akan diisi dengan latihan pencak silat. Para guru silat juga akan dibekali dengan materi ke-NU-an dan kepemimpinan. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pesantren, Jadwal Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 23 Januari 2018

PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Rokok Tali Jagat yang dulu diidentikkan dengan rokok milik warga NU dengan logo bola dunianya kini sepenuhnya kepemilikannya sudah beralih tangan. PBNU telah menjual 25 persen saham yang dimilikinya pada PR Jagat Raya Persada, salah satu anak perusahaan PT Bentoel.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menjelaskan bahwa PT Bintang Bola Dunia, produsen rokoh tersebut membutuhkan tambahan modal untuk mendukung bisnisnya. Namun PBNU tidak memiliki modal yang memadai.

“Daripada kita tidak memiliki hak suara yang memadai, kita putuskan untuk menjual kepemilikan yang kita miliki,” tuturnya di PBNU kemarin.

PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Lepas Kepemilikan di Rokok Tali Jagat

Hasil penjualan saham senilai sekitar 1.7 M tersebut dimasukkan ke dalam rekening dana abadi PBNU yang menambah jumlah sebelumnya yang sudah mencapai 5 milyar.

Rokok ini diluncurkan pertama kali ke masyarakat pada 2 Januari 2003 lalu dengan fokus pemasaran warga nahdliyyin dan memberdayakan petani tembakau dan cengkeh yang banyak dimiliki warga NU agar hasil perkebunannya terakomodasi.

Kala itu, Kiai Hasyim menjelaskan pendirian pabrik rokok ini tidak untuk mengajak orang yang tidak merokok untuk menjadi perokok, tapi mengakomodasi nahliyyin yang jadi perokok yang sekaligus nantinya diharapkan bisa membantu pemberdayaan ekonomi warga NU. Dipasaran, rokok sigaret kretek tangan (SKT) ini dijual seharga Rp. 3.800 per bungkus. (mkf)

Rohis Tegal - Rohani Islam



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Sunnah, Pertandingan, Jadwal Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Menteri Sosial Hj Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan berupa uang senilai Rp.15 juta yang diberikan kepada 8 orang keluarga korban bencana perahu terbalik yang menelan korban jiwa, yang terjadi di Desa Bogem Pinggir Kecamatan Balongbendo Sidoarjo, 13 April lalu.

Bantuan ini diberikan oleh Khofifah kepada keluarga korban bencana di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, Jumat (23/6) malam dengan didampingi Bupati Sidoarjo, Wakil Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, Kepala Dinas Sosial Gresik dan Kepala Dinas Sosial Mojokerta serta jajaran Dinas Sosial Sidoarjo.

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Berikan Bantuan Uang kepada Keluarga Korban Perahu Terbalik

"Dengan waktu yang sangat singkat, akhirnya bantuan ini segera cair sehingga bisa kami bagikan. Awalnya memang Bupati Sidoarjo cerita kalau keluarga korban mendapatkan bantuan uang senilai Rp.3 juta dari APBD dan harus SK Bupati," kata Hj Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu menirukan cerita Bupati.

Para keluarga korban yang menerima bantuan itu di antaranya Kusnari warga Gagang Kepuhsari Balongbendo, Nur Kholis dan Choirun Nisa warga Desa Bangkalan Wringinpitu Kecamatan Balongbendo, Suriasih dan Misah warga Kalimati Kecamatan Tarik. Selain itu, ada dua orang lainnya, yaitu Ujang warga Desa Wringin Anom Gresik dan Rozikin warga Mojosari Mojokerto.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bantuan uang total sebesar Rp.120 juta diberikan kepada delapan orang. Masing-masing dari mereka menerima sebesar Rp.15 juta.

Insiden perahu penyeberangan yang terbalik diduga kelebihan muatan itu terjadi di Desa Bogem Pinggir Kecamatan Balongbendo Sidoarjo pada 13 April lalu. Saat itu, perahu sedang menyeberangkan 11 hingga 12 orang dan 7 motor. Diduga kelebihan muatan, akhirnya perahu terbalik dan menelan korban jiwa. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Ubudiyah, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan, agama Islam adalah agama yang mulia dan santun. Oleh karena itu, cara membelanya pun harus dengan cara yang mulia dan santun.

Hal tersebut dikatakannya saat mengisi “Istighotsah untuk Jakarta Damai” di halaman gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (7/4) malam.

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Islam Agama Mulia, Belalah dengan Cara Mulia

“Nahdlatul Ulama menerima dua amanat yaitu amanat diniyah (agama) dan amanat wathaniyah (kebangsaan). Agama Islam agama yang benar, dakwah untuk mengajak umat dengan cara yang benar. Islam agama yang sempurna, maka lakukan dakwah dengan cara sempurna. Islam agama yang mulia, lakukan dakwah dengan cara mulia,” urai Kiai Said.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menyatakan ibarat bus yang bagus, cara calo yang ingin mencari penumpang pun harus baik. “Ayo naik bus saya, ada full AC, snack, supirnya bagus,” kata Kiai Said.

Bukan sebaliknya, mengenalkan bus yang bagus tetapi dengan cara yang buruk dan penuh ancaman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ayo ikut ke sana. Kalau nggak mau saya bakar, saya gebukin. Kira-kira orang senang dan mau naik bus enggak? Jadi calo kok ngancam, ya orang malah nggak jadi naik bus itu,” kata Kiai Said.

Demikian juga dengan Islam. Walau Islam agama yang baik, bila cara mengajak orang mengamalkan Islam dengan cara yang jelek, kasar, congkak sombong, maka maka orang akan muak dan benci.

Cara yang santun dan lembut dalam mengenalkan Islam, kata Kiai Said, sesungguhnya telah dicontohkan oleh Rasullullah Muhammad SAW. Ketika memimpin masyarakat Yastrib, penduduknya ada yang Muslim dan non-Muslim; ada pribumi asli, ada pendatang.

“Tetapi Rasul memberlakukan mereka dengan cara yang sama di mata hukum, pelayanan fasilitas, hak dan kewajiban. Enggak pandang bulu sukunya apa, warna kulit, bahasa, budaya tradisi, partai, dan pilihan gubernurnya,” tambah Kiai Said.

Dalam menyambut pemilihan gubernur DKI Jakarta putaran kedua, Kiai Said mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing permusuhan walaupun pilihan mereka berbeda.

“Silakan beda pilihan. Yang senang Ahok pilih Ahok. Yang senang Anies pilih Anies. Yang nggak seneng pilih yang lain, nggak usah demo,” tegas Kiai Said.

Ia berharap dalam pemilihan gubernur putaran kedua, masyarakat Jakarta tetap damai, solid, akur, rukun dan damai. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Jadwal Kajian, Nahdlatul, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 20 Januari 2018

Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak

Bojonegoro, Rohis Tegal - Rohani Islam. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Wali Songo Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegor, Jawa Timur, punya cara sendiri dalam mengenalkan sejarah perjuangan kemerdekaan kepada anak didiknya. 

Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak

Dirangkai dengan perayaan tahun baru hijriyah, Jumat (8/11), madrasah milik MWCNU Sumberrejo ini menyelenggarakan pawai. Setiap murid dari kelas 1 hingga 6 memegang balon berwarna-warni sembari berjajar rapi di halaman MINU. Sementara itu, beberapa tim khusus mengibarkan bendera NU, bersanding Sang Saka Merah Putih dan bendera almamater madrasah.

Kepala MINU Wali Songo Mariyanto mengatakan, hal ini untuk menunjukkan bahwa kita merupakan bagian yang tak terpisahkan dari negara Indonesia. “Sekaligus mengingatkan bahwa NU punya peran yang sangat penting terhadap kemerdekaan bangsa ini melalui resolusi jihad,” tuturnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 10.00 ini diikuti juga oleh para wali murid. Peserta didik dari Playgroup Walisongo dan Taman Kanak-kanak Muslimat 28 NU menambah kemeriahan perayaan dengan mengenakan topi hias.

Di akhir pawai ta’aruf ini, seluruh balon udara yang dibawa siswa diterbangkan bersama-sama. Pihak panitia juga mengumumkan pemenang busana terbaik pada sesi pawai. Acara bertema “Hari ini Harus Lebih Baik dari pada Hari Kemarin” ini ditutup dengan penulisan harapan oleh peserta pawai di kain yang disediakan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ini akan kami sertakan pada rutinan Jumat Pon dan kami panjatkan doa kepada Alloh agar semua isi tulisan tersebut terkabul,” tutup Ahsanul, pemandu acara pada kegiatan tersebut. (Satria Amilina/Mahbib)

Foto: Siswa antusia menuliskan harapannya di atas kain

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Khutbah, Jadwal Kajian, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock