Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Dalam rangka untuk memperkuat ukhuwah nahdliyah di kalangan warga NU, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jum’at (25/1) malam menggelar lailatul ijtima’.
Tradisi lailatul ijtima’ atau malam pertemuan warga Nahdlatul Ulama (NU) memang sudah mengakar di kalangan warga nahdliyin, khususnya yang berada di Kecamatan Kraksaan sendiri.
| Perkuat Ukhuwah Nahdliyah Melalui Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online) |
Perkuat Ukhuwah Nahdliyah Melalui Lailatul Ijtima’
PCNU Kraksaan sendiri melaksanakan kegiatan lailatul ijtima’ ini secara rutin setiap pertengahan bulan hijriyah. Kegiatan yang dilakukan diantaranya sholat Ghaib, sholat Hajat, istighosah dan pembacaan tahlil. Khusus kali ini, kegiatan ditambah dengan pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW.Kegiatan ini sedikitnya diikuti oleh 150 orang peserta dari PCNU Kraksaan yang terdiri dari pengurus Syuriah dan Tanfidziyah mulai dari tingkat cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC) hingga ranting. Selain itu juga dari lembaga, lajnah dan badan otonom, termasuk juga para kiai-kiai se PCNU Kraksaan.
Rohis Tegal - Rohani Islam
Ketua PCNU Kraksaan H. Nasrullah Ahmad Suja’i menegaskan lailatul ijtima’ ini dimaksudkan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah atau tali persaudaraan yang bernafaskan Islam. Apalagi lailatul ijtima’ yang sudah mengakar kuat di kalangan NU merupakan warisan para ulama yang harus dilestarikan.Rohis Tegal - Rohani Islam
”Di Indonesia khususnya di Kabupaten Probolinggo, gerakan yang dapat memperlemah ukhuwah Islamiyah cukup beragam. Oleh karenanya, warga NU harus menguatkan diri dengan memperkukuh paham Aswaja dan ukhuwah Islamiyah,” ungkapnya kepada Rohis Tegal - Rohani Islam.Menurut Suja’i, biasanya dalam lailatul ijtima’ ini juga dilakukan pemantapan pemahaman Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan diskusi dengan mengaitkannya pada isu-isu terkini. Tetapi karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, maka diskusi tersebut sementara ditiadakan dan diganti dengan pembacaan sholawat Nabi dengan iringan grup hadrah.
”Biasanya dalam diskusi itulah nantinya kita semakin dimantapkan pada pembelajaran untuk menghargai perbedaan. Perbedaan pandangan dalam Islam, selagi bisa dipertanggungjawabkan haruslah dipertahankan. Sebab, darinyalah Islam bisa lentur dan menebar kemaslahatan,” jelasnya.
Menariknya, lailatul ijtima’ ini juga diikuti oleh generasi muda NU yang notabene adalah pengurus badan otonom. “Alhamdulillah, lailatul ijtima’ ini bisa menjembatani untuk mengakrabkan generasi muda NU dengan yang sudah tua. Semoga ini menjadi modal berharga sebagai upaya kaderisasi pengurus di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor : Syamsul Akbar
Dari Nu Online: nu.or.id
Rohis Tegal - Rohani Islam Sholawat, Pahlawan Rohis Tegal - Rohani Islam

EmoticonEmoticon