Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rombongan Kirab Hari Santri Nasional dan Resolusi Jihad telah sampai memasuki Kota Kudus, Jawa Tengah, Senin (19/10) malam. Dari arah Pati, mereka disambut ratusan anggota Banser, CBP IPNU dan KKP IPPNU, santri serta pengurus PCNU di perbatasan kota Pati- Kudus di desa Gindoharum, Jekulo, Kudus. Kemudian mereka mengiringi? hingga perbatasan Kota Kudus-Demak.

Sebelum melanjutkan perjalanan, rombongan yang dipimpin Koordinator Nasional Kirab Resolusi Jihad? Aizuddin Abdurrahman terlebih dahulu meziarahi makam pendiri NU KHR Asnawi dan Sunan Kudus di kompleks Makam-Masjid Menara Kudus. Saat tiba di Menara,? acara diawali dengan penyerahan bendera Merah Putih dan NU dari ketua rombongan kepada ketua PCNU Kudus, H Abdul Hadi.

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepanjang Perjalanan, Ziarahi Makam dan Sowan Kiai

Di makam KHR. Asnawi, mereka membaca tahlil dan doa dengan pimpinan KH Masfui, pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU Kudus. Kemudian mereka membaca Ikrar Santri yang dipimpin Aizudin Abdurrahman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Aizudin atau akrab disapa Gus Aiz menjelaskan, kirab resolusi jihad ini telah menempuh perjalanan sejak Ahad (18/10) dari Tugu Pahlawan Surabaya, melewati 30 kabupaten/kota hingga finish nanti di Tugu Proklamasi Jakarta. Di beberapa daerah yang dilewati, pihaknya selalu melakukan ziarah? ke makam wali dan ulama serta sowan ke sejumlah kiai NU.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Sebelum sampai Kudus, kita sowan ke Mbah Maemun Zubair, KH.Musthofa Bisri (Rembang) dan ziarah ke makam Mbah Mutamakin Kajen dan KH Sahal Mahfudz (Kajen, Pati)," terang Gus Aiz kepada awak media.

?

Ia mengatakan, 70 tahun lalu para ulama NU mengobarkan jihad melawan penjajah guna mempertahankan kemerdekaan NKRI. Karenanya, kegiatan kirab ini dimaksudkan untuk meneladani spiritualitas dan semangat perjuangan untuk mengisi Hari Santri 22 oktober.

"KHR Asnawi ini sebagai salah satu menjadi tokoh pendiri NU yang ikut berperan mengobarkan semangat resolusi jihad melawan penjajah. Kita ziarahi sekaligus meneladani spirit perjuangannya,"imbuhnya.

Usai dari Kudus, rombonga melanjutkan perjalanan menuju Demak. Di perbatasan Kudus Demak tepatnya Desa Tanggulangin Kudus, puluhan mobil rombongan menyambut dan mengiringi kirab nasional yang akan transit istirahat di kota wali Demak Jawa Tengah. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 16 Februari 2018

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha

Malang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Lemahnya jiwa wirausaha ditengarai menjadi salah satu penyebab maraknya korupsi di Indonesia. Saat ini Indonesia berada pada rangking ke 124 dengan nilai produktifitas kurang dari 5 %.

Demikian salah satu poin kesimpulan dalam workshop kewirausahaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan Pasar Rakyat Indonesia di Malang, Sabtu (22/12) lalu.

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi Muncul karena Lemahnya Jiwa Wirausaha

Nur Shodiq Ask, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi salah satu pembicara dalam acara workshop kewirausahaan yang digelar di kaki gunung semeru, tepatnya  di Aula SMK NU Sunan Ampel desar Wonomulyo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam paparannya, Nur Sodiq mengambil asal muasal keterpurukan Indonesia. Posisi peringkat korupsi Indonesia jauh di dibawah Singapura (peringkat 5), Brunei Darussalam (46), Malaysia (54) dan Thailand (88). Sedang Indonesia saat ini berada pada posisi 118, dan hanya lebih baik bila dibandingkan  Laos (160) dan Myanmar (172).  

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, keterpurukan dan rendahnya moralitas itu salah satunya karena kurangnya bangsa Indonesia yang menjadi wirausaha.

“Maka perlu dibangun kebanggaan menjadi wirausaha dan pasti akan banyak memberikan nilai tambah yang bisa diciptakan dan akan berpengaruh langsung terhadap tingkat kesejahteraan rakyat,” katanya.

Yang perlu dibangun diantaranya, mengembangkan potensi lokal menjadi produk unggulan, sehingga kecintaan akan produk dalam negeri semakin meningkat. Dalam hal ini NU, dalam membangun dan mengembangkan wirausaha harus berbasis pada potensi anggota, agar pengembangannya dapat berpengaruh pada perkembangan organisasi, pengelola dan masyarakat.

Ditambahkan, jaringan organisasi NU yang sudah mengakar sampai di pelosok desa adalah potensi yang sangat besar jika dikelola dengan baik. Jaringan ini dapat dipergunakan sebagai jalur distribusi yang sangat cepat dan efektif dalam mendistribusikan produk dan jasa ke pelanggan.

Ketua Panitia Wokrshop dan Pasar Rakyat H Abdul Mujib Syadzili di sela berlangsungnya kegiatan menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk munculkan energi positif para peserta yang umumnya berasal dari kalangan muda NU agar terbentuk mental pengusaha sejati yang pantang menyerah.

“Diharapkan pertumbuhan dan perkembangan wirausahawan-wirausahawan NU kian hari akan semakin meningkat sehingga lebih membawa manfaat bagi jam’iyah,” tandasnya.

Workshop kewirausahaan ini diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri dari pengurus MWCNU se Kabupaten Malang dan Ranting NU se Kecamatan Poncokusumo. Juga tampak memadati ruangan, para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Malang.  

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Sekretariat NU Kab. Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Februari 2018

Belajar dari Jiwa Besar Gus Dur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tidak pernah narsis dalam spiritualitas keagamaan, Gus Dur sunyi dalam ramai dan ramai dalam sunyi. Harta dan fasilitas bukan sarana suksesnya perjuangan Islam. Dalam sejarah tidak ada cerita perjuanagn sukses karena uang.

Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH Luqman Hakim, Jumat (9/12) dalam akun twitter miliknya @KHMLuqman menerangkan jiwa besar KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam kehidupan.

Belajar dari Jiwa Besar Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Jiwa Besar Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Jiwa Besar Gus Dur

“Gus Dur tidak pernah mencaci maki orang yang berbeda pandangan dengannya bahkan kepada yang dinilai jahat sekali pun,” kata Pakar Sufi ini.

Menurutnya, Gus Dur selalu menghormati Ulama dengan tulus, walaupun berbeda pandangan. Sekalipun itu kiai kampung, Gus Dur tetap tawadhu. Guru Bangsa itu juga rela dicacimaki, yang penting umat dan bangsa selamat.

Gus Dur, tuturnya, memandang bangsa ini sebagai keluarga besar. Apa artinya membangun keluarga bangsa jika saling melukai dan berdarah?

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Dia mampu memilah dengan mudah mana yang besar dan mana yang kecil, mana yang umum mana yang khusus, mana yang Allah dan mana yang makhluk,” ungkap Kiai Luqman.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, Gus Dur memandang dunia ini hanya sebesar biji buah pala bahkan lebih kecil lagi. Begitu saja kok repot! Gus Dur juga sering memberikan pelajaran bahwa keshalehan seseorang tidak pernah diukur dengan tampilan.?

“Kesahajaan Gus Dur tidak dibuat-buat untuk citra. Kesahajaan orisinal. Lautan tak bertepi, silakan diarungi sendiri. Jika tak bisa berenang anda akan tenggelam sia-sia,” ucap Pengasuh Majalah Cahaya Sufi ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 30 Januari 2018

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Kudus, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) bulan depan, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kudus mengadakan seleksi pesilatnya di SMP NU Al-Ma’ruf Kudus Jum’at (7/2) kemarin. Sebanyak 120 pesilat Pagar Nusa dari berbagai madrasah mengikuti seleksi ini.

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Popda, Pagar Nusa Kudus Seleksi Ketat 120 Pesilat

Pengurus bidang Seni dan Budaya Pagar Nusa Kudus Rozikin menjelaskan, seleksi dimaksudkan mencari bibit-bibit atlet pesilat yang siap diterjunkan dalam Popda tahun ini. Dalam seleksi itu, para pesilat dari tingkat MTs/SMP maupun MA/SMA berkompetisi pada kategori seni dan laga tanding di semua kelas.

“Mereka yang terbaik nanti dikirim menjadi peserta kontingen Pagar Nusa dalam Popda Kudus,” katanya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam Jum’at (7/2).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Popda tahun ini akan mempertandingkan 7 kelas tingkat SMP dan 8 kelas tingkat SMA. Masing-masing perguruan pencak silat hanya bisa mengirimkan 2 atletnya di kelas seni dan tanding.

“Kita berusaha keras sehingga Pagar Nusa mampu berprestasi lebih baik dari Popda sebelumnya. Bahkan kalau bisa, tahun ini kita bisa juara umum,” kata Rozikin penuh optimis.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Setiap Popda, kata Rozikin, Pagar Nusa selalu mengirimkan atletnya untuk bersaing dengan 7 perguruan pencak silat lainnya. Tujuannya, menambah jam terbang para pesilat Pagar Nusa serta mempererat silatrurahmi antarperguruan silat di kabupaten Kudus.

Rozikin menyatakan rasa syukurnya atas keikutsertaan Pagar Nusa setiap tahunnya dalam kejuaraan bergengsi di Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, AlaNu, Pondok Pesantren Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 25 Januari 2018

Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah

Rembang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Mustasyar Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, KH Haizul Maali mengungkapkan pandangannya terkait kemerosotan moral remaja dan perkembangan radikalisme saat ini.

Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekarang Zamannya Salah Paham dan Paham Salah

Menurutnya, keimanan orang-orang Islam saat ini menurun, kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW dan agama pun ikut menurun. "Memang hal tersebut telah diterangkan di dalam Al-Qur’an, ‘Hai anak Adam kami telah menurunkan kepadamu busana untuk menutup kemaluanmu (kesusahanmu) dan yang bisa untuk jabatanmu,’" kutipnya, Kamis (25/2/2016).

Dia menambahkan bahwa kemauan pemuda sekarang condong untuk jabatan semata, kurang mempedulikan ketakwaannya. Padahal, bagi Kiai Haizul, pakaian paling bagus adalah ketakwaan, yaitu berupa agama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Dan yang menjadi ironis lagi, para orang tua juga mengikuti kehendak mereka," jelas Pengasuh Madrasah Banat Salafiyah Al-Maarif Desa Sidorejo Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang tersebut.

Lebih lanjut Kiai Haizul Maali mengungkapkan bahwa sekarang banyak yang salah paham dan paham salah. "Yang salah paham itu tidak sengaja, dan yang paham salah itu sengaja. Ini yang perlu kita kritisi dan kita benahi," terangnya saat ditemui kontributor Rohis Tegal - Rohani Islam di rumahnya di Rembang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Saat ini Allah telah mencoba kita, sampai berapa orang sepuh menahan kesepuhannya, dan sampai mana remaja bisa meninggalkan kegilaannya. Ada peribahasa pemuda gila, itu peribahasa zaman kuno dan terbukti sekarang," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 12 Januari 2018

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi

Surakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam - Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta menggelar kegiatan bertajuk “Siberkreasi Goes to Pesantren”, Kamis (23/11). Kegiatan yang dihelat di kompleks pondok tersebut menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Panitia acara Ferry Indar Ardiansyah menerangkan ada tiga agenda besar pada kegiatan Siberkreasi ini. “Pertama, diskusi kiat syiar online via blog dan media sosial kerjasama antara Al-Muayyad dengan AIS, yang berisikan strategi optimalisasi pemanfaatan media sosial untuk syiar Islam,” terang Ferry.

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muayyad Gelar Siberkreasi

Agenda kedua adalah workshop UMKM goes online untuk pengembangan UMKM baik masyarakat maupun alumni pondok Al-Muayyad. “Terakhir ada dialog Netizen Asik dengan menghadirkan Menkominfo Rudiantara,” imbuhnya.

Ditambahkan Ferry kegiatan ini juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dan komunitas, khususnya dalam menggunakan internet dan media sosial.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dalam acara dialog dengan santri Menkominfo Rudiantara mengajak santri untuk menggunakan internet dengan positif, dan juga harus berkreasi yang baik.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Soal pemakaian gawai di pesantren diperbolehkan tentu mengikuti aturan disiplin ketika di dalam pondok," kata Rudiantara.

Kegiatan Siberkreasi dimulai sejak pagi, dan berakhir hingga sore. Acara ini diikuti santri Al-Muayyad dan para pemilik UMKM. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Kajian Sunnah, Fragmen Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 08 Januari 2018

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa

Pada suatu waktu di bulan Ramadhan, Sayyidina Umar bin Khattab tak tahan untuk tidak mencium istrinya. Sesaat Umar ingat bahwa ini bulan Ramadan, maka hebohlah Umar dan bergegas menemui Nabi SAW dan melaporkan kepada Nabi, "Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium istriku padahal sedang berpuasa".

Rasulullah kalem menanggapi Umar, beliau SAW balik bertanya, "Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?" Umar menjawab, "Seperti itu tidak mengapa." Kemudian Rasulullah bersabda, "Lalu apa masalahnya?" (HR Ahmad)

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Sayyidina Umar Mencium Istrinya saat Berpuasa

Saya terpesona membaca riwayat ini. Rasulullah menjawab dengan sekaligus mengajarkan logika. Mencium dianalogikan dengan kumur-kumur. Artinya, tidak sampai meminum air kan? Mencium tidak sama dengan menggauli isteri. Nabi bisa saja menjawab dengan mengatakan, "Tidak apa-apa" secara tegas. Tapi tidak! Kakek Hasan dan Husain ini memilih memberi jawaban dengan logika.

Kelak madzhab Umar yang sering bertumpu pada rayu (pertimbangan akal, red) mempengaruhi pandangan para ulama di Kufah (Iraq), termasuk Imam Abu Hanifah. Jadi, menggunakan rayu bukanlah sesuatu yang tercela. Bahkan Rasul sendiri yang mengajarkannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kedudukan Umar di sisi Rasul memang istimewa. Dalam riwayat Bukhari-Muslim diceritakan mimpi Rasulullah sebagai berikut: "Ketika tidur, aku bermimpi bahwasanya aku diberi segelas susu. Setelah itu, aku pun langsung meminum sebagian susu tersebut, hingga aku merasakan kesegaran sampai ke ujung kuku. Kemudian aku berikan sisa susu tersebut kepada Umar bin Khattab." Para sahabat bertanya, "Ya Rasul, apa arti mimpi tersebut?" Rasulullah menjawab, "Ilmu".

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

?Nadirsyah Hosen?, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, Nahdlatul, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 03 Januari 2018

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di bawah komando GP Ansor Kabupaten Probolinggo menemukan spanduk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terpasang di kilometer 40,41 Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Mereka kemudian mencopot dua spanduk yang terpasang di jalur lingkar selatan.

Penurunan spanduk HTI ini dipimpin langsung oleh Ketua Satkorcab Banser Probolinggo Adimas Lutfi Putra Jaya.

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Polsek Setempat, Banser Probolinggo Turunkan Atribut HTI

“Sesuai instruksi Ketua Umum GP Ansor dan Komandan Satkornas Banser kami akan mencopot apapun bentuknya, baik spanduk, baliho, dan sejenisnya yang terkait dengan khilafah,” kata Adimas, Kamis (12/5) malam.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Adimas, sebelum pencopotan spanduk HTI tersebut mereka terlebih dahulu melaporkannya kepada Polres Probolinggo, dalam hal ini Polsek Leces. Sehingga penurunan spanduk tersebut juga dikawal oleh personil dari Polsek Leces.

“Pencopotan atribut HTI ini dilakukan karena mereka sudah makar dan mau mendirikan negara Islam di wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dengan penurunan atribut HTI ini, jelas Adimas, secara tegas Banser Probolinggo menolak dengan keras semua tindakan yang selama ini dilakukan oleh HTI. Bahkan tidak sepatutnya HTI hadir dan menyuarakan Pemerintahan Islam di Indonesia, karena dasar negara  Indonesia adalah  Pancasila. “NKRI harga mati bagi kami,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Sejarah, Amalan Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 27 Desember 2017

Ulama Yaman: Kafirkan Sesama Muslim, Tindakan Bodoh

Bandung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Guru Besar Universitas Darul Musthafa Yaman Prof. Dr. Fahmi bin Abidun menilai sikap gemar memvonis kafir terhadap sesama muslim sebagai tindakan yang bodoh. Hal ini juga menjadi ciri kelompok ekstrem yang tidak toleran terhadap pemahaman pihak di luar dirinya.

Ulama Yaman: Kafirkan Sesama Muslim, Tindakan Bodoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Yaman: Kafirkan Sesama Muslim, Tindakan Bodoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Yaman: Kafirkan Sesama Muslim, Tindakan Bodoh

Pendapat ini ia sampaikan dalam Seminar Internasional bertajuk “Moderasi Islam: Upaya Menangkal Radikalisme Agama” yang digelar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat, bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggualan Terorisme (BNPT), Rabu (1/10), di aula utama kampus setempat.

Menurutnya, kesalahpahaman ini juga menyasar kepada para pemimpin. Dengan alasan pemimpin tidak menjalankan syariat Islam, maka ia dianggap kafir. Konsekuensinya, elemen-elemen pemerintahan lainnya pun akhirnya juga dihukumi kafir.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Fahmi mengajak peserta forum seminar tersebut untuk belajar kepada ulama yang mempunyai pemahaman agama secara mendalam. Ia menilai Indonesia adalah negara yang aman. “Rasa aman apakah harus diganti dengan ancaman dan teror?” tuturnya seraya menegaskan bahwa mencintai tanah air adalah sebagian dari iman dan negara merupakan amanah.

Berdampak pada Kondisi Ekonomi

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Universitas Ahqaf Yaman Prof Dr Abdullah Alaidrus menerangkan, Islam tidak mengajarkan sedikitpun tentang radikalisme.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Seperti halnya Allah telah memberitahukan bahwa umat Nabi Muhammad adalah umat yang moderat, sehingga Islam datang sebagai rahmat bagi seluruh alam,” terang Abdullah.

Kenyataan yang ada, lanjutnya, dimana-mana banyak orang Islam  yang telibat dalam pengeboman, peperangan, dan perampasan. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi, padahal, menurutnya, “Allah menuntut kita untuk memikul beban amanah sebelum kita beriman,” tambahnya di hadapan ratusan hadirin yang terdiri dari mahasiswa dan dosen.

Abdullah mengungkapkan, gerakan radikalisme sangat berpengaruh terhadap kelangsungan ekonomi suatu negara. Menurutnya, tujuh persen penduduk Yaman yang hidup dalam garis kemiskinan adalah akibat dari peperangan. (Muhammad ZidniNafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 14 Desember 2017

Menengok Ngaji Ramadhan di Pesantren Seblak

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Mengisi bulan suci Ramadhan dengan pengajian kitab kuning biasanya dilakukan di semua pesantren. Tidak terkecuali Pesantren Salafiyah Syafiiyah Seblak Jombang. Pesantren ini berdiri tahun 1921 oleh KH. Mashum Ali dan Hj. Choiriyah Hasyim. Nama terakhir ini adalah putri pertama Hadratussyaikh Hasyim Asyari, pendiri pesantren Tebuireng dan organisasi NU.

Pesantren ini hanya berlokasi 200 meter arah barat dari makam Gus Dur. Sistem pengajian kilatan Ramadhan tahun ini dibagi berdasarkan jenjang sekolah. Baik MTs maupun MA. "Pengajian dibagi berdasar jenis kelamin, dipisahkan antara santri putra dengan santri putri," ujar Subhan, kepala MTs.

Menengok Ngaji Ramadhan di Pesantren Seblak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Ngaji Ramadhan di Pesantren Seblak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Ngaji Ramadhan di Pesantren Seblak

Untuk jenjang MTs kelas putri, dibacakan kitab Akhlaq lil Banin karya Syaikh Umar bin Ahmad Baraja. "Yang membaca Ustadz Farhalim, bertempat di mushala pondok," imbuhnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bagi santri putra jenjang MTs, dibacakan kitab Majmu Musytamil ala Arba Rasail karya Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan. "Kitab ini sengaja dipilih karena sebagian besar membahas tentang shalat, dan ini sangat ditekankan di pesantren sini," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Di dalam kitab ini, lanjutnya, juga diterangkan tentang ancaman-ancaman bagi orang yang lalai meninggalkan shalat. "Sehingga diharapkan santri di sini akan dengan mudah untuk melaksanakan shalat, tidak cuma shalat wajib, juga shalat sunat," jelasnya.

Pada jenjang MA, santri putri dibacakan kitab Talimul Mutaallim. "Kitab ini karya Syaikh Burhanuddin Az-Zarnuji, tahun ini yang membaca Ibu Nyai Mahshunah di masjid madrasah sana," ujar M. Any Rofiq, kepala MA.

Bagi santri putra, dibacakan kitab Qamiut Tughyan karya Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani. "Kitab ini sengaja dipilih karena membahas tentang akhlaq santri dan itu sesuai dengan visi misi Pesantren Seblak sini," imbuhnya.

Pengajian kilatan ini dimulai pukul 9 pagi. "Setelah semua santri di sini shalat Dhuha mulai jam 7 pagi dilanjut dengan bimbingan baca tulis Al-Quran," paparnya. Itu untuk menjaga agar kefasihan santri dalam membaca Al-Quran tetap terjaga, meskipun mereka rata-rata sudah membaca Al-Quran sendiri setiap ada waktu senggang.

Upaya ini merupakan bagian integral dalam mengisi pekan efektif fakultatif selama bulan Ramadhan. "Jadi, di samping materi pembelajaran yang tidak ketinggalan, siswa juga memperoleh nilai tambah berupa materi dari pengajian ini," tambahnya.

Pengajian kilatan ini akan berakhir pada tanggal 17 Ramadhan. "Nanti biasanya ditutup dengan buka puasa bersama antara pengasuh, pimpinan madrasah, dewan guru dan semua santri," ujarnya. Agenda rutin ini, lanjutnya, tetap digelar untuk semakin mempererat tali silaturrahim dan ikatan emosional antar undangan yang hadir.

Kitab lain yang dibaca bulan Ramadhan ini sudah ditentukan oleh hasil rapat majelis pengasuh bersama dewan ustadz pondok. Di antaranya adalah Riyadhus Sholihin, Akhlaq lil Banin, Tafsir Jalalain, Khulashoh Nurul Yaqin, Istidadul Maut walima Badal Mawt, Abi Jamrah, dan Mabadi Fiqhiyyah. (Red: Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul, Nahdlatul Ulama, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 24 November 2017

Tirakat

Kata tirakat adalah penjawaan dari kata Arab, thariqah  yang bermakna “jalan yang dilalui”. Bahasa Indonesia kemudian menyerap kata ini menjadi tirakat dan tirakatan. 

Tirakat berarti menjalani laku spiritual untuk mencapai sesuatu yang diiinginkan. Disebut pula oleh kalangan pesantren dengan riyadhah, yaitu menjalani laku mengendalikan dan mengekang hawa nafsu. 

Tirakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tirakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tirakat

Ketika disebut tirakatan maknanya adalah tradisi sebagian masyarakat untuk mengisi hari raya Idul Fithri dengan cara lek lekan (tidak tidur semalaman). 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tradisi tersebut diisi dengan berbagai kegiatan untuk mengasah kesadaran spiritual, tetapi kadang diawali dengan sambutan-sambutan dalam acara Syawalan. Waktu penyelenggaraannya  tidak sama antara satu kelompok masyarakat dengan masyarakat lain, tetapi tetap masih di bulan Syawal.

Dalam masyarakat pesantren, tirakat menggabungkan pengekangan dan pengendalian hawa nafsu (riyadhah)  dan  penempuhan jalan tertentu (thoriqat) untuk mencapai yang diinginkn.  

Berbagai jenis tirakat yang dikenal di kalangan pesantren adalah puasa Ndawud, puasa Senin Kamis, mutih, ngrowot, pusa Ndala’il, dan lain-lain, diiringi dengan pembacaan hizib, doa, ratib, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara ijazah dari guru. Cara detil dalam melakukan tirakat, bisa berbeda-beda antara di antara setiap pelaku, tergantung bagaimana ijazah yang diberikan oleh guru.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menjalani tirakat diyakini masyarakat NU bisa menjadikan kualitas spiritual semakin dekat dengan Allah dan hajat bisa dikabulkan, bila dilakukan dengan benar dan diselesaikan secara purna. 

Karena itulah, tidak jarang orang tua di kalangan masyarakat NU menjalani tirakat agar anaknya dikaruniai ilmu yang bermanfaat, menjadi `arifin, dan lain-lain; dan untuk kepentingan-kepentingan lain. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ulama, Santri, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 20 November 2017

Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September

Semarang, Rohis Tegal - Rohani Islam. Genderang kick off Liga Santri Nusantara (LSN) secara resmi membuka pertandingan di region-region. Zona Jawa Tengah terbagi menjadi tiga regional; region satu meliputi Banyumas Raya dan Pekalongan Raya. Region II terdiri dari Kendal, kota Semarang, Demak, Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Blora, Grobogan, kabupaten Semarang dan kota Salatiga. Sedangkan region III Solo Raya dan Kedu Raya. Pelaksanaan pertandingan akan dimulai awal September nanti.?

Sepak bola U-18 ini merupakan liga amatir yang diperuntukkan untuk kaum santri, dimana pesantren yang berasosiasi di bawah naungan Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU). LSN ini merupakan tahun kedua digelar. Pesantren dengan berbagai potensinya termasuk sepakbola memiliki andil besar untuk menyumbangkan talenta yang selama ini terpendam.?

"Kompetisi ini akan dilaksanakan pada 1-4 September 2016," papar koordinator LSN regional II Jateng, Sukirman.?

Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Region Jateng Dimulai Awal September

Penyelenggara juga berkerjasama dengan Asosiasi Wasit Profesional Indonesia (Awapi). Setidaknya terdapat 18 tim yang telah mendaftarkan diri kepada panpel.?

Pertandingan region II Jateng akan digelar di lapangan Arhanudse-15 Kodam IV Diponegoro, Semarang. Mekanisme pertandingan menggunakan sistem gugur, sampai akhirnya akan diambil satu tim untuk ditandingkan di tingkat nasional.?

Kirman menambahkan bahwa Kamis, (25/8) akan digelar technical meeting (TM) untuk peserta panitia pelaksana. Sebelum TM mulai akan diawali dengan diskusi dengan tema?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Revolusi Sepakbola Nasional dari Pesantren Pembinaan Usia Muda Tanggung jawab Siapa?" dengan menghadirkan Ketua PP RMI NU KH. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), pengasuh pondok pesantren API Tegalrejo Magelang dan juga Owner PPSM Magelang KH. Yusuf Chudlori (Gus Yus), Wakil Ketua DPRD Jateng dan Koordinator LSN Regional 2 Jateng 2016 Sukirman SS, Kepala Dinpora Provinsi Jateng Budi Santoso, dan pelatih usia muda yang juga mantan pelatih PPLP Jateng, Edi Prayitno. Diskusi ini akan dimulai pukul 11.00 WIB bertempat di gedung Berlian DPRD Jawa Tengah. (Zulfa/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Fragmen, Ulama, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 19 November 2017

Pesantren Al-Ikhlas Tamedang Juara I Region Maluku-Papua

Maluku Tenggara, Rohis Tegal - Rohani Islam. Liga Santri Nusantara 2016 Regional Maluku yang meliputi Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, sudah melangsungkan laga final, Selasa (4/10), di Stadion Maren, Kota Tual, Maluku Tenggara. Setalah melalui babak penyisihan akhirnya pada laga final Region Maluku ini mempertemukan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Tamedang Maluku melawan Aliyah Negeri Langgar Maluku.

Sejak awal pertandingan dimulai, kedua tim tampil dengan pola permainan cepat, hal ini terlihat dari berbagai tekanan yang saling kedua tim lakukan.

Pesantren Al-Ikhlas Tamedang Juara I Region Maluku-Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Ikhlas Tamedang Juara I Region Maluku-Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Ikhlas Tamedang Juara I Region Maluku-Papua

Dengan pola permainan cepat dan saling serang ini, hingga ? pertandingan selesai skuad Al-Ikhlas berhasil menciptakan 3 gol, sedangkan Aliyah Negeri Langgar hanya berhasil mengoleksi 2 gol. Sehingga tampil sebagai juara I Liga Santri Nusantara Region Maluku adalah Pesantren Al-Ikhlas.

Menurut Koordonator Region Maluku ? Hamzah Rayahan dengan kemanangan tersebut, maka Pesantren Al-Ikhlas berhak melaju ke babak seri nasional mewakili Region Maluku yang akan berlangsung di Yogyakarta pada tanggal 21-30 Oktober.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Hamzah juga bersyukur karena pelaksanaan LSN Region Maluku berjalan dengan lancar dan sukses sejak awal hingga laga final selesai.

"Kami bersyukur LSN Region Maluku berjalan sukses sejak awal hingga final, dan kami sangat apresiatif dengan kebijkan Menpora yang langsung menyentuh pada masyarakat bawah khususnya kaum santri," ucapnya. (Red: Fathoni)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 14 November 2017

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Salah poin penting dalam Muhasabah Kebangsaan 2017 dan Resolusi Tahun 2018 yang disampaikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) adalah mengatasi ketimpangan di bidang ekonomi dan harga hasil pertanian.

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dorong Pemerintah Perhatikan Ketimpangan Harga Hasil Pertanian

Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, ketimpangan yang terjadi selama petani sebagai subjek utama yang telah bekerja keras mengalami pencekikan harga.

Ia memandang, harga hasil pertanian di tingkat petani di desa berbeda jauh ketika hasil panen tersebut sudah terdistribusi ke kota.

Kiai Said mencontohkan ketika harga bawang merah di Brebes tidak pernah mencapai 10.000 per kilogram. Begitu pun dengan harga hasil pertanian seperti cabe, tomat, dan lain-lain. Bahkan harga di bawah cenderung sangat rendah.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Tapi kenapa setelah sampai di Jakarta harganya melambung tinggi. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah,” jelas kiai asal Kempek, Cirebon ini.

Lebih jauh, Kiai Said melihat, Pemerintah Jokowi-JK punya niat baik mengatasi ketimpangan yang menjadi semacam penyakit kanker dalam pembangunan dan ancaman nyata bagi kesatuan dan persatuan bangsa. 

“Ketimpangan itu menjelma dalam ketimpangan distribusi kesejahteraan antar-individu, ketimpangan pembangunan antar-wilayah, dan ketimpangan pertumbuhan antar-sektor ekonomi,” tuturnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pondok Pesantren Hamalatul Quran (PPHQ) Jogoroto, Jombang, Jawa Timur mengadakan acara wisuda bagi para penghafal Al-Qur’an (hafidh). Prosesi wisuda yang ke-3 ini diikuti 133 wisudawan Qiroah Masyhuroh dan 1 wisudawan Qiroah Sabah.

PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan

Ustadz Ainul Yaqin, pengasuh PPHQ mengatakan, meskipun berusia relatif muda, PPHQ sudah menunjukkan eksistensinya di kancah nasional, sebagai lembaga yang mencetak kader penghafal Al-Qur’an dengan program unggulan "Tahfidz Cepat 6 Bulan". PPHQ juga tetap konsisten dengan program beasiswa tahfidz bagi santri yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan.

Acara yang berlangsung Senin (1/8) itu dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Dalam kesempatan itu, Gus Sholah berpesan agar para hafidh Al-Qur’an tidak berhenti pada hafalan semata tapi juga bisa memahami dan mengamalkan isinya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Turut hadir pula KH Imam Suprayogo, mantan rektor UIN Maulana Malik Ibrahim. Ia mengaku sangat bangga dan terharu melihat 133 wisudawan yang mayoritas menyelesaikan setoran hafalan Al-Qurannya kurang dari satu tahun, bahkan ada yang hanya sekitar 3 bulan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia lalu teringat ketika dahulu banyak mahasiswa hafidh yang tidak ia perhatikan, namun hal itu berakhir ketika Imam menemukan fakta bahwa selama ia menjabat sebagai rektor UIN Maulana Malik Ibrahim mahasiswa yang sering mendapat nilai cumlaude adalah mahasiswa penghafal Al-Quran. Sebagai bentuk pertobatan, Imam pun menggagas program beasiswa bagi mahasiswa yang hafal Al-Quran.

Sementara itu Kepala Seksi Kesantrian pada Subdit Pendidikan Diniyah, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI H Ahmad Rusydi menekankan pentingnya memahami Islam yang lebih lanjut. Ia mendorong para santri menjadi duta Islam moderat, toleran, damai, dan mencerahkan.

Pada siang itu PPHQ juga mendapatkan Piagam Rekomendasi dari Lajnah Pentashih Mushaf Al-Quran untuk menggunakan Murottal Al-Quran dengan Qori Syekh Mahmud al-Khushori sebagai standar bacaan pembelajaran Al-Quran.

Ustadz Ainul Yaqin sebagai pengasuh PPHQ juga menandatangani nota kesepahaman dengan H Amirul Mukminin selaku ketua Yayasan Mahesa Institute dan Qomar selaku direktur Genta English Course untuk mewujudkan pendirian "Al-Quran Village’ atau Kampung Al-Quran" di kawasan Jogoroto, Jombang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 31 Oktober 2017

PCINU Sudan Ikuti Konferensi Zakat Internasional

Khartoum, Rohis Tegal - Rohani Islam

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulma (PCINU) Sudan, Senin (25/1) pagi waktu setempat, mengikuti Konferensi Pembentukan Persatuan Zakat Internasional yang dilaksanakan oleh Ma’had Ulum Zakat Sudan.

PCINU Sudan diwakili H Sidik Ismanto (Rais Syuriah), Ahmad Luqman Fahmi (Ketua Tanfidziyah), dan Ribut Nur Huda (Ketua Lakpesdam NU). “Konferensi ini sangat bagus sekali jika dilihat dari visi dan misinya, dimana konferensi kali ini akan mengumpulkan instansi-instansi dari berbagai Negara,” tutur Kang Sidik, sapaan akrab Rais Syuriah PCINU Sudan.

PCINU Sudan Ikuti Konferensi Zakat Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Ikuti Konferensi Zakat Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Ikuti Konferensi Zakat Internasional

Ia berharap terbentuknya Persatuan Zakat Internasional mampu mengatasi masalah di negara-negara Islam, khususnya dalam bidang ekonomi.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Konferensi ini juga menjadi langkah tindak lanjut kerja sama PCINU Sudan dengan pihak Mahad Ulum Zakat di Sudan melalui program kerja dari Lakpesdam. Melalui konferensi kali ini diharapkan program PCINU Sudan dalam kaitannya dengan zakat dan diplomasi kian berkembang, di samping akan mengenalkan PCINU Sudan ke dunia Internasional.

Konferensi yang berlangsung di Hotel Corinthia ini mengundang berbagai instansi yang ada di Sudan dan instansi dari berbagai negara termasuk di dalamnya PBNU.? Utusan PBNU yang berhalangan hadir kemudian diwakili oleh PCINU setempat. (Muhammad Luqman Hambali/Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Tokoh, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 22 September 2017

Masjid-Pesantren Penopang NU di Masa Depan

Lombok, Rohis Tegal - Rohani Islam. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Masudi, menegaskan masjid dan pondok pesantren adalah penopang dan penentu maju tidaknya NU di masa mendatang. Memakmurkan masjid dinilai sebagai bagian dari perjuangan meningkatkan perekonomian bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Lembaga Takmir Masjid (LTM)  NU di Pondok Pesantren Al Mansyuriyah, Praya, Lombok Tengah, NTB, dengan tema Menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama - Tahun 1926 M: Dari Masjid-Nya Kita Makmurkan Bumi-Nya, Kiai Masdar mengatakan, adalah tugas Nahdliyin untuk tetap mempertahankan NU dan memajukannya di masa mendatang. 

Masjid-Pesantren Penopang NU di Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid-Pesantren Penopang NU di Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid-Pesantren Penopang NU di Masa Depan

"Untuk bisa bertahan dan berkembang, NU harus memiliki dua kaki. Jika NU dianggap sebagai pesantren dalam skala besar, maka pesantren itu pula kaki pertama bertahan dan maju tidaknya NU di masa mendatang. Satu kaki lainnya sudah jelas adalah masjid," kata Kiai Masdar dalam sambutan pembukaan, Rabu (10/4). 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kiai Masdar menjelaskan, keberadaan masjid dan pesantren sebagai penopang maju tidaknya NU tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Ibarat pabrik pesantren adalah tempat produksi, sementara masjid adalah pasar penyerap produk yang di dalamnya terdapat umat sebagai konsumen. 

"Dua-duanya harus dikelola dengan baik. Jangan sampai hasil produksi pabrik dibiarkan membanjiri pasaran dengan tidak terkendali, demikian juga pasar harus ditata agar siap menampung produk, sehingga produk bisa dinikmati konsumen dengan baik juga," urai Kiai Masdar. 

Rohis Tegal - Rohani Islam

Terkait tugas menata dan memakmurkan masjid,   Kiai Masdar menegaskan hal tersebut sudah tercantum di Al Quran serta menjadi tugas setiap umat Islam, termasuk Nahdliyin. "Al-Qur’an menyebutkan kita diciptakan dari bumi (tanah) dan salah satu tugas kita sebagai umat Islam adalah memakmurkan masjid. Jadi memakmurkan masjid berarti memakmurkan bumi, memakmurkan Indonesia dan masyarakatnya," tandasnya. 

Di akhir sambutan Kiai Masdar mengungkapan, kegagalan dalam memakmurkan masjid secara langsung akan menjadi ancaman keberadaan NU di masa mendatang. Jika ini terjadi tak ada yang bisa disalahkan, kecuali Nahdliyin sebagai bagian dari umat Islam secara keseluruhan.

Penulis: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Daerah Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 13 September 2017

Komandan Satkornas Banser dan Calon Banser Gelar Nisfu Sya’ban di Puncak Wilis

Tulungagung, Rohis Tegal - Rohani Islam - Komandan Satuan Koordinasi Nasional Banser H Alfa Isneini menggelar ibadah Nisfu Sya’ban bersama sama calon anggota Banser yang telah mengikuti Diklat Terpadu Dasar (DTD) Satkorcab Banser? Kabupaten Tulungagung di Puncak Gunung Wilis, Desa Geger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Acara berlangsung di masjid desa setempat.

Masjid ini pada malam nisfu dihadiri sekitar 200 orang jamaah yang terdiri atas warga setempat dan calon Banser. Sementara peserta Diklatsar berjumlah 139 orang plus 9 peserta Wanita Ansor Sebaguna (Wanser).

Komandan Satkornas Banser dan Calon Banser Gelar Nisfu Sya’ban di Puncak Wilis (Sumber Gambar : Nu Online)
Komandan Satkornas Banser dan Calon Banser Gelar Nisfu Sya’ban di Puncak Wilis (Sumber Gambar : Nu Online)

Komandan Satkornas Banser dan Calon Banser Gelar Nisfu Sya’ban di Puncak Wilis

“Kebetulan saya pas pulang kampung. Ternyata teman-teman mengadakan DTD. Apa salahnya saya ikut gabung sekalian memberikan spirit sama teman-teman,” kata H Alfa Isnaeni.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menjelaskan, pelatihan serupa terus dilakukan di tingkat nasional. Bersamaan dengan kegiatan di Tulunggung, kegiatan yang sama juga digelar di Gorontalo, Jateng, dan Jawa Barat.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Pokoknya setiap Jumat hingga Ahad kegiatan diklat Banser terus berjalan sehingga tidak kurang dari 2500 personel terus bertambah baik diklat dasar maupun lanjutan,” katanya.

Disinggung berapa target personel Banser nasional yang direkrut dalam tahun ini, ia menjawab, sebanyak-banyaknya. Setidaknya ada 50.000 personel baru Banser tahun ini. “Kita targetkan 1.500? personel tahun ini. Insya Allah lancar untuk menambah jumlah anggota lama yang berjumlah satu juta lebih anggota Banser,” pungkasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam AlaSantri, Khutbah Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 01 September 2017

Belajar Memakai Sepatu di Balik Kursi Presiden Gus Dur

Tidak ada yang meragukan kecerdasan dan level pengabdian KH Abdurrahman Wahid (1940-2009) kepada agama, bangsa, dan negara untuk menjadi seorang pemimpin. Potensi besar menjadi pemimpin ini dilihat secara serius oleh sahabatnya, Fahmi Djafar Saifuddin (1942-2002). Bukan hanya pada level organisasi Islam terbesar di dunia seperti Nahdlatul Ulama (NU), tetapi juga menjadi seorang pemimpin negara, Presiden.

Meskipun serius ‘mengarsiteki’ Gus Dur menjadi pemimpin bangsa, Fahmi D. Saifuddin justru terlebih dahulu mendorong Gus Dur agar terbiasa memakai sepatu. Karena walau kemana pun dan dalam kegiatan apapun, Gus Dur kerap memakai sandal. Hal yang menurutnya cukup mengganjal dalam pikiran Fahmi, padahal Gus Dur sendiri merasa nyaman memakai sandal meski dirinya kala itu telah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Belajar Memakai Sepatu di Balik Kursi Presiden Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Memakai Sepatu di Balik Kursi Presiden Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Memakai Sepatu di Balik Kursi Presiden Gus Dur

Selain salah seorang arsitek Khittah NU 1926 tahun 1984 di Situbondo, Ketua PBNU, dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) dengan rentetan penghargaan, Fahmi D. Saifuddin adalah salah seorang sahabat dekat Gus Dur. Dia sudah lama memperhatikan, meneliti, dan memahami karakter, pemikiran, dan sepak terjang putra sulung KH Abdul Wahid Hasyim bin KH Muhammad Hasyim Asy’ari ini.

Riwayat tersebut dikisahkan oleh salah seorang sahabat Gus Dur, KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus. Baik Gus Dur, Gus Mus, dan Fahmi D. Saifuddin merupakan tokoh-tokoh yang mengarsiteki Khittah NU. Menurut Fahmi yang diceritakan oleh Gus Mus, Gus Dur perlu diantarkan menjadi pemimpin masa depan bangsa dan negara ini.

?

Untuk tujuan besar itu, Fahmi membujuk setengah mendesak agar Gus Dur menerima ajakan Presiden Soeharto masuk Golkar dan menjadi anggota MPR. Itu terjadi pada tahun 1987, tiga tahun setelah Gus Dur terpilih menjadi Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-27 NU di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Gus Dur menolak dan ingin tetap menjadi kritikus Orde Baru sebagai pemimpin gerakan rakyat. Gus Dur menjawab Fahmi, “Aku emoh, wis kono takon Gus Mus wae, nek (Gus Mus) setuju, aku manut” (aku nggak mau, sudah sana tanya Gus Mus aja, kalau (Gus Mus) setuju, saya nurut). (KH Husein Muhammad, Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus, Noura Books, 2015).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Fahmi lalu menemui Gus Mus. Dia mengatakan kepada kiai yang saat ini mengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang ini bahwa jika Gus Dur menjadi anggota MPR, dia akan bisa memengaruhi pemikiran orang-orang di sana (MPR) sekaligus bisa berdiskusi dengan Soeharto. Namun Gus Mus sendiri mengakui sulit, meski bagi orang secerdas Gus Dur.

Singkatnya, Gus Mus tidak setuju Gus Dur menjadi anggota MPR. Namun rupanya Fahmi tak putus harapan. Dia terus membujuk Gus Dur. Menurut Gus Mus, tujuan Fahmi sebenarnya tidak seserius itu. Dia hanya ingin agar Gus Dur nantinya sering memakai sepatu ke mana-mana, tidak pakai sandal terus. Di balik keinginan sederhana itu, tersimpan impian dan rencana besar dr. Fahmi agar Gus Dur mempersiapkan diri menjadi pemimpin bangsa yang besar.

Impian Fahmi sang arsitek itu berhasil. Gus Dur menjadi Presiden keempat RI pada tahun 1999. Banyak orang NU yang tidak mengira betapa hebatnya Fahmi D. Saifuddin, putra KH Saifuddin Zuhri dan kakak kandung Lukman Hakim Saifuddin ini. Kedua nama terakhir adalah adalah Menteri Agama Republik Indonesia periode 1962-1967 dan Menteri Agama periode 2014 hingga sekarang.

Menurut Gus Mus, Fahmi D. Saifuddin merupakan seorang NU tulen. Bukan hanya 100 persen, tetapi 1000 persen. Dialah yang merencanakan jauh-jauh hari dan memimpikan Gus Dur jadi Presiden RI dengan mengajarinya memakai sepatu. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Habib, AlaSantri, Pertandingan Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 27 Agustus 2017

Tingkatkan Ekonomi Masjid, LTMNU Canangkan 2 Program Unggulan

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) mencangkan dua program unggulan sebagai upaya mensejahterakan masjid. Program ini didorong oleh keprihatinan LTMNU atas kelemahan masjid dalam hal pemberdayaan ekonomi.

Tingkatkan Ekonomi Masjid, LTMNU Canangkan 2 Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Ekonomi Masjid, LTMNU Canangkan 2 Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Ekonomi Masjid, LTMNU Canangkan 2 Program Unggulan

Wakil Ketua PP LTMNU Mansur Syaerozi mengatakan, pihaknya akan melakukan terobosan di bidang dakwah dan pemakmuran masjid dengan mencanangkan “Gerakan Infak & Shodaqoh Memakmurkan Masjid” yang disingkat Gismas, serta “Masnu Payment” yang bergerak di bidang jasa layanan pembayaran atau pembelian secara online.

Mansur menjelaskan, Gismas akan dikoordinir orang-orang khusus yang sudah mendapatkan pendidikan dan latihan dari LTMNU yang dikenal sebagai muharrik (penggerak) masjid. Muharrik disyaraktkan bersertifikat resmi dan menangani minimal 10 masjid. Hasil Gismas diperuntukkan untuk memakmurkan kegiatan masjid di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan ekonomi jamaah, dan lain-lain.

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Sementara Masnu Payment akan melayani mulai dari bayar rekening listrik, telepon, cicilan motor, bayar infaq ? dan sedekah, beli barang, dan lain-lain,” katanya dalam rilis yang dikirim ke NU Online, Rabu (17/7).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut Mansur, masjid sudah sepatutnya sejahtera dan mandiri secara ekonomi untuk menopang seluruh kegiatan positif yang dipelopori masjid. Di zaman Rasulullah, masjid adalah tempat yang progresif dan tak hanya sebagai tempat ibadah tapi juga pusat pemberdayaan umat.

“Secara umum pengelolaan Masjid kita masih memprihatinkan. Masih banyak pengurus masjid yang tidak mampu mengoptimalkan peran dan fungsi masjid karena keterbatasan SDM untuk memakmurkan masjid, apalagi memikirkan para jama’ah yang fukara dan masakin di sekitar masjid,” katanya.

Rencananya, LTMNU akan meluncurkan secara resmi dua program unggulan tersebut pada Jumat (26/7) mendatang di gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, dengan menghadirkan 81 muharrik dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Penulis: Mahbib Khoioron

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Humor Islam, Hadits, AlaSantri Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock