Rabu, 29 Maret 2017

Menuruti Pemberi Petunjuk

Banyak orang bingung menghadapi hidup. Masalahnya beda-beda. Banyaknya masalah ekonomi. Ada lelaki yang sudah berusia 50 tahun belum menikah, karena takut masalah nafkah. Ada yang cerita sudah dua kali memutuskan tunangan karena masalah ekonomi. Pertama, calon mertuanya mensyaratkan emas 20 gram dan punya mobil. Kasus kedua, prp nya minta 25 gram emas murni. Berat,menurutnya. Jadi tunangan pun batal.

Bukankah selama ini kita beribadah kepada Allah yang maha memberi petunjuk? Apakah kita tidak tahu petunjuk-Nya? Ataukah tidak mau mengikuti petunjuk-Nya?

Shalat istikharah sebenarnya salah satu cara untuk mengenali petunjuk-Nya. Selama belum dapat petunjuk sampai 3 bulan atau lebih pun sebaiknya terus dilakukan.

Menuruti Pemberi Petunjuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Menuruti Pemberi Petunjuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Menuruti Pemberi Petunjuk

Al-Quran disebut hudan artinya petunjuk. Al-Quran ? adalah guide atau panduan bagi kita untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu.

Rasulullah juga disebut al-Hadi (pemberi petunjuk). Dengan mempelajari sabda dan mengikuti sabdanya kita mengikuti petunjuk.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Beruntung Guru Sekumpul. Berkah banyak shalawat, Rasulullah datang dalam mimpi seseorang dan menyuruh orang tersebut untuk membantu menyiapkan pernikahan Guru Sekumpul.

Hati kita jika dibersihkan adalah kitab kehidupan yang lengkap. Di sana ada rahasia dan petunjuk. Imam Malik tidak berlebihan saat berpesan,"Bertanyalah pada kedalaman hatimu (yang bersih)."

Setiap saat ada petunjuk. Kita saja yang tidak peka. Atau sadar, tapi lebih percaya pada pikiran dan perasaan sendiri dan orang lain.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Bila dekat dengan Allah maha pemberi petunjuk, bahkan penyakit apa pun diberi petunjuk obatnya. Saat temannya sakit, seorang kakek berkata,"Sudah ajalnya. Dalam mimpi, saya tidak menemukan obatnya." Temannya pun wafat. Biasanya sakitnya selalu ada petunjuk obatnya dari kakek tersebut.

Ayah Habib Syekh saat akan meninggal, ia mengimami shalat Jumat dan memanggil Seseorang untuk persis di belakangnya. Ia berpesan bila ada apa-apa dengan dirinya, lanjutkan shalatnya. Ayah Habib Syekh meninggal saat bersujud dan orang tersebut mengambil alih tugas sebagai imam sampai salam.

Ajengan Dudun pernah bilang,"Bila dzikir khofi sudah mantap, maka dia akan tahu saat ajalnya." Bukankah ini juga petunjuk.

Sungguh petunjuk itu berseliweran. Sudahkah kita membuka mata hati kita untuk membacanya? Sudahkah kita pasrah untuk mengikuti petunjuk Allah? Sudahkah kita melepas keinginan dan hasrat pribadi kita dan orang lain dari dalam diri kita?

Uridu anla uridu (aku ingin tidak punya keinginan), demikian kata Abu Yazid. Hidupnya cukup dengan mengikuti petunjuk, karena tidak pernah terputus dengan maha pemberi petunjuk.

Lakukan petunjuk Allah, baik yang tersurat di kitab maupun yang tersirat di alam semesta. Bila tidak, dengarkan kekesalan Allah,"Imalu ma syitum (lakukan semaumu)".

Allah pun pergi meninggalkan kita.?

Saat kita kerja, yang ada keluhan. Saat mendapat uang, yang ada kekurangan. Saat banyak uang, yang ada tanpa berkah. Karena petunjuk Allah telah diabaikan, maka kitapun diabaikan.

Lakukan semaumu, ? dan hadapi sendiri masalahmu. Bukankah kau lebih percaya dan mengikuti perasaan dan pikiranmu sendiri dan orang lain daripada petunjuk Allah? (Rojaya)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam, Nahdlatul Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam. Menuruti Pemberi Petunjuk di Rohis Tegal - Rohani Islam ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock