Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat? Gerakan Pemuda Ansor? Rizqon Halal Syah mengatakan struktur penduduk usia 30-40 tahun cukup signifikan di Indonesia. Kader GP Ansor yang berada di dalamnya diperkirakan 12 juta dengan asumsi 20 persen dari total warga NU.

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Menurut dia, Ansor adalah kelompok manusia berusia 30-40 yang berjumlah bombastis dan berpotensi besar saat ini. “Jumlah itu, bukanlah kecil dan menjadi kekuatan besar dalam bidang kemandirian ekonomi,” katanya pada pembukaan peluncuran buku karyanya berjudul “Ansor dan Tantangan Kebangsaan: Sebuah Refleksi Demografi Politik dari Sosial Capital menuju Human Capital” di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (29/10).

Jumlah itu menjadi hal yang signifikan karena saat ini Indonesia tengah menghadapi bonus demografi. Menurut dia, sekitar tahun 2030 usia produktif akan melimpah. Banyak negara yang sudah manfaatkan bonus demografi untuk menjadi kekuatan SDM ataupun ekonomi hebat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Keadaan itu, jika salah urus akan madarat, sebaliknya jika diurus dengan baik akan bermanfaat. “Negara dengan mendidik dan upaya mencerahkan, seperti Cina, negara akan makmur. Kalau tak diurus, hancur,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Soal buku karyanya, adalah pengamatan dari pengalamannya yang turut melakukan kaderisasi dari Aceh sampai Papua. “Ansor seperti bapaknya, NU, kekuatan modal sosial yang dahsyat. Perjalanan kami dalam kaderisasi adalah pengalaman menarik dalam aspek demografi,” terangnya. ?

Peluncuran buku dihadiri sejumlah tokoh antara lain, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf, Prof Dr Ahmad Mubarok? dari Mubarok Center, Prof. Dr Prijono Tjiptoherijanto (guru besar ekonomi UI), Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, mantan kepala umum staf TNI Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo, para akademisi, dan ratusan kader Ansor. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sholawat, Doa, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 31 Januari 2018

Perbedaan di Kalangan Aswaja adalah Keniscayaan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin mengungkapkan, perbedaan pandangan di kalangan pengikut faham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) adalah hal yang lumrah.



Perbedaan di Kalangan Aswaja adalah Keniscayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perbedaan di Kalangan Aswaja adalah Keniscayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perbedaan di Kalangan Aswaja adalah Keniscayaan

"Perbedaan di kalangan Ahlussunnah wal Jamaah adalah satu keniscayaan karena karakteristik ijtihad adalah adanya perbedaan," katanya dalam Halaqah Aswaja di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (1/2) malam.

Minggu, 28 Januari 2018

Meugang

Meugang dibaca megang. Istilah lainnya adalah memeugang. Tradisi  Aceh untuk menghormati datangnya hari-hari besar Islam. Tradisi membeli, mengolah, dan menyantap daging sapi dua hari sebelum datangnya bulan Ramadan (meugang puasa). 

Tradisi yang juga dilakukan pada dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri (meugang uroe raya puasa) dan dua hari menjelang Idul Adha (meugang uroe raya haji).

Meugang (Sumber Gambar : Nu Online)
Meugang (Sumber Gambar : Nu Online)

Meugang

Meugang yang dilakukan sebelum Ramadan adalah upaya untuk mensyukuri datangnya bulan yang penuh berkah. Meugang pada Idul Fitri adalah perayaan setelah sebulan penuh mensucikan diri di bulan Ramadan. Sedangkan meugang menjelang Idul Adha adalah bentuk terima kasih karena masyarakat Aceh dapat melaksanakan Hari Raya Qurban.

Tidak diketahui secara pasti sejak kapan tradisi ini berlangsung. Namun, menurut cerita masyarakat Aceh, tradisi meugang telah lama dilakukan secara turun temurun. Bahkan, karena kentalnya tradisi ini, para pendatang maupun warga non-muslim turut serta melaksanakan meugang. Tak jarang pula instansi-instansi pemerintah maupun swasta menyediakan daging sapi untuk keperluan meugang bagi karyawannya. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tradisi ini konon mampu menyedot perhatian masyarakat Aceh untuk tinggal di rumah, memasak, dan berkumpul bersama keluarga untuk menikmati berbagai hidangan dari daging sapi. Kantor-kantor pemerintahan, swasta, serta lembaga pendidikan biasanya akan sepi. Masyarakat Aceh percaya bahwa nafkah yang dicari selama sebelas bulan lamanya harus dinikmati selama bulan puasa sambil beribadah. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setelah daging sapi diperoleh, masyarakat biasanya mengolahnya menjadi berbagai menu masakan, seperti kari, semur, maupun rendang. Selain untuk disantap pada hari itu juga, daging sapi dapat diawetkan dengan cara dijemur dan ditaburi garam untuk dikonsumsi pada hari-hari berikutnya. 

Ada juga yang diolah menjadi daging cuka khas Aceh Besar, yaitu daging sapi yang dipotong berbentuk bonggol-bonggol besar lalu dimasak dengan bumbu yang dilengkapi cuka. Dengan menggunakan campuran cuka yang banyak, maka daging olahan ini dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Jika ingin disantap, bonggol daging tersebut dapat diiris-iris seperti dendeng untuk selanjutnya dimasak sesuai selera.

Momen paling bermakna dalam tradisi meugang adalah berkumpulnya keluarga untuk menikmati menu masakan secara bersama-sama. Untuk merayakan dan menghormati tradisi ini masyarakat Aceh yang merantau pun umumnya akan pulang kampung untuk turut menyantap masakan daging sapi pada hari meugang.

Tradisi ini juga dirayakan di daerah Melayu lainnya dengan sedikit perbedaan ritual walau pada dasarnya sama. Mereka mensyukuri datangnya bulan Ramadan yang penuh berkah dan hari raya umat Islam dengan memanjatkan doa-doa, bersedekah kepada sesama, dan saling bersilaturahim. 

Di Jawa, dengan mengambil ritual yang lebih rumit, tradisi ini bernama megengan. Istilah megengan berasal dari kata meng-ageng, yang berarti mengagungkan bulan suci Ramadan. Tradisi di akhir bulan Sya’ban ini biasanya didahului dengan ziarah kubur kepada keluarga yang telah meninggal dan diikuti dengan sedekah massal di masjid atau mushala dengan ciri khas kue apem dan pisang. (Sumber: Ensiklopedi Islam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 27 Januari 2018

Setan dan Hikmah Penciptaannya

Jarang sekali para filosof menggunjing tentang setan. Kecuali membicarakan “Good and Evil”, baik dan buruk. Keburukan mustahil dikaitkan dengan Tuhan, karena Tuhan adalah Dzat Yang Maha Sempurna dan Maha Segalanya secara absolut. Tidak ada gugatan atas hal tersebut. Tuhan ada sebelum adanya segala sesuatu itu ada.

Setan pada muasalnya adalah penghuni surga, kesombonganlah yang membuat ia terlempar. Namun, tidak bisa dipungkiri, bahwa setan adalah pelengkap dari kesempurnaan ciptaan Tuhan dan mengandung hikmah bagi kehidupan.

  

Setan dan Hikmah Penciptaannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Setan dan Hikmah Penciptaannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Setan dan Hikmah Penciptaannya

Memfilosofikan setan sama saja dengan membicarakan keburukan. Pendapat itu pasti yang akan keluar dari pikiran kita, setan identik dengan laku buruk, dan pemahaman tersebut sudah tidak bisa ditawar lagi, seperti halnya seseorang yang ingin melakukan aktivitas, mengaji atau apapun.

Sebelum menyebut nama Tuhannya Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ia lebih dulu meminta perlindungan dari godaan setan yang terkutuk. Artinya, keterkutukan setan sudah menjadi harga mati.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Karena itu, wajar saja jika setan menjadi bulan-bulanan manusia ketika manusia membuat kesalahan. Sampai-sampai ada anekdot, setan sakit hati selalu disalahkan, padahal setan belum melakukan aksi godaannya. Faktor itulah yang membuat setan mengadakan Rapat Kerja Nasional Setan dengan tema apakah perlu setan pensiun dini? Kinerjanya sudah tidak seperti dulu, manusia sudah mengambil alih sendiri tanpa harus ada godaan. 

Dalam Rapat Kerja Nasional Setan tersebut setan menggugat, sebaiknya kita sudahi saja menggoda manusia, seburuk-buruknya golongan setan tidak pernah membuat video porno, tidak pernah mengaku Tuhan, dan tidak pernah menTuhankan yang lain selain Allah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di pihak lain menyerukan, jangan pensiun, kita sudah membuat komitmen sampai akhir hayat menggoda manusia, jangan sampai kita menyesal nantinya. Kestabilan dunia tanpa setan tidak akan seimbang.

Ya, memang demikian, terlahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, dan kejaksaan, fungsinya untuk “menangkap setan”. Kalau setan pensiun, banyak sekali pengangguran, lembaga-lembaga hukum tersebut tidak lagi memiliki fungsi. 

Setan juga yang memacu diri kita menjadi kreatif dan bekerja sungguh-sungguh supaya menjadi lebih baik. Berdirinya lembaga-lembaga kemanusiaan, lembaga pendidikan, majlis ta’lim, dan sebagainya. Itu sebagai usaha kreatif manusia agar tidak terperdaya oleh bujuk rayu setan yang menipu.

Untuk melihat bahwa setan mengandung potensi hikmah dalam kehidupan manusia, sekadar anekdot: alkisah, pada bulan Ramadhan sebagai bulan suci, setan juga ingin bertaubat, dan ia datang menghadap Syekhul Azhar, untuk didoakan kepada Allah agar taubatnya diterima. Sepuluh hari pertama Ramadhan doa Sang Syekh belum dapat jawaban dari Allah. Demikian juga sepuluh kedua. 

Pada sepuluh ketiga Sang Syekh berpikir, bagaimana kalau taubat setan nanti diterima Allah, tentu tidak ada lagi kejahatan dipermukaan bumi ini, dan tentu tidak diperlukan lagi lembaga-lembaga pendidikan agama dan tempat-tempat peribadatan. 

Akhirnya pikir Sang Syekh, Al-Azhar akan ditutup dan bubar, dan saya kata Sang Syekh, tentu tidak punya jabatan dalam pekerjaan apa-apa lagi. Sekarang Sang Syekh yang datang menghadap setan dan berkata, “Kamu tidak perlu taubat dan teruskan saja pekerjaanmu menggoda manusia.” Sungguh benar, Tuhan menciptakan segala sesuatu tidak main-main, mesti ada hikmahnya, fa’tabiru ya ulul al-bab.

Dengan demikian, kontrol diri merupakan hal terpenting sebagai pengendali, sebab godaan akan datang dari berbagai penjuru. Setan adalah eksistensi lain dari ciptaan Tuhan yang selalu mendukung potensi buruk kita. Oleh karena itu, pada akhirnya kita lah yang menyetir kehidupan kita, keburukan mustahil datang dari Yang Maha Baik.

 

Bahkan semua ciptaan-Nya adalah baik. Baik dan buruk ada secara potensial pada diri manusia, tergantung bagaimana manusia dalam memandang kehidupan, apakah bersandar kepada Yang Maha Baik atau hanya menuruti hawa nafsu setan, apakah optimis atau pesimis, dan apakah positif atau negatif. Kita lah penentunya, kenali dirimu sendiri. Lakukanlah perjalanan ke dalam diri, sebelum kita “mengkambinghitamkan” setan.

Aswab Mahasin, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 24 Januari 2018

Masuki Tahun Ke-3, Peringatan Hari Santri di Pacitan akan Digelar Lebih Meriah

Pacitan, Rohis Tegal - Rohani Islam - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober yang tahun ini memasuki tahun ke-3 sepertinya akan digelar lebih meriah lagi. Di Pacitan, sejumlah kegiatan tengah dipersiapkan, yaitu Kirab Resolusi Jihad, lomba-lomba, upacara hari santri, hingga pameran kreatifitas santri.

Peringatan Hari Santri yang tahun  ini mengangkat tema Santri Mandiri, NKRI Hebat diharapkan dapat lebih menggelorakan kebesaran nama santri di tengah masyarakat. Peringatan HSN harus diperingati dengan gegap gempita.

Masuki Tahun Ke-3, Peringatan Hari Santri di Pacitan akan Digelar Lebih Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Masuki Tahun Ke-3, Peringatan Hari Santri di Pacitan akan Digelar Lebih Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Masuki Tahun Ke-3, Peringatan Hari Santri di Pacitan akan Digelar Lebih Meriah

"Karena 22 Oktober adalah hari raya kita. Hari rayanya para santri. Maka harus kita peringati lebih meriah lagi," tutur Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok KH Luqman Harits Dimyathi dalam rapat persiapan menyambut HSN yang digelar di Pesantren Al-Fattah Kikil, Pacitan, Ahad (24/9) pagi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Santri, menurutnya, memiliki arti yang sangat luas. Setiap orang yang ikut mengurusi Nahdlatul Ulama, itu disebut Santri. "Santri itu ya tidak hanya yang mondok di pesantren saja, lebih spesifik lagi santri itu yang ikut ngopini (mengurusi) Nahdlatul Ulama, ya itulah santri," ungkap pengasuh pesantren Tremas Itu.

Terkait kegiatan, Ketua Hari Santri Pacitan Gus Muadz Harits Dimyathi menyatakan konsep kegiatan HSN sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kegiatan tahun lalu." Tapi tahun ini, peringatan hari Santri akan kita gelar semeriah mungkin dengan melibatkan seluruh santri, pesantren, dan warga NU," ungkapnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakannya, bila tahun lalu seluruh kegiatan hanya dipusatkan di satu tempat, alun-alun Pacitan. Tetapi untuk tahun ini gaung kegiatan Hari Santri akan semakin besar dengan digelarnya beberapa kegiatan di setiap kecamatan.

"Untuk tahun ini ada penambahan kegiatan, sebagai gong dari kegiatan hari santri di Pacitan. Nanti ada juga lomba-lomba yang diikuti oleh seluruh santri madin se-Pacitan, pagelaran seni Wayang Beber, dan diskusi Budaya," jelasnya.

Sementara itu, pengasuh Pesantren Al-Fattah Kikil KH Burhanudin HB mengaku bangga melihat semangat para santri yang akan mengayahi beberapa kegiatan ini. "Saya senang melihat yang muda sudah mulai peduli terhadap apa yang sudah ada di pesantren masing-masing," tuturnya.

Kiai Burhan berpesan, agar pondok selalu mengikuti dan berpacu dengan perubahan zaman. "Pondok pesantren jangan sampai ketinggalan sepur (kereta). Sebab saat ini pondok sudah jadi pilihan, bukan lagi alternatif," katanya.

Sejumlah kegiatan hari Santri Nasional di Pacitan rencananya akan dihelat mulai tanggal 19 Oktober. Panitia pun mulai melakukan sosialisasi kegiatan kepada Pondok pesantren, madrasah diniyah, dan warga NU Pacitan. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Aswaja Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 21 Januari 2018

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Riyadh, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dikenal sebagai seorang moderat yang memahami tuntutan ulama konservatif, suku yang berkuasa dan populasi muda yang terus meningkat, Raja Salman bin Abdul Aziz akan melanjutkan reformasi sosial dan ekonomi yang dimulai Raja Abdullah, yang mangkat pada Jumat dini hari.

"Menurut saya dia bisa dengan baik menjaga keseimbangan rumit yang harus dia lakukan untuk menggerakkan masyarakat ke depan dengan tetap menghargai tradidi dan cara konservatif," kata Robert Jordan, yang menjadi duta besar Amerika Serikat di Riyadh tahun 2001 sampai 2003.

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Raja Salman, Penguasa Baru Arab Saudi

Salman mengendalikan salah satu media terbesar di dunia Arab. Dia yakin demokrasi tidak cocok dengan kerajaan konservatif dan mendukung kehati-hatian dalam reformasi sosial dan budaya menurut kawat diplomatik Amerika Serikat tahun 2007 yang disiarkan oleh WikiLeaks.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selama hampir 50 tahun Salman menjabat sebagai gubernur Provinsi Riyadh, satu peran yang melibatkan kerja dekat dengan konservatif tradisional dan teknokrat liberal dalam membangun ibu kota Arab Saudi dari kota gurun kecil menjadi metropolis utama.

Ketika kedua kakak, putra mahkota Sultan dan Nayef, wafat, Salman ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan pertama dan ahli waris.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Portofolio pertahanan melibatkan penyelenggaraan kementerian dengan pengeluaran terbesar itu, yang melakukan pembelian senjata masif untuk memperkuat ikatan dengan sekutu seperti Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

Dia telah menjadi bagian dari lingkaran dalam keluarga penguasa al-Saud, yang membentuk dan masih mendominasi kerajaan gurun itu bersama dengan ulama selama berpuluh tahun.

Dalam keluarga kerajaan yang menjadikan hak untuk menjaga dua tempat suci umat Islam, Makkah dan Madinah, sebagai landasan, Salman punya reputasi sebagai sosok yang saleh dan berpandangan ke depan.

"Dia pandai, politis, berhubungan dengan basis konservatif tapi juga berpikiran cukup modern," kata bekas diplomat di Riyadh itu dalam wawancara tentang proses suksesi kerajaan dengan kantor berita Reuters.

Gubernur Riyadh

Sebagai gubernur Riyadh dari tahun 1962 sampai 2011, Salman melakukan lebih banyak kerja sama dengan pemerintah asing dibandingkan dengan kebanyakan senior kerajaan.

Peran itu juga memberi dia tanggung jawab untuk menengahi sengketa antar anggota keluarga kerajaan yang bertikai, menempatkan dia di pusat struktur kekuasaan paling penting dalam kerajaan.

Dalam pertemuan dengan duta besar Amerika Serikat pada Maret 2007, kawat yang disiarkan oleh WikiLeaks menyebutkan bahwa Salman mengatakan reformasi sosial dan budaya yang dimulai Raja Abdullah mesti bergerak perlahan karena dikhawatirkan menimbulkan reaksi dari kelompok konservatif.

Dia juga menentang pengenalan demokrasi di kerajaan, menyitir pembagian kawasan dan kesukuan, dan mengatakan kepada duta besar bahwa solusi konflik Palestina-Israel penting untuk stabilitas Timur Tengah.

Jordan mengatakan Pangeran Salman semula tidak mempercayai keikutsertaan warga Saudi dalam serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat tapi sikapnya kemudian berubah setelah melihat bukti kuat bahwa 15 dari 19 pembajak pesawat adalah warga negaranya.

"Dia tidak begitu saja menerima semua yang dikatakan Amerika Serikat, tapi pada waktu yang sama dia memahami pentingnya hubungan, yang melampaui minyak," kata Jordan.

Kekuasaan Kerajaan

Dengan sosok yang kuat dan berjenggot, Salman adalah pangeran yang dikatakan lebih mirip dengan sang ayah, Raja Abdul Aziz Ibn Saud, dibandingkan saudaranya yang lain.

Sebagai salah satu dari apa yang disebut "tujuh Sudairi" - saudara yang lahir dari istri kesayangan Ibn Saud, Hassa bint Ahmed al-Sudairi - Salman telah berada di pusat kekuasaan kerajaan selama puluhan tahun.

Saudara kandungnya dalam keluarga dengan lebih dari 30 saudara tiri itu termasuk mendiang Raja Fahd serta Putra Mahkota Sultan dan Nayef, dan bekas menteri dalam negeri Pangeran Ahmed.

Salman lahir tahun 1936 di Riyadh, yang dulu merupakan kota oasis dengan bangunan batu bata dari lumpur di dalam kerajaan baru yang belum menemukan sumber minyak serta menggantungkan pendapatan dari peziarah yang mengunjungi Makkah dan Madinah, perkebunan kurma dan penggembalaan unta.

Salah satu putranya, Pangeran Sultan bin Salman, menjadi astronot Arab pertama, terbang menggunakan pesawat antariksa Amerika Serikat, Discovery, pada 1985.

Pangeran Sultan sekarang menjadi menteri pariwisata, sementara putra yang lain, Pangeran Abdul Aziz, menjadi wakil menteri perminyakan.

Dalam lima dekadenya memerintah Riyadh dan sekitarnya, Salman mengawasi pembangunan ibu kota dari kota gurun besar menjadi metropolis berpenduduk 4,6 juta jiwa.

Pangeran Salman belajar di "sekolah pangeran" di istana Ibn Saud dari imam Masjidil Haram di Makkah, menandakan pentingnya Ibn Saud melekat pada keyakinan Islam murni, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Anti Hoax, PonPes, Lomba Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 19 Januari 2018

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal

Manusia hanya bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan. Ungkapan ini senapas dengan ajaran Islam yang di satu sisi manusia diimbau untuk senantiasa berusaha dalam meraih cita-cita. Tapi di sisi lain diperintahkan pula untuk berpasrah diri kepada Allah soal hasil dari usaha tersebut. Sikap ini merupakan sebuah kesimbangan (tawazun) yang menjauhkan seorang hamba dari perilaku terlalu mengandalkan dirinya sendiri lalu melupakan campur tangan Tuhan di dalamnya.

Rasulullah SAW bersabda:

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa agar Tetap Tegar ketika Upaya Gagal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ?

Artinya, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah ketimbang mukmin yang lemah, dan keduanya mengandung kebaikan. Berupayalah maksimal untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah serta janganlah merasa tak berdaya. Apabila engkau tertimpa musibah, jangan katakan ‘Seandainya aku berbuat begini, tentu akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah, ‘Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki’, karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka (pintu) perbuatan setan," (HR Muslim).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hadits di atas menyiratkan pesan tentang pentingnya bersikap tegar, optimistis, tidak berpikir mundur, dan tidak cengeng, dengan mengembalikan urusan kepada Allah. Ketika seseorang mengalami kegagalan atau peristiwa yang tidak seperti yang didambakan, sepatutnya mengucapkan:

? ? ? ? ?

Qaddarallâhû wa mâ syâ-a fa‘ala

Artinya, "Allah telah menentukan takdirnya dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki."

(Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, PonPes, Hadits Rohis Tegal - Rohani Islam

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Menghadapi Ujian Nasional (UN) awal April 2016, seluruh guru dan siswa kelas akhir SMAN 1 Jombang dibekali dengan motivasi spiritual. Bentuk kegiatan yang digelar mengikuti berbagai amaliyah nahdliyah. Mereka melangsungkan shalat dhuha, shalat hajat, istighotsah, tahlil dan shalawatan di lapangan basket sekolah setempat, Jumat (1/4).

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, Pelajar SMAN 1 Jombang Intensifkan Amaliyah Nahdliyah

"Karena meskipun kalian belajar giat dan rajin, tapi melupakan Allah, itu kosong," kata Kepala SMAN 1 Sih Wihartini. Ia mendorong semua siswa untuk mengikuti kegiatan dengan serius mulai dari awal sampai akhir.

"Kepada siapa lagi kita akan memohon pertolongan jika tidak kepada Allah," ujarnya di depan para peserta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin oleh guru agama Islam. Naskah istighotsah yang dibaca adalah susunan Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang KH Muhammad Romli Tamim yang juga dikenal sebagai mursyid tarekat Qadiriyah Naqshabandiyah. ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kegiatan seperti ini secara rutin digelar di SMAN 1 Jombang. "Biasanya kita gelar menjelang ujian, baik UN, UAS maupun UTS," kata Mukani, guru agama Islam sekolah tersebut.

Amaliyah nahdliyah ini dipilih, lanjutnya, karena terbukti sesuai dengan kultur masyarakat Jombang. "Juga diharapkan membekali mereka saat di peguruan tinggi nanti, karena di sana pasti banyak gempuran ideologi-ideologi yang tidak sesuai dengan kerangka NKRI," ujarnya.

Alumni Pesantren Seblak Jombang ini menjelaskan bahwa untuk siswa yang nonmuslim juga digelar peribadatan sesuai agama masing-masing. "Tempatnya di ruang perpustakaan," katanya.

Hal ini merupakan wujud dari sikap toleransi yang sudah menjadi kultur SMAN 1 Jombang. "Sikap ini sejalan dengan ajaran tasamuh dalam budaya NU," pungkasnya.

Kegiatan ini juga dilakukan sekolah-sekolah lain. Di level SMA se-Jombang, kegiatan serupa sudah digelar di Masjid Agung Jombang, Selasa (29/3). Pesertanya adalah seluruh siswa akhir dari SMA se-Jombang baik negeri maupun swasta.

"Kegiatan ini diapresiasi positif oleh Wakil Bupati Jombang saat memberikan sambutan. Bahkan Wakil Bupati Ibu Nyai Mundjidah Wahab yang juga Ketua Muslimat NU Jombang meminta kegiatan positif ini dilanjutkan di sekolah masing-masing," pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Quote, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional

Tegal, Rohis Tegal - Rohani Islam - Kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Regional Jawa Tengah III resmi bergulir di GOR Trisanja Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (6/9). Peresmian pembukaan ditandai dengan tendangan bola oleh Pembina LSN yang juga anggota DPR RI Abdul Kadir Karding.

Turut hadir dalam pembukaan anggota DPR RI Bachrudin Nasori, Bupati Tegal Ki Enthus Susmono, Ketua PCNU Tegal H Akhmad Wasyari, Ketua DPRD Tegal A. Firdaus Asyaerozi, Koordinator LSN Regional Jateng III H Rafiq Abdillah dan sejumlah tokoh lain.

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

LSN Buka Peluang Santri Jadi Atlet Sepakbola Profesional

Menurut Karding, LSN menjadi ajang santri untuk tampil ke depan. Tidak hanya dari sisi keilmuan, seni dan budaya, santri juga harus maju olahraganya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"LSN diharapkan bisa menciptakan kader dari santri menjadi pemain bola profesional," harapnya.

Sementara itu Bupati Tegal Ki Enthus Susmono berharap, Liga Santri Nusantara menjadi sarana pendekatan silaturahmi generasi NU dari semua sarana termasuk olahraga.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"LSN menjadi momentum untuk mempererat jalinan silaturahmi dan memperkuat persatuan generasi muda NU," ujarnya

Koordinator LSN Regional Jateng III H Rafiq Abdillah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Pemkab Tegal dalam mendukung kegiatan LSN 2017 dengan sangat baik.

"Alhamdulillah berkat komunikasi yang baik dengan RMI, tim tahun ini naik 100 persen dari tahun kemarin. Selain itu juga berkat support dari pemda, yang bupatinya NU dan santri, pelaksanaan pun sangat baik," ungkapnya.

Sementara itu, LSN Regional Jateng III diikuti 30 tim dari berbagai pondok pesantren di wilayah eks-karesidenan Pekalongan dan eks-karesidenan Banyumas.

Pada laga perdana tim sepakbola Mahadut Tholabah FC Lebaksiu Kabupaten Tegal berhasil unggul dari lawannya Bustan FC Ketanggungan Brebes dengan skor 4-3. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tegal, PonPes, Sejarah Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 06 Januari 2018

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Sebagai upaya memberikan motivasi kepada seluruh anggota, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo rutin memberikan pembinaan kepada para pengurus ranting secara bergantian.

Pembinaan dilaksanakan di pengurus Pimpinan Ranting Muslimat NU Desa Wonorejo Kecamatan Wonomerto, Rabu (15/3). Pembinaan ini dipimpin langsung oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurhayati. Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang anggota Muslimat NU se-Desa Wonorejo Kecamatan Wonomerto. ?

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Motivasi Anggota, Muslimat NU Probolinggo Bina Pengurus Ranting

Dalam kegiatan ini Hj Nurhayati menyampaikan ucapan terima kasih karena kegiatan yang sudah ada ini harus didukung sepenuhnya oleh anggota Muslimat Ranting dengan harapan dari kegiatan ini memotivasi anggota untuk lebih giat dan semangat.

“Melalui kegiatan ini kita dapat menyampaikan informasi kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi serta sektor yang lainnya. Sehingga anggota bisa mengetahui semua program Muslimat NU,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan demikian jelas Hj Nurhayati, paling tidak perubahan tingkat kesadaran ini harus digerakkan oleh semua elemen masyarakat mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran yang semakin tinggi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada anggota yang sangat semangat mengikuti kegiatan ini. Jarak rumah anggota dari rumah yang lainnya sangat berjauhan akan tetapi tetap semangat. Luar biasa patut untuk kita acung jempol dengan akses jalan kurang memadai. Mudah-mudahan ini menambah semangat dalam berorganisasi,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Amalan, Tokoh Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 04 Januari 2018

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo

Sidoarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam

Peringatan hari lahir (harlah) ke-93 NU di Sidoarjo, Jawa Timur, tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, para seniman dan pendekar sekabupaten bersama-sama menggelar pertunjukan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Seniman dan Pendekar Peringati Harlah Ke-93 NU di Sidoarjo

Ainul Yaqin, Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) NU Sidoarjo menjelaskan, peringatan harlah NU tahun ini dipelopori oleh pihaknya dengan menggelar berbagai kreasi dan atraksi selama tiga hari di tiga tempat yang berbeda.

Diawali dengan seminar budaya pada Sabtu (14/5) di Hall PCNU Sidoarjo, pentas seni pada Sabtu (21/5) di panggung seni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sidoarjo, dan atraksi Silat Pagar Nusa serta lomba mewarnai pada Ahad (22/5) di alun-alun dan Pendopo kabupaten Sidoarjo.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gelaran tersebut, lajut Yaqin, sekaligus menandai kebangkitan Lesbumi Sidoarjo yang selama puluhan tahun tidak tampak aktivitasnya. Selain itu, untuk menggali potensi seni, seniman, dan budayawan Kota Delta Sidoarjo.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Sudah puluhan tahun Lesbumi Sidoarjo tidak ada aktivitas. Harlah tahun ini merupakan momentum bagi Lesbumi membuktikan eksistensinya kepada masyarakat," tegas Ainul Yaqin saat ditemui usai gelaran berakhir, Ahad (22/5).

Turut hadir budayawan dan penulis buku, Ilung Sufi Enha, Sosiawan Leak, Bupati Sidoarjo H Saiful Illah, dan Wakil Bupati Sidoarjo H Nur Ahmad Saifudin, serta ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan.

Mas Wawan, sapaan Ketua DPRD Sidoarjo yang hadir menyaksikan acara pentas seni mengatakan, peran Lesbumi di Sidoarjo harus dioptimalkan karena banyak seniman yang perlu ditampilkan kreasinya. "Peran Lesbumi harus maksimal, karena itu saya rela didemo demi majunya kesenian Sidoarjo," tegasnya.

Senada, Cak Nur, panggilan akrab Wakil Bupati Sidoarjo yang merupakan mantan ketua PSNU Pagar Nusa Sidoarjo yang hadir menyaksikan atraksi Pagar Nusa mengungkapkan kegembiraannya, karena pada peringatan harlah kali ini para pendekar Pagar Nusa sekabupaten bisa berkumpul kembali dan menggelar aksi.

H. Saiful Illah saat memberikan sambutan berpesan kepada para pendekar agar kemampuannya digunakan untuk hal yang positif, dan membantu pemerintah menjaga kondusivitas wilayah Sidoarjo.

Ada sekitar 700 pendekar Pagar Nusa hadir dalam peringatan tersebut dan mereka menggelar atraksi tenaga dalam, bantengan, serta silat seni. Selain itu, di Pendopo Delta Wibawa juga ada 700 peserta lomba mewarnai dari TK/RA Muslimat sekabupaten setempat. (Aprilia Zahrani/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Kajian Sunnah, News Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 30 Desember 2017

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan

Tasikmalaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sejumlah Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tasikmalaya bersiaga di depan Kantor PCNU, Jalan dr. Soekardjo No 47 Kota Tasikmalaya. Pasalnya, kerumunan massa aksi Bela Islam hanya beberapa puluh meter dari Gedung NU.

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lokasi Demo Ahok Dekat Kantor NU Tasikmalaya, Banser Disiagakan

Jalan dr. Soekardjo pun ditutup satu jalur sehingga massa aksi gabungan dari sejumlah Ormas Islam yang didalamnya ada FPI itu tidak bisa lagi melintas ke Jalan dr. Sorkardjo.

Yang akhirnya gesekan bisa dihindari meski sebelumnya sempat ramai di media sosial terkait himbauan PCNU Kota Tasikmalaya yang melarang warga Nahdlyin dan Banom NU ikut turun aksi, menuai pro kontra. Facebooker pro aksi Bela Islam menyerang keputusan itu yang dilawan pula oleh sejumlah kader muda NU.

Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Dansatkorcab) Banser Kota Tasikmalaya, Ujang Haedar mengatakan, kesiagaan Banser hanya untuk jaga-jaga saja. Mengantisifasi segala kemungkinan yang bisa merugikan semua pihak.

"Kami cuma jaga-jaga saja. Apalagi situasi politik di Kota Tasik sudah meninggi karena mulai masuk masa kampanye pilkada. Dan menempatkan anggota Banser di Kantor NU biasa dilakukan, bukan karena ada aksi tadi," kata Ujang, Jumat (28/10).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ujang pun berterimakasih kepada Kepolisian yang pro aktif menutup Jalan dr. Soekardjo sehingga iringan massa aksi tak melintas. Termasuk yang dari Masjid Agung ke Jalan dr. Soekardjo.

"Khawatir saja ada yang memancing," ujarnya.

Saat aksi, massa "Bela Islam" berkumpul di depan Masjid Agung yang sekira 50 meteran dari Kantor PCNU Kota Tasikmalaya. Dan aksi tersebut selesai sekira pukul 15.30 WIB. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Internasional, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 22 Desember 2017

Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang

Way Kanan, Rohis Tegal - Rohani Islam. Masyarakat di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, bersama Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor setempat siap menyerukan gerakan antiperdagangan orang di depan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid.

Wakil Sekretaris I PC GP Ansor Way Kanan, Pebri, di Blambangan Umpu, Kamis (5/3), mengatakan, kegiatan tersebut bertajuk Festival Maslahat atau "Migrasi Aman, Pentas Seni Pelajar dan Deklarasi Anti Perdagangan Orang".

Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Siap Deklarasi Antiperdagangan Orang

Menurutnya, perang melawan human trafficking itu terselenggara atas kerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia, Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, BNP2TKI dan Norwegian royal embassy.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Kepala BNP2TKI yang juga Ketua Umum PP GP Ansor sahabat Nusron Wahid Insya Allah akan menyaksikan 1.500 orang warga Way Kanan bersama-sama membacakan pernyataan sikap anti perdagangan orang," ujar Pebri yang menjadi ketua panitia kegiatan tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Festival Maslahat akan diramaikan oleh musisi Way Kanan yang pernah meraih juara II Lomba Musik Jalanan Tingkat Nasional deselenggarakan Kemenpora pada 22 Oktober 2011. Lalu hadrah dari Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) As-Syafiiyyah Blambangan Umpu.

Kemudian penampilan gamolan atau alat musik bambu lampung, tari sembah, pembacaan puisi, dan modern dance dari sejumlah pelajar sekolah menengah atas di Way Kanan.

Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Kabupaten Way Kanan Heri Amanudin menambahkan, sejak 2014, GP Ansor Way Kanan bersinergi dengan IOM Indonesia dan JPIC FSGM menggelar sejumlah kegiatan bertema "Mengurangi Resiko Perdagangan Orang Melalui Kesadaran Tentang Migrasi Aman di Indonesia".

Kabupaten Way Kanan yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan itu ialah salah satu daerah sasaran program tersebut.

Kegiatan-kegiatan dimaksud bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya perdagangan orang pada TKI yang bermigrasi ke luar negeri karena dilakukan dengan cara yang tidak aman dan tidak prosedural.

Guna mengoptimalkan kegiatan panjang tersebut, ujar Heri lagi, kegiatan sudah dilakukan pada mulanya ialah diskusi terfokus atau FGD yang bertujuan untuk memetakan situasi perdagangan orang di Kabupaten Way Kanan untuk melihat sejauh mana pemahaman tokoh masyarakat tentang prosedur migrasi aman dan risiko perdagangan orang.

Salah satu bunyi pernyataan sikap yang akan dibacakan bersama dan disarankan Bupati Bustami Zainudin untuk dipimpin Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi sekaligus Ketua Karang Taruna Way Kanan Bahkril pada Sabtu 7 Maret di Gedung Serba Guna (GSG) ialah menolak keras segala bentuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) karena hal ini merupakan bentuk terburuk dari pelanggaran hak asasi manusia.

"Ada lima pernyataan sikap akan dibaca pada kegiatan yang diaharapkan bisa dihadiri seluruh ormas dan organisasi kepemudaan di Way Kanan. Panitia menyediakan pulpen dan gantungan kunci untuk pengisi kuisioner mengenai migrasi aman serta puluhan t-shirt untuk door prize," ujar Heri menjelaskan.

Festival Maslahat rencananya akan dihadiri Kepala Misi IOM Indonesia Mark Getchell, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Manager Counter Trafficking IOM Indonesia Nurul Qoiriah, dan pimpinan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM Sr M Katarina Sri Juwarni. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Syariah, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 19 Desember 2017

Sebanyak 21 % Siswi SMP Gugurkan Kandungan

Depok, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sedikitnya 21 % dari jumlah siswi sekolah tingkat menengah pertama (SMP) di Jawa Timur, hamil di luar nikah. Untuk sejumlah alasan, mereka terpaksa menggugurkan kandungannya. Gejala ini menjadi ancaman bagi dunia pendidikan dan warga pada umumnya di Indonesia.

Sebanyak 21 % Siswi SMP Gugurkan Kandungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebanyak 21 % Siswi SMP Gugurkan Kandungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebanyak 21 % Siswi SMP Gugurkan Kandungan

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dalam ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di aula Masjid Dian Al-Mahri yang terkenal disebut ‘Masjid Kubah Emas’ jalan Meruyung kecamatan Limo Depok, Rabu (8/1) pagi.

Khofifah menyayangkan kejadian tersebut. Selain masalah sosial dan pendidikan, aborsi juga menurut penilaiannya sangat terkait dengan persoalan renggangnya ikatan pelajar dengan nilai-nilai agama di samping jarak dengan orang tua.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Akibat pergaulan bebas, mereka berani menoros hal yang tabu,” kata Khofifah seperti yang diceritakan seorang jamaah yang hadir, Triyani kepada Rohis Tegal - Rohani Islam, Rabu (8/1) siang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bagi Khofifah, gejala seperti ini tidak boleh dilihat melulu dari sudut siswi. Boleh jadi mereka menjadi korban. Tetapi, warga perlu melihatnya secara cermat. Warga perlu mendidik dan mengawasi anak mereka sebagai siswi dan siswa.

Masalah ini bisa dilihat dari banyak faktor. “Mereka mungkin juga menjadi korban kejahatan maasyarakat di sekitar mereka,” tegas Khofifah.

Di hadapan ribuan jamaah Muslimat NU yang menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Muslimat NU Depok, Khofifah mengimbau jamaah untuk memerhatikan anak-anak mereka. Ia mengajak jamaah kalangan ibu untuk menanamkan nilai-nilai agama dan memberikan keteladanan kepada warga terutama anak-anak mereka. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 08 Desember 2017

Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena

Munich, Rohis Tegal - Rohani Islam. Para pemain Muslim pada klub Jerman Bayern Munich akhirnya bisa bernafas lega, karena impian mereka untuk memiliki sebuah masjid di Allianz arena tercapai, hal tersebut agar mereka dapat melaksanakan shalat wajib tepat waktu.

Manajemen Klub telah mengumumkan persetujuan mereka terhadap permintaan yang di ajukan oleh bintang Bayern Frank Ribery tentang pembangunan masjid bagi para pemain Muslim untuk bisa melaksanakan shalat lima waktu.

Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena (Sumber Gambar : Nu Online)
Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena (Sumber Gambar : Nu Online)

Bayern Munich Akan Bangun Masjid di Stadion Allianz Arena

The Bavarian Manajemen Club memutuskan untuk membangun sebuah masjid untuk memberikan tempat bagi para pemain dan fans Muslim dalam melaksanakan sholat. Selain itu, pihak manajemen rencananya juga akan menunjuk seorang imam masjid serta membangun perpustakaan Islam yang cukup besar sebagaimana dilansir oleh situs Maroko “el-botola.com”.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut situs ini, Manajemen klub akan menanggung 85% dari biaya pembangunan masjid dan sisanya akan ditanggung oleh para pemain dan fans.

Pembangunan masjid bagi para pemain ini bukalah hal yang pertama, sebelumnya Newcastle United juga telah mengabulkan permintaan para pemain Muslim untuk membangun masjid sebagai tempat mereka melaksanakan sholat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Redaktur: Sudarto Murtaufiq

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 07 Desember 2017

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) memandang doa, zikir, dan Jumatan bersama di lapangan Monas pada Jumat (2/12) sebagai teguran moral untuk para penegak hukum di Indonesia. Menurut Kang Said, pemerintah dan terutama aparat penegak hukum perlu melakukan reformasi kelembagaan terutama berkaitan dengan upaya penegakan hukum di Indonesia.

Demikian disampaikan Kang Said kepada Rohis Tegal - Rohani Islam di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (2/12) malam

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Doa Bersama di Monas, Kang Said: Aparat Penegak Hukum Harus Berbenah

“Ini menunjukkan masyarakat masih belum percaya dengan sikap lembaga hukum,” kata Kang Said.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Aparat penegak hukum dan lembaga peradilan, menurutnya, harus menangkap aspirasi doa bersama yang dilakukan masyarakat di Monas, Jumat lalu. Mereka diharapkan melakukan pembenahan dan menunjukkan kerja-kerja konkret terkait penguatan kelembagaan.

“Jelas ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan lembaga hukum untuk membangun kepercayaan publik.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengingatkan pemerintah terutama aparat hukum dan lembaga peradilan untuk bekerja sesuai kode etik penegak hukum yang berlaku. Pasalnya kerja mereka selama ini mendapat pantauan dan sorotan publik.

“Ini akumulasi kekecewaan atas lemahnya penegakan hukum untuk kasus apapun di Indonesia selama ini,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam IMNU, PonPes, Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 12 November 2017

Motivasi Siswa untuk Kuliah, SMK Maarif Ambarawa Kunjungi UNU Yogyakarta

Yogyakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - SMK Maarif Ambarawa Kabupaten Pringsewu terus memberikan motivasi kepada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi khususnya kampus-kampus di bawah naungan NU. Pihak manajemen SMK Maarif Ambarawa beserta para siswanya melakukan kunjungan ke UNU Yogyakarta.

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala SMK Maarif Ambarawa Hizbullah Huda (Cak Hiz) ini diterima langsung oleh Wakil Rektor UNU Yogyakarta Abdul Ghofur di salah satu ruangan kampus yang terletak di Jalan Lowanu 47, Sorosutan Umbulharjo, Yogyakarta, Selasa (11/4).

Motivasi Siswa untuk Kuliah, SMK Maarif Ambarawa Kunjungi UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Motivasi Siswa untuk Kuliah, SMK Maarif Ambarawa Kunjungi UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Motivasi Siswa untuk Kuliah, SMK Maarif Ambarawa Kunjungi UNU Yogyakarta

Dalam pertemuan tersebut, beberapa hal terkait tujuan kunjungan itu dijelaskan oleh Cak Hiz. "Alhamdulillah kami berkesempatan ketemu dan diterima Wakil Rektor UNU Yogya Pak Abdul Ghofur," katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menambahkan, kunjungan yang dikemas bersamaan dengan kunjungan industri tersebut bertujuan untuk mendekatkan siswa-siswi kepada dunia industri dan dunia pendidikan tingkat lanjut khususnya perguruan tinggi NU di Kota Pelajar Yogyakarta.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ghofur menjelaskan, UNU Yogyakarta didirikan atas izin Kemenristekdikti bernomor SK No. 529/KPT/I/2016.

Saat ini UNU Yogyakarta menempati gedung di Jalan Lowanu 47, Sorosutan Umbulharjo dan nantinya akan menempati gedung kampus di induk di Pajangan diatas tanah seluas 150 hektar.

Ghofur menyebut lima fakultas dan sebelas program studi yang sudah dimiliki UNU Yogyakarta. Pertama adalah Fakultas Dirasah Islamiyah dengan program studi Dirasah Islamiyah. Kedua, Fakultas Teknologi Informasi dengan program studi Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Elektro.

Ketiga, Fakultas Industri Halal dengan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Agribisnis dan Farmasi. Keempat, Fakultas Ekonomi dengan Program Studi Manajemen dan Akuntansi. Kelima, Fakultas Pendidikan dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Kampus UNU Yogyakarta didirikan untuk menjadi kampus kader yang mampu melahirkan kader-kader unggul NU dengan konsep kurikulum yang berbasis pesantren, yaitu materi Dirasah Islamiyyah yang menjadi jiwa dari kurikulum UNU.

"Saya berharap nantinya siswa SMK Maarif Ambarawa dan siswa SLTA lainnya di Kabupaten Pringsewu ada yang kuliah di sini. Kami siap mendidik agar menjadi kader yang unggul, kader yang progresif, dan siap berkhidmat untuk NU, bangsa, dan negara," harapnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Internasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 15 Oktober 2017

Plagiat Hukumnya Haram bagi Penulis Ke-NU-an

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam - Setelah melakukan seleksi administrasi dan seleksi penulis satu bab buku ke-NU-an dengan pendekatan saintifik, panitia seleksi (Pansel) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Jawa Tengah mengumpulkan 12 penulis yang lolos tahap akhir di aula LP Maarif NU Jateng, jalan Dr Cipto 180 Semarang, Sabtu (5/3). Tim panitia memastikan karya 12 penulis bebas dari plagiasi.

Ketua LP Maarif NU Jateng H Agus Sofwan Hadi mengatakan, menulis buku ke-NU-an itu sebuah pekerjaan mulia karena akan dibaca dan dipelajari oleh guru dan siswa.

Plagiat Hukumnya Haram bagi Penulis Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)
Plagiat Hukumnya Haram bagi Penulis Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)

Plagiat Hukumnya Haram bagi Penulis Ke-NU-an

"Nulis buku pelajaran itu pekerjaan sangat terhormat dan mulia yang kelak akan menjadi sedekah jariyah karena dibaca terus oleh guru dan murid-muridnya di sekolah," ujar H Agus.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Peran penulis buku ke-NU-an, tambah H Agus, sangatlah penting karena sebagai perantara antara guru dan murid dalam mengetahui Jamiyah NU, lembaga, badan otonom (banom) dan amaliah-amaliah NU.

Untuk itu, ia meminta profesionalitas penulisan buku NU dengan model Kurikulum 2013 dan pendekatan saintifik harus professional. Haram hukumnya plagiat.

"Selain itu, mashadirnya (red. referensi) harus menggunakan kitab-kitab mutabar di kalangan NU dan buku-buku yang penulisnya kredibel," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia berharap kepada 12 penulis yang lolos seleksi tahap akhir untuk menulis secara ikhlas lilahi taala. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes, Ubudiyah, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 06 Oktober 2017

Dua Hal Menentukan bagi Kebaikan Manusia

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dua Hal Menentukan bagi Kebaikan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Hal Menentukan bagi Kebaikan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Hal Menentukan bagi Kebaikan Manusia

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam kitab an-Nawâdir, Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qalyubi menyuguhkan sebuah renungan dalam kisah Luqman an-Naubi al-Hakim bin Anqa’ bin Baruq. Ia adalah penduduk asli Ailah, sebuah kota Islam kuno yang sekarang masuk kota bernama Aqaba, sebelah selatan Yordania, dekat perbatasan Israel.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Cerita dimulai ketika Luqman al-Hakim menerima seekor kambing dari tuannya. Sang tuan meminta Luqman menyembelih kambing tersebut dan mengantarkan bagian paling buruk, paling kotor, dari tubuh kambing itu.

Ya. Luqman menggorok leher kambing, mengulitinya, dan mengiris-irisnya sesuai kebutuhan. Ia pun secara khusus mengambil bagian lidah dan hati kambing lalu mengantarkannya kepada sang tuan.

Tuannya memberinya kambing lagi. Tugasnya sama: kambing harus menyembelih. Namun kali ini sang tuan menginginkan Luqman membawakannya bagian yang paling bagus, paling menyehatkan.

Luqman menjalankan tugasnya lagi dengan baik. Kambing disembelih, lantas dibawakannya lagi bagian lidah dan hati. Luqman menyodorkan hal yang sama untuk dua permintaan yang saling berlawanan.

Tuannya pun bertanya-tanya tentang apa yang dilakukan Luqman. Jawab Luqman, “Wahai tuanku, tak ada yang lebih buruk ketimbang lidah dan hati bila keduanya buruk, dan tidak ada yang lebih bagus dari lidah dan hati bila keduanya bagus.”

Jama’ah shalat Jumat hadâkumullâh,

Kisah ini mengungkap pesan bahwa hal paling krusial dalam hidup ini adalah terjaganya hati dan lidah. Lebih dari sekadar daging fisik, keduanya adalah kiasan dari nurani dan perkataan manusia. Keduanya memberi pengaruh yang amat menentukan bagi orang lain dan lingkungan sekitar, entah dalam wujud yang manfaat atau merugikan.



(Baca: Kisah Luqman al-Hakim: Dua Daging Terbaik sekaligus Terburuk)


Penjelasan tersebut selaras dengan sabda Nabi bahwa hati merupakan pangkal dari kebaikan seluruh anggota badan. Sebagaimana tertuang dalam hadits:

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ?

“Ingatlah bahwa di dalam jasad ada segumpal daging. Apabila ia baik maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Hadits ini juga bisa dimaknai secara luas, bukan semata hati atau jantung dalam pengertian fisik. Hati memiliki sifat yang demikian menentukan. Rusaknya hati berakibat pada rusaknya amal-amal kebaikan yang datang dari semua anggota tubuh. Di dalam hati terkandung niat, tujuan, keinginan, dan hal-hal lain yang tak terjangkau secara indrawi. Namun, justru karena tak tampak inilah amal perbuatan menjadi sulit dinilai apakah ia benar-benar baik atau tidak.

Sebagai contoh, orang yang demikian gemar mengeluarkan sedekah namun punyak maksud terselubung meraup keuntungan duniawi, entah itu citra sebagai pribadi yang dermawan di mata masyarakat, dukungan politik, atau keinginan untuk menaikkan kelas sosial tertentu. Secara lahiriah, perbuatan sedekah adalah positif, namun karena diiringi dengan getaran hati yang serbapamrih, amalan tersebut bisa jadi tak mengandung pahala apa-apa di sisi Allah. Ini sekadar contoh rusaknya amal akibat rusaknya hati.

Jamaah shalat Jumat hadâkumullâh,

Yang kedua adalah pentingnya memperhatikan aktivitas lisan. Ungkapan populer bahwa lidah tak bertulang menggambarkan mudahnya organ tubuh yang satu ini meluncurkan kata-kata, dan sering kali menggelincirkan mereka yang tidak waspada menggunakannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sungguh ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang Allah ridhai, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu Allah menaikkannya beberapa derajat. Dan sungguh ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang Allah murkai, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu dia terjerumus ke dalam neraka Jahannam.” [HR al-Bukhâri]

Menurut Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah, “tidak menganggap penting” itu bisa berarti tidak memikirkan kandungan perkataan, serta dampak, serta risiko yang ditimbukannya. Ini merupakan peringatan bahwa berbicara bukan semata mengeluar kata-kata tapi juga merupakan proses berpikir dan menimbang-nimbang. Ketika proses tersebut tidak dilalui maka hal terbaik yang dilakukan manusia adalah diam.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari]

Menarik ketika kita perhatikan hadits ini. Rasulullah menggunakan “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir” untuk memulai pesan agar manusia berkata yang baik. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya lisan hingga ia dikaitkan dengan keimanan kepada Allah dan hari akhir. Seolah-olah orang yang tidak berkata baik adalah orang-orang yang tidak sadar akan kehadiran Allah dan tidak percaya akan balasan di akhirat kelak atas mulut kotornya itu.

Di zaman modern ini perkataan manusia tak hanya keluar melalui lisan tapi juga tulisan yang tersebar di media sosial. Dampaknya pun sama besarnya dengan kat-kata lidah. Melalui media sosial, seseorang bisa menghina, menghujat, menyebar berita bohong, membuka aib orang lain, mengadu domba, memfitnah, atau membualkan sesuatu yang tidak berguna.

Dengan demikian, perkataan yang semula dimonopoli lidah kini kita temukan pula diproduksi oleh jari-jari tangan, bahkan dalam persebaran dan jangkauan yang lebih luas. Karena itu, penting pula bagi kita untuk tidak hanya memikirkan apa saja yang hendak kita omongkan tapi juga apa saja yang ingin kita tuliskan.

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,

Kalau hati merupakan pangkal dari kebaikan dan keburukan suatu perbuatan maka lidah menjadi pintu keluar paling boros kebaikan dan keburukan itu. Karena itu menjaga hati agar bersih dari niatan buruk merupakan hal yang pokok. Dilanjutkan kemudian untuk mengontrol lidah agar tidak membuat kerugian bagi diri sendiri dan orang lain atau lingkungan di sekitarnya.

Semoga kita semua terhindar dari berbagai iktikad dan tindakan buruk dari seluruh anggota badan kita karena sesungguhnya tiap organ yang ada dalam tubuh kita kelak akan dimintai pertangungjawaban. Wallahu a’lam.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II



? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kiai, PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 29 April 2017

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat?

Masyarakat Indonesia digegerkan dengan berita adanya ancaman hukuman mati yang diterima oleh salah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW). Dia diharuskan membayar tebusan atau diyat sebesar Rp 21 miliar (lalu diturunkan menjadi Rp 15 miliar). Yang ingin saya tanyakan, dalam konsep hukum Islam, sebenarnya berapa sih jumlah diyat yang harus dibayarkan? Untuk ukuran TKW mana mungkin tebusan segitu besar bisa dia bayarkan?

Anggie, tinggal di Tangerang

?

Jawaban

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Ketentuan tentang Diyat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Ketentuan tentang Diyat?

Dalam pembahasan fiqih, para ulama sepakat bahwa hukuman qishash wajib dijatuhkan kepada pelaku pembunuhan berencana (qatlul ‘amd). Namun jika pihak keluarga korban memberikan maaf dan meminta diyat (tebusan) maka pelaku pembunuhan tersebut bisa terhindar dari hukuman qishash, dan ia wajib memberikan diyat. Sedangkan jumlah diyat-nya adalah 100 unta. Hal ini apabila yang menjadi korbannya adalah seorang laki-laki merdeka-muslim.

? Para ulama berselisih soal umur unta tersebut. Dalam konteks ini, misalnya menurut Madzhab Syafii—sebagaimana dikemukakan Imam an-Nawawi—,diyat dalam kasus pembunuhan berencana adalah 30 hiqqah (unta berumur tiga tahun masuk umur empat tahun), 30 jadza’ah (unta berumur empat tahun masuk umur lima tahun), dan 40 khalifah (unta yang sedang bunting).

?

Rohis Tegal - Rohani Islam

? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ? ? ?-? ? ?. 136)

“Dalam hal pembunuhan berencana terhadap seorang laki-laki merdeka yang muslim diyat-nya adalah seratus unta yang dibagi menjadi tiga, yaitu 30 hiqqah, 30 jadza`ah, dan 40 khalifah”. (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, Minhajuth Thalibin? wa ‘Umdatul Muftin, Bairut-Darul Ma’rifah, tt, h. 136).

Sedangkan menurut Imam Syafii jika yang menjadi korban pembunuhan berencana adalah seorang perempuan merdeka-muslimah maka ­diyat-nya adalah separo dari diyat laki-laki, yaitu 15 hiqqah, 15 jadza`ah, dan 20 khalifah. Pendapat ini menurut Imam Syafii telah disepakati oleh para ulama (ijma`). Hal ini sebagaimana dikemukan dalam kitab al-Umm:

?

Rohis Tegal - Rohani Islam

( ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ?-? ? ? 6? ?. 106). “Imam Syafi’i ra berkata: Saya tidak mengetahui adanya perbedaan di kalangan ulama baik dulu maupun sekarang (pada masa Imam Syafii) bahwa diyat perempuan adalah separo dari diyat laki-laki, yaitu lima puluh unta. Karenanya ketika sudah diputuskan diyat-nya perempuan maka diyat-nya adalah lima puluh unta. Dan apabila ia terbunuh karena pembunuhan berencana kemudian keluarganya memilih diyat, maka diyat-nya adalah lima puluh unta, umur untanya sama seperti umur unta dalam diyat pembunuhan berencana, baik yang membunuhnya adalah laki-laki atau sekelompok orang atau seorang perempuan, diyat-nya tidak lebih dari lima puluh unta”. (Muhammad Idris asy-Syafii, al-Umm, Bairut-Darul-Ma’rifah, tt, juz, VI, h. 106).

Jadi, katakan diyat-nya seorang TKW di atas adalah 50 ekor unta dikalikan Rp. 25 juta (harga rata-rata ini sudah cukup mahal) itu sama dengan Rp 1,25 miliar. Lantas bagaimana jika pihak keluarga korban pembunuhan berencana meminta diyat melebihi dari ketentuan? Angka satu seperempat miliar itu tentu sangat-sangat jauh dari angka Rp 21 miliar atau Rp 15 miliar yang harus dibayarkan oleh TKW?

Ibnul Qayyim al-Jauzi dalam kitab al-Hadyu an-Nabawi mengatakan: Sesungguhnya yang wajib adalah salah satu di antara keduanya yaitu bisa qishash atau diyat. Sedangkan dalam hal ini pihak wali korban boleh memilih antara empat hal yaitu bisa memberikan ampunan secara cuma-cuma kepada pihak pembunuh, memberikan ampunan dengan diyat atau memilih qishash. Ketiga pilihan ini tidak ada perbedaan di kalangan ulama. Sedang pilihan yang keempat adalah melakukan perdamaian antara wali korban dengan pihak pembunuh, dengan diyat yang lebih besar dari ketentuan yang sudah ada atau lebih rendah.

Ibnu Qayyim mengatakan, ada dua pendapat ulama mengenai boleh tidaknya memberatkan harga diyat melebihi ketentuan umum. Pendapat pertama yang hanya masyhur di kalangan Madzhab Hanbali adalah diperbolehkan. Sedangkan pendapat Madzhab Syafii tidak diperbolehkan. Bahkan lebih lanjut, menurut hasil penyelidikan Ibnul Qayyim al-Jauzi, pendapat yang kedua dianggap yang paling rajih atau paling kuat. (Muhammad bin Ismail al-Amir al-Kahlani ash-Shan`ani, Subulus Salam, Mesir-Musthafal Babil Halabi, 1379 H/1960 M, juz, III, h. 244)

Argumentasi memberatkan diyat adalah untuk memberikan efek jera bagi pelaku, dan itu mestinya hanya bisa diberlakukan jika memang pelakunya adalah orang yang mapan. Namun melihat kondisi seperti ditanyakan di atas, dimana pelakunya adalah dari kalangan kelas bawah rasanya tak ditambah pun sudah terasa sangat berat, dan tidak akan mungkin bisa dibayar, kecuali disanggah atau dibantu oleh banyak orang. Dalam hal ini kita memilih pendapat yang kedua. Mengutip Ibnul Qayyim al-Jauzi di atas, larangan memperberat diyat dari yang sudah ditentukan itu lebih rajih. Jadi ketentuan membayar diyat 50 ekor unta untuk seorang TKW itu sudah sangat-sangat berat dan jangan diperberat lagi.

Sebenarnya, seberapa pun besaran diyat toh tidak akan bisa menyamai harga sebuah nyawa. Yang dianjurkan adalah memberikan maaf dan ampunan karena itu lebih dekat dengan ketakwaan.

?

Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam PonPes Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock