Minggu, 25 Maret 2018

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama H. Arifin Junaidi menegaskan pihaknya memiliki madrasah formal sejumlah 48 ribu. Menurut dia, murid dan guru lembaga tersebut menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Sekolah 5 Hari.?

“Jika kebijakan ini dipaksakan, Prgunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) dan Ma’arif akan datang ke Jakarta,” ungkapnya pada konferensi bersama Pengurus Besar PBNU menyikapi kebijakan Sekolah 5 Hari di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (15/6). ?

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti (Sumber Gambar : Nu Online)
Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti (Sumber Gambar : Nu Online)

Rugikan Ribuan Madrasah Sore, LP Ma’arif NU Minta Mendikbud Diganti

Karena, menurut laporan yang diterima dari lembaga-lembaga M’arif di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Makassar, Banjarmasin, Maluku, kebijakan tersebut sangat merasahkan.?

“Saya telah berkomunikasi dengan LP Ma’arif di Makassar, di Banjarmasin; terjadi keresahan yang luar biasa kebijakan Mendikbud ini,” katanya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia menambahkan, sebelumnya Mendikbud akan membuat kebijakan Full Day School (FDS). Kemudian diubah menjadi kebijakan Sekolah Lima Hari dengan belajar selama 8 jam sehari. Ini adalah kebijakan yang sama saja, beda nama.?

“Mendikbud telah bikin gaduh. Kami meminta Presiden untuk menggantinya,” tegasnya. ?

Arifin menambahkan, di luar 48 ribu madrasah di bawah LP Ma’arif terdapat 70 ribu Madrasah Diniyah Takmiliyah yang waktu belajarnya sore hari. Dengan demikian, kebijakan tersebut akan 7 juta murid Madrasah Diniyah Takmiliyah tersebut. (Abdullah Alawi)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, IMNU, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 15 Maret 2018

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Bogor, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof Abdurrahman Mas’ud mengatakan, akhir-akhir ini dunia tulis-menulis di kalangan pesantren cenderung menurun. Para kiai di pesantren jarang menulis buku atau karya tulis lainnya. Ini jauh berbeda dengan kondisi para ulama pada sekitar abad ke-19.

“Ketika itu, karya-karya tulis para ulama banyak diterbitkan di Saudi dan Turki, selain di Indonesia sendiri. Karya ulama zaman dulu yang monumental antara lain Tafsir al-Munir li Ma’alim at-Tanzil atau Tafsir Marah Labid (Syekh Nawawi al-Bantani) dan Manhaj Zhawi an Nazhar (Syekh Mahfudz al-Tirmasi), sebuah tafsir atas Manzhumat ‘Ilm al Atsar karya Abdurrahman al-Suyuthi,” paparnya.

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Mas’ud menyampaikan hal itu saat memberi pengarahan dalam seminar “Hasil Pengembangan Karya Tulis Ilmiah Santri” di Hotel M-One Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 49,5 Cimandala Sukaraja Bogor, Kamis (20/11), yang digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenda) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mas’ud menambahkan, sekarang ini belum ada lagi penulis produktif dari kalangan ulama setelah Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh. “Yang menarik, adalah kitab Thariqatul Hushul ala Ghayatil Wushul karya Kiai Sahal Mahfudh, sebuah penjelasan dari kitab Ghoyatul Wushul karya Syekh Abu Zakariya al-Anshori,” tegasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurutnya, pemeliharaan tradisi keilmuan meliputi menulis dan membaca kitab kuning sebagai salah satu fungsi pesantren diwujudkan dalam bentuk aneka karya tulis. Sebagai penulis produktif, ulama zaman dahulu melahirkan karya besar. Sayangnya, masih banyak yang belum dibukukan sebagai warisan kepada generasi penerus. Bagi Mas’ud, kaderisasi penulisan yang dilakukan Puspenda sangat penting untuk melahirkan penulis baru yang handal.

Mas’ud secara khusus memberikan selamat dan apresiasi kepada para santri yang terpilih dalam 10 besar. Ia berharap mereka makin berkembang kemampuan menulisnya. “Saya berharap adik-adik santri yang terpilih ini menjadi penulis handal di masa depan. Saya tahu, tidak mudah dalam proses penulisan tersebut. Yang jelas, all beginning is difficult. Banyak pemula yang sampai berdarah-darah saking sulitnya,” seloroh Mas’ud. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Kajian, Internasional, Pertandingan Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 09 Maret 2018

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola

Bandung,Rohis Tegal - Rohani Islam

Memasuki hari kedua putaran final atau seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017, beberapa tim mengalami nasib sial, mengalami kekalahan telak. Bahkan, karena di hari kedua juga mengalami hal serupa, beberapa tim dipastikan? gagal mendapatkan tiket ke babak selanjutnya.

Pada hari pertama, di stadion Siliwangi, Al-Madiniyah Tabalong, Kalimantan Selatan mengalami nasib sial itu. Mereka dikalahkan 0-7 oleh kesebelasan DDI Kaballangan, Pinrang, Sulawesi Selatan. Hal serupa dialami Al Huda Lampung Selatan. Mereka kalah 1-4 Nurul Iman Muaro Jambi.

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Tim Kalah Telak, Ini Kata Pengamat Sepak Bola

Pada hari kedua, Selasa (24/10) di stadion sama, kesebelasan Hamzan Wadi dari Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami nasib serupa. Mereka dicukur lebih telak lagi dibanding Al-Madaniyah, dengan skor 0-8 oleh kesebelasan Walisongo Sragen, Jawa Tengah. ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Padahal Hamzan Wadi, sehari sebelumnya juga dikalahkan Nurul Fauzi Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan hasil seperti itu, mereka sulit untuk mendapatkan tiket ke babak selanjutnya.? ? ?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut pengamat sepak bola, M. Kusnaeni, umumnya tim-tim yang kalah banyak karena kurang pengalaman bermain di kompetisi level nasional. Mereka demam panggung sehingga tidak bisa bermain maksimal.

“Jangan berhenti sampai di sini. Tim-tim itu sudah membuktikan diri yang terbaik di regionnya. Pengalaman kali ini justru harus memotivasi untuk tampil lebih maksimal pada tahun-tahun selanjutnya,” pintanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Santri, Warta Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 07 Maret 2018

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri?

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Kepolisian diduga menjadi tujuan operasi bom bunuh diri yang meneror Jakarta semalam, Rabu (24/5). Terbukti dengan pemilihan lokasi yang berada di tempat polisi berjaga di Halte Kampung Melayu dan menewaskan 2 korban dari pihak aparat.?

Terkait teror ini Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Tsaquf, menilai bahwa serangan ini sengaja untuk merusak ketertiban sosial.

"Polisi adalah ujung tombak pemeliharaan tertib sosial. Karena tertib sosial dikerangkai dengan hukum dan polisi berdiri tepat di pagar-pagarnya. Kalau polisi rontok, itu adalah awal dari rontoknya hukum yang berarti juga rontoknya tertib sosial," tuturnya.

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri?

Lebih lanjut, menurut beliau, kalau gerakan radikal Islam berhasil sampai tahap ini, langkah berikutnya tinggal mengganti dengan kekuatan paksa fisik punya mereka. Inilah transformasi strategi mutakhir gerakan radikal. Ketimbang meneror masyarakat luas yang susah ditakut-takuti, mendingan fokus meneror polisi.?

"Kalau polisi bisa dibikin takut keluar ke jalanan, takut menjalankan tugas, kalau ruang-ruang publik disterilkan dari polisi, masyarakat tinggal kumpulan ternak yang bingung. Tertib sosial kehilangan pagar. Itulah saatnya serigala-serigala menghambur menerjang," tambahnya.?

Beliau pun memberikan pertanyaan penting, sebenarnya, apa inti gagasan radikalisme Islam? Melawan tertib sosial yang ada saat ini. Mengapa? Karena mereka anggap dholim, tidak Islam, thoghut dan seterusnya. Mau mereka apa? Meruntuhkan tertib sosial yang ada ini untuk diganti dengan konstruk yang mereka teorikan berdasarkan imajinasi mereka tentang kejayaan politik Islam di masa lalu. (Dedik Priyanto/Mahbib)

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Berita, Fragmen Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 06 Maret 2018

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU

Jombang, Rohis Tegal - Rohani Islam

Salah satu keputusan Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 lalu, bahwa organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali menjadi badan otonom (banom) NU, nampaknya masih memerlukan waktu yang panjang untuk memantapkan keputusan tersebut. Hal itu disebabkan banyaknya karakteristik aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang memberikan dinamika kaderisasi tersendiri bagi PMII di masing-masing daerah.

?

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Yaqub Husein Jombang Siap Kembali ke Pangkuan NU

Namun demikian, Pengurus Komisariat (PK) PMII Yaqub Husein (YH) STIT al-Urwatul Wutsqo Jombang, Jawa Timur diimbau mulai mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari NU baik secara struktural maupun kultual. Imbauan tersebut datang saat dikukuhkannya para pengurus komisariat terkait di aula PKBM Primaganda, Bulurejo, Diwek, Jombang, Selasa (5/4) lalu.

?

"Sudah sepantasnya PMII mau kembali merapat ke pangkuan NU. Sebab, PMII lahir dari rahim NU," kata Mahmudi, salah satu senior PMII Yaqub Husein saat memberikan sambutannya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Mantan Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang pada dua periode sebelumnya itu berharap agar Kongres Pengurus Besar (PB) PMII yang akan datang mampu menyatukan berbagai perbedaan ide dan sikap terkait pro-kontra kembalinya PMII ke NU. "Kongres PMII yang akan dilaksanakan pada tahun ini pada akhirnya akan menyepakati kembalinya PMII ke naungan NU," ujarnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

?

Untuk itu, kata dia, Pengurus Rayon (PR), komisariat, dan cabang harus bersinergi untuk mewujudkan tujuan organisasi yang bernafaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Salah satunya dengan memperdalam wawasan keilmuan segenap aktivis PMII. "Budaya-budaya kajian dan diskusi harus dilestarikan supaya kader-kader PMII mampu menawarkan gagasan yang baru untuk organisasi," lanjutnya.

?

Senada dengan demikian, Ketua Pengurus Komisariat PMII YH, Iis Sholehah, mengajak kepada para anggotanya untuk membangun soliditas dan militansi pengurus, khususnya antar pengurus rayon dan komisariat. "Visi sebuah organisasi tidak akan tercapai tanpa adanya militansi kader," ungkapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pondok Pesantren, Lomba, Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 05 Maret 2018

Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika…

Pringsewu, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi dan kepentingan bangsa. Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama.

Demikian penjelasan Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Provinsi Lampung KH Munawir saat ditanya terkait penggunaan hak pilih masyarakat dalam pemilihan umum ataupun Pemilihan Kepala Daerah, Selasa (16/1).

Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika… (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika… (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Golput pada Pilkada Bisa Haram Jika…

Imamah dan Imarah dalam Islam, lanjutnya, harus sesuai dengan  syarat-syarat sesuai ketentuan agar terwujud kemaslahatan dalam masyarakat.

"Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib," tegasnya.

Menurutnya, memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut atau tidak memilih sama sekali, padahal ada calon yang memenuhi syarat, maka hukumnya haram.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang mampu mengemban tugas amar ma’ruf nahi munkar. Umat islam tidak benarkan untuk golput atau tidak menggunakan hak pilih," tegasnya.

Jika golput akan berdampak pada gagalnya pemilihan umum dan rusaknya tatanan pemerintahan, maka hukumnya haram.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karenanya, Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk dapat menyalurkan hak politiknya dengan memilih pemimpin pada pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 ini.

"Pilihlah pemimpin yang akan memimpin daerahnya masing-masing dengan pemikiran jernih dan menata niat untuk mendapatkan ridho Allah SWT," imbaunya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nasional, Santri Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 03 Maret 2018

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat”

Padang Pariaman, Rohis Tegal - Rohani Islam. Sebanyak 230  orang santri  baru Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ringan-ringan Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat, selesai mengikuti Taqarrubun Nafsiyah (masa pengenalan diri), Ahad (14/9). Kegiatan yang dimulai sejak Jumat ini merupakan ajang pengenalan santri terhadap proses belajar mengajar di pesantren setempat.

Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Drs Idarussalam Tuanku Sutan menyebutkan,  kegiatan Nafsiyah penting dilakukan agar santri baru memahami proses belajar mengajar yang dilakukan di Pesantren Nurul Yaqin. Selain itu, santri juga dibekali pengetahuan kedisiplinan,  pengembangan minat dan bakat.

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Terapkan “One Day One Ayat”

Kepala Tata Usaha/Sekretariat Pondok Pesantren Nurul Yaqin M. Asyraful Anam Tuanku Bagindo menambahkan, saat penutupan terungkap ada santri yang sudah hafal 5 juz Al Quran. Beberapa santri baru tersebut juga ada hafal 1 juz.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tahun ini Nurul Yaqin mencoba menerapkan kepada santri one day one ayat. Artinya masing-masing santri menghafal 1 ayat, setiap hari," kata Anam yang juga mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Padangpariaman ini.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Dikatakan Anam, selama ini Nurul Yaqin memprioritaskan pemahaman dan membaca kitab bagi santrinya. Sehingga hafalan ayat Al Quran kurang diprioritaskan. Program one day one ayat, salah satu upaya meningkatkan hafalan santri. Program ini dikhususkan pada tingkat tsanawiyah. Sedangkan di tingkat aliyah, lebih difokuskan hafalan syair.  Syair merupakan  dasar kajian ilmu alat dalam memahami kitab-kitab kuning.

Selama Nafsiyah berlangsung peserta diberikan materi  Peraturan Baris-Baris (PBB),  Sosialisasi Berkendaraan di Jalan Raya dan Penanaman Sadar Hukum dari Polres Padangpariaman, Peran Santri Dalam Pergeseran Zaman dan Pembangunan Daerah oleh Rahmat Tuanku Sulaiaman, PP Nurul Yaqin dari berbagai aspek oleh M. Rais Tk. Labai Nan Basa, Asrama Media Implementasi  Imtaq dan Kebudayaan oleh Almunawir, Rahasia santri Sukses dalam Menggali Potensi oleh Ima Latunil, Kesantrian dan Penguatan Nilai-Nilai Ahlussunnah oleh Zulhamdi Tk. Kerajaan Nan Saleh.

Nafsiyah tahun ini terpilih sebagai Buya (Raja) Ahmad Fadli dan Umi (Ratu) Agustin. Keduanya terpilih dari penilaian 5 aspek, yakni kedisiplin PBB, bacaan Al-Quran, dakwah, bakat dan hobi. Nilai tertingginya dari aspek PBB, dakwah dan bakat. Sedangkan Agustin lebih menonjol PBB, tilawah dan dakwah. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Foto: Peserta Taqarrubun Nafsiyah sedang berbaris di halaman Pesantren Nurul Yaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Budaya, Sholawat, Nasional Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 02 Maret 2018

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh Nadlatul Ulama (JQHNU) menggelar seminar nasional bertajuk “Kontroversi Tilawah Langgam Nusantara”, Selasa (16/6) petang, di aula PBNU, Jakarta. Salah satu narasumber hadir dari Universitas Internasional al-Mustafa, Qum, Iran.

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Ketua Umum PP JQHNU KH Abdul Muhaimin Zain mengatakan, seminar ini diselenggarakan atas permintaan masyarakat, menyusul polemik tentang kebolehan melantunkan al-Qur’an dengan langgam Jawa sebagaimana terjadi pada peringatan Isra’ dan Mi’raj pertengahan Mei lalu di Istana Negara, Jakarta. Pihaknya sengaja mengundang pakar qira’ah asal Iran lantaran langgam qira’ah yang lazim dibaca para qari’ mayoritas berasal dari Persia atau Iran.

Sayyid Ali Rabbani, ulama Iran itu, di hadapan forum yang terdiri para mahasiswa, dosen, dan para pegiat al-Qur’an, mengatakan kontroversi ini juga pernah terjadi di negaranya, Iran. Pembacaan al-Qur’an dengan lagu bersyair mendapat simpati dari sebagian kecil ulama, meski ditolak oleh kebanyakan ulama qira’ah di sana.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Soal tilawah di luar langgam Arab, katanya, secara akal bahasa Arab atau bahasa Inggris seyogianya diekspresikan menurut bahasa Arab atau Inggris. Namun ia menggarisbawahi bahwa seorang qari sebaiknya tidak terlalu fokus pada lagu, melainkan perenungan makna dan sampainya pesan al-Qur’an kepada para pendengar.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ali Rabbani mengisi seminar bersama Kepala Lajnah Pentashih al-Qur’an Kemenag Muchlis M Hanafi, Rais Majelis Ilmi PP JQHNU KH Ahsin Sakho, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Peserta yang berpartisipasi antara lain dari qari internasional Ustadzah Maria Ulfa, serta akademisi dari Institut Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran (PTIQ) Jakarta, Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta, dan Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran "Al-Hikam" Depok.

Menurut hasil penelitiannya dari berbagai kitab klasik, Muchlis berpendapat bahwa tidak ada contoh valid pada zaman Rasulullah tentang lagu tertentu yang harus digunakan saat membaca al-Qur’an. Dengan demikian, ia meyakini langgam (nagham) datang atas kreasi umat Islam setelahnya atau bersifat ijtihadi.

Sebagaimana Muchlis, KH Ahsin Sakho setuju dengan adanya kebebasan dalam memilih lagu selama tidak menyalahi tajwid, makharijul huruf, dan kekhidmatan dalam pembacaan al-Qur’an. Baginya ini masalah sekunder karena menyangkut budaya manusia yang beragam. Yang primer dan masuk kategori ibadah adalah pembacaan al-Qur’an sesuai kaidah dan makna.

“Jadi menurut saya sah-sah saja (menggunakan langgam Nusantara), sejauh tidak ada mawani’ (penghalang) yang menyebabkan ia makruh atau haram,” ujarnya usai menayangkan video pembacaan al-Quran dari Afrika dan Saudi Arabia yang berbeda dari tujuh lagu yang lazim dibaca, yakni Bayati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rost, Jiharkah, dan Sikah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nusantara, Nasional, Quote Rohis Tegal - Rohani Islam

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Menyambut datangnya liburan semester, mahasantri angkatan kedua Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) Al-Hikam, Beji, Depok berziarah ke makam Habib Husein bin Abu Bakar Al-Idrus, Pasar Ikan, Jakarta Utara, Ahad (17/3).

Perihal itu disampaikan oleh seorang mahasantri STKQ Al-Hikam Zaki Muttaqin kepada Rohis Tegal - Rohani Islam melalui telepon, Kamis (22/3) sore.

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Liburan, STKQ Al-Hikam Pergi Ziarah Kubur

Di makam yang terkenal dengan sebutan makam keramat Luar Batang itu, mahasantri menjalankan adab ziarah sebagaimana mestinya. Mereka membaca surah Yasin, tahlil, selawat Nabi Muhamad, doa dan sejumlah kalimat pujian lainnya.

“Pembacaan rangkaian tahlil dan doa dipimpin oleh guru STKQ Al-Hikam Musthofa,” tambah Zaki.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Zaki menambahkan, Ketua panitia acara Mubarok menyatakan pentingnya tradisi ziarah kubur. Karena, ziarah kubur, lanjut Mubarok, menghadirkan suasana khas religius yang amat dibutuhkan warga kota besar seperti Jakarta.

Tujuan dari ziarah itu selain menyegarkan keimanan, mengingatkan orang pada kematian. Padahal, keduanya merupakan kebutuhan dasar religius  bagi setiap muslim, ungkap Mubarok. 

Dalam melaksanakan ziarah kubur, rombongan mahasantri dikepalai oleh Mubarok. Usai berziarah, rombongan bergerak menuju tempat liburan Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi tidak jauh dari makam keramat Luar Batang.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Penulis: Alhafiz Kurniawan 

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Sunnah Rohis Tegal - Rohani Islam

Kamis, 01 Maret 2018

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation

Probolinggo, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ratusan santri Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo dilatih hypno motivation, Sabtu (22/4). Pelatihan ini diberikan untuk menguatkan jiwa dan mental dengan harapan mereka memiliki ketahanan moral dan spiritual di tengah perkembangan arus globalisasi.

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Darul Lughah wal Karomah Dilatih Hypno Motivation

Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah ini dihadiri Trainer Hypno Motivation Holil Hasyim Asy’ari didampingi sejumlah pengasuh dan tokoh agama di Kota Kraksaan.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Lughah wal Karomah mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan jiwa santri yang sesuai dengan nilai-nilai Islami.

“Terkadang kita lupa, bahwa Islam itu memiliki segala-galanya. Akan tetapi karena kita terlena, maka kita lupa segalanya,” katanya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Melalui kegiatan hypno motivation ini Hasan Baharun mengharapkan agar santri memilki kekuatan mental dan spiritual, sehingga akan terbentuk karakter santri yang sesuai dengan harapan masyarakat dan tidak goyah dengan perkembangan Iptek dan modernisasi.

Sementara Trainer Hypno Motivation Holil Hasyim Asy’ari mengatakan santri harus kembali kepada khittahnya. Dalam artian mereka harus selalu ingat pada sang pencipta di tengah-tengah ikhtiarnya. “Nilai-nilai spiritual santri harus terus dibangkitkan dan dioptimalkan dari banyak sisi, agar santri benar-benar sesuai dengan fitrahnya,” katanya.

Sudah saatnya semangat santri dalam belajar dan menimba ilmu perlu ditata ulang. “Apalagi semangat barokah sekarang sudah mulai tergerus oleh kepentingan-kepentingan yang sangat bervariasi. Belajar sambil beribadah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan, Santri, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Selasa, 27 Februari 2018

Mengenal Kepribadian Luhur Habib Anis Al-Habsyi

Dua minggu pasca-Lebaran tahun 2006, umat muslim di Soloraya tersentak mendengar kabar duka. Seorang tokoh ulama panutan yang juga keturunan dari Rasulullah saw, Habib Anis Al-Habsyi dikabarkan telah menghadap ke rahmatullah. Menurut keterangan dari dokter, Habib Anis yang kala itu berusia 78 tahun, wafat karena penyakit jantung yang dideritanya.

Sontak, kabar tersebut membuat para murid dan pecinta beliau yang tersebar di penjuru dunia, bergegas untuk ikut memberikan penghormatan terakhir kepada sang guru. Kota Solo di hari wafat Habib Anis diserbu puluhan ribu pentakziah. Dengan diiringi tangisan dan air mata, mereka melepas kepergian cucu Muallif Simtuddurar tersebut.

Mengenal Kepribadian Luhur Habib Anis Al-Habsyi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Kepribadian Luhur Habib Anis Al-Habsyi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Kepribadian Luhur Habib Anis Al-Habsyi

Ya, kepergian Habib Anis memang patut menjadi duka bagi semua, khususnya kaum Aswaja di wilayah Soloraya. Hal ini sama dengan yang diungkapkan Habib Abdullah Al-Haddad ketika menyaksikan kepergian gurunya itu:

Rohis Tegal - Rohani Islam

“Kami kehilangan kebaikan para guru kami ketika mereka meninggal dunia. Segala kegembiraan kami telah lenyap, tempat yang biasa mereka duduki telah kosong. Aku akan tetap menangisi mereka selama aku hidup dan aku rindu kepada mereka. Aku akan selalu kasmaran untuk menatap wajah mereka. Aku akan megupayakan hidupku semampukun untuk selalu mengikuti jalan hidup para guruku, menempuh jalan leluhurku.”

‘Anak Muda Berpakaian Tua’

Rohis Tegal - Rohani Islam

Habib Anis lahir di Garut Jawa Barat pada tanggal 5 Mei 1928. Ayahnya, Habib Alwi, merupakan putera dari Habib Ali Al-Habsyi (Muallif Simtuddurar) yang hijrah dari Hadramaut Yaman ke Indonesia untuk berdakwah. Sedangkan ibunya bernama Khadijah. Ketika beliau berumur 9 tahun, keluarga beliau pindah ke Solo, sampai akhirnya menetap di kampung Gurawan, Pasar Kliwon Solo.

Sejak kecil, Habib Anis dididik oleh ayah sendiri, juga bersekolah di madrasah Ar-Ribathah, yang juga berada di samping sekolahannya. Habib Anis tumbuh menjadi seorang pemuda nan alim dan berakhlak luhur. Habib Ali Al-Habsyi, adik beliau menyebut kakaknya seperti “anak muda yang berpakaian tua”.

Tentang maqam ilmu dan akhlak yang dimiliki Habib Anis, salah satu cucunya yang bernama Muhammad bin Husain mengungkapkan sosok Habib Anis sebagai orang yang sangat mencintai ilmu.

“Ketika usia muda, beliau gemar sekali membaca buku. Tiap malam ketika istrinya tidur, beliau membaca kalam Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi (kakek Habib Anis) sampai beliau terkadang menangis ketika membaca untaian nasehat kakeknya. Ketika istrinya terbangun beliau langsung mengusap airmatanya supaya tidak terlihat oleh istrinya,” ujarnya.

Bahkan ketika usia sudah mulai tua, Habib Anis masih haus kepada ilmu. “Beliau pernah berencana untuk membeli laptop dan belajar mengetik untuk bisa mencatat ilmu yang didapatnya. Beliau juga berencana untuk datang pameran kitab di Mesir supaya bisa membeli kitab-kitab langka yang dijual disana,” imbuh Habib Muhammad.

Ditambahkan oleh Habib Muhammad, meskipun Habib Anis termasuk ahli ilmu, akan tetapi dia lebih dikenal dengan kemuliaan akhlaqnya. “Karena beliau selalu menampilkan akhlaq yang mulia, padahal keluasan ilmunya tidak diragukan lagi,” terangnya.

Akhlak Habib Anis, diantaranya tercermin dari sikap sumeh (murah senyum) dan dermawan yang dimilikinya. Ibu Nur Aini penjual warung angkringan depan Masjid Ar-Riyadh menuturkan, “Habib Anis itu bagi saya, orangnya sangat sabar, santun, ucapannya halus dan tidak pernah menyakiti hati orang lain, apalagi membuatnya marah,”

Seringkali menjelang Idul Fitri, Habib Anis memberikan sarung secara cuma-cuma kepada para tetangga, muslim maupun non muslim. “Beri mereka sarung meskipun saat ini mereka belum masuk islam. Insya Allah suatu saat nanti dia akan teringat dan masuk islam.” kata Habib Anis yang ditirukan Habib Hasan, salah seorang puteranya.

Guru Para Syuriyah

Menurut Habib Muhammad bin Husein, semasa hidupnya, Habib Anis mengabdikan untuk berdakwah dan bergelut dalam majelis ilmu. “Beliau punya pengajian setiap harinya saat bada dzuhur, kecuali Jumat dan Ahad, di kediaman beliau. Pernah, ketika istri beliau meninggal masyarakat datang untuk bertaziyah. Namun begitu tiba waktunya pengajian, langsung beliau membuka kitabnya dan mulai membaca serta mengajar. Didalam rumah jenazah istrinya sedang dimandikan tapi beliau tetap istiqomah mengajar dan membimbing ummat,” terangnya.

Habib Anis juga dikenal sebagai pribadi yang istiqomah dalam segala hal, tentang keistiqomahan ini juga diakui oleh salah satu muridnya yang kini mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo, KH Ahmad Baidlowi.

“Dalam banyak hal, Habib Anis selalu tertata rapi, meskipun di banyak aktivitasnya sebagai imam sholat, pengajian, menerima tamu, membuka toko dan sebagainya,”

Dalam dakwahnya, Kiai Baidlowi menuturkan Habib Anis memiliki beberapa konsep, yang kesemuanya dapat dilihat langsung di Masjid Riyadh sampai sekarang. “Yakni, masjid sebagai tempat ibadah. Zawiyah, sebagai pusat ilmu dan toko sebagai media penggerak ekonomi,” ujarnya.

Terkait hal ini, Habib Anis sendiri pernah menyampaikan bahwa ada empat hal yang penting: “Pertama, kalau engkau ingin mengetahui diriku, lihatlah rumahku dan masjidku. Masjid ini tempat aku beribadah mengabdi kepada Allah. Kedua, zawiyah, di situlah aku menggembleng akhlak jama’ah sesuai akhlak Nabi Muhammad SAW. Ketiga, kusediakan buku-buku lengkap di perpustakaan, tempat untuk menuntut ilmu. Dan keempat, aku bangun bangunan megah. Di situ ada pertokoan, karena setiap muslim hendaknya bekerja. Hendaklah ia berusaha untuk mengembangkan dakwah Nabi Muhammad saw.

Ulama asal Pasuruan itu menambahkan, meskipun tidak pernah masuk dalam struktur NU di Solo, namun peranan Habib Anis atas kemajuan NU di wilayah Soloraya sangatlah besar. Beberapa muridnya bahkan kini menjadi Rais Syuriyah, diantaranya KH A. Baidlowi dan KH Abdul Aziz (Wonogiri).

Sebagai penerus kekhalifahan (imam) di Masjid Riyadh, Habib Anis meneruskan beerbagai kegiatan yang telah dirintis oleh para pendahulunya. Kegiatan seperti Haul Habib Ali Al-Habsyi, Khatmul Bukhari, dan Maulid yang terselenggara setiap malam Jumat selalu dihadiri oleh ratusan bahkan puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah. Para ulama terkemuka, seperti TG Zaini Abdul Ghani, Abuya Dimyati, Kiai Siraj dan lainnya, bahkan pernah hadir di Masjid Riyadh untuk mengikuti majelis ilmu yang dipimpin Habib Anis.

Sebagai seorang ulama, Habib Anis juga pernah berkeinginan untuk menulis kitab. Namun, hingga akhir hayat beliau belum berkesempatan untuk merealisasikannya. “Belum sempat menulis kitab, hanya berencana. tapi kedahuluan dijemput oleh Allah,” tutur Habib Muhammad.

Pada hari Senin, tanggal 6 November 2006 atau 14 Syawal 1427 H pukul 12.55 WIB, Habib Anis wafat di RS. Dr. Oen dalam usia 78 tahun. Beliau dimakamkan di sebelah makam ayahnya, yang terletak di sisi selatan Masjid Riyadh. Kini, meski telah wafat, hampir setiap hari makamnya dikunjungi para peziarah dan namanya juga senantiasa disebut setiap ada pembacaan kitab maulid Simtuddurar. (Ajie Najmuddin)

Sumber:

Majalah Hidayah edisi 115, Maret 2011 hal.64-68

Wawancara Habib Muhammad bin Husein bin Anis, 28 Februari 2014.

Wawancara KH Ahmad Baidlowi di Masjid Riyadh Solo, 19 Februari 2014

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Ahlussunnah, Budaya Rohis Tegal - Rohani Islam

Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat

Jember, Rohis Tegal - Rohani Islam. Tak bisa dibantah bahwa pendidikan merupakan hal yang teramat penting dalam proses penyiapan generasi yang membanggakan. Bahkan pendidikan bisa diibaratkan sebagai pondasi bagi tegaknya generasi yang kuat, yakni generasi yang berperisai iman dan berbaju taqwa.?

Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan adalah Pondasi Ciptakan Generasi Kuat

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua PCNU Jember, Moch. Eksan saat berceramah dalam acara Haflatul Imtihan dan Khotamul Quran Madrasah Diniyah Nuril Hidayah di Masjid Nurul Huda, Dusun Jeggung, Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Selasa (28/3).

Menurut Eksan, generasi yang kuat, ditandai antara lain dengan peran dan keterlibatannya dalam mendidik dan membangun masyarakat. Intinya, mereka selalu hadir dalam kehidupan masyarakat.?

"Generasi yang kuat senantiasa berupaya hadir menjadi manusia yang terbaik, manusia yang bermanfaat terhadap sesama," tukasnya.

Eksan mengakui bahwa tidaklah mudah menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Sebab, itu butuh kesungguhan dan usaha lahir bathin. Lebih-lebih saat ini di mana tuntutan zaman cenderung ? memaksa manusia untuk hidup nafsi-nafsi.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Bermanfaat itu tidaklah mudah. Itu melampaui tahapan baik dan benar. Semua itu membutuhkan perjuangan lahir batin demi menjadi orang yang baik, orang yang benar, dan terlebih menjadi orang yang bermanfaat terhadap sesama," jelasnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Oleh karena itu, Eskan menyambut baik pelaksanaan acara Haflatul Imtihan tersebut, yang dinilainya sebagai tahapan dari ? penyiapan lahirnya generasi yang beriman dan bertaqwa.?

"Saya memberikan apresiasi terhadap ? acara ini. Menurut saya, ? ini ? menjadi modal dasar bagi tumbuhnya generasi yang kuat," urainya (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Meme Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

Waswas Ketika Takbiratul Ihram

Sering kita menemui sebagian orang ketika hendak mengerjakan shalat terkena penyakit yang namanya waswas, misalnya saat sedang berwudlu' hendak melaksanakan shalat, saat mengangkat tangan dalam takbiratul ihram, atau saat selesai buang air kecil maupun besar merasa kurang bersih dan ragu akan kesucian pakaian yang sedang dipakai. Semua itu diakibatkan penyakit wawas yang sedang mengidap pada diri seseorang.Waswas adalah penyakit yang diderita seseorang akibat ketidaktahuan atau kurang mengerti tentang hukum syari'at Islam. Waswas merupakan salah satu godaan dari setan yang disematkan pada diri seseorang sehingga kondisi orang tersebut menjadi ragu-ragu dalam melaksanakan ibadah, dalam hal ini waswas menyerang orang yang sedang takbiratul ihram. Dalam Kitab Tuhfatul Habib dijelaskan,

? ? ? ? ? ? ?

Waswas saat Takbiratul Ihram adalah bagian dari godaan setan.

Waswas Ketika Takbiratul Ihram (Sumber Gambar : Nu Online)
Waswas Ketika Takbiratul Ihram (Sumber Gambar : Nu Online)

Waswas Ketika Takbiratul Ihram

Sehingga seseorang yang waswas saat takbiratul ihram mengulang-ulang takbirnya, ia melakukan takbir pertama lalu ragu, takbir kedua lagi lalu ragu, takbir ketiga juga masih ragu, hingga takbir terakhir baru ia bisa menenangkan hati dan niat takbiratul ihram.

Penyebab waswas seperti dijelaskan para ulama' fiqh disebabkan karena ketidaktahuan orang tersebut mengenai takbiratul ihram, atau cara istihdhar qolb (adanya niat yang kuat) ketika hendak mengerjakan shalat, karena orang yang waswas pada hakikatnya hanya memberatkan diri sendiri dalam masalaha ibadah dan seharusnya adalah melawan rasa waswas itu sendiri dengan berdzikir dan mengingat Allah SWT. Keterangan ini juga terdapat dalam Kitab Tuhfatul Habib,

? ? ? ? ? ? ? ?

Waswas adalah penyakit akal atau ketidaktahuan dalam masalah agama.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Maka alangkah baiknya orang yang mengidap waswas dalam takbiratul ihram sedikit demi sedikit belajar semua hal yang berkaitan dengan takbiratul ihram, sehingga bisa mengurangi rasa waswas yang selama ini dideritanya. Begitupun waswas yang masuk pada ibadah lain cara mengobatinya juga sama sebagaimana cara dalam takbiratul ihram.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Lebih banyak seseorang berdzikir mengingat Allah SWT maka semakin menjauh rasa waswas tersebut, maka sebelum takbiratul ihram hendaknya orang yang terkena waswas membaca Ta'awwudz ('Audzubillahi minassyaithanirrajim), sembari memohon kepada Allah SWT untuk dijauhkan dari penyakit waswas.

(Pen. Fuad H/ Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Senin, 26 Februari 2018

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung

Tulungagung, Rohis Tegal - Rohani Islam. Setelah berjibaku dalam medan pelatihan selama empat hari, para Dosen Muda peserta Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Dosen Muda Gerakan Pemuda Ansor menelorkan Piagam Tulungagung. Piagam ini ditetapkan menjelang penutupan pelatihan.

?

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen Muda GP Ansor Deklarasikan Piagam Tulungagung

Latar belakang munculnya Piagam Tulungagung dilandasi keprihatinan betapa NKRI sebagai rumah bersama rakyat Indonesia sedang berada dalam ancaman. Para dosen muda itu menyoroti bahwa terdapat upaya sistematis yang merongrong dan berusaha memecah belah NKRI.?

Upaya-upaya itu dilatarbelakangi politik sektarian berbasis perbedaan suku, ras, agama, dan golongan. Dampaknya, benih-benih disintegrasi mulai muncul di mana-mana.

Lebih lanjut, para dosen muda itu berpandangan bahwa perbedaan adalah sebuah fakta yang tak mungkin dihilangkan. Karena sejatinya perbedaan adalah rahmat. Perbedaan bukanlah laknat.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Tinggal bagaimana segenap komponen bangsa dengan beragam perbedaan itu mampu merawat persatuan dan kesatuan. Sehingga, NKRI sebagai rumah bersama rakyat Indonesia masih tetap utuh dan dapat mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam Piagam Tulungagung itu, Dosen Muda GP Ansor menyampaikan sikap:

Rohis Tegal - Rohani Islam

1. Bangsa Indonesia harus terus merawat, memupuk dan menumbuh-kembangkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan adalah rahmat dan merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.

2. Mengajak segenap komponen bangsa untuk terus berperan aktif dalam mengkampanyekan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam setiap lini kehidupan.

3. Melawan radikalisme yang mulai berkembang di berbagai lapisan masyarakat dan membahayakan bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Menjadikan kampus/perguruan tinggi sebagai basis perjuangan dalam upaya melawan berkembangnya radikalisme.

5. Mendorong pemerintah untuk menindak tegas kelompok/golongan yang melakukan gerakan merongrong kedaulatan dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adung Abdul Rochman, Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor menyampaikan apresiasi atas ditelorkannya Piagam Tulungagung. “Kami menyampaikan penghargaan terhadap para Dosen Muda yang telah menelorkan Piagam Tulungagung, ini merupakan upaya tepat dan langkah awal melawan radikalisme yang berkembang di perguruan tinggi,” tegas pria asal Jombang tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Adung, komitmen para civitas akademika sangat penting dalam melawan infiltrasi gerakan radikal yang hari-hari ini mengalami eskalasi di berbagai tempat. "Kampus harus menjadi pusat moderasi bagi tumbuhnya Islam yang terbuka, damai dan toleran" kata Adung Abdul Rochman

Sebagaimana diketahui, 148 Dosen Muda GP Ansor mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Dosen Muda tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor. Pelatihan ini dilaksanakan di Kampus IAIN Tulungagung dibuka pada Kamis, 30 Maret 2017 dan ditutup pada Ahad, 2 April 2017. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Makam Rohis Tegal - Rohani Islam

Minggu, 25 Februari 2018

Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin

Surabaya, Rohis Tegal - Rohani Islam. Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (Ikapete) M Masud Adnan punya tafsir lain yang menarik soal konflik berkepanjangan antara almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan kubu Muhaimin Iskandar di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Masud Adnan, konflik sengaja dicipta Gus Dur sebagai proses kaderisasi. Menurutnya, konflik antara Gus Dur dengan ketua umum PKB Muhaimin Iskandar yang memang sengaja dikonstruk oleh Gus Dur itu merupakan bagian dari dramaturgi.

Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tafsir Lain Konflik Gus Dur-Muhaimin

"Gus Dur harus dibedakan antara di panggung politik dengan di luar politik," kata Masud, saat menjadi pembicara di bedah buku Gus Dur Ya PKB, PKB Ya Gus Dur di ruang salsabila kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Akbar Timur 9 Surabaya, Sabtu (5/4).

Rohis Tegal - Rohani Islam

Kesimpulan Masud ini berdasarkan sebuah kejadian beberapa tahun lalu saat konflik terbuka antara dua tokoh ini ramai diberitakan di banyak media.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Masud bercerita, suatu ketika Gus Dur dan Muhaimin menghadiri undangan seorang kiai di sebuah wilayah di pegunungan. Kiai itu, cerita Masud, bermaksud mendamaikan Gus Dur dan Muhaimin. Tapi upaya itu urung terjadi setelah Gus Dur menyampaikan bahwa tidak ada apa-apa antara dirinya dengan PKB maupun Muhaimin.

"Menariknya, setelah pulang Gus Dur dan Muhaimin satu pesawat dan tidak apa-apa," paparnya di hadapan ratusan peserta bedah buku yang mayoritas terdiri dari kader-kader muda NU ini.

"Waktu itu pas ramai-ramainya koran memberitakan konflik keduanya," imbuh penulis beberapa buku tentang Gus Dur ini.

Alhasil, Masud memahami bahwa konflik antara Gus Dur dan Muhaimin Cs tidak lebih dari sebuah dramaturgi politik Gus Dur. "Jadi Gus Dur, antara di panggung politik dan tidak, berbeda. Ini sebetulnya tradisi di Tebuireng. Di Tebuireng, Gus Dur biasa gebrak-gebrak meja, tapi setelah itu tidak ada apa-apa," katanya.

Dramaturgi yang sengaja dicipta oleh Gus Dur itu, kata Masud, adalah bagian dari kaderisasi kepemimpinan kepada kader-kadernya.

"Cara mendidik Gus Dur (kepada) kadernya (dengan cara) dibanting-banting seperti cara Nabi Khidir. Akhirnya, kader-kadernya tahan banting," Masud menguraikan.

Buku Gus Dur Ya PKB, PKB Ya Gus Dur itu berisi testimoni dari orang terdekat Gus Dur. Mereka adalah Much Munib Huda (asisten pribadi Gus Dur), Sulaiman (asisten pribadi Gus Dur 2001-akhir), Bambang Susanto (wartawan yang mengkoordinir media dalam berbagai kegiatan konferensi pers Gus Dur), dan Gus Yusuf (Pengasuh Pesantren Tegalrejo Magelang).

Sulaiman yang hadir dalam bedah buku itu bersama Munib dan Bambang mengatakan, konflik sengaja dibangun Gus Dur sebagai bagian dari kaderisasi kepemimpinan. "Gus Dur sengaja mencipta konflik untuk mengkader kader-kadernya agar siap menjadi pemimpin," tandasnya. (Abdul Hadi JM/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Doa, IMNU, Kajian Islam Rohis Tegal - Rohani Islam

UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa

Brebes, Rohis Tegal - Rohani Islam



Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri ? Model Brebes bertekad mengulang ? sukses Ujian Nasional, meski untuk kali pertama mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer. Pasalnya para siswa sudah dibekali pembelajaran penunjang seperti les Komputer, penyediaan perangkat computer dan jaringan listrik serta pembekalan mental spiritual siswa.?

UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

UNBK, Meningkatkan Kualitas dan Integritas Siswa

“Selain sudah mahir bermain computer hasil dari Les Komputer, para siswa juga dibekali mental spiritual,” terang Kepala MTs N Model Brebes H Muh Muntoyo, saat ditemui Rohis Tegal - Rohani Islam di ruang kerjanya, Jumat (3/2).

Dari jumlah siswa keseluruhan 1532 orang, lanjutnya, yang duduk di bangku kelas 9 ada 488 anak dan sudah masuk daftar nominative ujian. Mereka akan terbagi dalam beberapa gelombang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Kami telah memiliki 150 unit dengan 5 buah server,” ungkap Muntoyo.

Sedangkan jaringan listrik sudah tersedia jauh sebelum program UNBK digelar. “Jaringan listrik kami memiliki kapasatis lebih dari 22.000 watt,” terangnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Diyakini Muntoyo, meski UN bukan faktor penentu kelelulusan namun mampu meningkatkan kualitas siswa dan sekolah. Dari hasil UNBK yang baik, mencerminkan keseriusan peserta didik dan guru dalam mengelola pendidikan di madrasah yang bersangkutan.

Untuk mempersiapkan UNBK, lanjutnya, digerlar berbagai kegiatan penunjang antara lain try out, simulasi UNBK, istighosah setiap Jumat Kliwon dan pemantapan mata pelajaran yang di-UN-kan.

Pengalaman yang silam, kata Muntoyo, MTs N Model Brebes menjadi percontohan bagi madrasah lain di Kabupaten Brebes dengan hasil UN mencapai 100 persen setiap tahunnya. Bahkan rata-rata Ujian Nasional pernah meraih nilai tertinggi ditingkat MTs dan SMP se Kabupaten Brebes.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes Moh Aqso menambahkan untuk tahun pelajaran 2016/2017 seluruh madrasah di Kabupaten Brebes sudah siap melaksanakan Ujian Nasional.?

UN tahun pelajaran 2016/2017 akan diikuti ? peserta didik di jenjang MI sebanyak 6.057 siswa, MTs sebanyak 9.547 dan MA diikuti sebanyak 1.864 anak.?

Untuk MTs penyelenggara, baru lima madrasah menggelar UNBK yakni MTs N Model Brebes, MTs N Ketanggungan, MTs Al Hikmah 2 Benda Sirampog, ? MTs Al Hikmah Cipelem Bulakamba dan Al Bukhori Tanjung, Brebes.

Sedangkan di jenjang Madrasah hanya empat Madrasah yakni MA N 1 Brebes, MA N 2 Brebes, MA Al Hikmah 2 Benda Sirampog dan MA NU Maarif 1 Bantarkawung. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Cerita Rohis Tegal - Rohani Islam

Mahal dan Langka, LPPNU Sidoarjo Berikan Bibit Cabai ke Setiap MWCNU

Sidiarjo, Rohis Tegal - Rohani Islam - Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Sidoarjo menyerahkan bibit dan benih cabai kepada pengurus MWCNU yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Pemberian ini dilakukan langsung oleh Ketua LPPNU Sidoarjo Supriyono kepada sejumlah pengurus MWCNU di kediaman Ketua LPPNU di Desa Candi Negoro, Wonoayu, Sidoarjo, Ahad (15/1).

Supriyono menegaskan, hal ini dilakukan lantaran melihat situasi tanaman cabai yang langka dan harganya mahal. Pihaknya mencoba memberikan bibit ini ke setiap PAC agar ditanam di lingkungannya supaya bisa dibudidayakan. Sehingga ketika ada kelangkaan cabai, tanaman cabai tersebut bisa dimanfaatkan.

Mahal dan Langka, LPPNU Sidoarjo Berikan Bibit Cabai ke Setiap MWCNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahal dan Langka, LPPNU Sidoarjo Berikan Bibit Cabai ke Setiap MWCNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahal dan Langka, LPPNU Sidoarjo Berikan Bibit Cabai ke Setiap MWCNU

"Melihat potensi cabai yang ada di MWCNU masing-masing, diharapkan setiap PAC menanam untuk membantu persediaan cabai. Tidak hanya cabai, di setiap PAC juga ada tanaman yang bisa dimanfaatkan masyarakat seperti tomat dan bawang. Kami akan melakukan kerja sama dengan dinas terkait untuk budi daya ini," kata Supriyono.

Menurutnya, cabai merupakan kebutuhan pokok yang tak pernah lepas saat orang memasak. Karena tanpa cabai, masakan pun jadi hambar. Hal itulah yang mendorong harga cabai naik apalagi kalau musimnya tidak mendukung seperti ini (musim hujan). Sehingga proses penanamannya juga harus diperhitungkan.

Rohis Tegal - Rohani Islam

"Tanaman tomat, cabai, dan bawang merupakan tanaman yang tidak suka dengan air. Sehingga memicu kenaikan harga. Untuk itu, minimal setiap MWCNU bisa menanam cabai baik di lahan kosong, pot maupun polibek agar nanti bisa dipanen sendiri. Benihnya ditanam sendiri dengan kompos, seminggu di pindah ke polibek," ujar Supriyono.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia berharap, pengurus MWCNU yang mempunyai kemampuan di bidangnya masing-masing membantu masyarakat atau petani yang memerlukan bantuan. Semisal ada pengurus MWCNU mampu di bidang budi daya, ia harus siap membantu atau terjun ke lapangan, memberikan pemahaman bagaimana cara mengelolah lahan dan lain sebagainya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pendidikan Rohis Tegal - Rohani Islam

Sabtu, 24 Februari 2018

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam?

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU Hari Usmayadi mengatakan, Rohis Tegal - Rohani Islam berpotensi menjadi portal berita sangat besar sekali dengan tema keislaman, kerakyatan, dan kebangsaaan. Tema keislaman maksudanya Ahlussunah wal-Jamaah dengan segala konsep dan aplikasinya. Termasuk di dalamnya pesantren, kiai, dan santri, serta NU dan banom serta lembaganya. Sementara kerakyatan, tema mengusung suara hajat hidup orang banyak. Sedangkan kebangsaan, menyangkut keutuhan bangsa dan negara.?

Misalkan, kata dia, jika tiap hari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di tiap kabupaten menyuarakan tema-tema tersebut, bukan tidak mungkin, akan menjadi arus utama di dunia maya. Bahkan bisa menjadi sebuah gerakan sosial di masyarakat.?

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Misalkan Cabang NU, Lembaga dan Banom Berjamaah Tulis Berita Tiap Hari

Ia merinci, jika NU memiliki Cabang sekitar 500 di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dan mereka menuliskan tiga tema tersebut tiap hari, maka akan terkumpul sekitar 500 berita. “Ini jumlah sangat besar sekali,” katanya di kantor Redaksi Rohis Tegal - Rohani Islam gedung PBNU, Jakarta Senin (20/2).?

Itu jika hanya PCNU. Sementara NU sendiri memiliki banom dan lembaga yang sampai di kabupaten-kabupaten. Bahkan ada yang sampai di kecamatan dan ranting.?

Banom NU semisal Gerakan Pemuda Ansor, kata dia, katakanlah ada 500 cabang. Ditambah Muslimat ada 500, Fatayat, PMII, IPNU, IPPNU, serta banom-banom, lain. Ada ribuan berita yang diterima Rohis Tegal - Rohani Islam. “Dengan demikian, Rohis Tegal - Rohani Islam akan menjadi kantor berita yang tiada tandingnya dari sisi jumlah. Ia mengalahkan kantor berita mana pun,” lanjutnya.?

Rohis Tegal - Rohani Islam

Menurut dia, dari sisi kemampuan, sebetulnya pengurus cabang NU dan banom serta lembaganya adalah orang yang terdidik di daerah masing-masing. Jika mereka mau belajar menulis berita, itu sangat gampang sekali. Dari sisi cara mengirimkannya, hampir setiap pengurus NU sekarang menggunakan android. Berita bisa dikirim langsung melalui email di ponsel. Bahkan bisa lebih simpel lagi jika menggunakan WatshApp.?

NU, lanjutnya, mau tak mau harus masuk di wilayah itu. Kalau tidak, akan ketinggalan. Jangan sampai gagap digital karena akibatnya syiar dakwah NU tidak sampai ke khalayak netizen yang sekarang jumlahnya puluhan juta. “Jika tidak semua PCNU, ya paling tidak separuhnya. Jika tidak separuhnya, ya seperempatnya.”

Rohis Tegal - Rohani Islam

Ia berharap besar kepada anak-anak muda NU yang bisa menggerakkan hal itu. “Saya ingat apa yang dikatakan Gus Dur dalam satu artikelnya di tahun 90-an. Aktivis PMII, setelah menjadi alumnus, hendaknya membantu NU. Menurut saya, paling tidak, alumnus PMII bisa membantu dalam menggerakan atau menyuarakan suara Nahdliyin, suara rakyat Indonesia di daerah masing-masing,” jelasnya.?

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika semua PCNU dan lembaga dan banom terkoneksi, berjamaah secara ide, dan berjamaah melakukannya, bisa diarahkan ke pengembangan ekonomi, sebagian urusan negara ini bisa selesai. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Internasional, Quote, Ulama Rohis Tegal - Rohani Islam

Jumat, 23 Februari 2018

Hukum Jual Beli Buku Agama, Puisi, dan Ilmu Pengetahuan

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Rohis Tegal - Rohani Islam, kebutuhan masyarakat akan ilmu agama seperti tafsir, hadits, fikih, tasawuf, dan lain sebagainya tidak bisa ditahan. Oleh karena itu sejumlah pengusaha mengalirkan modalnya di bidang percetakan dan penerbitan buku-buku agama itu. Pertanyaannya, apakah pandangan agama perihal penjualan buku-buku agama ini? Mohon keterangannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdul Aziz /Tangsel).

Jawaban

Hukum Jual Beli Buku Agama, Puisi, dan Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Jual Beli Buku Agama, Puisi, dan Ilmu Pengetahuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Jual Beli Buku Agama, Puisi, dan Ilmu Pengetahuan

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Sebagaimana kita tahu bahwa tingkat melek agama masyarakat Indonesia kini lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Seiring dengan itu kebutuhan akan buku-buku agama itu seperti tafsir, hadits, fikih, atau kajian tematik keislaman juga tetap tinggi meski banyak juga masyarakat yang mencari informasi keislaman di dunia maya.

Secara hukum, menjual buku-buku agama tidak masalah. Selain buku-buku agama, penjualan buku-buku lain yang menjadi kebutuhan masyarakat dan tentu saja buku yang mengandung konten bermanfaat bagi mereka tidak masalah menurut syara‘. Hal ini disinggung oleh Imam An-Nawawi sebagai berikut:

Rohis Tegal - Rohani Islam

?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Ini cabang masalah) ulama kami dari kalangan Syafi‘iyah menyatakan, penjualan buku-buku hadits, fikih, bahasa, sastra, puisi yang mengandung konten mubah dan bermanfaat, buku kedokteran, buku ilmu hitung, atau buku-buku lain yang mengandung manfaat dan bersifat mubah, boleh menurut syar‘i,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Majmu Syarhul Muhadzdzab, Kairo, Maktabah At-Taufiqiyyah, tanpa catatan tahun, juz IX, halaman 228).

Pada prinsipnya, buku-buku yang mengandung informasi penting atau membantu manusia untuk mengembangkan diri diperbolehkan. Semua buku yang bermanfaat untuk manusia secara pribadi dan secara umum boleh diperjualbelikan. Pasalnya, ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya menunjang kehidupan manusia di dunia ini.

Adapun perihal penjualan buku agama, para pengusaha tidak perlu takut dianggap menjual agama. Keberadaan mereka justru penting sebagai bagian dari dakwah agama itu sendiri.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Nahdlatul Ulama, RMI NU Rohis Tegal - Rohani Islam

Rabu, 21 Februari 2018

NU Paciran Sowan ke PBNU

Jakarta, Rohis Tegal - Rohani Islam. Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sowan ke PBNU di Jakarta, pada Jumat sore, (04/01).

Menurut perwakilan rombongan, Misbahul Munir, tujuan sowan tersebut adalah silaturahim jasadiyah dan bathiniyah. Jasadiyah, ingin melihat gedung PBNU yang selama ini hanya dilihat di TV. Juga ingin bertemu dengan pengurus PBNU secara langsung.

NU Paciran Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Paciran Sowan ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Paciran Sowan ke PBNU

“Silaturahim bathiniyah, kami ingin mendapat taushiyah dari PBNU,” kata Misbah yang juga Kepala MTs Tarbiyatu Tholabah tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Taushiyah itu, sambung pria berusia 44 tahun tersebut, adalah bagaimana cara terbaik untuk membentengi warga Nahdliyin di Paciran dari “aliran” Islam garis keras yang mulai berkembang di kecamatan tersebut.

Rohis Tegal - Rohani Islam

Mereka datang ke rumah-rumah untuk mengajak kelompok mereka. Satu dua warga Nahdliyin sudah ada yang masuk aliran tersebut. ? “Dengan demikian, meminta PBNU bagaimana cara membentenginya,” tanyanya.

Juga, kami ingin meminta petunjuk bagaimana cara mengelola pendidikan yang baik dan profesional dan meningkatkan mutu SDM. Selama ini, lembaga di bawah Ma’arif masih tertinggal dari sekolah-sekolah lain.

Rombongan berjumlah 27 orang terdiri dari pengurus MWC, Ma’arif dan kepala Madrasah Ibtidaiyah di Paciran tersebut diterima Bendahara PBNU, Nasirul Falah dan Wakil Ketua PP LP Maa’rif, Sri Mulyati, di aula PBNU lantai 5.

Menanggapi permintaan perwakilan rombongan, Nasirul Falah mengatakan, untuk membentengi warga Nahdliyin, sedang diupayakan melalui Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) yang akan turun ke daerah-daerah.

Selain itu, Nasirul juga menjelaskan, PBNU melalui Lembaga Perekonomian NU mendorong pemberdayaan ekonomi warga Nahdlyin. “Sementara ini baru melalui pasar rakyat yang memasarkan salah satu produk unggulannya minyak goreng bintang sembilan,” katanya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis: Abdulllah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Rohis Tegal - Rohani Islam Pemurnian Aqidah, Kajian Rohis Tegal - Rohani Islam

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rohis Tegal - Rohani Islam sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rohis Tegal - Rohani Islam. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rohis Tegal - Rohani Islam dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock