Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kraksaan adalah Kiai Ronggo. Nama orang dan wilayah ini memang berbeda. Namun, keduanya saling berkaitan erat. Dalam pandangan masyarakat Kraksaan, sosok Kiai Ronggo adalah tokoh yang merintis sejarah berdirinya Kota Kraksaan.?

Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ronggo Pembabat Alas Kota Kraksaan Probolinggo

Tidak heran jika pesarean Kiai Ronggo di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo kerap diziarahi warga. Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari juga secara rutin ziarah ke sana.

Menuju Pesarean atau tempat peristirahatan terakhir Kiai Ronggo tidaklah sulit, hanya membutuhkan 10 hingga 15 menit dari pusat Kota Kraksaan. Sesampainya di sana, tidak banyak yang membedakan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) lainnya. Hanya sebuah makam dengan gapura yang baru selesai diperbaiki. Di tempat 2x4 meter itu pula banyak orang luar Probolinggo yang mulai berdatangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setiap malam Jumat legi, makam tersebut dibanjiri peziarah. “Kegiatannya hanya mengaji, tahlil dan lainnya, intinya mendoakan Kiai Ronggo,” kata juru kunci pesarean Kiai Ronggo, Halimah, Jum’at (17/4).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sepanjang mata melihat, makam Kiai Ronggo atau dengan nama asli KH Abdul Wahab itu paling istimewa. Hal itu lantaran makam Kiai Ronggo tersebut merupakan tokoh terpenting sepanjang keberadaan Kota Kraksaan. Tak ayal pemerintah setempat memperbaiki kuburan tersebut. Bahkan, mantan Bupati Probolinggo yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI H Hasan Aminuddin sering berziarah ke makam tersebut.

Namun sayang, Halimah tidak begitu mengetahui sosok tokoh Kiai Ronggo, sebab ia mengaku hanya bertugas menjaga makam. “Kalau soal itu kami tidak begitu tahu betul, hanya sosok Kiai Ronggo ini dikenalnya yang babat alas Kraksaan, jadi orang pertama,” katanya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Kontributor Rohis Tegal - Rohani Islam Probolinggo, di Kota Kraksaan masih ada keturunan dari Kiai Ronggo. Salah satunya adalah H Jarot. Setelah ditemui di kediamannya, H Jarot yang keturunan kelima dari Kiai Ronggo juga mengaku tidak begitu paham dengan kisah nenek moyangnya tersebut.

Itu karena menurutnya, dari kakek dan saudara lainnya memang minim sekali informasi tentang Kiai Ronggo. “Banyak yang sudah datang kesini dengan hal yang sama, tapi saya katakan informasi yang kami terima dari keluarga memang sangat minim. Kebanyakan cerita dari orang lain,” katanya.

Setahu H Jarot, nama Kiai Ronggo sendiri diambil dari kata Ronggo atau duduk. Hal semacam ini merupakan salah satu gelar pada seseorang yang pertama kali membuka atau membabat alas pada awal mulanya.

Namun yang pasti, nama asli Kiai Ronggo adalah Abdul Wahab alias Wiryo Setyo. Pemberian gelar Kiai Ronggo bukannya tanpa alasan. Menurut H Jarot yang diceritakan kakeknya semasa hidup, Kiai Ronggo kerap kali mengamalkan ajaran Islam dengan mendirikan mushalla di desa-desa sekitar Kraksaan.

Peninggalannya yang paling tampak adalah Masjid Agung Ar-Raudlah yang didirikannya pada tahun 1734 M silam. Sejumlah 4 tiang di ruang utama dan bedug lama, juga peninggalan Kiai Ronggo. “Itu salah satu peninggalan penting beliau,” katanya.

Bedug peninggalan Kiai Ronggo itu dibuat dari bahan kayu yang diambil dari Pakuniran. Kayu-kayu itu dibawa langsung oleh santrinya. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan bedug itu mencapai 2 bulan. “Yang kami terima informasinya seperti itu. Tapi sejauh ini belum ada bukti autentik soal itu,” ungkapnya.

H Jarot mengaku sangat senang jika leluhurnya tersebut menjadi perhatian orang. Namun ia berpesan pada masyarakat agar tidak menyalahgunakan nama baik Kiai Ronggo. Termasuk ketika berdoa di makam Kiai Ronggo. “Berdoa jangan bablas. Karena pada dasarnya Allah-lah yang menentukan semuanya,” tandasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

?

Foto:? Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan yang didirikan Kiai Ronggo pada tahun 1734 M.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hadits, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 14 Februari 2018

Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan”

Sampang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Sampang, Jawa Timur meminta ormas yang tidak berasaskan Pancasila agar melakukan “taubat kebangsaan”.

Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Sampang Minta Ormas Anti-Pancasila “Taubat Kebangsaan”

Pernyataan itu di sampaikan Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Sampang Faisol Ramdhoni Rabu (13/12) saat menyikapi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak judicial review (hak uji materil) tentang Perppu No. 2 tahun 2017 yang dilakukan sejumlah ormas.

Menurut Faisol, dengan keputusan MK, Selasa (12/12), itu, maka pemerintah berhak untuk membubarkan dan melarang ormas yang yang tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara.

"Keputusan MK merupakan kemenangan Rakyat Indonesia dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan mempertahankan NKRI," katanya. 

Dengan demikian, ia mengimbau ormas terlarang menurut Perppr Ormas itu agar melakukan "taubat massal kebangsaan" serta mengucapkan ikrar mengakui Pancasila dan kembali ke NKRI. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Mereka harus melakukan Ikrar, janji setia untuk menerima Pancasila sebagai dasar negara dan NKRI sebagai bentuk asas negara yang final."

Pihaknya mengaku akan mengawal terus putusan MK tersebut dan akan melaporkan ke pihak-pihak terkait.

"Kami akan melaporkan ke pihak pihak terkait bila nanti di lapangan masih ditemukan aktivitas-aktivitas ormas anti-Pancasila itu," tegasnya. (Redo/Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 13 Februari 2018

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

Sumenep, Rohis Tegal - Rohani Islam - Jenazah KH Ahmad Basyir AS dan KH Mannan Fadhaly bakal dikebumikan secara bersamaan. Keduanya akan dimakamkan pada pukul 14.00 WIB atau pukul 2 siang, Sabtu (15/7). Kendati demikian, dua kiai yang sama-sama Rais Syuriyah PCNU Sumenep dan PCNU Pamekasan ini dikebumikan di lokasi yang berbeda.

Kiai Basyir dimakamkan di pasarean keluarga besar Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Sementara Kiai Mannan dimakamkan di area Pesantren Miftahul Qulub, Polagan, Galis, Pamekasan.

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenazah Kiai NU Madura Ini Dikebumikan Bersamaan

"Semula Kiai Basyir direncanakan bakal dikebumikan usai Ashar. Tapi ada perubahan rencana, yakni dimajukan ke pukul 14.00 WIB," KH Muhammad Mushthafa selaku bagian dari keluarga besar Annuqayah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sebelumnya diberitakan, Kiai Basyir dan Kiai Mannan wafat Sabtu (15/7) pagi. Kiai Mannan mengembuskan nafas terakhir di RSUD Pamekasan. Sedangkan Kiai Basyir wafat di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya setelah sebelumnya menjalani perawatan sejak Selasa (4/7) lalu.

Saat ini, ribuan alumni sudah memadati kompleks Pesantren Annuqayah. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, khususnya di daerah Jawa Timur. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam, Habib, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Februari 2018

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

Waykanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Mendiang Hans Bague Jassin atau dikenal dengan HB Jassin menjuluki sastrawan Isbedy Stiawan ZS sebagai Paus Sastra Lampung. Isbedy mendukung gerakan aksi amal nasional bertajuk "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016.

"Kesadaran masyarakat kita akan pengelolaan sampah perlu ditingkatkan, termasuk upaya pemerintah. Di Belanda, pemerintah menyediakan tempat sampah organik dan anorganik, dan masyarakat pun terbiasa menempatkan sampah sesuai jenisnya di tempat sampah itu," ujar Isbedy di Way Kanan, Jumat (12/2).

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Paus Sastra Lampung: Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Perlu Ditingkatkan

Kendati ditempatkan di ruang publik, tempat sampah di Belanda itu menurut Isbedy tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil. Ia mengaku penasaran dan mencoba menggoyang-nggoyangkan tempat sampah itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tidak bisa bergoyang saat saya mencoba mengguncangkannya, kuat sekali, namun ternyata saat ada petugas kebersihan datang, saya baru tahu itu bisa dilepas dan selanjutnya sampah diambil dan dimasukkan ke bak truk sesuai jenisnya, tidak dicampur," ujarnya pria kelahiran Tanjungkarang, Bandar Lampung, 5 Juni 1958 itu menjelaskan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

PC GP Ansor Way Kanan Provinsi Lampung mengajak elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi profesi guru dan wartawan di daerah itu untuk berpartisipasi pada Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2016 yang akan dilakukan di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia secara serentak.

Sejumlah pihak yang menyatakan siap berpartisipasi pada aksi "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" dari Way Kanan ialah Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gusdurian, alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN), Saka Wira Kartika binaan Koramil Blambangan Umpu, Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Raden Djambat Shooting Club (RDSC), Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah.

Lalu Pemuda Muhammadiyah, Sekolah Beladiri Karate Indonesia (SKBI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Forum Anak Daerah (FAD), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Palang Merah Indonesia (PMI), PC Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Forum Karate Indonesia (Forki), Kodim 0427 dan Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11.

"Kegiatan semacam itu perlu sekali karena lingkungan hidup harus selalu dijaga bersama-sama," ujar Isbedy.

Di Way Kanan, aksi akan dimulai dari berbagai titik sekitar pukul 06.00 WIB, di Baradatu, aksi akan dilakukan oleh PC Fatayat NU, Forki, IPSI, IPNU dan IPPNU dan bermuara di Gedung PCNU Way Kanan. Lalu di Kecamatan Way Tuba, PAC GP Ansor setempat menggandeng masyarakat akan gotong royong membersihkan sampah di Kampung Bukit Gemuruh. Kemudian di Blambangan Umpu akan bermuara di Monumen Mayjend Ryacudu, ditutup dengan deklarasi bersama "Way Kanan Berani Bersih". (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Lomba, Santri, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Februari 2018

PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Imam Aziz mendukung sikap masyarakat Kendeng yang mempertahankan tanahnya dari aktivitas besar-besaran alih fungsi lahan. Menurut Imam Aziz, sikap masyarakat Kendeng sudah sesuai dengan amanah Muktamar Ke-33 NU di Jombang 2015 lalu.

Demikian disampaikan H Imam Aziz dalam pertemuan nasional yang diselenggarakan Lakpesdam PBNU di Hotel Kartika Chandra Jalan Gatot Subroto Kav 18-20, Jakarta, Senin (7/11) siang.

PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Apresiasi Kegigihan Warga Kendeng Pertahankan Tanah

Alih fungsi lahan subur ini menyebabkan dengan drastis menyempitnya lahan produktif para petani. Hal ini juga yang menjauhkan Indonesia dari swasembada pangan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Putusan Muktamar Ke-33 NU di Jombang terkait dengan alih fungsi lahan produktif ini mengamanatkan kepada nahdliyin dan masyarakat Indonesia untuk sedapat mungkin mempertahankan tanahnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ini sikap kita meskipun beda pandangan dengan Pemda Jawa Tengah,” kata Imam Aziz di hadapan sedikitnya seratus hadirin.

Meskipun demikian semua kenyataan ini jangan dijadikan amunisi dan alasan kita untuk berbuat kekerasan dan pemaksaan. Warga NU tetap harus berpegang pada prinsip moderat atau tasamuh. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 02 Februari 2018

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendidik mahasiswa mahasiswi pada pemahaman organisasi yang “kaffah”. Juga mampu jadi penggerak dakwah dalam membumikan Islam Indonesia dengan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama’ah.

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Aktivis PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung,? Fajri Idatul Akbar,? mengatakan hal itu dalam rangka Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba.) kegiatan tersebut adalah fase rekruitmen mahasiswa untuk menjadi anggota PMII.

“Kaffah di sini adalah sempurna pemikiran dan ketakwaannya. Jangan hanya kritis, tapi juga transformatif kepada nilai-nilai nasionalis serta berpegang teguh pada ajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah,” terang Fajri kepada Rohis Tegal - Rohani Islam ketika ditemui di sekretariat PMII di Jalan Manisi, Bandung, Jawa Barat, Senin (16/9).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selain kaffah, lanjut Fajri, kegiatan Mapaba pun bertujuan membentuk kader yang ulil albab. Menurut dia, setidaknya ada tiga ciri, pertama manusia yang peka terhadap kenyataan.

Kedua, tambah dia, manusia yang mengambil pelajaran dari pengalaman sejarah, dan ketiga manusia yang giat membaca tanda-tanda alam yang kesemuanya dilakukan dalam rangka berzikir kepada Allah SWT.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Mapaba ini adalah gerbang awal dalam pengkaderan di PMII sebab masih ada gerbang selanjutnya,” kata fajri, yang juga ketua komisariat PMII Cabang Kabupaten Bandung.

Mapaba tersebut sudah digelar pada tanggal 13 sampai dengan 15 September lalu, di Gedung Local Education Center (LEC) Cicalengka bandung. Ratusan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari berbagai jurusan dan fakultas mengikuti kegiatan tersebut. (Bakti Habibie/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Habib, Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 28 Januari 2018

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Aji Prasetyo mulanya adalah seorang musisi. Dengan profesinya semacam itu ia kerap menyaksikan para tokoh masyarakat melakukan pencitraan di depan publik. Ia merasa apes karena punya kesempatan melihat keaslian mereka.?

“Aku jadi tahu siapa saja tokoh masyarakat yang hobi nongkrong di hotel mewah, apa merk whisky favorit mereka, bahkan siapa saja yang hobi main perempuan,” katanya ketika ditanya awal mula banting stir dari musisi ke komik. Penjelasan itu ia tuangkan di sebuah website buku yang menjual beberapa karya komiknya. ?

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)
Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)

Luapkan Jengkel terhadap Pencitraan Tokoh Masyarakat dengan Komik

Menurut Aji, awal menerjuni profesi sebagai musisi, pemandangan tokoh masyarakat itu, ia nikmati dengan berbagai pemakluman.?

“Tapi setelah perda larangan live music muncul, mendadak aku jadi sangat muak terhadap mereka. Bulan Ramadhan hanya menjadi ajang pencitraan. Bikin perda untuk mengatur moral, razia sana sini, padahal perilaku mereka sendiri ternyata jauh dari standar moral yang mereka terapkan kepada rakyatnya,” tambahnya.?

Akhirnya, ia memutuskan untuk meluapkan kejengkelan lewat coretan komik dan diupload di medso. Lantas lahirlah komik berjudul Ramadhan penuh Hikmah (2007) dan Setan Menggugat (2008). Dua komik pendek itu, yang kini telah diterbitkan dalam kompilasi Hidup Itu Indah (2010), dibuat di bulan Ramadhan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keduanya menjadi monumen awal mula peria kelahiran Pasuruan, Jawa Timur 1976 itu menerjuni dunia komik untuk mengkritik berbagai hal.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pria yang kini menjadi salah seoran pengurus Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU itu melampiaskan kejengkelan melalui komik terhadap perilaku beragama yang merasa benar sendiri dengan mengkafirkan amaliyah warga NU, misalnya.

Komik itu ia beri judul “Apa Sih Maunya NU?” Komik itu ia sebarkan di media sosial. Kemudian tersebar dari grup satu grup lain di Watshapp dan media sosial lain. Komik itu pun ditanggapi komik juga oleh pihak yang merasa tersindir. Juga di media sosial.?

Komik itu dibuka dengan percakapan seseorang berpeci dan berpakaian putih, tapi mimik muka melotot dan menghujat. Ia berkata, “Ada apa dengan Banser NU?! Gereja dijaga, tapi pengajian dibubarkan. Ngaku Islam kok gitu.”

Perkataan itu ditanggap seseorang berbaju Jawa yang bahunya tersampir udeng-udeng hitam. Rambutnya gondrong dan berkacamata. Ia menanggapinya dengan muka santai sambil merokok. “Nah, opini macam begini harus dilurusin.”

Menurut pria gondrong itu, saat ini ada yang mengaku atau disebut ulama oleh pengikutnya, tapi perilakunya gemar mengkafirkan orang lain. Ulama tersebut menyebut tsunami Aceh karena warganya selalu bermaksiat. Tahlilan, ziarah, juga menjadi sasaran dia dengan menyebutnya bid’ah dan sesat. “Jangankan terhadap umat lain, sama sesama Muslim aja suka bikin sakit ati,” katanya.?

Kejengkelan-kejengkelan pria yang tinggal di Malang, Jawa Timur melalui komik itu telah membuahkan ratusan judul. Ia sebar gratis di media sosial.?

“Saya biasa menggratiskan komik-komik saya, sebagai cara saya menyebarkan propaganda perdamaian,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Habib, Doa Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 24 Januari 2018

PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan setuju jika ada reshuffle terhadap menteri-menteri yang kinerjanya lamban untuk meningkatkan kinerja pemerintahan yang dalam sektor tersebut.

“Kalau menurut presiden ada menteri yang kinerjanya lamban, kendor setelah delapan bulan dilantik, kita sih sebagai ormas oke saja atas apa yang akan dilakukan presiden,” katanya di gedung PBNU, Kamis.

PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Setuju Rencana Reshuffle Menteri Berkinerja Lamban

Menurutnya, sektor yang selama ini kinerjanya kurang menggembirakan adalah sektor ekonomi seperti terjadinya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, utamanya beras, nilai tukar rupiah dan dolar yang masih diatas 13.000, pengangguran, dan lainnya yang memberatkan masyarakat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Ini menandakan tim ekonomi presiden kurang berhasil selama enam bulan ini,” tandasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Sektor lain seperti keamanan menurutnya mampu menunjukkan stabilitas yang baik dan bisa dirasakan, begal ditindak atau penangkapan gembong narkoba. “Kalau ekonomi, stagnan betul.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Budaya, Halaqoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 15 Januari 2018

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing

Berangkat dengan segala keterbatasan dan keprihatinan, SMK Ma’arif 1 Wates menjelma menjadi sekolah swasta pertama di Kulonprogo yang meraih sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2008.

Komitmen dalam mencetak lulusan yang handal dan profesional serta memegang teguh aqidah Ahlussunnah Waljama’ah (Aswaja) menjadi modal melaksanakan amanah menjalankan sekolah yang menjadi kebanggaan warga Nahdliyin ini.

Murid setiap hari diberikan pendidikan moral dan rohani yang dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai. Materi baca tulis Al-Qur’an dengan metode qiroati serta amaliah-amaliah Ahlussunnah Waljama’ah, seperti shalawat, tahlil dan barzanji, menjadi menu wajib bagi setiap siswa SMK Ma’arif 1 Wates Kulonprogo.

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Ma’arif Wates Kulonprogo, Cetak Lulusan Berdaya Saing

“Amanah masyarakat ini kami jaga dengan terus meningkatkan kualitas secara menyeluruh, baik sumber daya guru-karyawan, akademik, dan sekolah. Karena masyarakatlah yang paling bisa menilai kualitas kami. Alhamdulillah sudah banyak prestasi yang kami raih,” ujar Kepala Sekolah SMK Ma’arif 1 Wates, H Rahmat Raharja, S.Pd, M.PdI, kepada BANGKIT beberapa waktu lalu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berdiri sejak tahun 1985, SMK Ma’arif 1 Wates telah mengukir berbagai prestasi, baik akademik maupun non-akademik, yang membanggakan. Tercatat selama 3 tahun terakhir, SMK Ma’arif 1 Wates selalu meluluskan seluruh siswa dalam UN dengan persentase kelulusan 100 %.

Sekolah yang memiliki moto “Terbesar dan Terbaik” ini menjadi nominasi Sekolah Standar Nasional (SSN) pertama bagi sekolah swasta di Kulonprogo pada tahun 2005. SMK Ma’arif 1 Wates juga tak pernah absen menjadi juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi DIY sejak tahun 2003.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Keterbatasan dan keprihatinan itulah yang memacu sekolah ini untuk menjadi lebih besar, dan sekarang ya seperti anda lihat. Alhamdulillah kami sudah bisa mandiri dan memiliki gedung yang representatif dan sederet prestasi yang membanggakan,” lanjut Rahmat.

Pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua PCNU Kulonprogo ini menambahkan, SMK Ma’arif 1 Wates di awal berdirinya masih menumpang di SMA Ma’arif untuk proses belajar mengajar. Baru pada tahun 2000, SMK ini mampu mandiri dan berkembang pesat hingga sekarang.

Gedung megah berlantai tiga dengan berbagai fasilitas penunjang belajar sudah tersedia lengkap di sekolah ini. SMK Ma’arif 1 Wates memiliki lima jurusan, teknik otomotif, teknik sepeda motor, teknik audio video, teknik instalasi tenaga listrik, dan teknik komputer jaringan, yang kesemuanya diminati oleh siswa pendaftar dan dibuktikan dengan jumlah murid baru tahun 2012 sebanyak 396 anak.

Bahkan rata-rata setiap tahun ajaran baru, SMK Ma’arif 1 Wates ini dengan berat hati harus menolak pendaftar akibat sudah melebihi kuota kelas yang dimiliki. Tingginya animo pendaftar yang ingin menyekolahkan putra-putrinya di sekolah ini masih tidak sebanding dengan kapasitas kursi yang dimiliki sekolah.

Promosi Sepanjang Masa

Rahasia dari kesuksesan SMK Ma’arif 1 Wates ini adalah keberadaan program promosi sepanjang masa yang terus-menerus dilakukan, tidak hanya saat tahun ajaran baru. Selain itu sistem manajerial sekolah yang baik dan profesional membuat sekolah ini terus berkembang pesat.

“Saya selalu selalu berusaha agar sekolah ini menjadi yang pertama, tentunya dalam hal prestasi, karenanya kami menerapkan pola disiplin ketat. Selain itu, kesungguhan mengelola sekolah ini juga menjadi kuncinya. Hal tersebut selalu kami tanamkan kepada setiap guru dan karyawan,” tambah Rahmat.

SMK Ma’arif 1 Wates sekarang telah berdiri di atas tanah seluas 6500 meter persegi yang terlihat sangat jelas dari perlimaan Karangnongko dimana terdapat patung Nyi Ageng Serang. Fasilitas laboratorium praktek juga tersedia lengkap di sekolah ini sebagai penunjang belajar siswa.

“Kami juga menerapkan pendidikan sistem ganda atau praktik kerja industri, yaitu agar proses pendidikan yang kami terapkan match atau sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri. Metodenya dengan melibatkan secara langsung pihak industri dalam mendidik siswa,” tegasnya.

Kerjasama dengan institusi untuk menjaring tamatan SMK Ma’arif 1 Wates ini juga telah berjalan harmonis. Tak kurang 50 perusahaan skala nasional maupun internasional bekerjasama dengan pihak sekolah untuk merekrut alumni menjadi teknisi handal di tempat kerja masing-masing.

Di Kulonprogo, hampir setiap bengkel motor mempunyai teknisi yang merupakan alumni SMK Ma’arif 1 Wates, bahkan banyak teknisi PLN Wates yang berasal dari para tamatan sekolah ini. Namun tak sedikit pula yang menjadi PNS maupun memilih melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. 

Dalam rangka mendukung program kerja PCNU Kulonprogo maupun PWNU DIY, SMK Ma’arif 1 Wates selalu melibatkan diri, baik rutin maupun insidentil, karena memang bagian dari NU. Pengurus PCNU maupun PWNU terkadang juga dilibatkan dalam pembelajaran Islam intensif dan kegiatan lainnya. (Rokhim Bangkit dan Rois)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa

Pada suatu waktu di bulan Ramadhan, Sayyidina Umar bin Khattab tak tahan untuk tidak mencium istrinya. Sesaat Umar ingat bahwa ini bulan Ramadan, maka hebohlah Umar dan bergegas menemui Nabi SAW dan melaporkan kepada Nabi, "Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium istriku padahal sedang berpuasa".

Rasulullah kalem menanggapi Umar, beliau SAW balik bertanya, "Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?" Umar menjawab, "Seperti itu tidak mengapa." Kemudian Rasulullah bersabda, "Lalu apa masalahnya?" (HR Ahmad)

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa

Saya terpesona membaca riwayat ini. Rasulullah menjawab dengan sekaligus mengajarkan logika. Mencium dianalogikan dengan kumur-kumur. Artinya, tidak sampai meminum air kan? Mencium tidak sama dengan menggauli isteri. Nabi bisa saja menjawab dengan mengatakan, "Tidak apa-apa" secara tegas. Tapi tidak! Kakek Hasan dan Husain ini memilih memberi jawaban dengan logika.

Kelak madzhab Umar yang sering bertumpu pada rayu (pertimbangan akal, red) mempengaruhi pandangan para ulama di Kufah (Iraq), termasuk Imam Abu Hanifah. Jadi, menggunakan rayu bukanlah sesuatu yang tercela. Bahkan Rasul sendiri yang mengajarkannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedudukan Umar di sisi Rasul memang istimewa. Dalam riwayat Bukhari-Muslim diceritakan mimpi Rasulullah sebagai berikut: "Ketika tidur, aku bermimpi bahwasanya aku diberi segelas susu. Setelah itu, aku pun langsung meminum sebagian susu tersebut, hingga aku merasakan kesegaran sampai ke ujung kuku. Kemudian aku berikan sisa susu tersebut kepada Umar bin Khattab." Para sahabat bertanya, "Ya Rasul, apa arti mimpi tersebut?" Rasulullah menjawab, "Ilmu".

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

?Nadirsyah Hosen?, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Nahdlatul, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 07 Januari 2018

Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Persoalan Papua yang pertama dan utama adalah persoalan politik. Adapun permasalahan-permasalahan lain seperti ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya itu hanya bersifat sekunder. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan Papua maka harus menggunakan pendekatan politik yang tepat.

Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur, Pembangun Kepercayaan Masyarakat Papua

Demikian disampaikan Menteri Negara Percepatan Kawasan Timur Indonesia era Presiden Megawati, Manuel Kaisiepo, saat diskusi dengan tema Gus Dur, Papua, dan Paradigma Pembangunan di Jakarta, Rabu (26/7).

Ia menjelaskan, persoalan politik Papua tersebut setidaknya disebabkan dua hal. Pertama, Integrasi Papua ke wilayah Indonesia baru terjadi pada tahun 1963. Maka dari itu, ada semacam pikiran bahwa Papua tidak mengalami perjuangan bersama dengan masyarakat Indonesia lainnya. 

Kedua, kekerasan yang terjadi pada masa Orde Baru. Manuel menyebutkan, pada zaman Orde Baru Papua diperlakukan sebagai daerah militer. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kekerasan militer yang luar biasa. Itu yang terjadi. Itu membawa penderitaan, kekecewaan yang ikut dalam alam pikiran masyarakat Papua,” urainya.

Selain itu, pembangunan yang di bumi Cendrawasih itu dinilai sangat eksploitatif terhadap alam Papua. Oleh sebab itu, berbagai perlakuan dan kekerasan yang terjadi selama masa Orde Baru membuat masyarakat Papua tidak percaya dengan pemerintah yang ada.  

Lebih jauh, Manuel mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menjadikan KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid sebagai Presiden Indonesia. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hal itu disebabkan karena Gus Dur lah yang telah membangun kepercayaan masyarakat Papua dengan kebijakan yang dikeluarkan dan pendekatan yang dilakukan Gus Dur kepada masyarakat Papua. 

Menurut dia, hal pertama yang mesti dibangun adalah kepercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah. Karena itu tidak dilakukan, maka apapun pembangunannya akan sia-sia. 

“Yang harus dibangun pertama-tama adalah rasa percaya. Dan tokoh dibalik trust building adalah Abdurrahman Wahid. Beliau memiliki pendekatan dengan semua orang Papua di luar jalur formal. Beliau punya nomer-nomer hp-nya,” ungkapnya.

Diantara hal yang dilakukan Gus Dur untuk membangun kepercayaan masyarakat Papua, lanjut Manuel, adalah mengganti nama Irian dengan Papua, ikut merayakan Natal di Papua, dan mengakomodir kepentingan rakyat Papua. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kyai, Habib, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 16 Desember 2017

Hukum Puasa Hari Jumat

Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, Islam juga menganjurkan puasa sunah bagi umatnya. Berbeda dengan puasa wajib, puasa sunah ada yang ditentukan waktunya dan ada pula yang boleh dilakukan kapanpun selama tidak dilakukan di hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, hari Tasyriq, dan lain-lain.

Bagaimana dengan hari Jumat? Apakah boleh mengerjakan puasa pada hari tersebut atau tidak? Pasalnya, selain Idul Fitri dan Idul Adha, Allah SWT juga menjadikan hari Jumat sebagai hari spesial bagi umat Islam. Dalam hadits riwayat Ibnu Abbas dijelaskan, Rasulullah SAW berkata, “Ini (Jumat) adalah hari Id yang dijadikan Allah SWT untuk kaum Muslimin,” (HR Al-Thabarani).

Hukum Puasa Hari Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Puasa Hari Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Puasa Hari Jumat

Sebab itu, menurut sebagian ulama, puasa hari Jumat dimakruhkan karena hari tersebut dianggap sebagai hari raya. Kemakruhan puasa di hari Jumat ini berlaku bila sebelum atau sesudahnya tidak puasa. Pendapat ini merujuk pada hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Artinya, “Janganlah kalian puasa hari Jumat melainkan puasa sebelum atau sesudahnya,” (HR Al-Bukhari).

Sebetulnya ulama masih berbeda pendapat terkait kemakruhan puasa hari Jumat. Perbedaan ulama ini dijelaskan oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Nurul Lum’ah fi Khashaishil Jum’ah. Dalam kitab ini, Imam An-Nawawi, sebagaimana dikutip As-Suyuthi, menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pendapat yang paling shahih menurut madzhab kami dan ini termasuk pendapat jumhur ulama bahwa puasa hari Jumat makruh kalau tidak puasa sebelum dan sesudahnya. Sebagian pendapat mengatakan tidak makruh kecuali bagi orang yang terhalang ibadahnya lantaran puasa dan tubuhnya lemah.”

Berdasarkan pendapat di atas, jumhur ulama mengatakan makruh puasa hari Jumat bila tidak dibarengi puasa hari Kamis atau hari Sabtu. Ada juga pendapat yang mengatakan puasa tidak makruh kecuali bagi orang yang fisiknya lemah dan dikhawatirkan puasa membuatnya malas ibadah.

Selain perbedaan dalil, perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait hukum puasa hari Jumat disebabkan oleh perbedaan mereka dalam memahami larangan puasa hari Jumat.

Ada yang mengatakan puasa dimakruhkan pada hari itu karena hari raya; ada pula yang mengatakan puasa dimakruhkan karena hari Jum’at dianjurkan memperbanyak ibadah. Ini disamakan dengan wukuf di Arafah; ada juga yang mengatakan puasa dimakruhkan karena untuk berbeda dengan kaum Yahudi. Orang Yahudi puasa pada hari raya mereka, sementara umat Islam dianjurkan untuk tidak puasa pada hari raya. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Nahdlatul, Anti Hoax Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 12 Desember 2017

Mengamati Gerhana dari Lembang

“Rrrrrrrr. Rrrrrrrr. Rrrrrrr.” Jum’at (26/4) dini hari, bunyi Suara HP memecah tidur nyenyak. Sedikit Kaget. Karena alarm di HP diatur untuk bangun dengan tujuan menghantar tetangga yang akan berangkat Umroh. Setelah dilihat ternyata panggilan dari KH Ghazalie, Ketua Lajnah Falakiyah PBNU. Wah, pasti ini masalah gerhana bulan sebagian (GBS) yang juga terjadi hari ini. Segera HP saya angkat.

“Assalamu alaikum.” “Waalaikum salam,” jawab saya. “Bagaimana Gerhana di sana (Lembang), apakah bisa diamati? Di sini (Bintaro) mendung. Padahal beberapa menit lagi puncaknya,” tanya dan informasi beliau.

Sambil berjalan untuk keluar rumah dan tanpa banyak berpikir panjang saya juga menjawab: "Mendung, Kyai". Jawaban tersebut didasarkan pada keadaan langit yang mendung, bahkan hujan sebelum tidur lebih awal dari biasanya. Bahkan beberapa hari belakangan langit siang dan malam sering dianggap kurang bersahabat dengan pekerjaan yang tengah saya lakukan, yaitu membangun observatorium kecil (mungkin nanti sy sebut imah no-ong).

Meskipun jika dipikir lebih lanjut, hujan dan mendung tersebut memberi waktu lebih bagi saya untuk mempersiapkan lebih matang model dan juga dana dalam membangun imah no-ong tsb.? Imah No-ong merupakan sebuah prototipe small (rencananya robotik) observatory yang saya rancang untuk keperluan pengamatan hilal, pendidikan(short Course)? Ilmu falak serta Eduwisata? berbasis kampung.

Mengamati Gerhana dari Lembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengamati Gerhana dari Lembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengamati Gerhana dari Lembang

Sehingga kelak pengamatan hilal dapat dilakukan dengan lebih akurat dan tentunya murah dan mudah. Bahasa iklannya: Ngimpiii. Meski observatorium belum jadi, lusa (Aabtu-Ahad) kegiatan short course Ilmu Falak Praktis bagi tim rukyat LDII dan Pengenalan Teleskop bagi Jurusan Pendidikan Fisika Universita Jember mulai berjalan.

Setelah membuka pintu dan keluar untuk melihat langit ternyata awan terlihat cukup tebal. Lah, kok awan tebal bisa saya lihat? Pasti ada sumber cahaya yang cukup terang yang mengakibatkan awan terlihat. Dan ternyata benar, Bulan sekalipun terhalangi oleh awan tipis dapat saya lihat dengan baik dan terlihat sisi utara bulan terlihat lebih gelap. Segera saya informasikan ke Kiai Ghazalie. “Gerhananya terlihat Kyai,” kata saya. “Direkam tidak? Bapak khan punya alat-alat canggih untuk merekamnya?”

Waduh, bingung juga. Keinginan utk merekam tentu saja ada, namun karena cuaca dan juga waktu yang sudah mendekati waktu berangkat untuk menghantar tetangga untuk umroh membuat bimbang. Kalau tidak saya abadikan saya tidak punya bukti otentik akan Gerhana Bulan Sebagian yang terjadi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Akhirnya saya putuskan untuk memotret dengan kamera digital poket dan teleskop kecil yang biasa utk rukyat seperti yang dimiliki NUMO.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setelah membangunkan Mas Fahri Ahmad, seorang hafidz dari tebuireng dan mahasiswa pasca Unisba yang senang dengan Astronomi dan sering membantu dalam kegiatan pengamatan. Saya memilih eyepieces 20mm FoV72mm dan Smart Goto Mounting dari ioptron (www.ioptron-indonesia.com) untuk melengkapi teleskop yang akan saya gunakan.

Tujuan pengamatan kali ini adalah mengabadikan GBS sebagai bukti otentik penampakan GBS dimana hanya sedikit dari permukaan bulan yang memasuki umbra Bumi.? Meski berdasar pengalaman dalam mengabadikan Gerhana Penumbra, secara pribadi meyakini GBS dapat diamati dan diabadikan dengan mudah. BS kali ini memang sedikit krusial bagi Lajnah Falakiyyah NU, khususnya bagi KH. Ghozalie selaku Nahkoda LFNU. Hal ini saya yakini karena sejak dua hari sebelumnya Beliau mengkonfirmasi mengenai berbagai hal berkaitan dengan GBS, khususnya mengenai informasi GBS yang dimuat di kalender PBNU yang menyatakan tidak disunnahkan melakukan sholat Gerhana. Meskipun informasi berkenaan dengan kesunnahan shalat gerhana tersebut kemudian sedikit diralat.

Dalam menghadapi gerhana, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan sholat sunnah, takbir dan shodaqoh. Meski demikian ada sedikit perbedaan dalam memandang gerhana tersebut. Apakah kesunnahan tersebut karena terjadinya gerhana, karena melihat gerhana atau karena kemungkinan melihat gerhana.

Sebagian besar ahli falak di lingkungan Nadhliyyin meyakini tidak ada kesunnahan melaksanakan sholat gerhana ketika Gerhana Bulan Penumbra karena perubahan wajah bulan dalam fase purnama dan gerhana penumbra tidak dapat dikenali dengan mudah dengan mata telanjang. Berbeda dengan GBS. Namun jika GBS hanya sedikit seperti tadi malam bagaimana?.

Dari pengamatan secara visual, terlebih dengan detektor digital terlihat dengan baik adanya GBS, sekalipun kecil. Sehingga kelak, jika terjadi gerhana bulan sebagian lagi dapat diupayakan untuk melaksanakan sholat gerhana secara berjamaah.

Karena harus segera berkumpul untuk menghantar calon jamaah Umroh terpaksa meninggalkan teleskop yang sedang mengamati Gerhana. Setelah memberi short course mengoperasikan teleskop dan memotret, pengamatan dilanjutkan seorang diri oleh Mas Fahri dengan modus video. Dari rekaman tersebut dapat dilihat perubahan gradual secara berlahan wajah bulan menuju Purnama diiringi dengan kokok ayam dan suara binatang malam. Video rekaman sedang dalam proses untuk diunggah di youtube.

Labbaik ya Allah, semoga di malam Gerhana Bulan ini Engkau berkenan mengabulkan doa hambaMu ini.? Terimalah Ibadah Umroh tetatngga saya dan semoga Engkau memberi kesempatan bagi hamba dan Keluarga untuk turut menunaikan Umroh dan Haji ke rumahMu. ? Labbaik ya Allah.

?

Hendro Setyanto (Pengurus Lajnah Falakiyah PBNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian Islam, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 28 November 2017

FC Darut Tauhid unggul Tipis 1-0 atas FC An-Nawawi

Purworejo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Di hari pertama pembukaan Liga Santri Nusantara (LSN) Region 2 Kedu, FC Darut Tauhid dari Kemiri unggul tipis atas tim satu kabupaten, FC An-Nawawi dari Gebang, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu(20/9).

FC Darut Tauhid unggul Tipis 1-0 atas FC An-Nawawi (Sumber Gambar : Nu Online)
FC Darut Tauhid unggul Tipis 1-0 atas FC An-Nawawi (Sumber Gambar : Nu Online)

FC Darut Tauhid unggul Tipis 1-0 atas FC An-Nawawi

Pertandingan yang digelar di Lapangan GOR WR Soepratman tersebut berjalan dengan cukup alot. Di awal-awal laga, terjadi jual-beli serangan, sebelum kemudian FC An-Nawawi lebih mendominasi permainan.

Namun sayang, serangan yang dibangun selalu digagalkan pertahanan FC Darut Tauhid. Puncaknya, serangan balik mengubah kedudukan. Jala kiper FC An-Nawawi bobol oleh lesatan tembakan kaki Adi Muhammad Latif.

Di babak kedua, lagi-lagi FC An-Nawawi mencoba mengejar ketertinggalan. Sang pelatih mencoba bermain menyerang. Beberapa peluang emas tercipta, namun sayang tak ada yang berhasil dikonversi menjadi gol.

FC Darut Tauhid yang bermain bertahan pun mencoba menambah skor lewat serangan balik yang cepat. Namun berhasil dihalau oleh pemain belakang FC An-Nawawi. Sampai peluit akhir babak kedua dibunyikan, FC Darut Tauhid unggul tipis 1-0 atas FC An-Nawawi. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan hasil ini, FC Darut Tauhid berhasil melaju ke babak selanjutnya. Mereka akan ditantang FC Sandola dari PP Al-Iman pada Kamis (22/9) sore. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Mari kita pertahankan kemenangan ini sampai ke final," ungkap official FC Darut Tauhid, diiringi tos kompak dari anggota tim. (Ahmad Naufa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 24 November 2017

MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri

Rembang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Melalui Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang mengingatkan kader pelajar NU untuk senantiasa membentengi diri. Hal disampaikan dalam rapat kerja (raker) Ancab IPNU-IPPNU Kecamatan Kaliori pada hari Rabu (9/3) di Ranting Desa Punjolharjo Kecamatan Kaliori Rembang Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, H Ali Armani menyampaikan kader pelajar NU yang mengenyam pendidikan di luar sekolah yang bernaung di bawah LP Maarif NU jangan melupakan untuk berproses di organisasi yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini. Ia menerangkan, jika paham radikal masih mulai menyusup di kalangan pelajar.

MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Kaliori Himbau Kader Kader NU Bentengi Diri

"Saya menghimbau agar pelajar Kader NU mewaspadai paham radikal yang mulai menyusup di kalangan masyarakat dan tak mengenal usia untuk direkrut sebagai anggota,” katanya.

Ia juga menekankan jika pengalaman berorganisasi di IPNU-IPPNU dapat dijadikan untuk mencari ilmu dan memberikan amal sebagaimana syair mars IPNU-IPPNU. Selain itu, pengalaman di organisasi NU dapat dijadikan bekal untuk menjadi pemimpin mulai dari tingkat pemerintahan desa hingga yang paling atas sekalipun.

"Saya berharap teruslah berproses di IPNU, ambillah pengalaman dari IPNU atau organisasi di NU yang ada di bawah naungan NU, sehingga dapat mengambil pengalaman dan membentengi diri dan NU. (Ahmad Asmui/Mukafi Niam)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Hukum Berburu dan Memakan Hewan yang Dilindungi

Assalamu’alaikum wr. Wb. Ustadz, saya mau tanya, beberapa hewan langka dilindungi oleh Pemerintah, seperti rusa. (1) Bolehkan kita diam-diam memburu hewan yang dilindungi tersebut untuk dimakan? Tentunya dalam hal ini hewan yang secara zat halal, bukan seperti babi yang sduah jelas haram. (2) Kemudian bagaimana bila kita diberi semur rusa oleh tetangga yang kita tidak tahu asal usul rusa tersebut halalkah dimakan? Terimakasih. (Ega Prasetya Noor)

?

Wa’alaikum salam wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Perburuan binatang yang dilindungi negara sudah di atur. Di antaranya dalam Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Hal yang harus dipahami terlebih dahulu adalah bahwa memburu dan memakannya merupakan dua hal yang berbeda. Jika kedua hal ini berbeda maka memiliki konsekwensi hukum yang berbeda pula.

Hukum Berburu dan Memakan Hewan yang Dilindungi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berburu dan Memakan Hewan yang Dilindungi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berburu dan Memakan Hewan yang Dilindungi

Hewan termasuk makhluk hidup yang juga memiliki hak hidup dan harus dilindungi. Bahkan ? Apalagi hewan yang hampir mengalami kepunahan. Dalam ayat-ayat yang terkait dengan soal hewan Allah swt mengajak kepada manusia untuk merenungkan keindahan dan keagungan ciptaan-Nya. Dan pada saat bersamaam Allah swt juga mengajak mereka untuk mengkaji dan mengambil pelajaran dari pelbagai macam perilaku binatang, seperti firman-Nya berikut ini:?

? ? ? ? ? ?.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan” (Q.S. Al-Ghasyiyah [88]: 17)

Pada prinsipnya melindungi hewan yang hampir punah itu untuk menjaga kestabilan dan keseimbangan ekosistem. Artinya jika kita memburunya maka kita sedang terlibat dalam perusakan terhadap keseimbangan ekosistem. Sedangkan perusakan tersebut jelas dilarang. Di dalam al-Quran Allah swt berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan kepadamu (kebahagian) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan (di muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (Q.S. al-Qashashash [28]: 77)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Larangan untuk melakukan kerusakan di muka bumi sebagaimana terdapat dalam ayat ini juga mencakup larangan untuk merusak keseimbangan ekosistem. Dari sini saja dapat dipahami bahwa memburu hewan yang dilindungi adalah tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan tujuan yang disyariatkan, yaitu merusak keseimbangan ekositem. Misalnya memburu kijang yang dilindungi karena hampir mengalami kepunahan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Adapun sesuatu yang bernyawa (hewan) maka wajib melindunginya apabila hendak dipunahkan sepankang ia tidak khawatir atas dirinya karena kemulian ruh, sehingga jika ada seseorang melihat orang lain memunahkan hewannya sendiri dengan cara yang diharamkan maka wajib baginya untuk mencegahnya” (Muhammad al-Khatib asy-Syarbini, Mugni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr, juz, 4, h. 195)

Namun bagaimana dengan memakan hewan yang dihalal namun dilindungi? Apakah larangan memburu itu juga mengandung larangan untuk mengkonsumsinya? Ternyata soal mengkonsuminya merupakan pengecualian. Sehingga memunahkan hewan yang halal dan lindungi tidak diperbolehkan kecuali untuk dikonsumsi. Hal sebagaimana yang kami pahami pernyataan dalam kitab Mughni al-Muhtaj sebagai berikut ini;

? ? ? - ? ? ? ? ? ? ?

“Dan haram memunahkan hewan yang dimuliakan karena adanya larangan untuk menyembelih hewan kecuali untuk dikonsumsi” (Muhammad al-Khatib asy-Syarbini, Mugni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfazh al-Minhaj, Bairut-Dar al-Fikr, juz, 4, h. 227)

Sedang mengenai pertanyaan kedua hemat kami tidak perlu dijawab. Sebab, soal ketidaktahuan itu tidak memiliki konsekwensi hukum apa-apa. Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Dan saran kami, sebaiknya kita jangan melakukan perburuan hewan yang dilindungi meskipun dengan tujuan untuk dikonsumsi. Sebab, perburuan tersebut dalam merusak keseimbangan ekosistem.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb

?

(Mahbub Ma’afi Ramdlan)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Khutbah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 22 November 2017

Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren

Oleh Ahmad Yahya

Ketika kita berbicara tentang pondok pesantren, maka tidak terlepas dari sosok santri, dasar terpenting untuk mendukung kegiatan santri di pondok pesantren adalah jaminan dan perlindungan kesehatan bagi santri maupun unsur-unsur yang terlibat didalamnya. Di pondok pesantrenlah lahir pejuang-pejuang Islam, di pondoklah Al-Quran di hapal, di pondoklah hadits Nabi Muhammad SAW dijelaskan dan di pondoklah tertanam tauhid dan manisnya iman.

Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Meletakkan Pondasi Kesehatan di Pesantren

Setiap jiwa menghendaki kesehatnnya terjamin, kesehatan merupakan pintu gerbang menuju kebahagiaan. Tanpa tubuh yang sehat akan sulit bagi kita untuk produktif dan menikmati berbagai hal dalam kehidupan. Hampir setiap orang mengerti dan memahami akan pentingnya kesehatan. Akan tetapi tidak sedikit pula yang belum menyadari dan berusaha untuk menjaga aset terpenting tersebut. Ketika tubuh sudah lemah dan tak berdaya karena sakit, kita hanya mampu menyesali dan baru menghargai kesehatan.

Kesehatan menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial ? yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem tubuh, fungsi serta prosesnya.?

Kesehatan sangat penting untuk semua orang terutama remaja. Masa remaja merupakan periode transisi dari anak-anak menjadi dewasa, mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan untuk menjadi generasi yang sehat jasmani, rohani dan mental spiritual.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masa remaja juga merupakan masa menuntut ilmu, dimana mereka tidak hanya menuntut ilmu di sekolah pemerintah, tetapi juga mereka ada yang memilih untuk menuntut ilmu di lingkungan pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan tempat untuk mendidik santri menjadi orang yang bertaqwa, berakhlak mulia serta memiliki kecerdasan yang tinggi.

Santri-santri yang berada di pondok pesantren merupakan anak didik yang pada dasarnya sama saja dengan anak didik di sekolah-sekolah umum yang harus berkembang dan merupakan sumber daya yang menjadi generasi penerus pembangunan yang perlu mendapat perhatian khusus terutama kesehatan dan pertumbuhannya.?

Sisi lain kultur dari pondok pesantren yang sering diabaikan adalah kesehatan santri, biasanya masih banyak pesantren yang melestarikan kultur tradisional di mana santri di pesantren dituntut untuk berperilaku sesuai life-style tradisional demi melestarikan kultur. Dan adapula yang sudah memiliki infrastruktur modern, tetapi yang menerapkan life-style modern ini belum banyak jumlahnya.?

Permasalahan kesehatan yang dihadapi santri-santri tidak berbeda dengan permasalahan yang dihadapi anak sekolah umum, bahkan bagi santri yang mondok akan bertambah lagi dengan masalah kesehatan lingkungan yang ada di pondok pesantren yang mereka tempati.

Permasalahan konkrit kesehatan secara umum yang terjadi dipondok pesantren antara lain berkaitan dengan kesehatan lingkungan, misal ; sampah yang berserakan di lingkungan pesantren, lantai pesantren jarang dipel, air limbah tidak mengalir kedalam got ? sehingga menjadi sarang nyamuk, bak mandi jarang di kuras saluran air mandi tersumbat oleh sampah, kasur tidak dijemur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berkaitan dengan masalah tingkah laku ; piring tidak segera dicuci sebelum dan sesudah makan, sisa makanan yg berserakan di pesantren, pakaian yang sudah digunakan bergantungan di dalam asrama, santri tidur dilantai, tanpa selimut dan alas tidur, ember sabun, sepatu dan sandal diletakkan sembarangan di dalam asrama, bantal sering dipakai bersama-sama, menghidangkan makanan tidak ditutup, sesudah BAB tidak cuci tangan dengan sabun dan WC tidak disiram sampai bersih, pakaian basah dijemur di dalam asrama.

Berkaitan dengan masalah Gizi; mie dijadikan makanan pokok, menu makanan kurang bervariasi, santri tidak sarapan pagi, mengambil porsi makanan yang tidak sesuai. Berkaitan dengan masalah sarana dan prasarana; ruang asrama tidak sesuai dengan jumlah penghuni, kurangnya obat-obat ringan dan P3K, kurangnya tempat menjemur pakaian.

Kemudian muncullah beberapa penyakit yang sering muncul di pondok pesantren, seperti ; gatal dan scabies [gudiken], sesak napas, demam, pingsan, batuk pilek, maag, nyeri ringan, nyeri kolik, dan lain sebagainya.?

Pondasi kesehatan untuk santri

Kenyataan dan perilaku yang kurang terpuji tersebut ? harus dirubah ke arah perilaku yang lebih baik dan higienis, karena pangkal kesehatan dimulai dari perilaku kita sendiri. Pertanyaannya adalah kapan lagi? Ya hari ini dan mulai sekarang. ? ?

Beberapa solusi untuk meletakkan pondasi kesehatan di pondok pesantren adalah pertama, pembentukan dan Pelatihan tim UKS (Unit Kesehatan Santri). Kedua, penyuluhan kesehatan secara berkala. Ketiga, mengadakan pelatihan kader kesehatan kepada santri. Keempat, membuat pos kesehatan pondok pesantren (Poskestren). Kelima, membuat kelompok diskusi reproduksi kesehatan (khusus santri putri). Keenam, menyidiakan obat yang cukup lengkap di Pondok pesantren. Ketujuh, bekerjasama dengan rumah sakit terdekat atau perguruan tinggi yang membidangi masalah kesehatan.?

Memahamkan akan pentingnya kesehatan di pondok pesantren adalah sesuatu hal yang sangat penting, karena kesehatan santri merupakan ujung tombak dari suksesnya para santri untuk meraih cita-citanya, serta meneruskan perjuangan ulama, kiai dan tegaknya agama Allah SWT. Wallahu a’lam.

Penulis adalah Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Sosial Masyarakat IMAN Institute, Alumni Pondok Pesantren Al Fattaah-Setinggil-Demak, Tinggal di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Hikmah, Habib, Sholawat Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 16 November 2017

Pilkada Serentak, Ansor Lampung: Netral Harga Mati

Waykanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Komandan Satuan Provost Barisan Ansor Serbaguna (Dansat Provost Banser) PW GP Ansor Lampung Sumarnu di Banjit, Waykanan, Sabtu (14/11) mengingatkan organisasi pemuda Nahldatul Ulama (NU) itu untuk tidak dibisniskan dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015 mendatang.

"Netral itu harga mati. Kalau kita lari ke politik, saya khawatir nanti Ansor yang memiliki badan semi otonom Banser akan dibisniskan oleh sejumlah pihak," kata Sumarno.

Pilkada Serentak, Ansor Lampung: Netral Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Serentak, Ansor Lampung: Netral Harga Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Serentak, Ansor Lampung: Netral Harga Mati

Warga Kampung Argo Mulyo Kecamatan Banjit itu menambahkan, netral dalam perhelatan Pilkada dimaksud merupakan prinsip. "Mendukung calon kepala daerah secara pribadi itu sah saja, tapi organisasi kita (Ansor) jangan pernah dikorbankan untuk urusan politik," ujar dia.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Adapun Pilkada di Kabupaten Waykanan diikuti dua pasangan calon, nomor urut 1, Bustami Zainudin dan Adinata (Adin Bustami) diusung PDI Perjuangan, Gerindra, PKB, Nasdem dan Golkar, serta nomor urut ? 2, Raden Adipati Surya dan Edward Anthony (Berani) diusung Demokrat, PAN, Hanura dan PKS.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Berkaitan dengan itu, PC GP Ansor Waykanan dalam sejumlah kesempatan menegaskan bukan sebagai organisasi politik dan tidak memihak kepada kontestan Pilkada.?

"Saya ucapkan selamat kepada Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor yang konsisten untuk netral terkait pelaksanaan Pilkada. Saya sebut ini sebagai upaya menjaga keutuhan keluarga karena pasti ada perbedaan pilihan calon pada kader Ansor," tandas Sumarnu. (Disisi SF/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, AlaNu Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 14 November 2017

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sejumlah alim ulama se-Surabaya mengadakan halaqoh membangun gerakan pesantren anti korupsi, Ahad (30/8). Kegiatan dipungkasi dengan deklarasi sebagai komitmen mereka mengawal perbaikan di negeri ini lewat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Dalam pandangan Wuryono Prakoso, Indonesia memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat luar biasa. Bahkan dalam pandangan devisi pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, banyak hal yang membuat Indonesia sebenarnya bisa lebih unggul dari negara manapun di dunia.?

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

"Tapi mengapa kita tertinggal? Tidak lain karena korupsi telah menggerogoti negeri ini," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Namun demikian, ada potensi besar yang dapat dioptimalkan untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali korupsi di negeri ini yakni dengan tersebarnya ribuan pesantren. "Ada sekitar 27 ribu pesantren di Indonesia," katanya. Kalau setiap pesantren memiliki 300 santri saja, maka akan tersedia 8 juta lebih elemen yang bisa digerakkan untuk tujuan pemberantasan korupsi tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pandangan lain disampaikan Laode M Syarif dari Partnership. Tahun 1961, Mohammad Hatta telah mengingatkan korupsi jangan sampai dibiarkan menjadi budaya di Indonesia. Karena itu sejumlah ikhtiar harus dilakukan agar kejahatan ini tidak merusak pembangunan dan capaian yang harus diraih bangsa.

"Kita masih memiliki harapan karena dalam pandangan masyarakat, ada beberapa elemen yang dipercaya masih bersih dari tidakan korupsi," kata salah seorang kandidat komisioner KPK ini. Secara rinci, ia menyebutkan masjid, gereja, pura, kantor pos, media dan lembaga swadaya masyarakat sebagai pihak yang bersih.?

Kondisi ini sangat berbalik dengan keberadaan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, kantor imigrasi, kantor pajak, dan partai politik yang sudah dianggap sebagai sarang tindakan korupsi.

Baginya, keberadaan pesantren masih dipercaya masyarakat untuk bisa melakukan perbaikan di negeri ini dari tindakan korupsi. "Karena itu, pesantren harus berani mempertanyakan sejumlah bantuan yang akan diterima dari berbagai kalangan," terangnya.

Narasumber lain yakni Kiai Maruf Khozin mengemukakan hasil keputusan pertemuan sejumlah kiai dan ulama di Yogyakarta serta Muktamar Ke-33 NU yang memberikan perhatian kepada tindakan korupsi. "Bahkan NU telah menyepakati, dalam kondisi negeri yang sedang genting, maka para koruptor dan pelaku pencucian uang layak mendapat hukuman mati," kata aktivis bahtsul masail ini.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama gerakan pesantren anti-korupsi. Tampak bergabung Ahmad Suaedy dari Gusdurian, sejumlah pengasuh pesantren serta alim ulama dari Sidoarjo dan Surabaya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Amalan, Kyai, Habib Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 04 November 2017

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi!

Jember, Rohis Tegal - Rohani Islam

Anak-anak adalah masa depan bangsa. Bagaimana gambaran masa depan Indonesia 30-an tahun ke depan, anak-anak saat ini adalah jawabannya. Karena itu, menanamkan kecintaan? mereka terhadap Al-Qur’an sesungguhnya merupakan bagian dari upaya menciptakan masa depan bangsa yang cerah.

Demikian disampaikan Buhari Ediyanto, Ketua Remaja Masjid (Remas) Al-Istiqomah, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Madrasah Ramadhan di Masjid Al-Istiqomah, kemarin (23/6).

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi! (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi! (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi!

Menurutnya, anak-anak harus diajari mencintai Al-Qur’an sejak dini. Caranya dengan mengajari mereka mengaji. Baik belajar di masjid, mushala, ataupun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).? “Jadi para orang tua harus selalu mendorong agar anaknya mau belajar mengaji. Jangan sampai orang tua kalah dengan pengaruh TV. Kalau waktunya ngaji, orang tua harus tegas kepada buah hatinya,” ujar Buhari.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Buhari menambahkan, bulan Ramadhan adalah merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat belajar mengaji di kalangan anak-anak. Selama ini, katanya, masyarakat cenderung membiarkan anak-anaknya vakum dari kegiatan mengaji dengan alasan kasihan karena waktu mereka banyak tersedot untuk kegiatan belajar di sekolah dan kegiatan di luar sekolah. Padahal, mengaji itu teramat penting.

“Kalau dulu, anak-anak sampai lulus SD masih ke langgar (belajar ngaji). Tapi sekarang, sulit rasanya,” jelas Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember itu.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Madarasah Ramadhan itu sendiri berlangsung satu hari, diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari TPQ Ar-Rahman, binaan Remas Al-Istiqomah dan masyarakat sekitarnya. Materi yang diberikan meliputi fadhilah Ramadhan, Nuzulul Qur’an dan game ketangkasan. Bagi peserta yang aktif dan berprestasi disediakan hadiah.

Selain Madrasah Ramadhan, Remas al-Istiqomah juga menyelenggarakan bagi-bagi takjil untuk dhu’afa dan musafir. Kegiatan ini dilaksanakan semingu tiga kali selama Ramadhan. Di samping itu, juga digelar acara Tabuh Sahur untuk membangunkan masyarakat dan jamaah masjid agar bersahur tepat waktu. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, AlaNu, Khutbah Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock