Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

PCINU Pakistan Berbagi Takjil

Islamabad, Rohis Tegal - Rohani Islam



Ramadhan di Pakistan berlangsung dengan suhu 35-40 derajat Celcius sementara durasi puasa sekitar 15-16 jam. Namun, hal ini tidak membuat semangat Nahdliyin redup untuk memperoleh pahala pada bulan yang penuh berkah ini. Salah satu kegiatan yang dilakukan warga NU di Pakistan adalah pembagikan takjil kepada masyarakat di sekitar kampus Islamic University Islamabad.?

Dalam release yang dikirimkan ke Rohis Tegal - Rohani Islam, dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan rasa empati terhadap kaum dhuafa dan untuk mengingatkan manusia bersyukur ? kepada Allah atas segala rahmatnya selama ini .

PCINU Pakistan Berbagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Pakistan Berbagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Pakistan Berbagi Takjil

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, (19/06) di sektor I-10 atau di sekitar kawasan Islamic University Islamabad. Tercatat tak kurang dari 50 bungkus takjil dengan empat jenis makanan dan minuman berhasil didistribusikan kepada masyarakat Afghanistan yang mengungsi di sekitar kampus IIU Islamabad.?

Sejak pukul 15:00 PKT (waktu Pakistan) pengurus tanfidziyah mulai memasukkan makanan yang disiapkan untuk takjil dan tepat pukul 17:00 PKT mereka bergegas untuk mendatangi tempat sasaran. Para pengurus tanfidziyah yang hadir untuk melaksanakan kegiatan ini tampak antusias mengikuti bakti sosial ini.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Para pengurus berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap semua orang yang terlibat dalam kegiatan ini secara langsung maupun tidak langsung. Setelah pembagian takjil selesai pengurus tanfidziyah kembali ke asrama masing-masing untuk mempersiapkan buka puasa. Tak lupa pula ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh Nahdiyin yang ikut andil dalam mendukung suksesnya acara ini. Red: Mukafi Niam ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 23 Januari 2018

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Assalamu’alaikum wr. wb. Pak Ustad yang terhormat, saya pernah mendengar ada orang yang pernah menikah dengan jin. Bahkan ada juga dalam sinetron yang saya lihat di salah satu televisi swasta, terlepas apakah itu cerita fiktif atau bukan yang jelas ada cerita pernikahan dengan jin meskipun tidak dijelaskan bagaimana proses akadnya. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana hukum menikah dengan jin. Dan atas jawabannya, kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb (Yunus/Jakarta)

***

Assalamu’alaikum wr. wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Mengenai pernikahan manusia dengan jin sebenarnya bukan soal baru. Kami juga pernah mendengar cerita pernikahan manusia dan jin, yang notabenenya adalah dua makhluk yang berlainan alam dan berbeda materi penciptaannya. Namun kami belum pernah menyaksikan bagaimana pernikahan manusia dengan jin bisa berlangsung. Hanya saja dalam benak kami, jin merubah dirinya menjadi wujud manusia seperti kita.

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ihwal Pernikahan Manusia dengan Jin

Para ulama juga sebenarnya juga jauh-jauh hari sudah membincang tentang pernikahan manusia dengan jin, bahkan sampai ada yang mempuyai anak dari hasil pernikahan tersebut. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan tersebut. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Bahwa merasukinya jin pada manusia bisa jadi karena dorongan syahwat, hawa nafsu, atau jatuh cinta sebagaimana yang terjadi antara manusia dengan manusia lainnya. Dan terkadang antara manusia dengan jin terjadi pernikahan sampai melahirkan anak. Hal ini banyak terjadi dan sudah diketahui secara umum. Sungguh, para ulama telah menyebutkan hal tersebut dan membicarakannya. Dan mayoritas ulama memakruhkan pernikahan (manusia) dengan jin” (Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatwa, Mesir-Dar al-Wafa`, cet ke-3, 1426 H/2005 M, juz, 19, h. 39)      

Di antara barisan para pakar hukum Islam yang memakruhkan pernikahan manusia dengan jin adalah imam Malik pendiri madzhab maliki.  Alasannya adalah adanya kekhawatiran nanti kalau ada perempuan hamil akibat melakukan zina bisa saja mengaku bahwa ia dihamili jin.  

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dan terdapat riwayat dari imam Malik ra bahwa beliau membolehkan pernikahan manusia dengan jin, akan tetapi beliau memakruhkannya karena (khawatir) perempuan-perempuan yang hamil sebab zina mengaku-aku bahwa kehamilannya itu dari jin” (Lihat Ibnu Hajar al-Haitsami, al-Fatawi al-Haditsiyyah, Bairut-Dar al-Fikr, tt, h. 50)

Di kalangan madzhab syafii sendiri juga terjadi perselisihan pendapat. Ada yang memperbolehkan, dan ada yang tidak. Di antara pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan manusia dengan jin adalah al-Bariji dan Ibnu Yunus. Alasan yang dikemukakan adalah adanya perbedaan jenis antara bangsa manusia dan jin. Ini artinya manusia hanya boleh menikah dengan manusia. Hal ini didasarkan atas firman Allah swt berikut ini;

? ? ? ? ? ?. “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri” (Q.S. An-Nahl [16]: 72)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ?. “Ibnu Yunus berpendapat bahwa di antara yang menjadi penghalang pernikahan adalah perbedaan jenis. Karenanya maka tidak boleh bangsa manusia menikah dengan bangsa jin. Dan pendapat inilah yang difatwakan al-Bariji karena didasarkan kepada firman Allah swt, ‘Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri’ (Q.S. An-Nahl [16]: 72]” (Lihat Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib Syarhu Raudl ath-Thalib, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz, 3, h. 162)

Dari penjelasan di atas setidaknya dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam soal pernikahan manusia dengan jin ternyata terjadi perbedaan di antara para ulama. Dan kami lebih memilih pendapat yang tidak memperbolehkan pernikahan tersebut.

Pertimbangan kami memilih pendapat yang tidak memperbolehkan di samping alasan yang dikemukakan oleh ulama di atas adalah, ketiadaan aturan teknis yang memadai yang menjelaskan mengenai pernikahan manusia dengan jin.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca. 

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)      

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Sejarah, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 22 Januari 2018

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Nilai hasil uji kompetensi guru (UKG) yang dilaksanakan pada tanggal 9 sampai dengan 27 November 2015 jauh dari harapan. Dari hasil UKG mata pelajaran matematika di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diperoleh nilai rata-rata mereka 63,57.? Sementara rata-rata kompetensi pendagogik 60,65 dan rata-rata kompetensi profesional 64,85.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat H Saepuloh, pada kegiatan Focus Gruop Discussion Analisis Hasil Uji Kompetensi Guru Matematika SMP Kabupaten Bandung di Ruang Rapat PWNU Jawa Barat, Kamis (17/12).

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Hasil UKG tersebut menggambarkan penguasan kompetensi pendagogik dan profesional guru matematika SMP di Kabupaten Bandung masih rendah. Kompetensi pendagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, kemampuan merancang dan pelaksanaan pembelajaran sampai pada evaluasi hasil belajar, serta pengembangan peserta didik akan potensi yang dimilikinya. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologinya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut H. Saepuloh, hasil UKG ini merupakan sebuah fakta yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam hal pengembangan dan pembinaan kompetensi guru secara berkelanjutan. Dengan memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kompetensi masing-masing guru agar efektif dan tepat sasaran

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Pasca UKG, kami berharap pemerintah pusat dan daerah memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan latihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru berdasarkan kompetensi yang dimilikinya” tutur H. Saepuloh. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka menyambut Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kabupaten Probolinggo, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo serentak menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Jum’at dan Sabtu (3-4/10).

Makesta yang diikuti peserta pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA perwakilan anak cabang dan komisariat se-Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh segenap jajaran pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo. Bahkan hadir pula perwakilan pengurus dari PCNU Kabupaten Probolinggo.

Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Konfercab NU, IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Makesta

Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati mengungkapkan, selain untuk menyambut Konfercab NU Probolinggo, Makesta ini merupakan salah satu upaya IPNU-IPPNU untuk ikut serta dalam pembangunan karakter generasi muda bangsa di tengah-tengah banyaknya paham baru diluar NU yang sudah mulai menyerang generasi muda NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

”Intinya kami ingin mencetak kader muda NU yang professional dan militan yang mampu menjalankan roda organisasi dengan baik dengan harapan para kader NU tetap berpegang teguh pada tuntunan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan amaliah-amaliah ulama NU,” ujarnya.

Lika menjelaskan bahwa makesta ini digelar dengan tujuan agar dapat menjaring para kader NU dari kalangan pelajar baik putra maupun putri supaya mau belajar dan bertaqwa dalam sebuah organisasi yang tergabung dalam wadah ikatan IPNU-IPPNU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Melalui makesta ini diharapkan para kader muda NU dapat memperdalam dan memperkokoh kembali aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai langkah nyata dalam melakukan pengkaderan dalam organisasi NU. Inilah salah satu bentuk aplikasi organisasi yang dapat kami lakukan. Sebab suatu saat, mereka yang akan menggantikan kami dalam membesarkan IPNU-IPPNU di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Dalam Makesta, para kader muda NU ini diberikan beberapa materi mulai dari Aswaja, Kepemimpinan, Ke-NU-an, Ke-IPNU-an, Ke-IPPNU-an, Keorganisasian, Leadership, Management Diri dan Administrasi serta Organisasi. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, AlaNu, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 04 Januari 2018

Bersihkan Lumpur, Ansor Sukoharjo Terjunkan Banser ke Lokasi Terdampak Banjir

Sukoharjo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Banjir yang terjadi di Ploso Kabupaten Pacitan baru saja surut. Namun, banjir tetap menyisakan genangan air dan lumpur. Tak sedikit pula rumah yang rusak akibat air bah yang menggenangi pemukiman warga.

Melihat kondisi yang demikian, puluhan anggota Ansor dan Banser Sukoharjo ikut turun bersama anggota Ansor, Banser dan seluruh elemen masyarakat setempat, membersihkan sisa-sisa lumpur yang tersisa.

Bersihkan Lumpur, Ansor Sukoharjo Terjunkan Banser ke Lokasi Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersihkan Lumpur, Ansor Sukoharjo Terjunkan Banser ke Lokasi Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersihkan Lumpur, Ansor Sukoharjo Terjunkan Banser ke Lokasi Terdampak Banjir

Ketua GP Ansor Sukoharjo Syahid Mubarok yang juga ikut terjun dalam gerakan pembersihan dari sisa kotoran banjir menuturkan pihaknya juga menyalurkan sejumlah bantuan berupa pakaian dan lain-lain.

“Antara lain yang kita salurkan ada pakaian, sayur, bahan makanan, perlengkapan mandi dan perlengkapan bayi,” terang Syahid saat dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam, Kamis (7/12).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sementara itu GP Ansor Boyolali juga ikut memberikan bantuan kepada para korban longsor dan banjir di daerah Wonogiri.

“Kemarin alhamdulillah sudah kita salurkan bantuan dari Boyolali, berupa beras 2 ton supermi 150 dus, minyak goreng 15 dus, sayuran dan pakaian serta buku tulis,” kata Ketua GP Ansor Boyolali Khoirudin Ahmad.

Bantuan tersebut, lanjut Khoirudin, diharapkan dapat bermanfaat dan meringankan beban kepada para korban. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 20 Desember 2017

Soal Hukuman Mati, KH Hasyim: Jangan Takut Negara Lain

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi meminta pemerintahan Jokowi- JK tidak perlu takut dengan tekanan negara lain untuk melaksanakan hukuman mati bagi pengedar Narkoba. PBNU mendukung langkah pemerintah untuk tetap melaksanakan sanksi paling berat itu.

Hal ini disampaikannya menanggapi banyaknya tekanan negara lain yang menolak hukuman mati bagi warganya yang terjerat kasus pereadaran narkoba di Indonesia.

Soal Hukuman Mati, KH Hasyim: Jangan Takut Negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Hukuman Mati, KH Hasyim: Jangan Takut Negara Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Hukuman Mati, KH Hasyim: Jangan Takut Negara Lain

"Tidak usah terpengaruh dengan tekanan dari luar negeri. Karena luar negeri sendiri juga melakukan hukuman mati itu, cuma belum tentu kita tahu," ujarnya menjawab wartawan, usai menjadi narasumber Sarasehan Kepahlawanan KH Wahab Hasbullah yang digelar Unwaha di Pemkab Jombang, Sabtu (21/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ini melihat adanya kemungkinan orang-orang yang meminta pembatalan hukuman mati adalah mereka yang terkait dengan jaringan pengedaran narkoba nasional.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Jadi kita kembali berpedoman kepada hukum kita sendiri. Australia saja melakukan hukuman mati itu, pada satu sektor," ujarnya seraya selaku watimpres sudah menyampaikan hal itu kepada Presiden.

Diakatakannya, PBNU secara organisasi mendukung langkah pemerintah Jokowi-JK yang menolak grasi dan tetap melaksanakan hukuman mati bagi pengedar narkoba. Alasannya, pembunuhan dengan narkoba jauh lebih kejam dibandingkan dengan pembunuhan teroris.

"Kalau teroris seperti di Bali, mungkin hanya 200 orang korbannya, dan saat pelaksanaan hukuman mati dan itu Australia tidak rebut. Namun, narkoba ribuan orang mati karena ini," ujarnya.

Terkait pelanggaran HAM, Hasyim mengatakan bahwa HAM di Indonesia berbeda dengan pemahaman HAM negara lain. Dan pihaknya melalui forum ICIS (International Conference of Islamic Scholars) terus mengampanyekan HAM yang dianut di Indonesia.

"Misalnya saja hukuman mati itu ditiadakan adalah kepentingan bagi mereka yang dihukum, akan tetapi kepentingan bagi ribuan orang yang mati akibat narkoba masak tidak dihitung. Pembunuhan Narkoba jauh lebih hebat dari teroris," pungkas mantan ketua umum PBNU ini. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Soal Hukuman Mati, KH Hasyim: Jangan Takut Negara Lain

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam, Jadwal Kajian, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Menyerap Pelajaran Penting Tahun Baru Hijriah

Khutbah I

Menyerap Pelajaran Penting Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyerap Pelajaran Penting Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyerap Pelajaran Penting Tahun Baru Hijriah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Waktu mengalir terus. Dan “tanpa terasa” kita sampai kepada pergantian tahun hijriah untuk kesekian kalinya. Detik menuju menit, jam, hari, bulan, hingga tahun senantiasa bergerak maju yang berarti semakin bertambah pula usia manusia. Yang perlu menjadi catatan adalah: apakah bertambah pula keberkahan usia kita? Ini pertanyaan singkat dan hanya bisa dijawab dengan merefleksikan secara panjang-lebar jejak perjalan hidup kita yang sudah lewat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tahun baru hijriah yang kita peringati setiap tahun terkandung sejarah dan nilai-nilai yang terus relevan hingga kini. Nabi sendiri tak pernah menetapkan kapan tahun baru Islam dimulai. Begitu pula tidak dilakukan oleh khalifah pertama, Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq. Awal penanggalan itu resmi diputuskan pada era khalifah kedua, Sayyidina Umar bin Khathab, sahabat Nabi yang terkenal membuat banyak gebrakan selama memimpin umat Islam.

Keputusan itu diambil melalui jalan musyawarah. Semula muncul beberapa usulan, di antaranya bahwa tahun Islam dihitung mulai dari masa kelahiran Nabi Muhammad. Ini adalah usulan yang cukup rasional. Rasulullah adalah manusia luar biasa yang melakukan revolusi ke arah peradaban yang lebih baik masyarakat Arab waktu itu. Karena itu kelahiran beliau adalah monumen bagi kelahiran perdaban itu sendiri. Tahun baru Masehi pun dimulai dari masa kelahiran figur yang diyakini membawa perubahan besar, yakni Isa al-Masih.

Yang menarik, Umar bin Khatab menolak usulan ini. Singkat cerita, forum musyawarah menyepakati momen hijrah Nabi dari Makkah menuju Madinah sebagai awal penghitungan kalender Islam atau kalender qamariyah yang merujuk pada perputaran bulan (bukan matahari). Karenanya kelak dikenal dengan tahun hijriah yang berasal dari kata hijrah (migrasi, pindah).

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah,

Memilih momen hijrah daripada momen kelahiran Nabi yang dilakukan Umar dan para sahabat lainnya mengandung makna yang sangat dalam. Kelahiran yang dialami manusia adalah peristiwa alamiah yang tak bisa ditolaknya. Nabi Muhammad pun saat lahir tak serta merta diangkat menjadi nabi kecuali setelah berusia 40 tahun. Beliau kala itu hanyalah bayi putra Abdullah bin Abdul Muthalib. Hal ini berbeda dari hijrah yang mengandung tekad, semangat perjuangan, perencanaan, dan kerja keras ke arah tujuan yang jelas: terealisasinya nilai-nilai kemanusiaan universal yang berlandaskan asas ketuhanan dalam Islam (rahmatan lil ‘alamin).

Nabi memutuskan hijrah setelah melalui proses panjang selama 13 tahun di Makkah dengan berbagai tantangan dan jerih payahnya. Mula-mula beliau berdakwah secara tersembunyi, dimulai dari keluarga, orang-orang terdekat, dan pelan-pelan lalu kepada masyarakat luas secara terbuka. Selama itu, Rasulullah mendapat cukup banyak rintangan, mulai dari dicaci-maki, dilempar kotoran unta, kekerasan fisik, hingga percobaan pembunuhan. Semua dilalui dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan. Modal utama hingga hingga beliau berhasil menyadarkan sejumlah orang adalah akhlak mulia.

Rasulullah tampil sebagai agen perubahan di tengah masyarakat Arab yang begitu bejat. Asas tauhid melenceng jauh karena menganggap berhala sebagai Tuhan. Nilai-nilai kemanusiaan juga nyaris tak ada lantaran masih maraknya perbudakan, fanatisme suku, harta riba, penguburan hidup-hidup bayi perempuan, dan lain-lain. Rasulullah yang hendak mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat jahiliyah mesti berhadapan para pembesar suku yang iri dan tamak kekuasaan, termasuk dari paman beliau sendiri, Abu Jahal dan Abu Lahab. Pengikut Islam bertambah, dan secara bersamaan bertambah pula tekanan dari musyrikin Quraisy. Hingga akhirnya atas perintah Allah, Nabi Muhammad bersama para sahabatnya berhijrah dari Makkah ke kota Yatsrib yang kelak dikenal dengan sebutan Madinah.

Perjalanan hijrah dilakukan di malam hari dengan cara sembunyi-sembunyi dan penuh kecemasan, menghindari kejaran kaum musyrikin Quraisy. Beruntung kala di kota Yatsrib, Rasulllah bersama sahabat-sahabatnya disambut positif penduduk setempat. Sebagian dari mereka mengenal Islam dan bahkan sudah beraiat kepada Nabi saat di Makkah. Di sinilah Nabi membangun peradaban Islam yang kokoh. Jumlah penganut semakin banyak, semangat persaudaraan antara Muhajirin dan Ansor dipupuk, dan kesepakatan-kesepakatan dengan kelompok di luar Islam diciptakan, demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang damai.

Mula-mula yang dilakukan Nabi setelah hijrah adalah mengubah nama dari Yatsrib menjadi Madinah. Mengapa Madinah (yang sekarang dimaknai sebagai “kota”)? Secara bahasa madînah berarti tempat peradaban. Perubahan nama ini memberi pesan tentang pergeseran pola perjuangan Nabi yang semula di Makkah banyak dipusatkan pada penyadaran pribadi-pribadi, menuju dakwah dalam konteks sosial yang terorganisisasi dalam negara Madinah. Di sini konstitusi (mitsaq al-madinah atau Piagam Madinah) dibangun, struktur pemerintahan disusun, dan aturan-aturan Islam seputar muamalah (hubungan antarsesama) banyak dikeluarkan di sana. Tentang Piagam Madinah, Nabi menjadikannya sebagai titik temu dari masyarakat Madinah yang plural saat itu, yang meliputi orang Muslim, orang Yahudi, suku-suku di Madinah, dan lain-lain. Demikianlah hijrah Nabi yang monumental itu seperti mendapatkan momentum puncaknya, yakni terwujudnya masyarakat yang beradab.

Jamaah shalat Jum’at rahimakumullah,

Setidaknya ada dua poin yang perlu digarisbawahi dari ulasan tersebut. Pertama, tahun baru hijriah harus dimaknai dalam kerangka perjuangan Nabi dalam merealisasikan nilai-nilai kemanusiaan universal yang berlandaskan asas ketuhanan dalam Islam (rahmatan lil ‘alamin). Nabi sebagai sosok—termasuk momen kelahirannya—memang layak dihormati, tapi ada yang lebih penting lagi yakni spirit dan prestasi beliau sepanjang periode risalah. Dalam perjuangan itu ada ikhtiar, pengorbanan, keteguhan prinsip, keseriusan, kesabaran, dan keikhlasan. Yang terakhir ini menjadi sangat penting karena Rasulullah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”

Nabi dan para sahabatnya menunjukkan ketulusan yang luar biasa semata hanya untuk jalan Allah. Namun justru karena niat seperti inilah mereka mendapatkan banyak hal, termasuk persaudaraan, keluarga baru, hingga kekayaan dan kesejahteraan selama di Madinah. Keikhlasan dan kerja kerasa dalam membangun masyarakat berketuhanan sekaligus berkeadaban berbuah manis meskipun tantangan akan selalu ada. Inilah teladan yang berikan Nabi dari hasil berhijrah.

Poin kedua adalah kenyataan bahwa Nabi tidak membangun negara berdasarkan fanatisme kelompok atau suku. Rasulullah menginisasi terciptanya kesepakatan bersama kepada seluruh penduduk Yatsrib untuk kepentingan jaminan kebasan beragama, keamanan, penegakan akhlak mulia, dan persaudaraan antaranggota masyarakat. Tujuan dari kesepakatan tersebut masih relevan kita terapkan hingga sekarang. Inilah hijrah yang tak hanya bermakna secara harfiah “pindah tempat”, melainkan juga pindah orientasi: dari yang buruk menjadi yang baik, dari yang baik menjadi lebih baik. Dan Rasulullah meneladankan, perubahan tersebut tak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk masyarakat secara kolektif.Semoga pergantian tahun hijriah membawa keberkahan bagi umur kita dengan belajar dari peristiwa hijrah Rasulullah yang monumental lengkap dengan nilai-nilai positif di dalamnya. Wallahu a’lam.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Alif Budi Luhur
Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam IMNU, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 15 Desember 2017

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia

Ponorogo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Para sesepuh  dan  tokoh kesenian reog Ponorogo, Jawa Timur, kecewa dan akan berjuang mempertahankan kesenian reog Ponorogo yang kini juga diklaim sebagai kesenian asli oleh Malaysia.

Salah seorang tokoh kesenian Reog Ponorogo, Ahmad Tobroni,  Kamis (22/11), di Ponorogo, mengaku sangat kecewa saat mendengar kabar dari situs internet milik Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia yang mengklaim bahwa tarian Barongan yang mirip dengan kesenian Reog Ponorogo tersebut adalah milik Pemertintah Malaysia.

"Sebagai warga dan pecinta seni reog, saya meresa kecewa dengan sikap Malaysia dengan seenaknya mengklaim seni reog adalah miliknya. Untuk itu kami akan berjuang mempertahankan warisan budaya yang kami miliki," katanya.

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Reog Ponorogo Diklaim Malaysia

Dalam situs internet tersebut menyebutkan tari Barongan yang terdiri dari beberapa penari seperti dadak merak atau barong jathil, seorang raja dan bujangganong mirip dengan tarian kesenian reog Ponorogo.

Selain itu di dalam portal tersebut dinyatakan tarian barongan ini adalah warisan melayu yang dilestarikan dan bisa dilihat di batu pahat Johor dan Selangor Malaysia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Beredarnya kabar tarian Barongan tersebut membuat warga Ponorogo dan instansi pemerintahan setempat sempat kaget. Pasalnya Pemerintah Kabupaten Ponorogo sendiri telah mendaftarkan tarian reog Ponorogo sebagai hak cipta milik kabupaten Ponorogo tercatat dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004 dan diketahui langsung oleh menteri hukum dan hak asasi manusia Republik Indonesia.

Selain itu, kata Tobrani, sangat tidak relevan jika Malaysia mengklaim kesenian reog adalah miliknya karena selama ini untuk memiliki peralatan tersebut saja mereka membeli dari ponorogo.

"Jadi tidak mungkin bila sebuah Negara memiliki kesenian kebudayaan dan tidak mampu membuat peralatannya sendiri," katanya.

Untuk membuktikan hal itu, Tobroni juga sempat melakukan pengecekan ke beberapa perajin reog di Ponorogo dan hasilnya para perajin mengaku dalam tahun ini banyak mendapatkan order dari para pelangannya di Malaysia. "Itu adalah bukti bahwa Malaysia melakukan penjiplakan," katanya. (ant/sam)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, Sholawat, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 13 Desember 2017

Proses Kaderisasi Harus Dibarengi dengan Peningkatan Kualitas Kader

Lampung Tengah, Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebanyak empat puluhan kader IPNU-IPPNU utusan dari lima kecamatan di wilayah barat Kabupaten Lampung Tengah; Selagai Lingga, Sendang Agung, Pubian, Bangunrejo, dan Padangratu mengikuti proses pengkaderan Latihan Kader Muda (Lakmud) yang di selenggarakan oleh PC IPNU-IPPNU Lampung Tengah di gedung MWCNU Sendang Agung, Jumat-Ahad (22-24/4).

Proses Kaderisasi Harus Dibarengi dengan Peningkatan Kualitas Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Kaderisasi Harus Dibarengi dengan Peningkatan Kualitas Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Kaderisasi Harus Dibarengi dengan Peningkatan Kualitas Kader

Ketua PC IPNU Lampung Tengah Edi Hermawan mengatakan, agenda Lakmud di kabupaten Lamteng ini adalah yang ketiga kalinya, yang terbagi dalam tiga cluster yakni; Timur, Tengah dan Barat. Dengan mengangkat tema Menuju Generasi Muda Yang Loyal, Mandiri dan Militan dalam Beragama dan Berbangsa.?

"Mohon barokah doa dan motivasi dari Kiai-Kiai pesantren, sesepuh NU Lamteng, senior, dan penasehat IPNU-IPPNU semoga Lakmud ini menghasilkan kader-kader yang loyal, militan dan mandiri yang berhaluan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyyah," ujar Edi.

Sementara itu, Ketua PW IPNU Lampung Aan Uly Rosyadi dalam sambutan menyampaikan, pihaknya mengapresiasi agenda Lakmud yang dilaksanakan PC IPNU-IPPNU Lampung Tengah. “Saya berharap pengkaderan ini terus dikembangkan sehingga muncul kader-kader yang berkualitas. Jadi, perbanyaklah kaderisasi pelajar NU yang dibarengi dengan kualitas kader,” tuturnya.

Materi yang disampaikan dalam Lakmud antara lain; Ke-NU-an, Aswaja an Nahdliyyah, ke-IPNU-an, ke-IPPNU-an, Leadership, Keorganisasian, Keadministrasian, dan Menangkal Radikalisme.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hadir dalam Lakmud ini antara lain Dedi Kurniawan (Wakil Ketua PW IPNU Lampung), Mukhlasin (UPTD Pendidikan Sendang Agung), Kiai Maksum (MWCNU Sendang Agung), Hj Johariah (Muslimat NU), Mahmud Jauhari (GP Ansor), Suyanto (Kepala Desa Sendang Agung), PMII Komisariat Bustanul Ulum, PMII Komisariat STAI Maarif Kalirejo, dan para ? aktivis muda NU Lampung. (Ahmad Syarif Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 08 Desember 2017

Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat?

Pekalongan, Rohis Tegal - Rohani Islam

Saat seseorang sudah tidak mendengar tawa ceria anak dan hanya mendengar bunyi tank dan desing peluru, maka dia akan merasa kedamaian negara sangat penting. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu melindungi negara, yaitu Madinah dari segala hal yang mengganggu, mengancam warga dan Negara. Rasulullah pun menetapkan Madinah sebagai negara yang mulia dan aman, serta berdoa untuk keamanan dan kesejahteraan Madinah.

Bela negara bukan hanya melawan serangan musuh, tapi juga memakmurkan dan memajukan negara sehingga tidak bergantung pada pihak lain, mempunyai semangat solidaritas dan soliditas tinggi sesama komponen bangsa, melindungi warga dari pemikiran dan paham yang menyebabkan perpecahan, disintegrasi, pengafiran, dan pelanggaran hak hidup manusia.

Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaikh Adnan al-Afyuni: Kenapa Indonesia Kalah dengan Barat?

Hal tersebut disampaikan Mufti Syria? Syaikh Adnan al-Afyuni di hadapan ratusan peserta Konferensi Ulama Thariqah di Pekalongan yang diselenggarakan oleh Kanzus Sholawat di Hotel Santika Pekalongan, Jumat (15/1).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dirinya mengutuk teror yang terjadi di Jakarta kemarin. Mereka tidak tahu Islam. Islam datang untuk kedamaian dan keamanan bukan untuk menghilangkan nyawa atau kehidupan. Islam itu sebagaimana di Madinah, membangun. Membangun masjid, membangun ilmu pendidikan, membangun ekonomi, bukan merusak.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Aset sumber daya alam kita jauh lebih melimpah dibanding mereka. Kita mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni dan kreatif. Kita mempunyai akal, kemampuan dan kecerdasan sebagaimana yang mereka punya. Selain itu, kita mempunyai ajaran syariat yang agung yang member tahu agungnya dan pentingnya ilmu pengetahuan dan pentingnya melaksanakan ilmu. Syariat kita juga mengajarkan betapa pentingnya nilai dan derajat orang yang bermanfaat bagi orang lain, baik sesama umat Islam atau umat manusia," ujarnya.

Syaikh Adnan melihat Indonesia memiliki sumber daya alam yang baik, umat Islamnya melimpah, mereka diajarkan syariat yang meninggikan derajat orang. Kenapa kalah dengan Barat? Syaikh Adnan menyayangkan, "Sekilas memang membingungkan. Ini artinya ada yang kurang dari penduduk Indonesia. Tenaga, kekuatan dan potensi mereka terpecah, padahal bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar."

?

Kegiatan konferensi yang berlangsung hingga malam hari. Selain dihadiri pembicara dari luar negeri, juga diikuti oleh peserta para mursyid thariqah dari seluruh wilayah Indonesia, para ulama, kiai, cendekiawan muslim, dan mahasiswa thariqah dari perbagai peruruan tinggi. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Lomba, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 28 November 2017

RMI Jateng Adakan Raker dan Halaqah Pesantren

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jawa Tengah, Sabtu (18/1), mengadakan acara halaqah dan rapat kerja (raker). Kegiatan yang digelar di Semarang tersebut diikuti oleh pengurus RMI Jateng, baik di tingkat wilayah maupun cabang, serta perwakilan dari sejumlah pesantren dan Kemenag Jateng.

Ketua PW RMI Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin, dalam sambutannya menyatakan komitmen RMI untuk ikut membangun dan memajukan pesantren. “Seluruh pengurus RMI akan bekerja keras untuk mengangkat harkat martabat pondok pesantren tradisional,” tegas putera KH Sahal Mahfudz itu.

RMI Jateng Adakan Raker dan Halaqah Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Jateng Adakan Raker dan Halaqah Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Jateng Adakan Raker dan Halaqah Pesantren

Selain itu, kiai yang acap disapa Gus Rozin tersebut juga meneanan dua hal. Pertama, RMI secara formal independen alias tidak banyak tergantung pihak luar, baik secara finansial dan politik. Kedua, PW RMI Jateng mesti menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas, agar mudah dipertanggungjawabkan dan dibaca paling tidak pleh pengurus cabang dan masyarakat tiap tahunnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gus Rozin mengatakan, selain menyepakati susunan program kerja, rakerwil kali ini juga menentukan program prioritas dari keseluruhan rumusan yang ada. Ia juga menekankan tentang perlunya komunikasi lebih intensif kepada beberapa pesantren.

Dalam acara halaqah turut mengisi pengasuh Asrama Perguruan Islam Pondok Pesantren Salafiyah Tegalrejo KH Muh. Yusuf Chudlori. “Raker ini menjadi salah satu indikator berjalannya organisasi”, katanya. (M Zulfa/Ajie Najmuddin/Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam News, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 22 November 2017

Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren

Oleh Ahmad Yahya

Ketika kita berbicara tentang pondok pesantren, maka tidak terlepas dari sosok santri, dasar terpenting untuk mendukung kegiatan santri di pondok pesantren adalah jaminan dan perlindungan kesehatan bagi santri maupun unsur-unsur yang terlibat didalamnya. Di pondok pesantrenlah lahir pejuang-pejuang Islam, di pondoklah Al-Quran di hapal, di pondoklah hadits Nabi Muhammad SAW dijelaskan dan di pondoklah tertanam tauhid dan manisnya iman.

Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren

Setiap jiwa menghendaki kesehatnnya terjamin, kesehatan merupakan pintu gerbang menuju kebahagiaan. Tanpa tubuh yang sehat akan sulit bagi kita untuk produktif dan menikmati berbagai hal dalam kehidupan. Hampir setiap orang mengerti dan memahami akan pentingnya kesehatan. Akan tetapi tidak sedikit pula yang belum menyadari dan berusaha untuk menjaga aset terpenting tersebut. Ketika tubuh sudah lemah dan tak berdaya karena sakit, kita hanya mampu menyesali dan baru menghargai kesehatan.

Kesehatan menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial ? yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem tubuh, fungsi serta prosesnya.?

Kesehatan sangat penting untuk semua orang terutama remaja. Masa remaja merupakan periode transisi dari anak-anak menjadi dewasa, mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan untuk menjadi generasi yang sehat jasmani, rohani dan mental spiritual.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masa remaja juga merupakan masa menuntut ilmu, dimana mereka tidak hanya menuntut ilmu di sekolah pemerintah, tetapi juga mereka ada yang memilih untuk menuntut ilmu di lingkungan pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan tempat untuk mendidik santri menjadi orang yang bertaqwa, berakhlak mulia serta memiliki kecerdasan yang tinggi.

Santri-santri yang berada di pondok pesantren merupakan anak didik yang pada dasarnya sama saja dengan anak didik di sekolah-sekolah umum yang harus berkembang dan merupakan sumber daya yang menjadi generasi penerus pembangunan yang perlu mendapat perhatian khusus terutama kesehatan dan pertumbuhannya.?

Sisi lain kultur dari pondok pesantren yang sering diabaikan adalah kesehatan santri, biasanya masih banyak pesantren yang melestarikan kultur tradisional di mana santri di pesantren dituntut untuk berperilaku sesuai life-style tradisional demi melestarikan kultur. Dan adapula yang sudah memiliki infrastruktur modern, tetapi yang menerapkan life-style modern ini belum banyak jumlahnya.?

Permasalahan kesehatan yang dihadapi santri-santri tidak berbeda dengan permasalahan yang dihadapi anak sekolah umum, bahkan bagi santri yang mondok akan bertambah lagi dengan masalah kesehatan lingkungan yang ada di pondok pesantren yang mereka tempati.

Permasalahan konkrit kesehatan secara umum yang terjadi dipondok pesantren antara lain berkaitan dengan kesehatan lingkungan, misal ; sampah yang berserakan di lingkungan pesantren, lantai pesantren jarang dipel, air limbah tidak mengalir kedalam got ? sehingga menjadi sarang nyamuk, bak mandi jarang di kuras saluran air mandi tersumbat oleh sampah, kasur tidak dijemur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berkaitan dengan masalah tingkah laku ; piring tidak segera dicuci sebelum dan sesudah makan, sisa makanan yg berserakan di pesantren, pakaian yang sudah digunakan bergantungan di dalam asrama, santri tidur dilantai, tanpa selimut dan alas tidur, ember sabun, sepatu dan sandal diletakkan sembarangan di dalam asrama, bantal sering dipakai bersama-sama, menghidangkan makanan tidak ditutup, sesudah BAB tidak cuci tangan dengan sabun dan WC tidak disiram sampai bersih, pakaian basah dijemur di dalam asrama.

Berkaitan dengan masalah Gizi; mie dijadikan makanan pokok, menu makanan kurang bervariasi, santri tidak sarapan pagi, mengambil porsi makanan yang tidak sesuai. Berkaitan dengan masalah sarana dan prasarana; ruang asrama tidak sesuai dengan jumlah penghuni, kurangnya obat-obat ringan dan P3K, kurangnya tempat menjemur pakaian.

Kemudian muncullah beberapa penyakit yang sering muncul di pondok pesantren, seperti ; gatal dan scabies [gudiken], sesak napas, demam, pingsan, batuk pilek, maag, nyeri ringan, nyeri kolik, dan lain sebagainya.?

Pondasi kesehatan untuk santri

Kenyataan dan perilaku yang kurang terpuji tersebut ? harus dirubah ke arah perilaku yang lebih baik dan higienis, karena pangkal kesehatan dimulai dari perilaku kita sendiri. Pertanyaannya adalah kapan lagi? Ya hari ini dan mulai sekarang. ? ?

Beberapa solusi untuk meletakkan pondasi kesehatan di pondok pesantren adalah pertama, pembentukan dan Pelatihan tim UKS (Unit Kesehatan Santri). Kedua, penyuluhan kesehatan secara berkala. Ketiga, mengadakan pelatihan kader kesehatan kepada santri. Keempat, membuat pos kesehatan pondok pesantren (Poskestren). Kelima, membuat kelompok diskusi reproduksi kesehatan (khusus santri putri). Keenam, menyidiakan obat yang cukup lengkap di Pondok pesantren. Ketujuh, bekerjasama dengan rumah sakit terdekat atau perguruan tinggi yang membidangi masalah kesehatan.?

Memahamkan akan pentingnya kesehatan di pondok pesantren adalah sesuatu hal yang sangat penting, karena kesehatan santri merupakan ujung tombak dari suksesnya para santri untuk meraih cita-citanya, serta meneruskan perjuangan ulama, kiai dan tegaknya agama Allah SWT. Wallahu a’lam.

Penulis adalah Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Sosial Masyarakat IMAN Institute, Alumni Pondok Pesantren Al Fattaah-Setinggil-Demak, Tinggal di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Habib, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi

Subang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka menguatkan kemandirian ekonomi jamiyah dan jamaah NU, PCNU Kabupaten Subang berencana akan mendirikan lembaga ekonomi dalam bentuk koperasi atau Baitul Mal wat Tamwil (BMT), diantara manfaatnya adalah agar dalam melaksanakan program dan kegiatan NU tidak perlu mengandalkan bantuan donatur melalui proposal.

PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Jajaki Pendirian Koperasi

Demikian disampaikan KH Musyfiq Amrullah, Ketua PCNU Subang dalam rapat reboan di Kantor PCNU Subang, Jln Darmoharjo Nomor 4, Sukamelang, Subang, Rabu (1/11).

Dalam rapat yang dihadiri praktisi ekonomi tersebut, Kiai Musyfiq mengatakan bahwa selama ini wacana kemandirian ekonomi dalam tubuh NU sudah lama digulirkan namun selalu terkendala dalam tataran teknis.

"Masalah klasik dalam kegiatan-kegiatan kita ini lagi-lagi di dana, kita ingin ke depan masalah tersebut bisa segera teratasi dengan didirikannya mesin ekonomi organisasi yang mapan," tambah Pengasuh Pesantren Attawazun ini.

Ditambahkannya, potensi warga NU sangat luar biasa karena jumlah warga NU cukup banyak, namun sayangnya potensi ini tidak tergali dan belum terakomodir dengan maksimal sehingga permasalahan ekonomi warga NU ini masih belum mendapatkan solusi yang pasti.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Langkah selanjutnya kita akan segera membentuk tim khusus yang bertugas mendirikan koperasi atau BMT NU Subang," tandasnya.

Dikatakannya, periode kepengurusan PCNU Subang saat ini tinggal satu tahun lagi dan karena Lembaga Perekonomian NU yang bertugas menangani pendirian koperasi atau BMT ini dinyatakan vakum maka sekaligus akan ada peremajaan kepengurusan LPNU Subang.

"Insyaallah sebelum periode kepengurusan kita habis, koperasi atau BMT NU Subang sudah berdiri," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Hikmah, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 20 November 2017

Kartini, Simbol Perjuangan Emansipasi

Kartini.?

Simbol emansipasi.?

Perjuangan tiada henti.?

Kartini,  Simbol Perjuangan Emansipasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartini, Simbol Perjuangan Emansipasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartini, Simbol Perjuangan Emansipasi

Persamaan dengan laki-laki.?

Sesuai kudrat yang dicipta Ilahi.?

Bukan persamaan yang menyalahi.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dipaksakan batas dan norma dilewati.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menjadi pemerkosaan yang tidak berarti.?

?

Era kini.?

Wanita sudah banyak sekali.?

Lebih dari yang kita rasa dengan hati.?

Bahkan banyak wanita yang lebih tinggi.?

Dibanding dengan para kebanyakan laki-laki.?

Lihat saja Risma, Susi dan Megawati.

Bahkan masih sangat banyak sekali.

Wanita yang sangat menguasai.?

Baik lembaga-lembaga swasta maupun negeri.

Bahkan banyak menjadi lurah sampai menteri.?

Meski tetap banyak juga yang siap dipoligami.?

Hari ini.?

Kita peringati.?

Hari Raden Ajeng Kartini.?

Mengingat kembali apa esensi.?

Perjuangan untuk wanita di negeri.

Agar tetap bisa menjadi inspirasi.?

Hidup bangsa di era globalisasi.?

Selamat ya bu.

Jangan berlebih.

?

Oleh : Ketua LP Maarif Jawa Timur, Prof. Abd Al Haris Al Muhasibi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Tegal, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 19 November 2017

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN

Solo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tak mau kalah dengan kota lain, di Bulan Mei ini, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Solo bekerjasama dengan MataAir telah menyiapkan program Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN). Kegiatan ini nantinya merupakan suatu pendampingan pelajar untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Sedianya sudah kita mulai di Bulan April. Tapi berhubung mepet waktunya, takut mengganggu konsentrasi siswa yang akan menghadapi UN,” terang Ketua GP Ansor Solo, Muhammad Anwar, Selasa (30/4) kemarin.

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN

Menurut Anwar, program yang sudah berlangsung sejak tahun 2007 ini akan mulai diselenggarakan 10 Mei – 3 Juni 2013 di Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Harapannya dengan diasramakan di pesantren, para peserta akan lebih mengenal kultur pesantren dan mendapatkan nilai-nilai keagamaan yang khas di pesantren,” imbuhnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain memberi pendampingan untuk masuk ke PTN, para peserta program BPUN ini juga akan dibekali materi soft skill dan pengarahan untuk mendapat beasiswa studi di PTN. Khususnya bagi para pelajar yang kurang mampu, agar mereka juga dapat merasakan pendidikan di bangku kuliah.

Untuk pendaftaran, sudah dimulai di akhir April lalu dan sampai hari ini (1/5) masih terbuka pendaftarannya. Bagi para pelajar atau anda yang memiliki putra yang akan masuk PTN, dapat segera mendaftarkan diri ke panitia. Tentang syarat mengikuti BPUN ini bisa menghubungi sahabat Warsito (0857 2561 5186) atau sahabat Wisnu (0899 5231 785), atau bisa langsung datang ke sekretariat BPUN Solo di Jl Jambu Raya RT 6/3 Jajar Laweyan Solo.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 18 November 2017

PBNU Minta Fatayat Tingkatkan SDM dan Kaderisasi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini mengatakan, sebagai sayap pemudi di lingkungan NU, agenda Fatayat NU ke depan adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan mengembangkan potensi dalam bidang pendidikan, keterampilan, dan keahlian.

PBNU Minta Fatayat Tingkatkan SDM dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Fatayat Tingkatkan SDM dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Fatayat Tingkatkan SDM dan Kaderisasi

“Serta membuka akses baik pemodalan, informasi dan pengembangan ekonomi lainnya,” katanya ketika dihubungi Rohis Tegal - Rohani Islam dari Jakarta, Sabtu malam (19/9).

Ia menambahkan, Fatayat NU harus ikut melakukan upaya-upaya mengkonversi modal sosial NU yang besar ke dalam sebuah capaian ekonomi yang riil. Juga turut mengawal pancasila dan NKRI sebagai komitmen berbangsa dan bernegara.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penulis buku “Pesantren Akar Pendidikan Islam Nusantara tersebut” juga menekankan kaderisasi Fatayat. Menurut dia, kaderisasi bisa melalui pelatihan muharrik untuk melahirkan kader-kader unggulan yang menjadi penggerak sampai ke tingkat ranting dan keluarga.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedua, model kader pemula, diperlukan terobosan bagaimana cara mengajak ibu-ibu muda agar tertarik ke Fatayat NU dengan pendekatan yang mudah diterima.

Fatayat NU sedang mengadakan Kongres ke-15 di Surabaya Jawa Timur. Kongres bertema "Ikhtiar perempuan NU untuk Indonesia yang Berkeadaban" ini dijadwalkan selama lima hari, 18-22 September 2015. (Abdullah Alawi)

-

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 17 November 2017

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sedikitnya 775 orang calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tahun 2016 mengikuti penutupan bimbingan manasik haji sekaligus tasyakuran pemberangkatan ke tanah suci yang digelar oleh Pemkab Probolinggo, Kamis (25/8) di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

Sejak pagi hari, suasana religius sangat terasa, terlebih kumandang ayat-ayat suci Al Qur’an dan puji-pujian mengagungkan nama Allah SWT membuat suasana menjadi makin khidmat. Apalagi juga dengan lantunan sholawat Nabi yang dibaca bersama-sama.

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Hadir pada acara tersebut Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami, Rais PCNU Kota Kraksaan KH. Munir Cholili, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Hadi dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor.

Jumlah CJH Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci mencapai 775 orang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64. Mereka akan diberangkatkan dari obyek wisata religius Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending pada 4 September mendatang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami mengatakan selama melaksanakan ibadah haji, para CJH ini akan didampingi oleh beberapa petugas haji yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing, dokter dan paramedis. Petugas ini sudah dibekali dengan berbagai macam obat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada CJH selama berada di tanah suci.

“Selama ini persiapan pemberangkatan CJH sudah dilaksanakan secara maksimal, baik dari segi pelatihan maupun diklat. Para CJH ini sudah melakukan bimbingan manasik haji baik di tingkat kabupaten dan di tingkat kecamatan bekerja sama dengan IPHI kecamatan masing-masing. Ilmu manasik sudah banyak yang dikuasai oleh CJH secara mendalam,” katanya.

Sementara H Hasan Aminuddin mengatakan, sebagai tamu Allah diharapkan agar supaya calhaj tidak bingung karena tidak hafal kepada doa-doanya. Calhaj disarankan untuk membaca doa yang dihafalnya saja dalam mengerjakan rangkaian ibadah haji selama berada di tanah suci.

Rohis Tegal - Rohani Islam

”Tidak ada doa yang wajib pada pelaksanaan umroh maupun haji. Jangan bingung buat yang belum hafal doanya. Baca saja Al-Fatihah pada waktu tawaf dan sa’i maupun saat mengerjakan rangkaian ibadah haji yang lain,” katanya.

Lebih lanjut Hasan meminta agar keberangkatan Calhaj ke tanah suci ini diniati sebagai ibadah kepada Allah. Selain itu Calhaj harus selalu tawadhu’ dan berdoa yang baik-baik semoga sehingga haji yang mabrur.

”Mabrur bukan saat berada di tanah suci, tetapi setelah pulang dari haji. Oleh karena itu, selama berada di tanah suci usahakan lebih banyak di masjid dari pada di maktab. Selain itu, jangan terlalu banyak menguras fisik sebelum pelaksanaan wajib haji,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 15 November 2017

GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai

Rembang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ratusan Pengurus dan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kaliori, Rembang, mengadakan pawai silaturrahim di kediaman para tokoh dan pengurus NU yang ada di wilayah Kecamatan Kaliori dan Rembang kota, Ahad (11/8) kemarin, dimulai jam satu siang.

Kegiatan yang di tujukan untuk meminta maaf dan nasehat dari para kiai dan tokoh tersebut, dikoordinir langsung oleh Ketua PAC Ansor Kaliori, Abdul Rosyid.

GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai

Kegiatan dimulai dari rumah Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Kaliori KH Muhamad Yamin di desa pengkol, kemudian diteruskan ke kediaman Ketua Tanfidziyahnya H Ali Armani yang berada di Sidomulyo dan sembilan tokoh NU lainnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Pemuda Ansor agar senantiasa berkumpul dan melestarikan setiap kegiatan Ahlussunah wal Jama’ah. Mengingat di zaman sekarang banyak dari kalangan pemuda yang berselisih, tanpa mengingat statusnya bahwa kita sebagai saudara seiman,” kata Syuriyah MWCNU KH Muhamad Yamin di hadapan anggota GP Ansor yang hadir. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Muhamad Yamin juga mengajak kepada para Pemuda NU itu, untuk bejuang menegakkan panji-panji NU khususnya di kecamatan Kaliori dan umumnya di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Ansor Kecamatan Kaliori Abdul Rosyid mengatakan, dirinya sangat merasa senang dengan berbagai nasihat yang diberikan oleh Kiai yang berusia 63 tahun tersebut. Dengan lentera nasihat yang dikeluarkan menambah nilai lebih bagi para anggota dan pengurus Ansor yang hadir guna memperjuangkan NU di Kecamatan Kaliori.

Abdul Rosyid mengajak kepada seluruh anggota ranting yang ada di bawahnya untuk melestarikan silaturrahim ke tempat para tokoh dan sesepuh NU. 

“Dengan adanya kunjungan seperti ini, kita bisa menilai seberapa besar tolak ukur perjuangan yang dilakukan oleh kita semua. Kita juga mendapatkan jalan keluar setiap permasalahan yang di hadapi dalam organisasi,” tambah rosyid.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Asmu’i

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 14 November 2017

Prof H Iskandar Idy Terpilih Sebagai Ketua NU Sulsel

Makassar,Rohis Tegal - Rohani Islam. Proses pemilihan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung cukup menegangkan pada 31 Maret lalu.

Prof H Iskandar Idy Terpilih Sebagai Ketua NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof H Iskandar Idy Terpilih Sebagai Ketua NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof H Iskandar Idy Terpilih Sebagai Ketua NU Sulsel

Terdapat tiga nama pada tahap pencalonan yakni Dr H Abdul Kadir Ahmad dan Dr H Ruslan dan Prof H. Iskandar Idy setelah.

Dalam tata tertib tersebut sudah diatur, bahwa calon yang lolos pada tahap selanjutnya harus mengantongi 5 (lima) suara. Adapun yang lolos pada tahap selanjutnya yakni Iskandar Idy dan Abdul Kadir Ahmad, sedangkan Ruslan tidak lolos pada tahap selanjutnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelum melanjutkan proses pemilihan calon Ketua Tanfidziah PWNU Sulsel, terlebih dulu Pimpinan Sidang yang diwakili dari PBNU Prof Dr H Maksum Mahfudz dan H Abdul Munim DZ meminta persetujuan dari Rais Syuriyah PWNU Sulsel Dr AG HM. Sanusi Baco Lc, karena dalam tatib Konferwil XII telah disepakati setiap calon ketua tanfidziah mesti mendapat restu dari rais syuriyah terpilih.

Selanjutnya diadakan pemaparan visi misi, dari kedua calon ketua tanfidziah. Iskandar menyatakan kesanggupannya membangun NU Sulsel baik secara jam’iyyah dan jama’ah serta akan membangun NU secara fisik yakni memperbaiki infrastruktur kepemilikan NU Sulsel seperti kantor GPK PWNU Sulsel dan lain-lain.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setelah diadakan pemilihan Ketua Tanfidziyah. Iskandar Idy memperoleh 13 suara dan Abdul Kadir Ahmad 12 suara. Seketika forum menggema dengan sholawat badar dan tampak Abdul Kadir Ahmad memeluk Iskandar Idy, peserta Konferwil NU pun bersholawat. 

Setelah diadakannya pemilihan Ketua Tanfidziah, penutupan konferwil XII digelar, tampak hadir Wakil Bupati Kab Pangkep yang juga kader IPNU, Rais Syuriyah NU Sulsel, Ketua Tanfidziyah terpilih, Direktur Pesantren Darul Mukhlisin Padanglampe Pangkep, Rektor UMI.

Dalam sambutan Ketua Tanfidziah terpilih, menyatakan akan merangkul semua kekuatan baik dari akedemisi maupun professional terlebih para sesepuh NU. 

“Sekarang tidak ada lagi riak-riak kegembiraan dan kekecewaan, tetapi yang ada mari sama-sama membangun NU ke depan yang jauh lebih baik,” katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Andy Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Tegal, Pertandingan Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 31 Oktober 2017

Tepuk Pundak untuk Jamaah

Salah satu hal yang lazim dilakukan dalam shalat sehubungan dengan proses jamaah adalah menjadikan seseorang sebagai imam dengan cara menepuk pundaknya di tengah-tengah shalat. Secara fiqih hal ini dibolehkan (mubah), bahkan disunnahkan jika tepukan itu memberi tanda bahwa yang bersangkutan telah didaulat menjdi imam. Sebagaimana diterangkan dalam Fathul Mu’in

 

(? ?) ? ? (? ? ? ? ?) ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?.

 

Tepuk Pundak untuk Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tepuk Pundak untuk Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tepuk Pundak untuk Jamaah

“Niat menjadi imam atau berjama’ah bagi imam adalah sunah, di luar shalat jum’ah, karena untuk mendapatkan keutamaan berjama’ah. Seandainya ia niat berjama’ah di tengah mengerjakan shalat maka ia mendapatkan keutamaan itu. Adapun dalam shalat jum’ah wajib baginya niat berjama’ah saat takbiratul ihram”.      

Dalil di atas menunjukkan kesunnahan niat sebagai imam walaupun niatnya baru ada di tengah shalat. Karena bagaimanapun juga shalat Jama’ah jauh lebih utama dari pada shalat sendirian.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Akan tetapi jika sekiranya tepukan di pundak itu terlalu keras hingga mengagetkan imam dan membatalkan shalatnya, maka hukumnya menjadi haram. Sebagaimana diterangkan dalam kitab Mauhibah Dzil Fadl

 

(?) ? ? ? (?) ? ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Haram bagi siapa pun bersuara keras jika mengganggu jama’ah yang lain, baik di dalam shalat maupun di luar shalat karena membahayakan, seperti (memperingatkan) orang yang sesat, orang yang membaca atau orang yang tidur. Tidak boleh mengganggu walaupun terhadap orang yang fasik karena kefasikan itu tidak ada yang tahu kecuali dirinya. Pendapat yang mengharamkan tersebut itu jelas, namun bertentangan dengan pendapat dalam kitab al-Majmu’ dan sesamanya. Tidak diharamkannya jika kesemuanya tidak terlalu mengganggu.

(Pengertian tidak haram jika gangguannya ringan), yakni yang dimaksud oleh mushannif (pengarang) adalah haram jika sangat mengganggu. Dalam ungkapan kitab al-I’ab bahwa keterangan dalam kitab al-Majmu’ (yang tidak mengharamkan) adalah jika tidak terlalu mengganggu kepada orang lain sehingga dapat ditoleransi, berbeda jika suara keras tersebut sampai membatalkan bacaan (shalat) secara keseluruhan, maka hukumnya haram”. (ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Budaya, Hikmah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock